Pajak Belanja Dana BOS: Cara Menghitung dan Menyetor
Panduan pajak belanja dana BOS untuk Bendahara: kapan memungut PPN, PPh 21, PPh 22, PPh 23, dan PPh 4 ayat 2, contoh hitungan, belanja SIPLah, dan pelaporan.
Panduan website sekolah gratis untuk operator: memilih subdomain, halaman wajib, jadwal pembaruan, keamanan akun, dan kapan perlu domain sendiri.
Website sekolah gratis paling praktis dibuat dengan subdomain dari platform yang sudah dipakai sekolah, misalnya namasekolah.penyedia.id. Sekolah tidak perlu menyewa hosting, memasang sistem sendiri, atau membayar perpanjangan domain. Yang perlu dipikirkan justru isinya: halaman apa yang wajib ada, siapa yang memperbarui, dan seberapa sering.
Panduan ini ditujukan bagi operator sekolah yang ditugasi "mengurus web". Isinya mencakup cara memilih nama subdomain, struktur halaman, contoh jadwal pembaruan, keamanan akun, serta tanda kapan sekolah layak naik ke domain sendiri.
Masalah situs sekolah jarang soal biaya pembuatan. Banyak sekolah pernah punya situs yang dibuat dalam semangat akreditasi atau lomba, lalu terlupa. Hosting habis, kata sandi admin hanya diketahui guru yang sudah pindah, dan berita terakhir berasal dari tiga tahun lalu.
Situs yang terbengkalai lebih merugikan daripada tidak punya situs. Calon wali murid yang mencari informasi pendaftaran justru menemukan jadwal lama dan nomor kontak yang tidak aktif.
Ada beberapa jalan. Bandingkan sebelum memilih.
| Pilihan | Kelebihan | Kekurangan |
|---|---|---|
| Subdomain dari platform manajemen sekolah | Tanpa hosting, data sekolah bisa langsung tampil | Alamat memuat nama penyedia |
| Blog gratis umum | Mudah, cepat jadi | Tampilan kurang resmi, tidak terhubung data sekolah |
| Sistem situs dipasang di hosting sendiri | Bebas diatur | Butuh biaya hosting, pembaruan, dan keahlian |
| Halaman media sosial saja | Mudah dibagikan | Bukan situs resmi, informasi cepat tenggelam |
Bagi sebagian besar sekolah, subdomain dari platform yang sudah dipakai untuk administrasi adalah titik awal paling masuk akal. Profil, data guru, dan berita tidak perlu diketik dua kali.
Nama subdomain akan dipakai bertahun-tahun di spanduk, kop surat, dan brosur. Pilih dengan hati-hati.
Calon wali murid, alumni, dinas, dan mitra datang dengan pertanyaan berbeda. Halaman berikut menjawab sebagian besar kebutuhan mereka.
Tampilkan nama sekolah, foto suasana, pengumuman terbaru, dan tombol menuju informasi pendaftaran. Beranda bukan tempat menumpuk semua isi.
Isi sejarah singkat, visi dan misi, akreditasi, alamat, dan struktur organisasi. Tulis dalam paragraf pendek.
Cukup nama, jabatan, dan mata pelajaran. Jangan menampilkan data pribadi seperti nomor telepon pribadi, NIK, atau alamat rumah.
Jadwal, syarat, jalur, dan kontak panitia. Perbarui setiap tahun dan hapus informasi tahun lalu agar tidak membingungkan.
Tulisan singkat tentang kegiatan, prestasi, dan agenda. Sertakan foto dengan izin, dan hindari wajah murid yang walinya belum memberi persetujuan publikasi.
