WAWASAN ASIS

Teaching at the Right Level: Panduan TaRL untuk Guru

Panduan teaching at the right level (TaRL): asesmen awal, pengelompokan murid sesuai kemampuan, contoh kegiatan, dan evaluasi berkala.

Tim Wawasan ASIS 14 Agt 2026 Kurikulum & Pembelajaran

Teaching at the right level (TaRL) adalah pendekatan pembelajaran yang mengelompokkan murid berdasarkan tingkat kemampuan dasar mereka, bukan berdasarkan kelas atau usia, lalu mengajar sesuai tingkat tersebut. Siklusnya sederhana: lakukan asesmen awal singkat, kelompokkan murid per level, ajarkan dengan kegiatan yang sesuai level, lalu ases ulang secara berkala dan pindahkan murid ke kelompok berikutnya saat siap. Pendekatan ini paling sering dipakai untuk literasi dan numerasi dasar di SD, tetapi prinsipnya bisa diterapkan di jenjang lain. Panduan ini membahas langkah penerapan, contoh level, kegiatan per kelompok, dan cara mengatur jadwal di sekolah.

Masalah yang diselesaikan TaRL

Di satu kelas 4 bisa ada murid yang sudah lancar membaca paragraf, murid yang baru membaca kata, dan murid yang masih mengenal huruf. Bila semua diajar dengan materi kelas 4, murid yang tertinggal makin jauh tertinggal, sementara murid yang mahir bosan.

TaRL menjawab masalah ini dengan prinsip: mulai dari apa yang murid sudah bisa, bukan dari apa yang seharusnya sudah bisa menurut kelasnya. Pendekatan ini sejalan dengan pembelajaran berdiferensiasi dan semangat Kurikulum Merdeka yang berpusat pada murid.

Langkah 1: Asesmen awal yang sederhana

Asesmen TaRL dibuat singkat, sekitar 5–10 menit per murid, dan dilakukan satu per satu atau dalam kelompok kecil.

Contoh asesmen literasi

Murid diminta membaca berurutan dari tingkat termudah. Murid ditempatkan di level tertinggi yang bisa ia baca dengan lancar.

Level Tugas Lulus bila
Pemula Mengenal huruf Menyebut minimal 4 dari 5 huruf acak
Huruf Membaca kata Membaca minimal 4 dari 5 kata sederhana
Kata Membaca kalimat Membaca 2–3 kalimat pendek dengan lancar
Paragraf Membaca paragraf Membaca paragraf pendek dengan lancar
Cerita Memahami cerita Membaca cerita pendek dan menjawab pertanyaan isi

Contoh asesmen numerasi

Level Tugas
Pemula Mengenal angka 1–9
Angka puluhan Mengenal angka 10–99
Penjumlahan dan pengurangan Menyelesaikan operasi dua angka
Perkalian Menyelesaikan perkalian dasar
Pembagian Menyelesaikan pembagian sederhana

Catat hasil asesmen dalam tabel per kelas agar guru dan Kepala Sekolah bisa melihat sebaran level.

Langkah 2: Kelompokkan murid per level

Setelah asesmen, murid dikelompokkan berdasarkan level, bisa lintas rombel atau lintas kelas paralel. Contoh sebaran di sebuah SD fiktif dengan 60 murid kelas 3–4:

Level literasi Jumlah murid Guru pendamping
Pemula dan huruf 9 Bu Rahma
Kata 14 Pak Andi
Paragraf 20 Bu Wulan
Cerita 17 Bu Sinta

Kelompok terkecil sebaiknya diberikan kepada guru yang paling berpengalaman, karena murid di level awal membutuhkan perhatian paling intens.

Langkah 3: Kegiatan sesuai level

Kegiatan TaRL mengutamakan aktivitas yang menyenangkan, berbasis permainan, dan banyak interaksi.

Literasi

Level Contoh kegiatan
Pemula dan huruf Kartu huruf, menyusun suku kata, lagu bunyi huruf
Kata Permainan membentuk kata dari kartu suku kata, membaca label benda di kelas
Paragraf Membaca bergantian, membaca nyaring berpasangan
Cerita Menceritakan kembali, menjawab pertanyaan mengapa dan bagaimana, menulis akhir cerita

Numerasi

Level Contoh kegiatan
Pemula Menghitung benda nyata seperti batu, stik, atau tutup botol
Puluhan Ikatan stik puluhan dan satuan, permainan nilai tempat
Operasi Permainan kartu penjumlahan dan pengurangan, soal cerita sederhana
Perkalian dan pembagian Membagi benda ke beberapa kelompok, tabel perkalian bergambar

Langkah 4: Ases ulang dan pindahkan

Setiap dua sampai empat minggu, lakukan asesmen singkat. Murid yang sudah menguasai level berikutnya dipindahkan ke kelompok yang lebih tinggi. Perpindahan ini perlu dirayakan, karena memotivasi murid lain.

