Pajak Belanja Dana BOS: Cara Menghitung dan Menyetor
Panduan pajak belanja dana BOS untuk Bendahara: kapan memungut PPN, PPh 21, PPh 22, PPh 23, dan PPh 4 ayat 2, contoh hitungan, belanja SIPLah, dan pelaporan.
Cara membuat soal uraian pedoman penskoran yang adil: langkah menyusun kisi-kisi, menulis soal, rubrik analitik dan holistik, serta contoh untuk SMP.
Soal uraian pedoman penskoran adalah pasangan yang tidak boleh dipisahkan: soal uraian mengukur kemampuan murid menjelaskan, menganalisis, dan berargumen, sedangkan pedoman penskoran memastikan jawaban yang beragam dinilai dengan ukuran yang sama. Cara membuatnya adalah menentukan tujuan pembelajaran yang diukur, menulis soal dengan perintah yang jelas, menyusun jawaban model, lalu membuat rubrik berisi kriteria dan skor untuk tiap tingkat jawaban. Artikel ini membahas langkahnya dan memberi contoh lengkap untuk jenjang SMP.
Soal uraian cocok untuk mengukur kemampuan yang sulit dijangkau pilihan ganda:
Kelemahannya, penilaian bisa subjektif dan memakan waktu. Di sinilah pedoman penskoran berperan. Tanpa pedoman, jawaban yang sama bisa diberi skor berbeda oleh guru yang berbeda, atau bahkan oleh guru yang sama di jam berbeda.
| Jenis | Ciri | Contoh perintah |
|---|---|---|
| Uraian terbatas | Ruang jawaban dibatasi, jawaban benar relatif seragam | "Sebutkan dan jelaskan dua penyebab banjir di perkotaan." |
| Uraian bebas | Murid menyusun jawaban sendiri, banyak kemungkinan benar | "Menurutmu, apa yang paling efektif dilakukan warga untuk mencegah banjir di lingkunganmu? Jelaskan alasanmu." |
Uraian terbatas lebih mudah diskor dengan pedoman berbasis poin. Uraian bebas lebih cocok dinilai dengan rubrik kriteria.
Mulai dari tujuan pembelajaran yang ingin diukur, lalu turunkan menjadi indikator soal. Contoh: "Murid dapat menjelaskan hubungan antara alih fungsi lahan dan risiko banjir."
Kisi-kisi memuat tujuan, materi, indikator, level kognitif, dan nomor soal. Kisi-kisi membantu guru memastikan soal tidak menumpuk di satu materi.
Hindari perintah samar seperti "Bagaimana pendapatmu tentang banjir?" Gunakan kata kerja operasional: jelaskan, bandingkan, analisis, rancang, simpulkan. Sebutkan juga apa yang diharapkan, misalnya "sertakan dua alasan".
Stimulus berupa teks pendek, tabel, grafik, atau gambar membuat soal lebih kontekstual dan mendorong penalaran, bukan hafalan.
Minta rekan guru membaca soal. Jika rekan bisa menafsirkan perintah dengan dua cara berbeda, perbaiki kalimatnya.
Jawaban model adalah jawaban ideal yang diharapkan. Untuk uraian bebas, tulis beberapa kemungkinan jawaban yang benar.
Setiap tingkat skor perlu deskripsi yang membedakan jawaban satu dengan lainnya. Hindari deskripsi seperti "cukup baik" tanpa penjelasan.
Ambil 5–6 lembar jawaban acak, nilai dengan rubrik, lalu periksa apakah ada jawaban yang sulit dimasukkan ke tingkat mana pun. Jika ada, revisi rubrik sebelum menilai seluruh kelas.
Mata pelajaran: IPS kelas VIII
Stimulus: "Dalam sepuluh tahun terakhir, sawah di pinggiran Kota Sukamaju banyak berubah menjadi perumahan. Setiap musim hujan, beberapa kampung di sekitarnya kini tergenang air."
Soal: Jelaskan hubungan antara perubahan lahan sawah menjadi perumahan dengan genangan air di kampung tersebut. Sertakan satu usulan yang bisa dilakukan pemerintah daerah atau warga.
