WAWASAN ASIS

SIM Madrasah: Modul Penting dan Urutan Penerapannya

SIM madrasah dibahas per modul: data dari EMIS, presensi, tahfidz, nilai dan RDM, keuangan, hingga komunikasi, plus peta jalan penerapan enam bulan.

Tim Wawasan ASIS 06 Sep 2026 Madrasah

SIM madrasah adalah singkatan dari sistem informasi manajemen madrasah, yaitu sistem yang mengelola data dan proses kerja madrasah: data murid dan guru, presensi, akademik, hafalan, keuangan, kepegawaian, hingga komunikasi dengan wali murid. Pertanyaan yang paling sering diajukan kepala madrasah bukan "apa itu SIM", melainkan "modul mana yang dijalankan lebih dulu". Artikel ini memetakan modul-modul SIM untuk MI, MTs, dan MA, menimbang prioritasnya, dan memberi contoh peta jalan enam bulan yang realistis.

Apa yang membedakan SIM di madrasah

Secara umum, struktur SIM madrasah mirip dengan SIM sekolah. Namun ada beberapa kekhasan yang membuat urutan penerapannya berbeda:

  • Data resmi ada di EMIS. Madrasah tidak perlu mengetik ulang data murid dan GTK; cukup memakai file ekspor EMIS sebagai data awal.
  • Rapor sering memakai RDM. Banyak madrasah mengisi Rapor Digital Madrasah, sehingga SIM harus berdampingan dengan RDM, bukan bersaing.
  • Mapel agama lebih banyak. Al-Qur'an Hadis, Akidah Akhlak, Fikih, SKI, dan Bahasa Arab menambah kerumitan jadwal. Struktur kurikulum kini mengacu pada KMA 450/2024 yang diubah KMA 1503/2025.
  • Ada pembiasaan keagamaan. Salat berjamaah, tahfidz, dan kegiatan spiritual perlu dicatat.

Pembahasan konsep dan komponen secara umum ada di artikel "Sistem Informasi Madrasah: Pengertian, Komponen, Manfaat". Di sini fokusnya pada modul dan urutan.

Peta modul SIM untuk madrasah

Kelompok Modul Pengguna utama
Data induk Murid, rombel, GTK (impor dari file EMIS) Operator
Kehadiran Presensi murid, presensi guru dan pegawai, presensi per mapel Wali kelas, guru, TU
Akademik Jadwal pelajaran, perangkat ajar, jurnal mengajar, nilai, e-Rapor Wakamad kurikulum, guru
Keagamaan Tahfidz, kegiatan spiritual, jadwal salat di layar TV Guru tahfidz, pembina
Kesiswaan Prestasi, kedisiplinan, BK, ekstrakurikuler Wakamad kesiswaan, guru BK
Ujian Bank soal, CBT, tryout Panitia ujian
Keuangan Tagihan, bukti bayar, tabungan, kas, RKAS Bendahara
Kepegawaian Data pegawai, penggajian TU, Bendahara
Komunikasi Notifikasi aplikasi, pengumuman WhatsApp, situs madrasah Kepala madrasah, operator
Penerimaan SPMB online Panitia penerimaan

Tidak semua modul perlu dinyalakan. Di ASIS ada 57 modul (7 inti dan 50 opsional) yang diaktifkan sesuai kebutuhan.

Menentukan prioritas: tiga pertanyaan

Sebelum memilih modul pertama, jawab tiga pertanyaan ini bersama wakamad dan operator:

  1. Masalah apa yang paling menyita waktu sekarang? Misalnya rekap presensi manual setiap akhir bulan atau tagihan yang dicatat di buku.
  2. Siapa yang paling siap? Modul pertama sebaiknya dipegang orang yang antusias, bukan yang paling sibuk.
  3. Apa yang langsung terasa oleh wali murid? Kabar kehadiran dan pengumuman biasanya paling cepat dirasakan manfaatnya.

Urutan yang umumnya berhasil

Tahap 1: fondasi data dan presensi

Impor file ekspor EMIS, rapikan rombel, lalu bagikan peran kepada guru. Mulai presensi murid lewat pindai QR atau pengenalan wajah, dan presensi guru. Presensi dipilih pertama karena dipakai setiap hari, sehingga guru cepat terbiasa.

Tahap 2: komunikasi dan keagamaan

Ajak wali murid masuk dan kirim pengumuman lewat notifikasi aplikasi, yang gratis tanpa batas dan punya jam tenang. Pada tahap ini, guru tahfidz mulai mencatat setoran hafalan agar orang tua bisa ikut memantau.

Tahap 3: akademik

Susun jadwal dengan generator jadwal tanpa bentrok, lalu guru mulai mengisi jurnal mengajar dan nilai. Bagi madrasah yang memakai RDM, putuskan apakah RDM akan dihosting; paket ASIS Pro menyediakan hosting RDM madrasah.

