WAWASAN ASIS

Usulan Fitur Aplikasi Sekolah: Cara Mengajukan di ASIS

Cara menulis usulan fitur aplikasi sekolah dan laporan isu yang mudah ditindaklanjuti: format, contoh, kesalahan umum, dan alurnya di Gotong Royong ASIS.

Tim Wawasan ASIS 28 Sep 2026 Mengenal ASIS

Usulan fitur aplikasi sekolah yang baik bukan sekadar "tolong tambah menu ini". Usulan yang paling cepat ditindaklanjuti adalah yang menjelaskan masalah nyata, siapa yang terdampak, dan contoh kasusnya. Begitu juga laporan isu atau bug: semakin jelas langkah memunculkannya, semakin cepat diperbaiki. Artikel ini membahas cara menulis usulan dan laporan isu yang efektif, alur umumnya di Gotong Royong ASIS, kesalahan yang sering terjadi, serta tips bagi sekolah yang memakai aplikasi lain.

Masalah nyata: keluhan banyak, perbaikan lambat

Operator sekolah adalah orang pertama yang mendengar keluhan guru tentang aplikasi. Sayangnya, keluhan itu sering berhenti di ruang TU atau grup percakapan:

  • guru mengeluh "rapor error" tanpa keterangan kelas, waktu, atau tampilan layar,
  • usulan disampaikan lisan saat pelatihan lalu terlupakan,
  • usulan yang sama diajukan banyak sekolah secara terpisah, sehingga tidak terlihat seberapa penting,
  • operator menyerah karena merasa usulannya tidak pernah ditanggapi.

Mengapa cara mengajukan itu penting

Tim pengembang menerima banyak usulan dari banyak sekolah. Usulan yang jelas lebih mudah dipahami, diuji, dan diprioritaskan. Laporan isu yang lengkap memangkas waktu bolak-balik bertanya. Di ASIS, ruang Gotong Royong juga memungkinkan sekolah lain mendukung atau menambahkan pengalaman pada usulan yang sama, sehingga kebutuhan bersama lebih terlihat.

Bedakan usulan fitur dan laporan isu

Aspek Usulan fitur Laporan isu (bug)
Pertanyaan inti Apa yang belum bisa dilakukan? Apa yang tidak berjalan semestinya?
Isi utama Masalah, siapa terdampak, harapan Langkah memunculkan, hasil yang terjadi, hasil yang diharapkan
Bukti Contoh kasus di sekolah Tangkapan layar, waktu kejadian, perangkat
Contoh judul "Rekap presensi per mapel untuk wali kelas" "Nilai tidak tersimpan saat mengisi dari ponsel"

Langkah mengajukan usulan dan isu di Gotong Royong ASIS

Gotong Royong adalah forum di bawah menu Komunitas ASIS. Forum ini bukan kotak saran satu arah, melainkan ruang tempat sekolah, relawan, dan pengembang merancang solusi bersama. Ringkasan berikut mengikuti Panduan ASIS resmi.

Sebelum memulai

Tulis dulu bahan usulan di catatan terpisah, baru buka forum:

  • deskripsi masalah nyata yang terjadi di sekolah,
  • dampaknya pada pekerjaan sehari-hari, misalnya rekap jadi terlambat atau guru harus mengetik ulang,
  • alternatif solusi yang diharapkan,
  • tangkapan layar pendukung yang sudah disamarkan dari data pribadi murid.

Langkah-langkah

  1. Buka forum Gotong Royong dari menu Komunitas ASIS.
  2. Cari topik serupa lebih dulu. Bila sudah ada usulan yang sama, beri dukungan dan tambahkan pengalaman sekolah Bapak/Ibu di sana. Usulan ganda hanya memecah dukungan.
  3. Buat usulan baru bila memang belum ada. Pakai judul yang deskriptif, ceritakan contoh kasus nyata (use-case) di sekolah, dan tandai jenjang sekolah yang terkait, misalnya SD, SMP, atau SMK. Penanda jenjang membantu pengembang melihat apakah kebutuhan itu khas satu jenjang atau umum.
  4. Ikuti diskusinya. Jawab pertanyaan klarifikasi dari tim pengembang dan pantau jumlah dukungan (voting) dari pengguna lain. Usulan yang dibiarkan tanpa jawaban biasanya sulit dilanjutkan.

Langkah lengkap: Cara Mengajukan Usulan Fitur dan Isu di Gotong Royong ASIS

Periksa hasilnya

Usulan yang diajukan dengan benar tercatat sebagai tiket yang bisa dilihat terbuka, pengembang memahami konteks kebutuhannya, dan perkembangan fiturnya dapat dipantau publik. Bila usulan belum mendapat tanggapan, periksa apakah judul dan contoh kasusnya sudah cukup jelas.

Jika hasil belum sesuai

Ada usulan yang tidak cukup diselesaikan dengan kode, misalnya sekolah butuh donasi perangkat atau relawan di daerahnya. Untuk kasus seperti ini, tautkan agenda usulan ke program pendampingan sekolah komunitas agar dukungan nonteknis ikut tergerak.

Contoh usulan fitur aplikasi sekolah yang baik

Judul: Pengingat untuk wali kelas bila presensi belum diisi sampai pukul 09.00

Masalah: Di sekolah kami, beberapa wali kelas lupa mengisi presensi pagi, sehingga rekap harian untuk Kepala Sekolah tidak lengkap.

Terdampak: Wali kelas, wakasek kesiswaan, Kepala Sekolah.

Jenjang: SMP (kemungkinan juga relevan untuk jenjang lain).

Contoh kasus: Dalam sepekan terakhir, rata-rata tiga kelas terlambat mengisi presensi.

