WAWASAN ASIS

Usulan Penghapusan Aset Sekolah: Data dan Dokumen

Cara mencatat usulan penghapusan aset sekolah: kriteria barang, data yang perlu dikumpulkan, dokumen pendukung, alur di ASIS, dan kesalahan umum.

Tim Wawasan ASIS 20 Sep 2026 Panduan

Usulan penghapusan aset sekolah adalah berkas yang menyatakan bahwa barang tertentu, misalnya kursi patah, komputer mati total, atau lemari lapuk, layak dikeluarkan dari daftar inventaris. Usulan ini berisi daftar barang, kondisi, alasan, dan bukti pendukung, lalu diproses sesuai ketentuan yang berlaku bagi sekolah. Tugas sekolah di tahap ini adalah mencatat dan menyiapkan berkas dengan rapi, bukan langsung membuang barang. Artikel ini fokus pada sisi pencatatan usulan: kriteria barang, data yang dikumpulkan, alur di ASIS, dan cara manual.

Pembahasan prosedur penghapusan secara umum, termasuk tahapan setelah usulan, tersedia di artikel "Prosedur Penghapusan Barang Inventaris Sekolah yang Rusak".

Masalah nyata: gudang penuh, catatan tetap

Hampir setiap sekolah punya gudang atau sudut yang penuh barang rusak: kursi kayu patah, monitor tabung, printer mati, papan tulis lama. Barang itu tidak bisa dipakai, tetapi masih tercatat sebagai aset dalam kondisi baik atau rusak ringan. Nilai aset di laporan jadi tidak sesuai kenyataan.

Di sisi lain, ada sekolah yang membuang barang rusak begitu saja saat renovasi atau bersih-bersih. Catatan aset tetap ada, barangnya hilang. Saat stok opname, barang dianggap tidak ditemukan dan sulit dijelaskan.

Keduanya berakar pada hal yang sama: tidak ada pencatatan usulan penghapusan yang rapi.

Mengapa pencatatan usulan penting

  • Data aset sesuai kenyataan. Barang yang sudah tidak berfungsi tidak lagi membebani laporan.
  • Melindungi pengelola. Setiap barang yang keluar dari daftar punya alasan dan bukti tertulis.
  • Ruang kembali lega. Gudang bisa dimanfaatkan setelah proses selesai.
  • Dasar perencanaan. Barang yang dihapus biasanya perlu diganti, dan datanya mendukung usulan pengadaan.

Kriteria barang yang biasa diusulkan dihapus

Kriteria Contoh
Rusak berat dan tidak ekonomis diperbaiki Komputer dengan papan induk mati, biaya perbaikan mendekati harga baru
Usang dan tidak sesuai kebutuhan Monitor tabung, perangkat yang tidak lagi didukung
Hilang Barang yang tidak ditemukan setelah penelusuran stok opname
Musnah karena bencana Barang rusak akibat banjir atau kebakaran
Sudah melewati masa pakai dan membahayakan Kursi dengan rangka berkarat tajam

Kriteria resmi dan kewenangan memutuskan penghapusan berbeda menurut status sekolah. Sekolah negeri mengikuti ketentuan pengelolaan barang milik daerah atau negara, sedangkan sekolah swasta mengikuti aturan yayasan. Rujuk pedoman yang berlaku di daerah atau yayasan Anda.

Data dan dokumen yang perlu dikumpulkan

Checklist berkas usulan:

  • Daftar barang: kode, nama, jumlah, lokasi, tahun perolehan, sumber dana, harga perolehan.
  • Kondisi terkini setiap barang.
  • Foto barang yang memperlihatkan kondisi dan label kodenya.
  • Riwayat kerusakan dan perbaikan bila ada.
  • Hasil stok opname untuk barang hilang.
  • Surat keterangan atau berita acara pemeriksaan kondisi oleh tim yang ditunjuk.
  • Surat usulan dari Kepala Sekolah kepada pihak berwenang.

Alur usulan penghapusan aset sekolah di ASIS

Alur ini merangkum materi resmi Panduan ASIS. Prinsipnya: aset tidak boleh hilang dari inventaris hanya karena rusak, dan jejaknya harus tetap ada sampai keputusan resmi keluar.

Sebelum memulai. Siapkan nomor inventaris, foto dan keterangan kondisi fisik, riwayat perawatan, lokasi, serta dokumen keputusan yang disyaratkan aturan sekolah, yayasan, atau pemerintah daerah.

  1. Cari aset lewat label atau nomor inventaris, lalu periksa riwayatnya, misalnya catatan kerusakan dan hasil stok opname.
  2. Catat alasan usulan penghapusan bersama kondisi barang dan bukti yang relevan.
  3. Ajukan pemeriksaan dan persetujuan sesuai aturan sekolah atau yayasan. Barang tetap disimpan dan tidak dibuang selama menunggu keputusan.
  4. Setelah disahkan, periksa perubahan status aset dan pastikan laporan inventaris ikut berubah. Simpan dokumen keputusannya sebagai arsip sarpras.

Periksa hasilnya. Status aset mencerminkan keputusan resmi, dan riwayat kepemilikannya tetap bisa ditelusuri.

Jika belum sesuai. Untuk aset yang tidak ditemukan, lakukan penelusuran dan buat berita acara terlebih dahulu. Jangan langsung menghapus catatannya.

