Pajak Belanja Dana BOS: Cara Menghitung dan Menyetor
Panduan pajak belanja dana BOS untuk Bendahara: kapan memungut PPN, PPh 21, PPh 22, PPh 23, dan PPh 4 ayat 2, contoh hitungan, belanja SIPLah, dan pelaporan.
Memilih software TK dari sisi teknis: beda web, Android, dan instal di komputer, soal keamanan data anak, cadangan, dukungan, dan daftar cek sebelum memutuskan.
Software TK adalah perangkat lunak untuk mengelola administrasi taman kanak-kanak: data anak, presensi, catatan tumbuh kembang, laporan perkembangan, tagihan, dan komunikasi dengan orang tua. Fiturnya mudah dibandingkan dari brosur. Yang sering terlewat adalah sisi teknisnya: dijalankan lewat peramban (web), dipasang di ponsel Android, atau diinstal di satu komputer kantor. Pilihan teknis ini menentukan siapa yang bisa mengisi data, seberapa aman catatan anak, dan seberapa repot TK saat ada masalah.
Artikel ini fokus pada pertanyaan teknis itu. Untuk pembahasan fitur catatan tumbuh kembang, Bapak/Ibu bisa membaca artikel kami "Aplikasi PAUD: Catatan Tumbuh Kembang yang Dibaca Orang Tua".
Model lama: program dipasang di satu komputer, data tersimpan di cakram komputer itu. Kelebihannya, tetap jalan tanpa internet. Kekurangannya cukup berat untuk TK:
Software dibuka lewat peramban di laptop atau ponsel, data tersimpan di server penyedia. Guru, Kepala TK, dan bendahara bisa masuk dari perangkat masing-masing. Pembaruan terjadi di sisi penyedia, jadi TK selalu memakai versi terbaru tanpa memasang apa pun.
Syaratnya ada koneksi internet saat mengisi. Untuk TK di daerah dengan sinyal naik turun, hal ini perlu diuji langsung di lokasi.
Aplikasi dipasang dari Google Play di ponsel guru dan orang tua. Cocok untuk pekerjaan yang dilakukan sambil bergerak: mencatat presensi di pintu kelas, memotret hasil karya anak, atau membaca pengumuman. Untuk pekerjaan panjang seperti menyusun laporan perkembangan, layar laptop lewat web biasanya lebih nyaman.
Pola yang paling praktis untuk TK saat ini adalah gabungan: web untuk pekerjaan meja, Android untuk pekerjaan harian di kelas dan untuk orang tua, dengan data yang sama di belakangnya.
| Aspek | Instal di komputer | Web | Android |
|---|---|---|---|
| Tempat mengisi | Satu komputer | Perangkat apa saja dengan peramban | Ponsel Android |
| Butuh internet | Tidak | Ya | Ya, umumnya |
| Pembaruan | Manual | Otomatis di server | Lewat Google Play |
| Risiko data hilang | Tinggi bila tanpa cadangan | Bergantung cadangan penyedia | Sama dengan web bila datanya di server |
| Akses orang tua | Tidak ada | Bisa | Paling nyaman |
| Cocok untuk | TK tanpa internet sama sekali | Pekerjaan administrasi | Presensi, foto, kabar harian |
Data di TK sangat pribadi: tanggal lahir, alamat, catatan kesehatan, foto anak, hingga catatan perilaku. Sebelum memakai software TK apa pun, tanyakan hal berikut ke penyedia.
Di mana data disimpan dan siapa pemiliknya? Pastikan data tetap milik lembaga dan bisa diekspor bila TK berhenti berlangganan.
Apakah data dijual atau dipakai untuk iklan? Hindari aplikasi yang menampilkan iklan kepada guru atau orang tua. Iklan berarti ada pihak lain yang ikut mendapat manfaat dari keramaian pengguna.
Bagaimana hak akses diatur? Guru kelas A tidak perlu melihat catatan anak kelas B. Bendahara tidak perlu melihat catatan perkembangan. Pengaturan per peran adalah tanda software dirancang serius.
Bagaimana cara masuknya? Kata sandi yang mudah ditebak adalah celah terbesar. Pilihan masuk lewat kode OTP atau akun Google lebih aman daripada kata sandi yang ditulis di kertas tempel.