Harapan: Notifikasi aplikasi ke wali kelas yang belum mengisi pada jam tertentu yang bisa diatur sekolah.

Contoh laporan isu yang baik

Judul: Nilai harian tidak tersimpan saat diisi dari ponsel untuk kelas dengan lebih dari 36 murid

Langkah memunculkan: Masuk sebagai guru mapel, buka daftar nilai kelas VIII-C dari ASIS Mobile, isi nilai untuk semua murid, lalu simpan.

Yang terjadi: Muncul pesan berhasil, tetapi saat dibuka ulang, nilai beberapa murid terakhir kosong.

Yang diharapkan: Semua nilai tersimpan.

Keterangan: Terjadi pada hari kerja pukul 10.00, ponsel Android, koneksi data seluler. Tangkapan layar terlampir dengan nama murid disamarkan.

Tips menulis usulan yang ditindaklanjuti

  • Ceritakan masalah, bukan hanya solusi. Tim mungkin punya cara lain yang lebih sederhana untuk menyelesaikan masalah yang sama.
  • Satu usulan, satu topik. Usulan berisi sepuluh permintaan sulit diprioritaskan.
  • Sebutkan peran. "Bendahara", "wali kelas", atau "guru BK" membantu tim memahami siapa pengguna yang terdampak.
  • Gunakan bahasa netral. Kritik yang jelas lebih bermanfaat daripada keluhan bernada marah.
  • Ajak sekolah lain mendukung. Usulan dengan banyak dukungan menunjukkan kebutuhan bersama.

Kesalahan yang sering terjadi

Laporan tanpa langkah. "Aplikasi error" tanpa keterangan membuat tim harus menebak.

Membagikan data murid. Tangkapan layar berisi nama dan nilai murid nyata melanggar prinsip pelindungan data pribadi.

Usulan ganda. Membuat usulan baru padahal sudah ada usulan sama memecah dukungan.

Mengirim lewat jalur yang salah. Masalah akun yang mendesak, misalnya tidak bisa masuk sama sekali, lebih tepat lewat kanal dukungan resmi, bukan forum usulan.

Bagi sekolah yang memakai aplikasi lain

Prinsip menulis usulan fitur aplikasi sekolah berlaku untuk penyedia mana pun:

  1. Kumpulkan keluhan guru dalam satu lembar: tanggal, pelapor, menu, masalah.
  2. Kelompokkan keluhan yang serupa dan pilih tiga yang paling berdampak.
  3. Tulis tiap usulan dengan format masalah, terdampak, contoh kasus, harapan.
  4. Kirim lewat kanal resmi penyedia dan catat nomor tiket atau tanggal kirim.
  5. Tinjau ulang setiap bulan dan sampaikan perkembangannya ke guru agar mereka tahu keluhannya diteruskan.

Daftar periksa sebelum mengirim

  • Sudah mencari usulan atau isu serupa
  • Judul spesifik dan satu topik
  • Peran yang terdampak disebutkan
  • Langkah memunculkan isu ditulis berurutan
  • Tangkapan layar bebas data pribadi

Pertanyaan yang sering diajukan

Siapa yang boleh mengajukan usulan di Gotong Royong ASIS?

Forum Gotong Royong terbuka sebagai ruang kolaborasi sekolah, relawan, dan pengembang. Rincian akses ada di Panduan ASIS.

Apakah setiap usulan pasti dibuat?

Tidak selalu. Usulan ditimbang berdasarkan dampak, kebutuhan bersama, dan kesesuaian dengan arah pengembangan. Usulan yang jelas dan banyak didukung lebih mudah diprioritaskan.

Apa bedanya usulan fitur dan laporan bug?

Usulan fitur meminta kemampuan baru. Laporan bug memberi tahu fitur yang sudah ada tetapi tidak berjalan semestinya.

Bagaimana jika masalahnya mendesak?

Gunakan kanal dukungan resmi ASIS untuk masalah yang menghambat pekerjaan, lalu ajukan usulan perbaikan jangka panjang di Gotong Royong.

Di mana panduan lengkapnya?

Buka materi Cara Mengajukan Usulan Fitur dan Isu di Gotong Royong ASIS di Panduan Komunitas dan Kontributor ASIS.

ASIS: Aplikasi Sekolah yang Dibangun Bersama Penggunanya

Banyak aplikasi sekolah terasa jauh dari kenyataan kelas karena suara operator dan guru tidak pernah sampai ke pengembangnya. Keluhan berhenti di grup percakapan, dan sekolah terpaksa menyesuaikan diri dengan aplikasi, bukan sebaliknya.

ASIS memegang tagline "Teknologinya gratis, kemajuannya kita bangun bersama." Gotong Royong ASIS menjadi ruang terbuka untuk mengajukan usulan fitur dan isu: usulan bisa didukung sekolah lain lewat voting, didiskusikan langsung dengan pengembang, dan dipantau progresnya secara publik. Forum ASIS, Akademi ASIS, dan Panduan ASIS melengkapinya. Dengan 57 modul dan 45 peran, masukan dari lapangan membantu ASIS terus menyesuaikan diri dengan kebutuhan nyata sekolah.

ASIS gratis untuk semua sekolah, dan Basmalah dari ekosistem ASIS gratis untuk pesantren, madrasah diniyah, dan TPQ. Bergabunglah dan ikut membangun di asis.id.

BACA JUGA

Artikel lain untuk sekolah.

MULAI DARI SATU DATA

Cukup catat sekali, pakai di mana saja.

Daftarkan sekolah Anda dan rasakan bagaimana satu sumber kebenaran meringankan pekerjaan sehari-hari.