Langkah lengkap: Cara Mencatat Usulan Penghapusan Aset Sekolah.

Tips menyusun usulan

Kelompokkan barang sejenis

Usulan 40 kursi rusak lebih mudah diproses bila dikelompokkan per jenis dan tahun perolehan, tetapi tetap mencantumkan kode masing-masing.

Jangan pindahkan atau buang barang sebelum ada keputusan

Simpan barang di satu tempat yang aman dan diberi tanda "dalam proses penghapusan". Pembuangan sebelum keputusan menyulitkan pertanggungjawaban.

Ambil foto dengan label terlihat

Foto tanpa kode tidak bisa dicocokkan dengan catatan. Usahakan label inventaris terlihat jelas di setiap foto.

Lakukan secara berkala

Mengusulkan penghapusan sekali setahun setelah stok opname jauh lebih ringan daripada menumpuk barang rusak bertahun-tahun.

Contoh kasus

Sebuah SMK di Kabupaten Cilacap menemukan 18 unit komputer laboratorium lama yang mati total saat stok opname. Riwayat perbaikan menunjukkan beberapa unit sudah diservis berkali-kali. Tim sarpras memotret setiap unit dengan label terlihat, menyusun berita acara pemeriksaan kondisi, lalu membuat usulan penghapusan dengan lampiran lengkap. Komputer disimpan di satu ruang terkunci sambil menunggu keputusan. Sementara itu, data usulan ini dipakai juga sebagai dasar usulan pengadaan komputer baru.

Siapa mengerjakan apa

Pembagian peran yang jelas membuat usulan penghapusan aset sekolah tidak macet di tengah jalan:

Peran Tugas dalam usulan
Penanggung jawab ruang Melaporkan barang rusak berat atau hilang
Tim pemeriksa Memeriksa kondisi dan menyusun berita acara
Petugas sarpras Mencatat usulan, mengumpulkan foto dan dokumen
Kepala Sekolah Menandatangani surat usulan, meneruskan ke pihak berwenang

Kesalahan umum

  1. Membuang barang tanpa proses. Catatan tetap ada, barang hilang, pengelola sulit bertanggung jawab.
  2. Usulan tanpa foto atau bukti kondisi.
  3. Tidak mencantumkan kode barang, sehingga barang yang dihapus tidak bisa dipastikan.
  4. Lupa memperbarui data setelah keputusan penghapusan keluar.
  5. Mencampur barang hilang dan rusak tanpa keterangan berbeda.

Cara manual bagi sekolah tanpa ASIS

  1. Saring daftar aset di lembar kerja untuk barang berkondisi rusak berat atau hilang.
  2. Salin ke lembar "Usulan Penghapusan" dengan kolom alasan dan nama berkas foto.
  3. Susun berita acara pemeriksaan kondisi dan surat usulan.
  4. Kirim sesuai jalur yang berlaku, lalu catat tanggal pengiriman.
  5. Setelah keputusan keluar, tandai barang di lembar aset utama sebagai dihapus dan simpan salinan keputusan.

Pertanyaan yang sering diajukan

Apakah sekolah boleh langsung membuang barang rusak?

Sebaiknya tidak sebelum ada keputusan penghapusan sesuai ketentuan. Barang dicatat dalam usulan dan disimpan sampai prosesnya selesai.

Siapa yang memutuskan penghapusan aset?

Tergantung status sekolah. Sekolah negeri mengikuti ketentuan pengelola barang milik daerah atau negara, sekolah swasta mengikuti aturan yayasan.

Apa saja lampiran usulan penghapusan aset sekolah?

Umumnya daftar barang lengkap dengan kode, foto kondisi, berita acara pemeriksaan, riwayat kerusakan, dan surat usulan dari Kepala Sekolah.

Bagaimana dengan barang yang hilang?

Catat hasil penelusuran dan stok opname, lalu masukkan ke usulan dengan keterangan hilang. Penyelesaiannya mengikuti ketentuan yang berlaku.

Berapa lama proses penghapusan?

Bervariasi menurut daerah atau yayasan. Yang bisa dikendalikan sekolah adalah kelengkapan berkas agar prosesnya tidak tertunda.

ASIS: jejak aset sampai akhir masa pakainya

Barang rusak yang menumpuk di gudang dan catatan aset yang tidak sesuai kenyataan adalah dua sisi masalah yang sama: tidak ada pencatatan penghapusan yang rapi.

Di ASIS, setiap aset punya riwayat dari pengadaan, penempatan di ruang, pemeliharaan, kerusakan, hingga usulan penghapusan di modul sarana prasarana. Bukti dari stok opname dan laporan kerusakan bisa langsung dipakai sebagai lampiran, dan dokumen legal sarpras tersimpan dalam satu tempat.

ASIS gratis untuk semua sekolah, dan Basmalah dari ekosistem ASIS gratis untuk pesantren, madrasah diniyah, dan TPQ. Mulai di asis.id.

BACA JUGA

Artikel lain untuk sekolah.

MULAI DARI SATU DATA

Cukup catat sekali, pakai di mana saja.

Daftarkan sekolah Anda dan rasakan bagaimana satu sumber kebenaran meringankan pekerjaan sehari-hari.