Pajak Belanja Dana BOS: Cara Menghitung dan Menyetor
Panduan pajak belanja dana BOS untuk Bendahara: kapan memungut PPN, PPh 21, PPh 22, PPh 23, dan PPh 4 ayat 2, contoh hitungan, belanja SIPLah, dan pelaporan.
Teknik asesmen PAUD yang paling sering dipakai: catatan anekdot, hasil karya, dan ceklis. Lengkap dengan contoh terisi, kapan memakainya, dan cara mengolahnya.
Teknik asesmen PAUD yang paling banyak dipakai guru adalah catatan anekdot, hasil karya, dan ceklis. Ketiganya berbasis pengamatan: guru melihat apa yang dilakukan dan dikatakan anak saat bermain dan berkegiatan, mencatatnya apa adanya, lalu menafsirkan perkembangan anak berdasarkan bukti yang terkumpul. Di PAUD, asesmen bukan untuk memberi nilai atau peringkat, melainkan untuk memahami anak dan merencanakan kegiatan berikutnya. Artikel ini menjelaskan cara memakai ketiga teknik, contoh terisi, kapan memilih yang mana, dan cara mengolahnya menjadi laporan untuk orang tua.
Sebelum membahas tekniknya, pegang beberapa prinsip berikut.
Catatan anekdot adalah catatan singkat tentang perilaku atau ucapan anak yang bermakna, ditulis apa adanya tanpa penilaian.
| Unsur | Isi |
|---|---|
| Identitas | Nama anak (fiktif di contoh ini), tanggal, waktu, tempat |
| Kejadian | Apa yang dilakukan dan dikatakan anak, objektif |
| Analisis singkat | Kemampuan yang tampak |
| Tindak lanjut | Rencana guru |
Nama: Alya (5 tahun). Tanggal: Selasa, pukul 09.15. Tempat: sentra balok.
Kejadian: Alya menyusun balok menjadi menara setinggi delapan susun. Menara roboh. Alya diam sebentar, lalu berkata, "Bawahnya harus yang besar." Ia menyusun ulang dengan balok besar di bawah dan berhasil mencapai sepuluh susun. Ia memanggil Raka untuk melihat.
Analisis: Alya menunjukkan kegigihan, kemampuan memecahkan masalah sederhana, dan pemahaman awal tentang keseimbangan.
Tindak lanjut: Sediakan tantangan membangun jembatan dari balok pekan depan.
Contoh lebih lengkap ada di artikel contoh catatan anekdot.
Hasil karya adalah produk yang dibuat anak: gambar, coretan tulisan awal, kolase, bentuk dari plastisin, bangunan balok, atau cerita yang ia tuturkan. Karya menunjukkan perkembangan motorik halus, imajinasi, bahasa, dan cara berpikir.
Karya: Gambar keluarga dengan krayon. Cerita anak: "Ini Ayah, ini Ibu, ini aku lagi naik motor ke pasar. Mataharinya senang." Catatan guru: Anak menggambar manusia dengan kepala, badan, tangan, dan kaki; mulai memakai warna sesuai benda; menceritakan karya dengan kalimat lengkap.
Bandingkan karya bulan pertama dengan bulan keempat. Perbedaan detail gambar dan panjang cerita anak adalah bukti perkembangan yang sangat kuat untuk ditunjukkan kepada orang tua.
Ceklis adalah daftar indikator perilaku yang diamati, lalu guru menandai muncul atau belum muncul. Ceklis cocok untuk memantau banyak anak pada indikator yang sama dengan cepat.
| Nama | Memegang gunting dengan benar | Menggunting garis lurus | Menggunting garis lengkung | Merapikan alat |
|---|---|---|---|---|
| Alya | Sudah muncul | Sudah muncul | Belum muncul | Sudah muncul |
| Raka | Sudah muncul | Belum muncul | Belum muncul | Sudah muncul |
| Nadia | Sudah muncul | Sudah muncul | Sudah muncul | Belum muncul |
| Situasi | Teknik yang cocok |
|---|---|
| Ada kejadian bermakna yang tidak direncanakan | Catatan anekdot |
| Anak membuat produk | Hasil karya |
| Ingin memantau satu keterampilan pada seluruh kelas | Ceklis |
| Ingin melihat perkembangan jangka panjang | Kumpulan hasil karya dan anekdot dalam portofolio |
Dalam praktik, ketiga teknik asesmen PAUD ini saling melengkapi. Satu kegiatan bisa menghasilkan ceklis untuk seluruh kelas dan dua anekdot untuk anak yang menunjukkan perilaku menarik.
