WAWASAN ASIS

Tanda Anak Mengalami Perundungan yang Perlu Diwaspadai

Kenali 14 tanda anak mengalami perundungan di rumah dan di sekolah, cara bertanya tanpa menghakimi, serta langkah guru dan orang tua bila curiga.

Tim Wawasan ASIS 14 Jul 2026 Wawasan

Tanda anak mengalami perundungan jarang berupa pengakuan langsung. Kebanyakan anak memilih diam karena malu, takut dibalas, atau khawatir dianggap lemah. Yang terlihat justru perubahan: anak tiba-tiba enggan sekolah, barangnya sering hilang, sering sakit perut di pagi hari, atau menjadi mudah marah. Satu tanda belum tentu berarti perundungan, tetapi beberapa tanda yang muncul bersamaan dan menetap layak diwaspadai. Berikut daftar tanda yang perlu dikenali guru dan orang tua, cara bertanya yang aman, dan langkah bila kecurigaan menguat.

Tanda fisik

  1. Luka, memar, atau goresan yang penjelasannya tidak masuk akal. Anak menjawab "jatuh" untuk luka yang berulang di tempat yang sama.
  2. Barang rusak atau hilang. Seragam robek, buku tercoret, botol minum hilang, atau uang jajan selalu habis tanpa jelas untuk apa.
  3. Keluhan sakit tanpa sebab medis. Sakit kepala atau sakit perut yang muncul di pagi hari sekolah dan hilang saat akhir pekan.
  4. Perubahan pola makan. Pulang sangat lapar (bekal atau uang jajan diambil) atau sebaliknya kehilangan nafsu makan.
  5. Gangguan tidur. Sulit tidur, mimpi buruk, atau mengompol kembali pada anak yang sebelumnya sudah tidak.

Tanda emosional dan perilaku

  1. Menolak berangkat sekolah. Mencari alasan untuk tidak masuk, minta dijemput lebih awal, atau sering ke UKS.
  2. Menarik diri. Anak yang dulu ceria menjadi pendiam, menghindari teman, atau tidak lagi menyebut nama sahabatnya.
  3. Mudah marah atau menangis. Ledakan emosi di rumah bisa jadi pelampiasan tekanan dari sekolah.
  4. Menyalahkan diri sendiri. Kalimat seperti "Aku memang bodoh" atau "Tidak ada yang mau berteman denganku."
  5. Mengubah rute atau kebiasaan. Tidak mau naik kendaraan antar-jemput tertentu, menghindari kantin, atau menahan buang air seharian agar tidak ke toilet sekolah.

Tanda akademik di sekolah

  1. Nilai menurun tiba-tiba. Konsentrasi terganggu karena anak sibuk merasa waspada.
  2. Sering absen pada hari tertentu. Misalnya selalu tidak masuk saat ada pelajaran olahraga atau kegiatan kelompok tertentu.
  3. Duduk menyendiri. Selalu sendirian saat istirahat atau tidak pernah dipilih saat pembentukan kelompok.

Tanda perundungan di dunia maya

  1. Gelisah setelah memegang ponsel. Anak tiba-tiba menutup layar saat orang dewasa mendekat, menghapus akun media sosial, atau tampak cemas saat ada pesan masuk.

Perundungan daring sering berlangsung di grup percakapan kelas atau media sosial, di luar jam sekolah. Karena itu, sekolah dan rumah perlu bekerja sama. Guru melihat sisi sekolah, orang tua melihat sisi rumah, dan tanda anak mengalami perundungan baru utuh terbaca bila keduanya saling berbagi pengamatan.

Membedakan konflik biasa dan perundungan

Tidak setiap pertengkaran adalah perundungan. Tabel berikut membantu membedakannya.

Aspek Konflik biasa Perundungan
Kekuatan Seimbang Tidak seimbang (fisik, jumlah, status sosial)
Frekuensi Sesekali Berulang
Niat Tidak sengaja menyakiti Sengaja menyakiti atau mempermalukan
Setelah kejadian Bisa berdamai Korban takut, pelaku tidak merasa bersalah

Bila ciri di kolom kanan terpenuhi, jangan perlakukan sebagai "urusan anak-anak" yang akan selesai sendiri.

Cara bertanya tanpa menghakimi

Anak lebih mudah bercerita bila merasa aman. Hindari interogasi.

  • Pilih waktu santai, misalnya saat di kendaraan atau sebelum tidur, bukan langsung setelah anak pulang.
  • Mulai dengan pertanyaan terbuka: "Siapa yang paling asyik diajak main hari ini? Ada yang bikin kamu tidak nyaman?"
  • Tunjukkan bahwa bercerita bukan berarti mengadu: "Kamu tidak salah. Ayah dan Ibu ingin membantu."
  • Jangan langsung berjanji merahasiakan semuanya. Katakan bahwa Bapak/Ibu akan meminta bantuan orang dewasa lain bila perlu demi keselamatannya.
  • Hindari menyalahkan: "Kenapa kamu tidak melawan?" justru membuat anak menutup diri.

