WAWASAN ASIS

Tata Tertib Ujian Pengawas dan Peserta: Contoh Lengkap

Contoh tata tertib ujian pengawas dan peserta siap salin untuk ujian kertas dan CBT, lengkap dengan sanksi bertahap, alur kejadian khusus, dan cek ruang.

Tim Wawasan ASIS 10 Okt 2026 Kurikulum & Pembelajaran

Tata tertib ujian pengawas dan peserta adalah aturan tertulis yang dibacakan atau ditempel sebelum ujian dimulai. Tujuannya sederhana: semua orang di ruang ujian tahu apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan, sehingga ujian berjalan adil dan tidak ada perdebatan saat terjadi pelanggaran. Tanpa aturan tertulis, setiap pengawas menafsirkan sendiri, dan murid di ruang berbeda diperlakukan berbeda.

Artikel ini menyediakan contoh tata tertib untuk peserta dan pengawas yang bisa disalin dan disesuaikan, berlaku untuk ujian kertas maupun ujian berbasis komputer (CBT). Ada juga contoh sanksi bertahap dan alur penanganan kejadian khusus. Untuk dokumen pendukung lain, lihat "Contoh Berita Acara Pelaksanaan Ujian dan Cara Isi" dan "Cara Menyusun Jadwal Ujian dan Denah Ruang".

Prinsip menyusun tata tertib ujian pengawas dan peserta

  • Singkat dan jelas. Murid harus bisa membaca seluruhnya dalam dua menit.
  • Seragam di semua ruang. Satu dokumen yang ditetapkan Kepala Sekolah.
  • Sanksi bertahap dan tertulis. Pengawas tidak memutuskan sanksi berdasarkan perasaan.
  • Berlaku untuk dua pihak. Pengawas juga punya kewajiban, bukan hanya peserta.
  • Disosialisasikan sebelum hari ujian. Jangan baru dibacakan saat soal sudah dibagikan.

Contoh tata tertib peserta ujian

Sebelum ujian

  1. Peserta hadir di sekolah paling lambat 20 menit sebelum ujian dimulai.
  2. Peserta memakai seragam sesuai ketentuan sekolah dan membawa kartu peserta ujian.
  3. Peserta menempati tempat duduk sesuai nomor di kartu dan denah ruang.
  4. Peserta yang terlambat lebih dari 15 menit melapor ke panitia sebelum masuk ruang. Waktu ujian tidak ditambah.

Barang yang dibawa

  1. Peserta hanya membawa alat tulis yang diperlukan: pensil, pulpen, penghapus, penggaris.
  2. Telepon genggam, jam pintar, catatan, dan buku dikumpulkan di tempat yang ditentukan atau disimpan dalam tas di depan kelas dalam keadaan mati.
  3. Untuk CBT, peserta hanya membuka aplikasi ujian. Membuka aplikasi atau tab lain dianggap pelanggaran.

Selama ujian

  1. Peserta mengerjakan soal secara mandiri, tidak bertanya, memberi, atau menerima jawaban.
  2. Peserta yang memerlukan sesuatu mengangkat tangan dan menunggu pengawas datang.
  3. Peserta tidak boleh keluar ruang kecuali seizin pengawas, satu orang dalam satu waktu.
  4. Peserta tidak boleh menyalin, memotret, atau membawa keluar naskah soal.

Setelah ujian

  1. Peserta yang selesai lebih awal tetap di tempat sampai waktu yang ditentukan panitia, atau sesuai kebijakan sekolah.
  2. Untuk ujian kertas, lembar jawaban diserahkan langsung kepada pengawas. Untuk CBT, peserta memastikan jawaban sudah terkirim sebelum menutup aplikasi.
  3. Peserta meninggalkan ruang dengan tertib.

Contoh tata tertib pengawas ujian

Sebelum ujian

  1. Pengawas hadir paling lambat 30 menit sebelum ujian dan mengisi daftar hadir pengawas.
  2. Pengawas menerima amplop soal atau token CBT dari panitia dan memeriksa keutuhan segel.
  3. Pengawas memeriksa ruang: nomor kursi, denah, dan perangkat komputer untuk CBT.

Selama ujian

  1. Pengawas memeriksa kartu peserta dan mencocokkan dengan daftar hadir.
  2. Pengawas membacakan tata tertib secara singkat sebelum ujian dimulai.
  3. Pengawas membuka amplop soal di depan peserta atau memberikan token tepat waktu.
  4. Pengawas tidak memakai telepon genggam kecuali untuk keperluan dinas, tidak membaca, tidak mengobrol, dan tidak meninggalkan ruang tanpa pengganti.
  5. Pengawas berkeliling secara berkala, tidak hanya duduk di meja depan.
  6. Pengawas tidak membantu menjawab soal, termasuk memberi isyarat.
  7. Pengawas mencatat setiap kejadian khusus di berita acara.

Setelah ujian

  1. Pengawas mengumpulkan dan menghitung lembar jawaban, lalu memasukkannya ke amplop bersama daftar hadir dan berita acara.
  2. Untuk CBT, pengawas memastikan semua peserta berstatus selesai sebelum menutup sesi.
  3. Pengawas menyerahkan berkas kepada panitia dan menandatangani tanda terima.

