WAWASAN ASIS

Tujuan Pembelajaran: Cara Merumuskan dan Contohnya

Tujuan pembelajaran yang baik memuat kompetensi, konten, dan konteks. Panduan merumuskan TP, rumus ABCD, contoh per jenjang, dan kesalahan yang sering terjadi.

Tim Wawasan ASIS 02 Okt 2026 Kurikulum & Pembelajaran

Tujuan pembelajaran (TP) adalah rumusan kemampuan yang diharapkan dicapai murid setelah satu atau beberapa kegiatan belajar. TP diturunkan dari capaian pembelajaran dan menjadi dasar memilih kegiatan, media, serta asesmen. TP yang baik memuat tiga unsur: kompetensi yang bisa diamati, konten yang dipelajari, dan bila perlu konteks atau kondisi. Panduan ini menjelaskan cara merumuskan TP langkah demi langkah, rumus ABCD sebagai alternatif, contoh per jenjang, cara memeriksa mutu TP, dan kesalahan yang paling sering terjadi.

Catatan: contoh di artikel ini disederhanakan untuk latihan. Sesuaikan dengan CP resmi terbaru dan kebutuhan murid Bapak/Ibu.

Posisi TP dalam perencanaan

Urutan perencanaan pembelajaran secara singkat:

  1. Capaian pembelajaran (CP): target akhir fase, ditetapkan pemerintah.
  2. Tujuan pembelajaran (TP): target lebih kecil yang dirumuskan dari CP.
  3. Alur (ATP): urutan TP dalam satu fase.
  4. Modul ajar: rencana kegiatan untuk mencapai satu atau beberapa TP.
  5. Asesmen: cara mengetahui apakah TP tercapai.

Jika TP kabur, semua langkah sesudahnya ikut kabur. Itulah mengapa merumuskan TP adalah keterampilan inti perencanaan.

Cara membaca dan membedah CP dibahas di "Capaian Pembelajaran: Cara Membaca dan Menurunkannya".

Tiga unsur TP

Unsur Pertanyaan Contoh
Kompetensi Apa yang bisa dilakukan murid? menjelaskan, membandingkan, merancang
Konten Tentang apa? siklus air, teks prosedur, pecahan senilai
Konteks/kondisi Dalam situasi apa atau dengan bantuan apa? berdasarkan pengamatan, menggunakan media gambar, secara berkelompok

Contoh lengkap: "Murid dapat membandingkan (kompetensi) dua pecahan berpenyebut berbeda (konten) menggunakan gambar luasan (konteks)."

Rumus ABCD sebagai alternatif

Sebagian guru lebih nyaman dengan rumus ABCD:

  • A (Audience): siapa yang belajar, biasanya "murid kelas ...".
  • B (Behavior): perilaku atau kemampuan yang bisa diamati.
  • C (Condition): kondisi saat kemampuan ditunjukkan.
  • D (Degree): kriteria atau tingkat keberhasilan.

Contoh: "Murid kelas 4 (A) dapat menulis teks prosedur membuat minuman (B) berdasarkan gambar urutan langkah (C) dengan minimal lima langkah yang runtut (D)."

Unsur D berguna untuk menetapkan kriteria ketercapaian. Bila tidak dicantumkan di TP, kriteria biasanya dituliskan terpisah di KKTP.

Lima langkah merumuskan TP

1. Ambil satu potongan CP

Jangan merumuskan dari seluruh paragraf CP. Pilih satu potongan yang berisi satu kompetensi dan satu konten.

2. Pilih kata kerja operasional

Gunakan kata kerja yang hasilnya bisa diamati atau diukur. Hindari "memahami", "mengetahui", atau "menghayati" tanpa penjelasan. Daftar lengkapnya ada di artikel "Kata Kerja Operasional Taksonomi Bloom untuk Menulis TP".

3. Tentukan konten secara spesifik

"Teks" terlalu luas. "Teks prosedur" lebih jelas. "Teks prosedur membuat minuman sederhana" lebih jelas lagi.

4. Tambahkan konteks bila membantu

Konteks memperjelas cara murid menunjukkan kemampuan, sekaligus memberi petunjuk bentuk asesmen.

5. Uji dengan pertanyaan "bagaimana saya tahu?"

Jika guru tidak bisa menjawab "Bagaimana saya tahu murid sudah mencapai ini?", rumusan TP perlu diperbaiki.

Contoh TP per jenjang

Jenjang Mata pelajaran Contoh TP
SD kelas 2 Matematika Murid dapat menyusun bilangan sampai 100 dari yang terkecil menggunakan kartu bilangan.
SD kelas 5 IPAS Murid dapat menjelaskan hubungan makan dan dimakan dalam ekosistem sawah berdasarkan gambar jaring-jaring makanan.
SMP kelas 8 Bahasa Indonesia Murid dapat menyusun teks eksposisi tentang isu lingkungan sekolah dengan struktur tesis, argumentasi, dan penegasan ulang.
SMP kelas 9 IPS Murid dapat membandingkan dampak positif dan negatif globalisasi terhadap budaya lokal di daerahnya.
SMA kelas 10 Informatika Murid dapat merancang algoritma sederhana untuk menyelesaikan masalah pengurutan data dalam bentuk diagram alir.
SMK kelas 11 Konsentrasi keahlian Murid dapat melakukan perawatan berkala sesuai lembar kerja dengan memperhatikan prosedur K3.
MI kelas 3 Fikih Murid dapat memperagakan tata cara wudu secara berurutan dengan benar.