Langkah bila tanda anak mengalami perundungan menguat

Untuk orang tua

  1. Catat. Tulis tanggal, kejadian, nama yang disebut anak, dan bukti (foto luka, tangkapan layar pesan).
  2. Hubungi wali kelas atau guru BK. Sampaikan fakta, bukan tuduhan. Minta pertemuan langsung.
  3. Jangan mendatangi pelaku atau orang tuanya sendiri. Langkah ini sering memperburuk keadaan.
  4. Pantau perubahan. Tanyakan perkembangan secara rutin kepada sekolah dan kepada anak.
  5. Cari bantuan profesional. Bila anak menunjukkan kecemasan berat atau menyakiti diri, segera hubungi psikolog atau layanan kesehatan.

Untuk guru

  1. Amati dan catat. Satu catatan kecil di buku pantauan lebih baik daripada ingatan.
  2. Ajak bicara korban secara terpisah, di tempat yang tidak terlihat teman-temannya.
  3. Laporkan ke guru BK dan Kepala Sekolah sesuai prosedur yang berlaku.
  4. Lindungi korban dari pembalasan. Atur tempat duduk, kelompok, atau pengawasan istirahat.
  5. Libatkan orang tua kedua belah pihak melalui jalur resmi sekolah.
  6. Tindak lanjuti pelaku dengan pendekatan mendidik, karena pelaku pun sering membawa masalah sendiri.

Variasi tanda menurut jenjang

Jenjang Tanda yang sering muncul
PAUD dan SD kelas awal Menangis saat diantar, mengompol lagi, menolak masuk kelas
SD kelas atas Sakit perut di pagi hari, barang hilang, nilai turun
SMP Menarik diri, perubahan teman, gelisah dengan ponsel
SMA/SMK Bolos pelajaran tertentu, menghapus media sosial, ucapan putus asa

Pertanyaan yang sering diajukan

Apa tanda anak mengalami perundungan yang paling sering terlewat?

Keluhan sakit di pagi hari sekolah dan barang yang sering hilang. Orang dewasa cenderung menganggapnya biasa, padahal keduanya sering menyertai perundungan.

Bagaimana bila anak membantah meski tandanya jelas?

Jangan memaksa. Tetap tenang, tunjukkan bahwa Bapak/Ibu siap mendengar kapan saja, dan diam-diam koordinasikan pengamatan dengan wali kelas.

Apakah sekolah wajib menindaklanjuti laporan orang tua?

Sekolah perlu menangani setiap laporan kekerasan sesuai Permendikdasmen Nomor 6 Tahun 2026: pelanggaran tata tertib ditangani sekolah secara kolaboratif, sedangkan dugaan pelanggaran hukum dirujuk ke Pokja yang dibentuk pemerintah daerah.

Bagaimana bila anak saya justru pelakunya?

Dengarkan penjelasan sekolah tanpa membela diri lebih dulu. Cari tahu apa yang mendorong perilaku itu dan bekerja sama dengan guru BK untuk perbaikannya.

Kapan perlu bantuan psikolog?

Bila anak menunjukkan ketakutan yang menetap, gangguan tidur berkepanjangan, menarik diri total, atau ada ucapan ingin menyakiti diri.

ASIS: Tanda Kecil Tercatat, Orang Tua Tahu Lebih Cepat

Perundungan sering terlambat ditangani karena tanda-tandanya tercecer. Wali kelas melihat anak sering absen, guru mapel melihat nilai turun, UKS mencatat keluhan sakit perut, tetapi tidak ada yang menyambungkan titik-titik itu. Orang tua baru tahu setelah masalah membesar.

ASIS dibangun agar data dicatat sekali dan dipakai berkali-kali. Presensi murid, kunjungan UKS, catatan BK, dan catatan perkembangan berkumpul di profil murid yang utuh, dengan akses sesuai peran sehingga catatan sensitif hanya dilihat yang berwenang. Guru BK dapat melihat pola lebih awal, dan sekolah mengabari orang tua lewat notifikasi aplikasi atau surel, lengkap dengan jam tenang agar pesan tidak datang tengah malam.

ASIS gratis untuk semua sekolah, dan Basmalah gratis untuk pesantren, madrasah diniyah, dan TPQ. Bangun sekolah yang lebih peka di asis.id.

Sumber: Permendikdasmen Nomor 6 Tahun 2026 tentang Budaya Sekolah Aman dan Nyaman

BACA JUGA

Artikel lain untuk sekolah.

MULAI DARI SATU DATA

Cukup catat sekali, pakai di mana saja.

Daftarkan sekolah Anda dan rasakan bagaimana satu sumber kebenaran meringankan pekerjaan sehari-hari.