Jawaban model: Sawah berfungsi sebagai daerah resapan dan penampung air. Ketika berubah menjadi perumahan, permukaan tanah tertutup bangunan dan jalan sehingga air hujan tidak meresap dan mengalir ke saluran. Jika saluran tidak cukup besar, air meluap ke kampung. Usulan: membuat sumur resapan atau biopori, menyediakan ruang terbuka hijau, dan memperbesar saluran air.
| Kriteria | Skor 3 | Skor 2 | Skor 1 | Skor 0 |
|---|---|---|---|---|
| Fungsi sawah | Menjelaskan fungsi resapan dan penampung air dengan tepat | Menyebut fungsi resapan tanpa penjelasan | Menyebut fungsi lain yang kurang relevan | Tidak menjawab |
| Hubungan sebab akibat | Menjelaskan rantai: lahan tertutup, air tidak meresap, limpasan meluap | Menjelaskan sebagian rantai | Menyebut banjir tanpa sebab | Tidak menjawab |
| Usulan | Usulan relevan disertai alasan | Usulan relevan tanpa alasan | Usulan kurang relevan | Tidak ada usulan |
| Bahasa | Runtut dan jelas | Cukup jelas, ada bagian melompat | Sulit dipahami | Tidak menjawab |
Skor maksimal 12. Nilai = skor perolehan dibagi 12 dikali 100.
Jawaban Nadia: "Karena sawah jadi rumah, air tidak bisa masuk ke tanah, jadi banjir. Sebaiknya dibuat biopori." Skor: fungsi sawah 2, hubungan sebab akibat 2, usulan 2, bahasa 2. Total 8 dari 12, nilai 67. Umpan balik: jelaskan bagaimana air yang tidak meresap akhirnya sampai ke kampung, dan beri alasan mengapa biopori membantu.
Sebelum soal uraian pedoman penskoran dibagikan kepada murid, periksa hal berikut:
Simpan soal dan pedomannya bersama-sama agar mudah dipakai ulang dan diperbaiki pada semester berikutnya.
Kunci jawaban hanya berisi jawaban benar. Pedoman penskoran berisi kriteria dan skor untuk berbagai tingkat jawaban, termasuk jawaban yang sebagian benar.
Tidak ada angka baku. Sesuaikan dengan jumlah kriteria dan tingkat kesulitan soal, lalu jaga perbandingannya tetap wajar antarsoal.
Rubrik analitik lebih baik untuk umpan balik dan asesmen formatif. Rubrik holistik lebih cepat dan cocok untuk penilaian yang membutuhkan gambaran umum.
Umumnya lebih sedikit dari pilihan ganda karena butuh waktu menjawab lebih lama. Perhitungkan waktu baca, berpikir, dan menulis jawaban.
Boleh sebagai bantuan awal, tetapi guru wajib meninjau soal, jawaban model, dan rubriknya agar sesuai tujuan pembelajaran dan konteks murid.
Masalah yang sering dialami guru adalah soal dan pedoman penskoran tersimpan terpisah. Soal ada di dokumen ujian, rubrik di buku catatan, dan tahun berikutnya guru harus menyusun ulang dari awal karena berkasnya tidak ditemukan.
ASIS menyediakan bank soal dengan bantuan AI yang membantu guru menyusun draf soal lebih cepat, dengan catatan penting: setiap soal wajib ditinjau guru sebelum dipakai. Soal yang sudah rapi bisa dipakai ulang, lembar jawaban ber-QR bisa dicetak, dan hasil penilaian mengalir ke e-Rapor Kurikulum Merdeka tanpa diketik ulang. Guru juga bisa memperdalam keterampilan menyusun asesmen lewat kursus daring di Akademi ASIS.
ASIS gratis untuk semua sekolah, dan Basmalah gratis untuk pesantren, madrasah diniyah, dan TPQ. Silakan mulai di asis.id.
Panduan pajak belanja dana BOS untuk Bendahara: kapan memungut PPN, PPh 21, PPh 22, PPh 23, dan PPh 4 ayat 2, contoh hitungan, belanja SIPLah, dan pelaporan.
Aplikasi MA gratis bisa aman, bisa juga berisiko. Kenali model gratis yang sehat, tanda aplikasi abal-abal, dan cara mengujinya sebelum dipakai madrasah.
Cara membuat kartu inventaris ruangan KIR sekolah: kolom yang umum dipakai, contoh pengisian, kode kondisi barang, jadwal pemutakhiran, dan kesalahan umum.
Daftarkan sekolah Anda dan rasakan bagaimana satu sumber kebenaran meringankan pekerjaan sehari-hari.