WAWASAN ASIS

Kartu Inventaris Ruangan KIR: Cara Membuat dan Mengisi

Cara membuat kartu inventaris ruangan KIR sekolah: kolom yang umum dipakai, contoh pengisian, kode kondisi barang, jadwal pemutakhiran, dan kesalahan umum.

Tim Wawasan ASIS 23 Okt 2026 Administrasi Sekolah

Kartu inventaris ruangan KIR adalah daftar barang yang berada di satu ruangan, misalnya kelas, laboratorium, perpustakaan, atau ruang guru, yang ditempel di ruangan tersebut dan salinannya disimpan pengelola sarana prasarana. Fungsinya sederhana tetapi penting: siapa pun yang masuk ruangan bisa mencocokkan barang yang ada dengan catatan, dan sekolah tahu persis di mana setiap aset berada.

Panduan ini menjelaskan cara membuat KIR, kolom yang umum dipakai, contoh pengisian, kode kondisi barang, dan jadwal pemutakhiran. Bila Bapak/Ibu mencari cara mencetak KIB dan label barang, baca juga "KIB dan KIR Sekolah: Cara Mencetak dan Label Inventaris", dan untuk buku induk barangnya, lihat "Format Buku Inventaris Barang Sekolah dan Kode Barang".

Posisi KIR dalam administrasi barang sekolah

Dokumen Isi Disusun per
Buku inventaris (buku induk barang) Semua barang sekolah Sekolah
KIB (kartu inventaris barang) Barang per golongan, misalnya tanah, gedung, peralatan Golongan barang
KIR (kartu inventaris ruangan) Barang yang ada di satu ruangan Ruangan
Label barang Kode barang pada fisik barang Barang

Ketiganya harus saling cocok. Kursi yang tercatat di KIR kelas 7A juga tercatat di buku inventaris dengan kode yang sama, dan label pada kursi itu menunjukkan kode tersebut.

Untuk sekolah negeri, pengelolaan barang mengikuti ketentuan barang milik daerah atau barang milik negara yang berlaku, termasuk format dari pemerintah daerah. Sekolah swasta biasanya mengikuti kebijakan yayasan. Format di artikel ini bersifat umum dan dapat disesuaikan.

Kolom yang umum dalam kartu inventaris ruangan KIR

Kolom Penjelasan
Nomor urut Urutan barang di ruangan
Nama atau jenis barang Misalnya meja murid, kursi guru, proyektor
Merek/model Bila ada
Nomor seri pabrik Untuk barang elektronik
Ukuran Misalnya 120 × 60 cm
Bahan Kayu, besi, plastik
Tahun pembuatan/pembelian Tahun perolehan
Kode barang Sesuai buku inventaris
Jumlah Jumlah barang yang sama
Harga perolehan Harga per unit atau total
Kondisi Baik, kurang baik, rusak berat
Keterangan Mutasi, catatan perbaikan

Bagian kepala KIR memuat nama sekolah, nama ruangan, kode ruangan, dan penanggung jawab ruangan. Bagian bawah memuat tanggal, tanda tangan penanggung jawab ruangan, dan pengurus barang atau wakasek sarpras.

Contoh pengisian KIR ruang kelas

SMP Contoh Nusantara — Ruang Kelas 7A (kode R-07A) Penanggung jawab: Wali kelas 7A

No Nama barang Merek Tahun Kode barang Jumlah Kondisi Keterangan
1 Meja murid Lokal 2022 02.06.01.03.001 32 B
2 Kursi murid Lokal 2022 02.06.01.03.002 32 B 2 kaki goyang, sudah diperbaiki
3 Meja guru Lokal 2019 02.06.01.03.003 1 KB Laci rusak
4 Papan tulis putih — 2021 02.06.01.04.001 1 B
5 Proyektor Contoh 2024 02.06.02.01.001 1 B No. seri tercatat
6 Kipas angin dinding Contoh 2020 02.06.02.02.001 2 RB Usul penghapusan

Kode barang dalam contoh hanya ilustrasi. Gunakan sistem kode yang ditetapkan pemerintah daerah atau yayasan.

Kode kondisi barang

Kode Arti Tindak lanjut
B Baik, berfungsi normal Perawatan rutin
KB Kurang baik, berfungsi dengan kerusakan ringan Perbaikan
RB Rusak berat, tidak bisa dipakai Usulan penghapusan sesuai prosedur

Barang dengan kondisi RB tidak langsung dibuang. Ikuti prosedur penghapusan yang berlaku; langkahnya dibahas di "Prosedur Penghapusan Barang Inventaris Sekolah yang Rusak".

