WAWASAN ASIS

Tema P5 per Jenjang: Daftar dan Cara Memilih yang Sesuai

Daftar tema P5 per jenjang dari PAUD sampai SMK, cara memilih yang cocok dengan kondisi sekolah, dan cara memakainya dalam kegiatan kokurikuler terbaru.

Tim Wawasan ASIS 12 Okt 2026 Kurikulum & Pembelajaran

Tema P5 per jenjang adalah daftar tema projek penguatan profil pelajar Pancasila yang disarankan untuk PAUD, SD, SMP, SMA, dan SMK. Sejak Permendikdasmen 13/2025 berlaku, P5 tidak lagi berdiri sebagai projek wajib, melainkan menjadi salah satu bentuk kegiatan kokurikuler. Meski begitu, banyak sekolah masih memakai daftar tema P5 per jenjang sebagai bank ide karena temanya sudah teruji dan mudah dikaitkan dengan masalah nyata di sekitar murid.

Artikel ini menyajikan daftar tema per jenjang, saringan untuk memilih tema yang cocok dengan kondisi sekolah, dan contoh keputusan dari tiga sekolah fiktif. Untuk latar perubahan aturannya, baca juga "Apakah P5 Masih Ada? Penjelasan Kokurikuler Terbaru". Untuk pilihan bentuk kegiatan, lihat "Bentuk Kegiatan Kokurikuler yang Bisa Dipilih Sekolah".

Posisi tema P5 setelah kokurikuler

Permendikdasmen 13/2025 menjadikan kegiatan kokurikuler bisa berupa pembelajaran kolaboratif lintas disiplin, Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, atau cara lain yang ditetapkan sekolah. Kerangka lulusan pun bergeser ke 8 dimensi profil lulusan.

Artinya, tema bukan lagi daftar yang harus dicentang. Tema adalah titik berangkat. Sekolah bebas memakai, menggabungkan, atau mengganti tema selama kegiatannya bermakna dan terhubung dengan dimensi profil lulusan.

Daftar tema P5 per jenjang

Tabel berikut merangkum tema yang dikenal luas dari panduan P5 sebelumnya. Kolom "catatan" adalah saran praktis, bukan aturan.

Jenjang Tema yang umum dipakai Catatan praktis
PAUD/TK Aku Sayang Bumi, Aku Cinta Indonesia, Kita Semua Bersaudara, Imajinasi dan Kreativitasku Berbasis main, durasi pendek, banyak benda konkret
SD kelas 1–3 Gaya Hidup Berkelanjutan, Kearifan Lokal, Bhinneka Tunggal Ika, Bangunlah Jiwa dan Raganya Lingkup kelas dan rumah, produk sederhana
SD kelas 4–6 Tema kelas rendah ditambah Berekayasa dan Berteknologi, Kewirausahaan Mulai survei kecil dan produk yang dipamerkan
SMP/MTs Semua tema di atas ditambah Suara Demokrasi Cocok untuk penyelidikan berkelompok dan kampanye
SMA/MA Semua tema, dengan kedalaman analisis lebih tinggi Dorong keterlibatan pihak luar dan data nyata
SMK/MAK Semua tema ditambah Kebekerjaan Kaitkan dengan konsentrasi keahlian dan dunia kerja

Sekolah yang memakai Kurikulum Berbasis Cinta di madrasah dapat memadukan tema dengan nilai Panca Cinta, misalnya Gaya Hidup Berkelanjutan dibingkai sebagai cinta lingkungan.

Empat saringan memilih tema

Memilih tema sering dilakukan terburu-buru di rapat awal tahun. Akibatnya tema dipilih karena "tahun lalu juga ini" atau karena contoh modulnya mudah diunduh. Pakai empat saringan berikut agar pilihan lebih tepat.

1. Masalah nyata di sekitar sekolah

Tema yang baik berangkat dari masalah yang bisa dilihat murid. Sekolah di pesisir punya isu sampah plastik dan abrasi. Sekolah di kota padat punya isu kemacetan dan jajanan tidak sehat. Sekolah di daerah pertanian punya isu harga panen. Tulis tiga masalah paling terasa, lalu cocokkan dengan tema.

2. Sumber daya sekolah

Hitung jam yang tersedia, guru yang bisa terlibat, ruang, dan anggaran. Tema Berekayasa dan Berteknologi menarik, tetapi butuh alat. Tema Kearifan Lokal bisa murah bila ada tokoh desa yang bersedia menjadi narasumber.

3. Tahap perkembangan murid

Murid kelas 1 belum siap mewawancarai pejabat desa. Murid SMA bosan bila hanya membuat poster. Sesuaikan produk dan lingkup kegiatan dengan usia, seperti pada kolom catatan di tabel.

4. Dimensi profil lulusan yang disasar

Tentukan satu atau dua dimensi utama, misalnya kolaborasi dan kemandirian. Tema yang dipilih harus memberi kesempatan nyata untuk melatih dimensi itu, bukan sekadar disebut di dokumen.

Contoh keputusan dari tiga sekolah

Contoh berikut fiktif, tetapi polanya sering ditemui di lapangan.