Memeriksa mutu tujuan pembelajaran

Gunakan daftar cek singkat ini untuk setiap TP:

  • Memakai kata kerja yang bisa diamati atau diukur.
  • Kontennya spesifik.
  • Bisa dicapai dalam beberapa pertemuan, bukan satu semester.
  • Jelas kaitannya dengan potongan CP tertentu.
  • Guru bisa membayangkan bentuk asesmennya.
  • Bahasanya bisa dipahami murid bila disampaikan di awal pelajaran.

Kesalahan yang sering terjadi

  1. Memakai kata kerja tidak terukur. "Murid memahami konsep gaya" sulit dinilai. Ganti dengan "menjelaskan pengaruh gaya terhadap gerak benda berdasarkan percobaan".
  2. Menulis kegiatan, bukan kemampuan. "Murid mengamati video" adalah kegiatan. TP-nya adalah kemampuan yang diharapkan dari kegiatan itu.
  3. Satu TP berisi terlalu banyak. "Menjelaskan, menganalisis, dan merancang" sekaligus menyulitkan asesmen. Pecah menjadi beberapa TP.
  4. Menyalin CP utuh. CP terlalu luas untuk satu rangkaian pertemuan.
  5. Lupa menyampaikan TP kepada murid. TP yang hanya ada di dokumen tidak membantu murid berkesadaran tentang belajarnya.

Satu CP, beberapa TP: contoh pemecahan

Misalkan potongan CP berbunyi (disederhanakan): murid mampu menulis teks prosedur dengan struktur yang tepat. Dari satu potongan ini, guru bisa merumuskan beberapa TP berjenjang:

  1. Murid dapat mengidentifikasi bagian tujuan, bahan, dan langkah dalam contoh teks prosedur.
  2. Murid dapat mengurutkan langkah-langkah yang diacak menjadi prosedur yang runtut.
  3. Murid dapat menulis teks prosedur sederhana berdasarkan pengalaman sendiri.
  4. Murid dapat menyunting teks prosedur teman berdasarkan daftar cek struktur.

Urutan ini bergerak dari mengenali, menata, menghasilkan, sampai menilai. Saat diurutkan dalam satu fase, rangkaian seperti ini menjadi alur tujuan pembelajaran.

Menyampaikan tujuan pembelajaran kepada murid

Ubah bahasa TP menjadi bahasa murid di awal pelajaran. Contoh: TP "membandingkan dua pecahan berpenyebut berbeda menggunakan gambar luasan" disampaikan sebagai "Hari ini kita belajar menentukan mana yang lebih besar, 2/3 atau 3/4, dengan menggambar." Murid yang tahu arah belajarnya lebih mudah memantau pemahamannya sendiri.

Pertanyaan yang sering diajukan

Apa bedanya TP dan indikator?

Dalam Kurikulum Merdeka, istilah yang dipakai adalah TP dan kriteria ketercapaian. Fungsinya mirip dengan indikator pada kurikulum sebelumnya, tetapi TP dirumuskan langsung dari CP.

Berapa banyak TP dalam satu modul ajar?

Satu modul ajar biasanya memuat satu sampai tiga TP, tergantung keluasan materi dan jumlah pertemuan.

Apakah TP harus memuat unsur kondisi dan kriteria?

Tidak wajib. Unsur kompetensi dan konten adalah inti. Kondisi dan kriteria ditambahkan bila memperjelas atau dituliskan terpisah di KKTP.

Bolehkah TP berbeda untuk murid yang berbeda?

Boleh, terutama dalam pembelajaran berdiferensiasi dan untuk murid berkebutuhan khusus. TP tetap mengacu pada CP yang sama dengan tingkat atau dukungan berbeda.

Apakah TP boleh direvisi?

Boleh dan dianjurkan setelah melihat hasil asesmen. TP yang terlalu mudah atau terlalu sulit sebaiknya diperbaiki untuk tahun berikutnya.

ASIS: Tempat TP, Modul Ajar, dan Nilai Bertemu

Tantangan setelah merumuskan TP adalah menjaganya tetap terhubung dengan kegiatan dan penilaian. TP tertulis di satu berkas, modul ajar di berkas lain, dan nilai di lembar kerja terpisah.

ASIS menyediakan perangkat ajar Kurikulum Merdeka untuk menyusun dan menyalin modul ajar, jurnal mengajar untuk mencatat pelaksanaan setiap pertemuan, bank soal dengan bantuan AI yang wajib ditinjau guru, serta e-Rapor Kurikulum Merdeka. Guru tetap merumuskan TP sendiri; ASIS membantu menyimpan dan menghubungkannya sampai rapor. Pustaka menyediakan buku pelajaran pemerintah sebagai rujukan materi.

ASIS gratis untuk semua sekolah, tanpa iklan, dan data tidak dijual. Pesantren, madrasah diniyah, dan TPQ bisa memakai Basmalah, aplikasi gratis dari ekosistem ASIS. Mulai di asis.id dan buka pustaka.asis.id.

BACA JUGA

Artikel lain untuk sekolah.

MULAI DARI SATU DATA

Cukup catat sekali, pakai di mana saja.

Daftarkan sekolah Anda dan rasakan bagaimana satu sumber kebenaran meringankan pekerjaan sehari-hari.