WAWASAN ASIS

Ujian CBT Sekolah: Cara Menyelenggarakan dari Awal

Cara menyelenggarakan ujian CBT sekolah dari awal: kepanitiaan, linimasa H-30 sampai H+7, tata tertib, peran proktor, rencana cadangan, dan evaluasi.

Tim Wawasan ASIS 16 Okt 2026 Kurikulum & Pembelajaran

Ujian CBT sekolah adalah ujian yang dikerjakan murid di komputer, laptop, atau ponsel, dengan soal, waktu, dan jawaban dikelola oleh sistem. Keuntungannya jelas: koreksi pilihan ganda otomatis, hasil cepat keluar, dan kertas berkurang. Namun penyelenggaraannya menuntut persiapan yang berbeda dari ujian kertas. Masalah di hari H hampir selalu berasal dari hal non-teknis: panitia tidak jelas tugasnya, murid belum pernah mencoba, atau tidak ada rencana cadangan saat listrik padam.

Artikel ini membahas sisi penyelenggaraan secara utuh: kepanitiaan, linimasa dari sebulan sebelum sampai seminggu sesudah, tata tertib, peran proktor dan pengawas, rencana cadangan, serta evaluasi. Untuk sisi teknis, blog ini sudah membahas "Checklist Persiapan CBT: Server, Jaringan, dan Perangkat", "Cara Membuat Ujian CBT di Sekolah dengan ASIS", dan "Koreksi Hasil Ujian CBT: Cara Memantau dan Menilai".

Kepanitiaan dan pembagian peran

Peran Tugas utama Contoh di SMP dengan 600 murid
Ketua panitia Mengoordinasi, mengambil keputusan saat kendala Wakasek kurikulum
Sekretaris Jadwal, daftar peserta, berita acara Staf TU
Koordinator soal Mengumpulkan, meninjau, dan mengunggah paket soal Satu guru per rumpun mapel
Teknisi Menyiapkan perangkat, jaringan, dan akun Guru TIK dan operator
Proktor Mengelola sesi di sistem: token, status peserta, reset login Satu per ruang atau per dua ruang
Pengawas ruang Menjaga tata tertib, mencatat kejadian Dua per ruang
Humas Menginformasikan jadwal dan tata tertib ke orang tua Guru BK atau humas

Satu orang boleh merangkap, tetapi jangan menggabungkan peran proktor dan teknisi di ruang yang sama saat ujian berlangsung. Saat ada kendala, keduanya dibutuhkan bersamaan.

Linimasa penyelenggaraan

H-30 sampai H-14

  • Rapat panitia, tetapkan jadwal dan jumlah sesi.
  • Hitung kapasitas: jumlah perangkat yang siap dikalikan jumlah sesi per hari.
  • Tetapkan apakah murid memakai perangkat sekolah, perangkat sendiri, atau kombinasi.
  • Guru menyusun soal dan kisi-kisi. Soal yang dibuat dengan bantuan AI wajib ditinjau guru.

H-14 sampai H-7

  • Unggah paket soal, lakukan pemeriksaan silang: kunci jawaban, gambar, dan penulisan.
  • Bagikan akun dan kartu peserta.
  • Simulasi pertama untuk murid, terutama kelas yang belum pernah ujian berbasis komputer.
  • Uji beban jaringan dengan jumlah peserta sesungguhnya.

H-7 sampai H-1

  • Simulasi kedua dan perbaikan kendala yang ditemukan.
  • Pelatihan proktor dan pengawas: cara mengatur token, menangani murid yang terputus, mengisi berita acara.
  • Sosialisasi tata tertib ke murid dan orang tua.
  • Siapkan rencana cadangan, termasuk naskah ujian kertas untuk keadaan darurat.

Hari H

  • Teknisi datang paling awal, menyalakan dan memeriksa perangkat.
  • Proktor membuka sesi dan membagikan token sesuai jadwal.
  • Pengawas memeriksa kartu peserta dan barang bawaan.
  • Kendala dicatat di berita acara, termasuk jam dan tindakan yang diambil.

H+1 sampai H+7

  • Koreksi esai oleh guru, pilihan ganda sudah terkoreksi sistem.
  • Analisis butir soal untuk melihat soal yang terlalu sulit atau ambigu.
  • Rapat evaluasi panitia.
  • Pengumuman hasil sesuai jadwal sekolah.

Tata tertib yang perlu disosialisasikan

  • Peserta hadir 15 menit sebelum sesi.
  • Ponsel dikumpulkan, kecuali jika ujian memakai ponsel.
  • Tidak membuka aplikasi atau situs lain selama ujian.
  • Melapor ke pengawas jika terputus, jangan mencoba masuk berulang sendiri.
  • Tidak membagikan token atau akun.
  • Tombol selesai hanya ditekan setelah yakin semua soal terjawab.