Mengatur jadwal TaRL di sekolah

TaRL tidak harus menggantikan seluruh jadwal. Pola yang umum dipakai:

  • Jam khusus harian. Misalnya 45–60 menit setiap pagi untuk literasi atau numerasi sesuai level.
  • Program intensif. Beberapa minggu di awal tahun ajaran sebelum masuk materi kelas.
  • Kelompok di dalam kelas. Guru kelas mengelompokkan murid dalam satu rombel bila pengelompokan lintas kelas sulit diatur.

Koordinasikan dengan Wakasek Kurikulum agar jadwal tidak berbenturan dan guru pendamping tidak kelebihan beban.

Peran Kepala Sekolah

  • memastikan asesmen awal dilakukan dan hasilnya direkap,
  • mengatur jadwal dan pembagian guru per kelompok,
  • memfasilitasi komunitas belajar guru untuk berbagi kegiatan,
  • memantau perpindahan level murid sebagai indikator keberhasilan.

Kesalahan yang sering terjadi

Asesmen terlalu panjang. Guru kelelahan dan asesmen tidak diulang.

Kelompok permanen. Murid merasa dilabeli. Pindahkan murid begitu ia siap.

Kegiatan sama untuk semua level. Pengelompokan menjadi tidak berarti.

Hanya untuk murid tertinggal. Murid di level tinggi juga butuh tantangan yang sesuai.

Tidak dicatat. Tanpa rekap, sekolah tidak bisa melihat apakah program berhasil.

Teaching at the right level juga cocok dipadukan dengan analisis akar masalah saat sekolah merencanakan program numerasi atau literasi. Untuk asesmen yang mendukung, baca juga asesmen formatif dan sumatif.

Pertanyaan yang sering diajukan

Apa itu teaching at the right level?

Pendekatan yang mengelompokkan murid berdasarkan tingkat kemampuan dasar, bukan kelas atau usia, lalu mengajar sesuai tingkat itu dan mengases ulang secara berkala.

Apakah TaRL hanya untuk SD?

Paling sering dipakai di SD untuk literasi dan numerasi dasar, tetapi prinsipnya bisa diterapkan di SMP atau jenjang lain untuk murid yang belum menguasai kemampuan dasar.

Apakah murid akan merasa malu dikelompokkan?

Risiko itu ada bila kelompok diberi label negatif. Gunakan nama kelompok yang netral, pindahkan murid secara rutin, dan rayakan setiap kemajuan.

Berapa lama program TaRL dijalankan?

Bervariasi. Banyak sekolah menjalankan program intensif beberapa minggu, lalu melanjutkan dengan jam khusus harian atau mingguan sesuai kebutuhan.

Apa bedanya TaRL dan pembelajaran berdiferensiasi?

TaRL adalah salah satu bentuk diferensiasi yang berfokus pada pengelompokan berdasarkan level kemampuan dasar. Pembelajaran berdiferensiasi lebih luas, mencakup konten, proses, produk, dan lingkungan belajar.

ASIS: Hasil Asesmen Tercatat, Kemajuan Murid Terlihat

Teaching at the right level hanya berhasil bila data asesmen dicatat dan dipantau. Di banyak sekolah, hasil asesmen ditulis di kertas lepas, lalu tidak pernah direkap, sehingga perpindahan level murid sulit dibuktikan.

ASIS memegang prinsip "Data dicatat sekali, dipakai berkali-kali." Catatan perkembangan per murid tersimpan di profil murid yang utuh, sehingga guru pendamping kelompok dan wali kelas membaca data yang sama. Dashboard Goal membantu Kepala Sekolah menetapkan target literasi dan numerasi per peran, dan aktivitas interaktif di Studio ASIS serta buku di Pustaka dapat dipakai sebagai bahan latihan sesuai level.

ASIS gratis untuk semua sekolah, dan Basmalah gratis untuk pesantren, madrasah diniyah, dan TPQ. Silakan mulai di asis.id.

BACA JUGA

Artikel lain untuk sekolah.

MULAI DARI SATU DATA

Cukup catat sekali, pakai di mana saja.

Daftarkan sekolah Anda dan rasakan bagaimana satu sumber kebenaran meringankan pekerjaan sehari-hari.