Langkah membuat kartu inventaris ruangan KIR

  1. Daftar semua ruangan. Beri kode untuk setiap ruangan.
  2. Tunjuk penanggung jawab ruangan. Misalnya wali kelas untuk ruang kelas, kepala lab untuk laboratorium.
  3. Lakukan pendataan fisik. Hitung dan periksa setiap barang di ruangan, catat kondisinya.
  4. Cocokkan dengan buku inventaris. Pastikan setiap barang punya kode. Barang yang belum tercatat diinventarisasi lebih dulu.
  5. Susun KIR per ruangan. Gunakan format yang seragam untuk semua ruangan.
  6. Tanda tangani dan tempel. KIR ditandatangani penanggung jawab ruangan dan pengurus barang, lalu ditempel di dinding ruangan dalam sampul plastik.
  7. Simpan salinannya. Salinan disimpan di arsip sarpras, cetak maupun digital.

Kapan KIR diperbarui

Kejadian Tindakan
Barang baru masuk ruangan Tambahkan baris
Barang dipindah ke ruangan lain Coret di KIR asal, tambah di KIR tujuan, catat di keterangan
Barang rusak Ubah kode kondisi
Barang dihapus Coret dan catat nomor berita acara penghapusan
Akhir semester atau tahun Pemeriksaan fisik dan cetak ulang

Pemindahan barang antarruangan adalah sumber selisih paling sering. Biasakan setiap pemindahan tercatat, sekecil apa pun. Saat pemeriksaan akhir tahun, cetak ulang kartu inventaris ruangan KIR yang sudah dicoret-coret agar tetap mudah dibaca.

Contoh di lapangan

Di sebuah SD negeri di Jawa Tengah, pemeriksaan aset menemukan selisih 14 kursi antara buku inventaris dan kondisi fisik. Ternyata kursi dipindahkan dari kelas ke aula untuk acara perpisahan dan tidak pernah dikembalikan ke kelas asal. Setelah itu, sekolah menetapkan aturan: setiap pemindahan barang dicatat di buku peminjaman, dan wali kelas memeriksa KIR ruangannya setiap akhir bulan.

Kesalahan yang sering terjadi

  • KIR dibuat sekali lalu tidak pernah diperbarui.
  • Kode barang di KIR berbeda dengan buku inventaris.
  • Barang pinjaman dari ruangan lain dicatat sebagai milik ruangan.
  • KIR tidak ditempel sehingga tidak bisa dicek langsung.
  • Barang rusak berat dibiarkan menumpuk tanpa proses penghapusan.

Pertanyaan yang sering diajukan

Apa beda KIB dan KIR?

KIB mengelompokkan barang per golongan, misalnya peralatan dan mesin, sedangkan KIR mengelompokkan barang per ruangan tempat barang berada.

Siapa penanggung jawab KIR?

Penanggung jawab ruangan, misalnya wali kelas atau kepala laboratorium, bersama pengurus barang atau wakasek sarpras.

Apakah KIR harus ditempel di ruangan?

Umumnya ya, agar mudah dicocokkan dengan barang yang ada. Salinan tetap disimpan di arsip sarpras.

Seberapa sering KIR diperbarui?

Setiap ada perubahan barang, dan diperiksa menyeluruh setidaknya setiap akhir semester atau akhir tahun.

Apakah barang habis pakai dicatat di KIR?

Tidak. KIR untuk barang inventaris yang dipakai berulang. Barang habis pakai seperti spidol dan kertas dicatat di buku persediaan.

ASIS: KIR Tercetak dari Data yang Sama

Masalah utama KIR adalah ia hidup terpisah dari buku inventaris. Barang dipindah, KIR tidak berubah, dan selisih baru ketahuan saat pemeriksaan.

Di ASIS, modul sarana prasarana mencatat inventaris dan mutasi aset dalam satu data. Saat barang dipindah atau dipinjam, catatannya ikut berubah, dan KIB, KIR, serta label inventaris bisa dicetak dari data yang sama. Peminjaman aset tercatat dengan nama peminjam dan tanggal kembali, sehingga kasus kursi yang tertinggal di aula bisa dilacak.

ASIS gratis untuk semua sekolah, dan Basmalah gratis untuk pesantren, madrasah diniyah, dan TPQ. Mulai di asis.id.

BACA JUGA

Artikel lain untuk sekolah.

MULAI DARI SATU DATA

Cukup catat sekali, pakai di mana saja.

Daftarkan sekolah Anda dan rasakan bagaimana satu sumber kebenaran meringankan pekerjaan sehari-hari.