Tata tertib yang dibacakan di awal setiap sesi lebih efektif daripada hanya ditempel di pintu.

Rencana cadangan

Kendala Tindakan
Listrik padam Genset atau UPS untuk server dan perangkat jaringan; jika lama, jadwalkan ulang sesi
Internet putus Gunakan jaringan lokal jika sistem mendukung, atau tunda sesi
Perangkat murid rusak Siapkan 10% perangkat cadangan
Murid terputus dari sesi Proktor mereset status, waktu yang hilang dicatat di berita acara
Soal bermasalah Koordinator soal memutuskan, misalnya soal dianulir, dan dicatat
Murid sakit atau berhalangan Jadwalkan ujian susulan

Pertimbangan untuk sekolah dengan perangkat terbatas

Tidak semua sekolah punya lab besar. Beberapa pola yang bisa dipakai:

  • Sesi bergilir: satu kelas per sesi, ujian berlangsung lebih banyak hari.
  • Perangkat murid sendiri: dengan syarat, misalnya ponsel Android yang sudah dicoba saat simulasi.
  • Kombinasi CBT dan kertas: mapel tertentu dengan lembar jawaban ber-QR, mapel lain dengan komputer.

Contoh jadwal satu hari

Ilustrasi untuk SMP dengan satu lab berisi 40 komputer dan ujian CBT sekolah untuk 240 murid kelas 7:

Waktu Kegiatan
06.30 Teknisi menyalakan perangkat dan memeriksa jaringan
07.00 Briefing singkat proktor dan pengawas
07.30–09.00 Sesi 1: kelas 7A dan 7B
09.00–09.30 Jeda, pemeriksaan perangkat
09.30–11.00 Sesi 2: kelas 7C dan 7D
11.00–12.30 Istirahat dan salat
12.30–14.00 Sesi 3: kelas 7E dan 7F
14.00 Rekap berita acara dan rapat singkat panitia

Jeda antarsesi penting untuk memeriksa perangkat dan mencegah murid sesi berikutnya bertemu murid sesi sebelumnya.

Kesalahan yang sering terjadi

  1. Tanpa simulasi, murid baru pertama kali melihat tampilan ujian di hari H.
  2. Soal tidak diperiksa silang, kunci jawaban salah dan baru ketahuan setelah ujian.
  3. Token dibagikan terlalu awal, bocor ke ruang lain.
  4. Satu teknisi untuk semua ruang, kewalahan saat kendala serentak.
  5. Tidak ada berita acara, keputusan saat kendala tidak terdokumentasi.

Pertanyaan yang sering diajukan

Berapa lama persiapan ujian CBT sekolah yang ideal?

Sekitar satu bulan untuk sekolah yang baru pertama kali, termasuk dua kali simulasi. Sekolah yang sudah terbiasa bisa lebih singkat.

Apakah murid boleh memakai ponsel sendiri?

Boleh jika sistem mendukung dan sudah diuji saat simulasi. Siapkan perangkat cadangan bagi murid yang ponselnya bermasalah.

Berapa jumlah proktor yang dibutuhkan?

Idealnya satu proktor untuk setiap satu atau dua ruang, tergantung jumlah peserta dan pengalaman proktor.

Bagaimana dengan soal esai?

Soal esai tetap bisa diberikan. Jawaban dikoreksi guru setelah ujian, sementara pilihan ganda dikoreksi sistem.

Apakah perlu internet?

Tergantung sistem yang dipakai. Pastikan kebutuhan jaringan diuji dengan jumlah peserta sesungguhnya sebelum hari H.

ASIS: Ujian Berbasis Komputer dan Kertas dalam Satu Sistem

Kendala ujian berbasis komputer di banyak sekolah berakar pada alat yang terpisah: soal di satu aplikasi, daftar peserta di lembar kerja, nilai disalin ulang ke rapor. Setiap pemindahan data membuka peluang salah.

ASIS menyediakan CBT dan ujian kertas dalam satu sistem: paket soal, token, peran proktor, tryout, dan koreksi. Bank soal dengan bantuan AI membantu menyusun butir, tetapi wajib ditinjau guru, dan bank soal komunitas memungkinkan berbagi butir antarguru. Untuk ujian kertas, tersedia cetak lembar jawaban ber-QR. Data peserta diambil dari data murid yang sudah ada, dan hasil ujian bisa mengalir ke e-Rapor.

ASIS gratis untuk semua sekolah, tanpa iklan, dan data tidak dijual. Pesantren, madrasah diniyah, dan TPQ bisa memakai Basmalah, aplikasi gratis dari ekosistem ASIS. Mulai di asis.id.

BACA JUGA

Artikel lain untuk sekolah.

MULAI DARI SATU DATA

Cukup catat sekali, pakai di mana saja.

Daftarkan sekolah Anda dan rasakan bagaimana satu sumber kebenaran meringankan pekerjaan sehari-hari.