Pajak Belanja Dana BOS: Cara Menghitung dan Menyetor
Panduan pajak belanja dana BOS untuk Bendahara: kapan memungut PPN, PPh 21, PPh 22, PPh 23, dan PPh 4 ayat 2, contoh hitungan, belanja SIPLah, dan pelaporan.
Cara mencatat simpanan anggota koperasi sekolah (pokok, wajib, sukarela) dan transaksi toko seragam serta ATK agar saldo rapi dan laporan mudah diperiksa.
Simpanan anggota koperasi sekolah adalah urat nadi koperasi guru dan pegawai: dari sinilah modal toko seragam, ATK, dan pembiayaan anggota berasal. Masalahnya, pencatatan sering masih di buku besar tulisan tangan, setoran wajib dipotong dari gaji tetapi tidak tercatat per orang, dan penjualan toko bercampur dengan uang simpanan. Artikel ini menjelaskan cara mencatat simpanan dan transaksi toko dengan rapi, alur umumnya di ASIS, kesalahan yang perlu dihindari, serta cara manual bagi koperasi yang belum memakai aplikasi.
Pengurus koperasi sekolah biasanya guru atau staf TU yang mengurus koperasi di sela tugas utama. Akibatnya:
Ketika anggota mulai ragu pada angka, kepercayaan pada koperasi ikut turun.
| Jenis simpanan | Sifat | Contoh pengaturan |
|---|---|---|
| Simpanan pokok | Dibayar sekali saat menjadi anggota, tidak bisa diambil selama masih anggota | Nominal sama untuk semua anggota |
| Simpanan wajib | Dibayar berkala, umumnya bulanan | Dipotong dari gaji atau disetor tunai |
| Simpanan sukarela | Disetor dan diambil sesuai keinginan anggota | Seperti tabungan anggota |
Besaran dan aturan pengambilannya ditetapkan dalam Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) dan keputusan Rapat Anggota koperasi masing-masing.
Simpanan adalah milik anggota. Penjualan toko adalah usaha koperasi. Jika keduanya bercampur, pengurus tidak bisa menjawab pertanyaan sederhana: berapa sebenarnya keuntungan toko tahun ini? Padahal angka itu menjadi dasar pembagian SHU di akhir tahun buku.
Di ASIS, simpanan anggota koperasi sekolah dan penjualan toko dicatat di modul koperasi, tetapi lewat dua pintu yang berbeda: Kasir Koperasi untuk penjualan ritel, dan menu Simpanan Anggota untuk setoran. Pemisahan ini sejalan dengan prinsip di atas. Ringkasan berikut mengikuti Panduan ASIS resmi.
Siapkan empat hal sebelum membuka toko:

Tampilan Kasir Koperasi di ASIS: penjualan seragam dan ATK serta pencatatan simpanan anggota dari satu layar kerja.
Langkah lengkap: Cara Mencatat Simpanan Anggota dan Transaksi Toko Koperasi
Pencatatan hari itu benar bila tiga hal terpenuhi: uang fisik di brankas sama dengan mutasi kasir, struk belanja tercetak jelas, dan saldo simpanan anggota yang menyetor sudah bertambah.
Bila ada selisih kas, jangan langsung menutup pembukuan harian. Telusuri dulu transaksi yang dibatalkan dan pembayaran nontunai, karena dua hal itulah yang paling sering membuat uang di laci tidak sama dengan catatan. Pembukuan baru ditutup setelah selisihnya jelas.
Koperasi guru di sebuah SMA fiktif di Malang memiliki 40 anggota. Setiap tanggal gaji, bagian penggajian memotong simpanan wajib, lalu pengurus mencatatnya per anggota, bukan satu baris total. Bu Tari menyetor simpanan sukarela tambahan dan mengambil sebagian untuk biaya sekolah anaknya; keduanya dicatat dengan bukti. Toko menjual seragam baru di awal tahun ajaran, dan setiap sore kasir ditutup lalu ringkasannya dicocokkan dengan isi brankas. Di akhir bulan, pengurus tinggal menjumlahkan ringkasan harian, tanpa membuka tumpukan nota.
Mencatat simpanan wajib secara gelondongan. Total potongan gaji dicatat satu baris tanpa rincian per anggota, sehingga saldo individu tidak bisa dihitung.
Uang toko menalangi pinjaman. Tanpa catatan, keuntungan toko terlihat kecil padahal sebagian sedang dipinjamkan.
Anggota keluar tidak ditutup. Guru yang mutasi masih tercatat aktif, dan simpanannya belum dikembalikan.
Harga pokok tidak dicatat. Penjualan tercatat, tetapi modal kulakan tidak, sehingga laba toko tidak bisa dihitung.
Pencatatan simpanan anggota koperasi sekolah tetap bisa dilakukan dengan lembar kerja:
Cara ini murah, tetapi rawan salah rumus, sulit dibagikan ke anggota, dan bergantung pada satu orang yang memegang berkas.
Untuk gambaran fitur koperasi secara umum, baca juga "Aplikasi Koperasi Sekolah", dan untuk tahap akhir tahun buku, baca artikel tentang cara menghitung SHU koperasi sekolah.
Umumnya guru dan pegawai sekolah. Ketentuan keanggotaan ditetapkan dalam AD/ART koperasi.
Simpanan pokok umumnya baru dikembalikan saat anggota keluar dari keanggotaan, sesuai AD/ART.
Catat potongan itu per anggota setiap bulan dan cocokkan dengan daftar gaji, agar saldo individu selalu bisa dihitung.
Sebaiknya ya. Pemisahan membuat laba toko bisa dihitung dengan benar dan menjadi dasar pembagian SHU.
Buka materi Cara Mencatat Simpanan Anggota dan Transaksi Toko Koperasi di Panduan Pengelola Koperasi Sekolah ASIS.
Koperasi sekolah hidup dari kepercayaan anggota. Kepercayaan itu goyah ketika saldo tidak jelas, uang toko bercampur dengan simpanan, dan laporan baru disusun menjelang Rapat Anggota dari nota yang tercecer.
Dengan prinsip "data dicatat sekali, dipakai berkali-kali", ASIS memisahkan dua pintu di modul koperasi: Kasir Koperasi untuk penjualan toko dengan shift, modal awal, dan ringkasan tutup kasir; serta menu Simpanan Anggota yang menerbitkan bukti setor bernomor. Hasilnya, uang toko tidak bercampur dengan simpanan, dan selisih kas bisa ditelusuri hari itu juga. Tidak ada potongan biaya transaksi dari ASIS.
ASIS gratis untuk semua sekolah, dan Basmalah dari ekosistem ASIS gratis untuk pesantren, madrasah diniyah, dan TPQ. Mulai rapikan koperasi sekolah di asis.id.
Panduan pajak belanja dana BOS untuk Bendahara: kapan memungut PPN, PPh 21, PPh 22, PPh 23, dan PPh 4 ayat 2, contoh hitungan, belanja SIPLah, dan pelaporan.
Aplikasi MA gratis bisa aman, bisa juga berisiko. Kenali model gratis yang sehat, tanda aplikasi abal-abal, dan cara mengujinya sebelum dipakai madrasah.
Cara membuat kartu inventaris ruangan KIR sekolah: kolom yang umum dipakai, contoh pengisian, kode kondisi barang, jadwal pemutakhiran, dan kesalahan umum.
Daftarkan sekolah Anda dan rasakan bagaimana satu sumber kebenaran meringankan pekerjaan sehari-hari.