Setiap akhir bulan atau tema, guru mengelompokkan bukti per anak sesuai elemen capaian fase fondasi, misalnya nilai agama dan budi pekerti, jati diri, serta dasar-dasar literasi, matematika, sains, teknologi, rekayasa, dan seni. Lalu guru menulis narasi singkat.
Contoh narasi: "Alya semakin gigih saat menghadapi tantangan. Ketika menaranya roboh, ia mencoba cara lain sampai berhasil. Ia juga mulai menceritakan gambarnya dengan kalimat lengkap. Di rumah, Ayah dan Ibu bisa mengajak Alya bercerita tentang kegiatan hari ini sebelum tidur."
Narasi seperti ini jauh lebih bermakna bagi orang tua daripada daftar angka. Untuk pemantauan aspek tumbuh kembang, lihat juga deteksi dini tumbuh kembang PAUD.
Menulis penilaian, bukan kejadian. "Alya anak yang rajin" bukan anekdot.
Hanya mencatat anak yang menonjol. Anak yang pendiam juga berkembang dan perlu diamati.
Bukti menumpuk tanpa diolah. Foto ratusan di ponsel tidak berguna bila tidak dikelompokkan per anak.
Memberi nilai angka. Asesmen PAUD tidak bertujuan memeringkat.
Tidak ada angka baku. Yang penting setiap anak tercatat secara berkala, misalnya beberapa catatan per bulan, sehingga perkembangannya terlihat.
Tidak harus dalam satu kegiatan, tetapi sepanjang semester sebaiknya ketiganya dipakai agar gambaran perkembangan anak lengkap.
Boleh untuk keperluan internal dengan izin orang tua. Jangan mengunggah foto anak ke media sosial tanpa persetujuan.
Ceklis menandai muncul atau belum, sedangkan skala menggambarkan tingkat kemunculan. Di PAUD, keduanya harus tetap dimaknai sebagai gambaran perkembangan, bukan nilai.
Gunakan narasi singkat disertai contoh karya atau foto kegiatan, dan beri saran sederhana yang bisa dilakukan di rumah.
Guru PAUD mengumpulkan banyak bukti setiap hari: anekdot di buku kecil, foto karya di ponsel, ceklis di kertas lepas. Masalahnya, menjelang laporan semester, bukti itu harus dicari, dipilih, dan disalin satu per satu. Teknik asesmen PAUD yang baik jadi terasa berat karena alurnya tercecer.
ASIS menyediakan modul PAUD untuk catatan tumbuh kembang, dan profil murid yang utuh untuk menyimpan catatan perkembangan setiap anak di satu tempat. Guru bisa mencatat dari ASIS Mobile di Android saat kegiatan berlangsung, lalu orang tua menerima kabar lewat notifikasi aplikasi atau kotak masuk aplikasi. Presensi dan catatan kesehatan dari UKS pun tersimpan dalam profil yang sama.
ASIS gratis untuk semua sekolah, termasuk PAUD, TK, dan RA, dan Basmalah gratis untuk pesantren, madrasah diniyah, dan TPQ. Silakan mulai di asis.id.
Panduan pajak belanja dana BOS untuk Bendahara: kapan memungut PPN, PPh 21, PPh 22, PPh 23, dan PPh 4 ayat 2, contoh hitungan, belanja SIPLah, dan pelaporan.
Aplikasi MA gratis bisa aman, bisa juga berisiko. Kenali model gratis yang sehat, tanda aplikasi abal-abal, dan cara mengujinya sebelum dipakai madrasah.
Cara membuat kartu inventaris ruangan KIR sekolah: kolom yang umum dipakai, contoh pengisian, kode kondisi barang, jadwal pemutakhiran, dan kesalahan umum.
Daftarkan sekolah Anda dan rasakan bagaimana satu sumber kebenaran meringankan pekerjaan sehari-hari.