Apakah ada cadangan? Tanyakan seberapa sering data dicadangkan dan bagaimana prosedur bila terjadi gangguan.
Untuk pembahasan lebih luas tentang perlindungan data, lihat artikel "Keamanan Data Murid di Aplikasi Sekolah: 10 Hal Dicek" di blog ASIS.
Software terbaik pun akan menemui kendala: guru lupa kata sandi, data anak pindahan tidak muncul, atau laporan tidak tercetak. Periksa:
TK Pelita Hati (fiktif) memiliki kelompok A, B1, dan B2, dengan tiga guru dan satu Kepala TK. Sebelumnya mereka memakai program yang diinstal di komputer kantor. Setiap Jumat, guru menyerahkan buku catatan untuk diketik operator, dan laporan perkembangan baru jadi menjelang akhir semester.
Setelah pindah ke software berbasis web dengan aplikasi Android:
Tantangannya juga nyata: dua guru perlu dilatih ulang, dan satu ruang kelas sinyalnya lemah sehingga guru mengisi setelah jam pulang di kantor.
| Pertanyaan | Ya/Tidak |
|---|---|
| Bisa dibuka lewat web dan Android dengan data yang sama? | |
| Tidak perlu memasang server di sekolah? | |
| Hak akses bisa diatur per peran? | |
| Ada pilihan masuk lewat OTP atau Google? | |
| Data bisa diekspor kapan saja? | |
| Penyedia menyatakan tidak menjual data dan tanpa iklan? | |
| Ada panduan tertulis dan kursus untuk guru? | |
| Biaya dihitung per lembaga, bukan per anak? |
Untuk model web dan Android, ya, koneksi dibutuhkan saat menyimpan data. Uji kekuatan sinyal di ruang kelas sebelum memutuskan.
Bergantung pengelolaan. Komputer kantor tanpa cadangan sangat rentan hilang. Layanan web yang mencadangkan data dan mengatur akses per peran umumnya lebih aman untuk TK kecil yang tidak punya tenaga TI.
Agar menerima kabar dan pengumuman dengan nyaman, orang tua sebaiknya memasang aplikasi Android atau membuka versi web dengan akun dari TK.
Mulailah dari satu fitur, misalnya presensi. Setelah lancar, tambah catatan perkembangan. Pendampingan dua sampai tiga minggu biasanya cukup untuk fitur dasar.
Tanyakan langsung ke penyedia. Bila belum ada aplikasi iPhone, versi web lewat peramban biasanya tetap bisa dibuka.
Banyak TK terjebak pada dua masalah teknis: data terkunci di satu komputer kantor, atau aplikasi yang biayanya terus naik seiring bertambahnya anak. Akibatnya guru tetap menulis di buku dan Kepala TK menunggu rekap.
ASIS berjalan di web (asis.id) dan Android (ASIS Mobile) dengan satu akun, tanpa server di sekolah. Modul PAUD menyediakan catatan tumbuh kembang, presensi bisa lewat pindai QR, dan kabar ke orang tua dikirim lewat notifikasi aplikasi gratis tanpa batas dengan jam tenang. Setiap peran hanya melihat menu dan data yang ia perlukan, pilihan masuk lewat OTP WhatsApp/SMS atau Google tersedia, dan data sekolah tidak dijual serta tanpa iklan. Panduan dan kursus Akademi ASIS membantu guru baru belajar sendiri.
ASIS gratis untuk semua sekolah, termasuk TK, dan Basmalah gratis untuk pesantren, madrasah diniyah, dan TPQ. Silakan mulai di asis.id.
Panduan pajak belanja dana BOS untuk Bendahara: kapan memungut PPN, PPh 21, PPh 22, PPh 23, dan PPh 4 ayat 2, contoh hitungan, belanja SIPLah, dan pelaporan.
Aplikasi MA gratis bisa aman, bisa juga berisiko. Kenali model gratis yang sehat, tanda aplikasi abal-abal, dan cara mengujinya sebelum dipakai madrasah.
Cara membuat kartu inventaris ruangan KIR sekolah: kolom yang umum dipakai, contoh pengisian, kode kondisi barang, jadwal pemutakhiran, dan kesalahan umum.
Daftarkan sekolah Anda dan rasakan bagaimana satu sumber kebenaran meringankan pekerjaan sehari-hari.