Alamat, peta, surel resmi sekolah, dan jam layanan. Gunakan nomor kantor, bukan nomor pribadi guru.
| Isi | Frekuensi | Penanggung jawab |
|---|---|---|
| Berita kegiatan | 2–4 kali sebulan | Guru yang ditunjuk per bulan |
| Pengumuman | Setiap ada agenda | Operator atau TU |
| Informasi penerimaan murid baru | Setiap tahun sebelum pendaftaran | Panitia |
| Profil dan struktur | Setiap awal tahun ajaran | Operator |
| Data guru | Setiap ada mutasi | Operator |
Bagi tugas menulis berita secara bergilir per guru atau per kelas. Operator cukup memeriksa dan menerbitkan. Tempelkan jadwal giliran ini di ruang guru dan ingatkan seminggu sebelum giliran tiba, agar situs tidak kosong saat operator sedang sibuk mengurus data semester.
Banyak guru enggan menulis berita karena bingung memulai. Bagikan kerangka sederhana ini:
Dengan kerangka ini, satu berita bisa ditulis dalam 20–30 menit. Operator cukup memeriksa ejaan, memastikan tidak ada data pribadi, lalu menerbitkan. Berita yang rutin juga membantu situs lebih mudah ditemukan di mesin pencari.
Situs gratis tetap butuh pengelolaan akun yang benar.
Website sekolah gratis dengan subdomain sudah cukup untuk sebagian besar kebutuhan. Domain sendiri seperti namasekolah.sch.id layak dipertimbangkan bila:
Domain sendiri menambah biaya tahunan, jadi pastikan isinya terurus lebih dulu. Domain bagus dengan isi kosong tidak menolong siapa pun.
Tidak, selama isinya rapi dan terbaru. Pengunjung lebih menilai kejelasan informasi daripada alamat situs. Subdomain dari platform resmi sudah cukup layak.
Operator sebagai penanggung jawab teknis dan penerbit, dibantu guru yang bergiliran menulis berita. Jangan bergantung pada satu orang saja.
Boleh dengan persetujuan wali murid. Siapkan formulir izin publikasi di awal tahun ajaran dan hormati wali yang menolak.
Dua sampai empat berita sudah cukup untuk menunjukkan sekolah aktif. Konsistensi lebih penting daripada jumlah.
Bisa, bila platform yang dipakai mendukungnya. Isi yang sudah ada tetap dipakai, alamatnya saja yang berganti.
Situs sekolah terbengkalai karena berdiri sendiri. Isinya harus diketik ulang dari dokumen lain, hostingnya harus diperpanjang, dan kata sandinya dipegang satu orang. Saat orang itu pindah, situs ikut mati.
ASIS menyediakan situs sekolah dengan subdomain gratis yang menyatu dengan sistem manajemen sekolah. Prinsipnya "Data dicatat sekali, dipakai berkali-kali": profil sekolah dan berita dikelola dari akun ASIS yang sama, dengan peran yang bisa dibagi kepada beberapa pengelola. Bila sekolah ingin domain sendiri dan pengaturan SEO, tersedia ASIS Plus Rp300 ribu per tahun per lembaga; ASIS Pro Rp500 ribu per tahun menambahkan pembuat situs dan dukungan prioritas. Data sekolah tidak dijual dan tanpa iklan.
Paket dasar ASIS gratis untuk semua sekolah, termasuk subdomain. Pesantren, madrasah diniyah, dan TPQ juga dapat memakai Basmalah secara gratis. Silakan mulai di asis.id.
Panduan pajak belanja dana BOS untuk Bendahara: kapan memungut PPN, PPh 21, PPh 22, PPh 23, dan PPh 4 ayat 2, contoh hitungan, belanja SIPLah, dan pelaporan.
Aplikasi MA gratis bisa aman, bisa juga berisiko. Kenali model gratis yang sehat, tanda aplikasi abal-abal, dan cara mengujinya sebelum dipakai madrasah.
Cara membuat kartu inventaris ruangan KIR sekolah: kolom yang umum dipakai, contoh pengisian, kode kondisi barang, jadwal pemutakhiran, dan kesalahan umum.
Daftarkan sekolah Anda dan rasakan bagaimana satu sumber kebenaran meringankan pekerjaan sehari-hari.