WAWASAN ASIS

Susunan Upacara Bendera di Sekolah dan Petugasnya

Susunan upacara bendera di sekolah sesuai Permendikbud 22/2018: tahap persiapan, pokok, penutup, daftar petugas, dan contoh naskah pembawa acara.

Tim Wawasan ASIS 26 Jul 2026 Wawasan

Susunan upacara bendera di sekolah mengacu pada Permendikbud Nomor 22 Tahun 2018 tentang Pedoman Upacara Bendera di Sekolah. Urutannya terbagi tiga tahap: persiapan (pemimpin barisan menyiapkan barisan dan pemimpin upacara mengambil alih), acara pokok (pengibaran bendera diiringi lagu Indonesia Raya, mengheningkan cipta, pembacaan teks Pancasila, Pembukaan UUD 1945, janji pelajar, amanat, lagu wajib, dan doa), lalu penutupan (pembubaran barisan). Di bawah ini ada urutan lengkap, daftar petugas beserta tugasnya, contoh naskah pembawa acara, dan cara mengatur jadwal petugas bergilir antarkelas.

Dasar aturan

Permendikbud 22/2018 menjadi pedoman pelaksanaan upacara bendera di sekolah. Pedoman ini menetapkan pejabat upacara, petugas upacara, dan tata urutan acara. Sekolah dapat menyesuaikan detail kecil, misalnya lagu wajib yang dipilih atau durasi amanat, selama urutan pokoknya terjaga.

Pada upacara hari besar nasional, seperti peringatan Hari Kemerdekaan atau Hari Pendidikan Nasional, biasanya ada tambahan acara dan teks khusus sesuai pedoman yang diterbitkan setiap tahun. Rujuk edaran resmi terbaru untuk upacara semacam itu.

Susunan upacara bendera lengkap

Tahap persiapan

  1. Peserta upacara memasuki lapangan dan berbaris sesuai tempatnya.
  2. Setiap pemimpin barisan menyiapkan barisannya.
  3. Pemimpin upacara memasuki lapangan upacara.
  4. Penghormatan kepada pemimpin upacara.
  5. Laporan pemimpin barisan kepada pemimpin upacara.
  6. Pemimpin upacara mengambil alih pimpinan.

Tahap pokok

  1. Pembina upacara memasuki lapangan upacara.
  2. Penghormatan kepada pembina upacara.
  3. Laporan pemimpin upacara kepada pembina upacara.
  4. Pengibaran bendera Merah Putih diiringi lagu Indonesia Raya.
  5. Mengheningkan cipta dipimpin pembina upacara.
  6. Pembacaan teks Pancasila oleh pembina upacara, diikuti seluruh peserta.
  7. Pembacaan Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945.
  8. Pembacaan janji pelajar.
  9. Amanat pembina upacara.
  10. Menyanyikan lagu wajib nasional.
  11. Pembacaan doa.
  12. Laporan pemimpin upacara kepada pembina upacara.
  13. Penghormatan kepada pembina upacara.
  14. Pembina upacara meninggalkan lapangan.

Tahap penutupan

  1. Pemimpin upacara membubarkan barisan.
  2. Peserta meninggalkan lapangan upacara dengan tertib.

Beberapa sekolah menambahkan pengumuman singkat setelah pembina meninggalkan lapangan, misalnya pemberian penghargaan lomba. Sebaiknya pengumuman ini singkat agar murid tidak terlalu lama berdiri.

Pejabat dan petugas upacara

Pedoman membedakan pejabat upacara dan petugas upacara.

Pejabat upacara

Pejabat Biasanya dijabat oleh Tugas utama
Pembina upacara Kepala Sekolah atau guru yang ditunjuk Memberi amanat, memimpin mengheningkan cipta dan pembacaan Pancasila
Pemimpin upacara Murid atau guru yang terlatih Memimpin barisan dan memberi aba-aba
Pengatur upacara Guru pembina upacara Mengatur jalannya upacara di balik layar
Pemandu upacara Pembawa acara Membacakan urutan acara

Petugas upacara

Petugas Jumlah umum Persiapan yang perlu
Pembawa naskah Pancasila 1 orang Berjalan tegap, menyerahkan map dengan hormat
Pembaca Pembukaan UUD 1945 1 orang Latihan intonasi dan jeda
Pembaca janji pelajar 1 orang Hafal atau lancar membaca
Pembaca doa 1 orang Doa singkat yang dapat diikuti seluruh peserta
Pemimpin lagu (dirigen) 1 orang Hafal tempo dan aba-aba memulai lagu
Kelompok pengibar bendera 3 orang Latihan langkah, membentangkan, dan mengikat bendera
Kelompok paduan suara Satu kelompok Hafal Indonesia Raya dan lagu wajib pilihan
Pemimpin barisan Satu per barisan Menyiapkan barisan dan melapor

Contoh naskah pembawa acara

Pembawa acara cukup membaca urutan dengan jelas dan tidak menambahkan kalimat panjang. Contoh:

  • "Upacara bendera hari Senin, tanggal ..., segera dimulai."
  • "Pemimpin barisan menyiapkan barisannya masing-masing."
  • "Pemimpin upacara memasuki lapangan upacara."
  • "Penghormatan kepada pemimpin upacara."
  • "Laporan pemimpin barisan kepada pemimpin upacara."
  • "Pembina upacara memasuki lapangan upacara."
  • "Pengibaran bendera Merah Putih diiringi lagu kebangsaan Indonesia Raya."
  • "Mengheningkan cipta dipimpin oleh pembina upacara."
  • "Pembacaan teks Pancasila oleh pembina upacara, diikuti oleh seluruh peserta upacara."
  • "Pembacaan Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945."
  • "Amanat pembina upacara."
  • "Upacara bendera selesai. Barisan dibubarkan."