SD Negeri di pinggiran Sleman. Masalah utama: sampah plastik di sungai kecil dekat sekolah. Sumber daya: lahan belakang sekolah dan kelompok tani yang ramah. Pilihan: Gaya Hidup Berkelanjutan untuk kelas 4–6 dengan produk pot dari botol bekas, dan Kearifan Lokal untuk kelas 1–3 dengan mengenal tanaman obat keluarga.

SMP swasta di Bekasi. Masalah utama: murid sering membeli jajanan berpewarna mencolok di depan gerbang. Pilihan: Bangunlah Jiwa dan Raganya dengan survei jajanan, wawancara pedagang, dan kampanye bekal sehat. Kelas 9 memilih Suara Demokrasi untuk menyusun usulan aturan kantin bersama OSIS.

SMK di Pasuruan, konsentrasi teknik otomotif. Masalah utama: lulusan kurang siap menghadapi pelanggan. Pilihan: Kebekerjaan dengan simulasi layanan servis ringan untuk warga sekitar, dibimbing guru produktif dan mitra bengkel.

Ketiga sekolah memilih sedikit tema tetapi dikerjakan dalam. Itu lebih baik daripada banyak tema yang dangkal.

Daftar cek sebelum tema ditetapkan

  • Ada masalah nyata yang bisa diamati murid dalam radius sekolah atau rumah.
  • Jam pelaksanaan sudah dihitung dan disepakati guru yang terlibat.
  • Produk akhir sesuai usia dan bisa dipamerkan atau dipakai.
  • Satu sampai dua dimensi profil lulusan dipilih dan punya indikator yang bisa diamati.
  • Ada rencana dokumentasi proses, bukan hanya foto produk akhir.
  • Orang tua dan mitra sudah diberi tahu sejak awal.

Kesalahan umum saat memakai tema P5 per jenjang

  1. Memaksakan semua tema. Daftar tema P5 per jenjang adalah menu, bukan kewajiban borong.
  2. Tema sama tiap tahun tanpa evaluasi. Pengulangan boleh, asalkan kegiatannya diperbaiki dari catatan tahun lalu.
  3. Produk lebih penting daripada proses. Bazar meriah tidak berarti murid berlatih bernalar kritis.
  4. Tidak melibatkan murid memilih. Murid SMP dan SMA bisa ikut menentukan subtema. Rasa memiliki naik, kualitas kerja pun naik.
  5. Penilaian hanya di akhir. Catatan perkembangan selama proses jauh lebih berguna untuk rapor.

Pertanyaan yang sering diajukan

Apakah sekolah masih wajib memakai tema P5?

Tidak. Setelah Permendikdasmen 13/2025, P5 menjadi salah satu pilihan kegiatan kokurikuler. Tema lama boleh dipakai sebagai inspirasi atau diganti tema lain yang relevan.

Berapa tema yang ideal dalam satu tahun?

Tidak ada angka tunggal yang tepat untuk semua sekolah. Dua sampai tiga tema yang dikerjakan mendalam biasanya lebih bermakna daripada banyak tema singkat. Sesuaikan dengan jam kokurikuler yang ditetapkan sekolah.

Bolehkah satu tema dipakai untuk semua kelas?

Boleh, dengan subtema dan produk yang berbeda per kelas. Misalnya Gaya Hidup Berkelanjutan: kelas 1 memilah sampah, kelas 6 menghitung volume sampah sekolah per minggu.

Apakah tema Kebekerjaan hanya untuk SMK?

Tema ini paling relevan untuk SMK. Namun SMA dan madrasah aliyah boleh mengambil semangatnya, misalnya lewat kegiatan mengenal profesi dan kunjungan industri.

Bagaimana mencatat kemajuan murid selama projek?

Catat pengamatan singkat per murid pada setiap tahap, misalnya saat diskusi, wawancara, dan presentasi. Catatan ini menjadi bahan deskripsi rapor yang jujur dan spesifik.

ASIS: Dari Pilihan Tema ke Catatan Perkembangan Murid

Masalah projek di banyak sekolah bukan pada pemilihan tema, melainkan pada catatan yang tercecer. Foto ada di ponsel guru, lembar pengamatan di map berbeda, dan saat rapor tiba guru menebak-nebak perkembangan tiap murid.

ASIS menyediakan perangkat ajar Kurikulum Merdeka untuk menyusun rencana kegiatan kokurikuler, profil murid yang utuh untuk menyimpan catatan perkembangan selama projek, dan portofolio untuk mengumpulkan hasil karya. Studio menyediakan aktivitas dan lab interaktif yang bisa menjadi bagian kegiatan, dan Pustaka berisi buku pelajaran pemerintah sebagai bahan bacaan. Prinsipnya sederhana: data dicatat sekali, dipakai berkali-kali, termasuk saat menyusun rapor.

ASIS gratis untuk semua sekolah, tanpa iklan, dan data sekolah tidak dijual. Pesantren, madrasah diniyah, dan TPQ dapat memakai Basmalah, aplikasi gratis dari ekosistem ASIS. Mulai di asis.id dan jelajahi studio.asis.id.

BACA JUGA

Artikel lain untuk sekolah.

MULAI DARI SATU DATA

Cukup catat sekali, pakai di mana saja.

Daftarkan sekolah Anda dan rasakan bagaimana satu sumber kebenaran meringankan pekerjaan sehari-hari.