Sanksi bertahap untuk peserta

Pelanggaran Tindakan
Berbicara atau menoleh berulang Teguran lisan, dicatat bila berulang
Membawa HP dalam keadaan menyala HP diamankan, dicatat di berita acara
Bekerja sama atau mencontek Teguran, dipindah tempat duduk, dicatat, dilaporkan ke panitia
Membawa contekan atau membuka sumber terlarang Bahan diamankan, dicatat, panitia memutuskan tindak lanjut
Memotret atau menyebarkan soal Dilaporkan ke panitia dan Kepala Sekolah untuk keputusan

Keputusan akhir seperti ujian ulang atau pengurangan nilai sebaiknya ditetapkan panitia, bukan pengawas di ruang. Pengawas bertugas mencatat dengan jujur dan lengkap. Bila pelanggaran menyangkut kedisiplinan, libatkan guru BK.

Alur kejadian khusus

Tata tertib ujian pengawas sebaiknya juga mengatur kejadian di luar pelanggaran.

  • Peserta sakit: pengawas memanggil petugas UKS, mencatat waktu peserta keluar, dan panitia memutuskan ujian susulan.
  • Listrik padam atau server bermasalah (CBT): pengawas meminta peserta tetap di tempat, melapor ke proktor, dan mencatat waktu gangguan. Waktu pengganti diputuskan panitia.
  • Soal rusak atau kurang: pengawas meminta cadangan ke panitia tanpa meninggalkan ruang kosong.
  • Peserta tidak hadir: dicatat di daftar hadir dan berita acara.

Daftar cek ruang ujian

  • Nomor kursi dan denah tertempel.
  • Tata tertib peserta ditempel di pintu dan papan tulis.
  • Jam dinding berfungsi dan terlihat peserta.
  • Tempat penyimpanan tas dan HP tersedia.
  • Daftar hadir peserta dan pengawas siap.
  • Formulir berita acara tersedia.
  • Untuk CBT: perangkat menyala, aplikasi ujian siap, kabel aman.

Kesalahan yang sering terjadi

  1. Tata tertib hanya untuk murid. Pengawas yang sibuk dengan HP merusak wibawa aturan.
  2. Sanksi diputuskan di tempat. Menimbulkan perlakuan berbeda antarruang.
  3. Berita acara diisi asal. Saat ada keberatan dari orang tua, sekolah tidak punya catatan.
  4. Aturan CBT disamakan dengan ujian kertas. Padahal ada risiko khusus seperti membuka tab lain.

Pertanyaan yang sering diajukan

Siapa yang menetapkan tata tertib ujian pengawas dan peserta?

Kepala Sekolah menetapkannya berdasarkan usulan panitia ujian. Dokumen sebaiknya disahkan dan dibagikan sebelum hari pertama ujian.

Bolehkah peserta membawa HP ke ruang ujian?

Umumnya tidak boleh dibawa ke meja. Sekolah menyediakan tempat penyimpanan atau meminta HP dimatikan dan disimpan di tas di depan kelas.

Apakah pengawas boleh mengawasi kelasnya sendiri?

Banyak sekolah menghindarinya untuk menjaga objektivitas, terutama pada ujian akhir. Untuk ulangan harian, guru mapel biasanya mengawasi kelasnya sendiri.

Apa yang harus dilakukan bila peserta ketahuan mencontek?

Amankan bukti, catat di berita acara, dan laporkan kepada panitia. Hindari mempermalukan murid di depan teman-temannya.

Apakah tata tertib CBT berbeda?

Ada tambahan, misalnya larangan membuka aplikasi lain, kewajiban mengirim jawaban sebelum keluar, dan alur bila terjadi gangguan jaringan atau listrik.

ASIS: Ujian Tertib dari Kartu Peserta sampai Berita Acara

Akar masalah ujian yang ricuh biasanya administrasi yang tidak siap. Kartu peserta diketik ulang, denah ruang disusun manual, token dibagikan lewat pesan pribadi, dan berita acara ditulis tangan tanpa salinan.

ASIS mendukung ujian kertas dan CBT dalam satu alur: paket soal, token, proktor, administrasi pelaksanaan ujian, hingga koreksi. Lembar jawaban ber-QR bisa dicetak untuk ujian kertas, dan bank soal dengan bantuan AI tetap wajib ditinjau guru sebelum dipakai. Data peserta diambil dari data murid yang sudah ada, sehingga kartu dan daftar hadir tidak perlu diketik ulang.

ASIS gratis untuk semua sekolah, dan Basmalah gratis untuk pesantren, madrasah diniyah, dan TPQ. Siapkan ujian berikutnya di asis.id.

BACA JUGA

Artikel lain untuk sekolah.

MULAI DARI SATU DATA

Cukup catat sekali, pakai di mana saja.

Daftarkan sekolah Anda dan rasakan bagaimana satu sumber kebenaran meringankan pekerjaan sehari-hari.