Tambahkan nama tanggal dan hari secara lengkap di kalimat pembuka. Naskah ini bisa dicetak di satu lembar dan disimpan dalam map pembawa acara.

Mengatur jadwal petugas bergilir

Cara paling adil adalah menggilir petugas per kelas. Dengan begitu, setiap murid pernah merasakan menjadi petugas.

Contoh jadwal satu semester

Minggu Kelas petugas Pembina Catatan
1 9A Kepala Sekolah Upacara awal semester
2 9B Wakasek Kurikulum
3 8A Wakasek Kemuridan
4 8B Guru senior
5 7A Kepala Sekolah Kelas 7 didampingi kakak kelas

Untuk SD, petugas upacara biasanya diambil dari kelas 4–6. Kelas rendah cukup menjadi peserta yang tertib. Untuk SMA dan SMK, petugas bisa diambil dari anggota paskibra, OSIS, atau kelas secara bergilir.

Latihan yang realistis

  • Latihan minimal satu kali penuh, biasanya hari Jumat atau Sabtu sebelumnya.
  • Latihan pengibar bendera dilakukan dengan bendera sungguhan dan tali tiang yang dipakai.
  • Wali kelas petugas memastikan seragam lengkap dan semua petugas hadir lebih awal pada hari Senin.

Masalah yang sering terjadi dan cara mencegahnya

Bendera terbalik atau tersangkut. Periksa tali dan katrol tiang sebelum upacara, dan latih pengibar membentangkan bendera dengan benar.

Amanat terlalu panjang. Murid berdiri di bawah terik matahari. Amanat lima sampai sepuluh menit dengan satu pesan utama lebih membekas.

Murid pingsan. Sarankan murid sarapan, siapkan petugas PMR atau UKS di sisi lapangan, dan beri tempat teduh untuk murid yang sedang kurang sehat.

Petugas tidak hadir. Siapkan petugas cadangan dari kelas yang sama.

Lagu tidak serempak. Pastikan dirigen dan paduan suara latihan bersama, dan sepakati nada awal.

Pertanyaan yang sering diajukan

Apa dasar hukum susunan upacara bendera di sekolah?

Permendikbud Nomor 22 Tahun 2018 tentang Pedoman Upacara Bendera di Sekolah. Pedoman ini mengatur pejabat, petugas, dan tata urutan upacara.

Siapa yang biasanya menjadi pembina upacara?

Kepala Sekolah atau guru yang ditunjuk. Pada upacara tertentu, pembina bisa tokoh undangan, misalnya pejabat daerah.

Berapa jumlah pengibar bendera?

Umumnya tiga orang: satu pembawa bendera dan dua orang yang mengikat serta menarik tali.

Apakah susunan upacara bendera hari Senin sama dengan upacara 17 Agustus?

Urutan pokoknya serupa, tetapi upacara hari besar nasional biasanya punya tambahan acara dan teks khusus sesuai pedoman yang diterbitkan pemerintah setiap tahun.

Bagaimana jika hujan?

Sekolah bisa meniadakan upacara, menggantinya dengan apel singkat di dalam ruangan, atau menundanya. Putuskan sebelum murid berbaris dan umumkan dengan jelas.

ASIS: Jadwal Petugas dan Bel Upacara Tertata Sejak Awal Semester

Upacara yang kacau jarang disebabkan murid yang malas. Akarnya biasanya administratif: jadwal petugas hanya tertempel di ruang guru, wali kelas lupa memberi tahu kelasnya, dan pengumuman perubahan sampai ke orang tua terlambat.

ASIS membantu sekolah merapikan bagian-bagian kecil ini. Pengumuman jadwal petugas bisa dikirim ke guru dan orang tua lewat notifikasi aplikasi atau kotak masuk aplikasi. Layar TV informasi dan bel sekolah di ASIS bisa dipakai untuk menampilkan pengumuman dan mengatur bel tanda berkumpul, sementara presensi murid lewat pindai QR atau pengenalan wajah tetap berjalan di hari Senin yang sibuk.

ASIS gratis untuk semua sekolah, dan Basmalah gratis untuk pesantren, madrasah diniyah, dan TPQ. Silakan mulai di asis.id.

Sumber: Permendikbud Nomor 22 Tahun 2018 tentang Pedoman Upacara Bendera di Sekolah (komunitasbelajar.id)

BACA JUGA

Artikel lain untuk sekolah.

MULAI DARI SATU DATA

Cukup catat sekali, pakai di mana saja.

Daftarkan sekolah Anda dan rasakan bagaimana satu sumber kebenaran meringankan pekerjaan sehari-hari.