Tahap 4: keuangan dan kepegawaian

Aktifkan tagihan dan bukti bayar. Orang tua transfer langsung ke rekening madrasah lalu mengunggah bukti; Bendahara memverifikasi. Setelah itu tabungan, kas, dan penggajian.

Tahap 5: pengembangan

CBT, SPMB online, situs madrasah, alumni, dan modul lain sesuai kebutuhan.

Contoh peta jalan enam bulan

MTs swasta fiktif di Kabupaten Lamongan dengan 9 rombel menyusun rencana berikut:

Bulan Modul Ukuran keberhasilan
Juli Impor EMIS, peran, presensi murid dan guru 90% rombel mengisi presensi setiap hari
Agustus Pengumuman, akun wali murid 70% wali murid sudah masuk aplikasi
September Tahfidz Setoran tercatat untuk semua kelas VII
Oktober Jadwal, jurnal mengajar, nilai formatif Semua guru mengisi jurnal pekanan
November Tagihan dan bukti bayar Bendahara berhenti mencatat di buku
Desember e-Rapor atau RDM terhosting Rapor semester ganjil terbit tepat waktu

Angka target di atas adalah contoh. Setiap madrasah menyesuaikan dengan kondisi sendiri.

Kesalahan yang sering terjadi

  • Menyalakan semua modul sekaligus. Guru kewalahan dan akhirnya kembali ke kertas.
  • Data EMIS belum dirapikan. Rombel yang salah di EMIS akan terbawa ke semua modul.
  • Mengira SIM menggantikan EMIS. Pelaporan resmi tetap ke EMIS; ASIS hanya mengimpor file ekspornya dan tidak mengirim data balik.
  • Tidak ada penanggung jawab per modul. Modul tanpa pemilik cepat terbengkalai.
  • Lupa melatih guru senior. Pendampingan sejawat sering lebih efektif daripada pelatihan massal.

Daftar cek sebelum memulai

  • File ekspor EMIS semester berjalan sudah tersedia dan dicek.
  • Nomor HP wali murid sudah diperbarui.
  • Penanggung jawab setiap tahap sudah ditunjuk.
  • Ukuran keberhasilan per bulan sudah disepakati.
  • Keputusan soal RDM sudah dibahas.
  • Jadwal pendampingan guru sudah disusun.

Bandingkan juga dengan artikel "SIM Sekolah: Modul dan Urutan Prioritas Penerapan" untuk sekolah umum, dan "Aplikasi Manajemen Madrasah: Kriteria, Checklist, Biaya" bila madrasah sedang membandingkan pilihan aplikasi.

Pertanyaan yang sering diajukan

Apa kepanjangan SIM madrasah?

Sistem informasi manajemen madrasah, yaitu sistem yang mengelola data dan proses kerja madrasah dari kesiswaan, akademik, keagamaan, hingga keuangan.

Apakah SIM harus terhubung langsung dengan EMIS?

Tidak harus. Di ASIS, madrasah mengimpor file ekspor EMIS yang sudah dimiliki. ASIS tidak terhubung langsung dan tidak mengirim data balik ke EMIS.

Modul apa yang sebaiknya dijalankan pertama?

Umumnya data induk dan presensi, karena dipakai setiap hari dan menjadi dasar modul lain.

Berapa lama sampai semua modul berjalan?

Tergantung ukuran madrasah. Banyak madrasah menjalankan modul inti dalam satu semester, lalu menambah modul lain bertahap.

Apakah madrasah diniyah bisa memakai SIM yang sama?

Madrasah diniyah, pesantren, dan TPQ dapat memakai Basmalah, aplikasi gratis dari ekosistem ASIS yang dirancang untuk pendidikan keagamaan nonformal.

ASIS: SIM Madrasah yang Bisa Dimulai dari Satu Modul

Akar masalah penerapan sistem di madrasah adalah ambisi menyalakan semuanya sekaligus, ditambah data yang harus diketik ulang dari EMIS. Guru lelah sebelum merasakan manfaat.

ASIS memakai prinsip "Data dicatat sekali, dipakai berkali-kali." Data awal diambil dari file ekspor EMIS, lalu dipakai presensi, tahfidz, jadwal, nilai, tagihan, dan e-Rapor Kurikulum Merdeka. Madrasah memilih modul sesuai tahapnya, dan madrasah yang memakai RDM bisa memilih ASIS Pro untuk hosting RDM serta dukungan prioritas. Sebagai SIM madrasah, ASIS dihitung per lembaga, bukan per murid.

ASIS gratis untuk semua sekolah dan madrasah, dan Basmalah gratis untuk pesantren, madrasah diniyah, dan TPQ. Silakan mulai di asis.id.

BACA JUGA

Artikel lain untuk sekolah.

MULAI DARI SATU DATA

Cukup catat sekali, pakai di mana saja.

Daftarkan sekolah Anda dan rasakan bagaimana satu sumber kebenaran meringankan pekerjaan sehari-hari.