Pajak Belanja Dana BOS: Cara Menghitung dan Menyetor
Panduan pajak belanja dana BOS untuk Bendahara: kapan memungut PPN, PPh 21, PPh 22, PPh 23, dan PPh 4 ayat 2, contoh hitungan, belanja SIPLah, dan pelaporan.
Perbedaan sekolah inklusi dan SLB: konsep, murid yang dilayani, kurikulum, guru, layanan pendukung, serta pertanyaan untuk memilih yang tepat.
Perbedaan sekolah inklusi dan SLB terletak pada siapa yang belajar bersama dan bagaimana layanan diberikan. Sekolah inklusi adalah sekolah reguler yang menerima murid berkebutuhan khusus untuk belajar bersama teman sebayanya, dengan penyesuaian pembelajaran dan dukungan yang layak. SLB (Sekolah Luar Biasa) adalah sekolah khusus yang seluruh muridnya berkebutuhan khusus, dengan guru berlatar pendidikan khusus, kurikulum yang disesuaikan, dan sarana yang dirancang untuk hambatan tertentu. Tidak ada yang mutlak lebih baik. Pilihan yang tepat bergantung pada kebutuhan anak, kesiapan sekolah, dan layanan pendukung yang tersedia. Artikel ini membandingkan keduanya secara rinci dan memberi daftar pertanyaan untuk membantu keluarga memutuskan.
Hak anak penyandang disabilitas atas pendidikan dijamin oleh peraturan perundang-undangan. Salah satu aturan teknis yang penting adalah Permendikbudristek Nomor 48 Tahun 2023 tentang Akomodasi yang Layak bagi Peserta Didik Penyandang Disabilitas pada satuan pendidikan anak usia dini formal, pendidikan dasar, pendidikan menengah, dan pendidikan tinggi. Intinya, satuan pendidikan wajib menyediakan penyesuaian yang wajar agar murid penyandang disabilitas dapat belajar dan dinilai secara adil.
Akomodasi yang layak berlaku baik di sekolah reguler maupun di SLB. Bedanya, bentuk dan intensitasnya berbeda.
| Aspek | Sekolah inklusi | SLB |
|---|---|---|
| Komposisi murid | Murid reguler dan murid berkebutuhan khusus belajar bersama | Seluruh murid berkebutuhan khusus |
| Pengelompokan | Kelas reguler, kadang dengan ruang sumber atau layanan tarik keluar | Kelas kecil, biasanya dikelompokkan menurut jenis hambatan |
| Kurikulum | Kurikulum reguler dengan modifikasi sesuai kebutuhan | Kurikulum yang disesuaikan untuk pendidikan khusus |
| Rencana individual | Program Pembelajaran Individual (PPI) untuk murid yang membutuhkan | PPI umum dipakai untuk banyak murid |
| Guru | Guru kelas atau mapel, idealnya didukung guru pendamping khusus | Guru berlatar pendidikan khusus |
| Sarana | Aksesibilitas dasar, alat bantu sesuai kebutuhan | Sarana khusus sesuai jenis hambatan, misalnya ruang bina diri |
| Keterampilan | Mengikuti program reguler | Sering ada program keterampilan vokasional dan bina diri |
| Lingkungan sosial | Interaksi luas dengan teman sebaya beragam | Lingkungan yang lebih terstruktur dan homogen |
| Jarak | Umumnya lebih dekat dengan rumah | Jumlah terbatas, bisa jauh dari rumah |
Ciri sekolah penyelenggara pendidikan inklusif yang sungguh-sungguh dibahas di artikel sekolah penyelenggara pendidikan inklusif.
Tidak ada aturan baku, dan setiap anak unik. Namun beberapa pertimbangan umum dapat membantu:
| Kondisi anak | Cenderung cocok | Catatan |
|---|---|---|
| Hambatan ringan, dapat mengikuti sebagian besar kurikulum dengan penyesuaian | Sekolah inklusi | Pastikan ada PPI dan guru yang memahami |
| Butuh pendampingan intensif hampir sepanjang hari | SLB atau sekolah inklusi dengan pendamping khusus | Tergantung ketersediaan layanan |
| Butuh sarana sangat khusus (misalnya pembelajaran braille intensif, komunikasi isyarat penuh) | SLB, atau sekolah inklusi yang siap | Periksa kesiapan guru dan alat |
| Fokus utama pada bina diri dan kemandirian | SLB | Program bina diri lebih terstruktur |
| Butuh lingkungan sosial luas dan siap secara akademik | Sekolah inklusi | Perhatikan budaya antiperundungan |
Asesmen dari psikolog, dokter, atau unit layanan yang berwenang sangat membantu sebelum memutuskan. Keputusan juga bisa ditinjau ulang seiring perkembangan anak; ada anak yang mulai di SLB lalu pindah ke sekolah inklusi, atau sebaliknya.
Daftar pertanyaan survei sekolah yang lebih umum ada di artikel pertanyaan saat survei sekolah.
"Sekolah inklusi berarti anak cukup duduk di kelas reguler." Tanpa akomodasi dan PPI, itu bukan inklusi, melainkan penempatan saja.
"SLB menandakan anak tidak bisa maju." Banyak lulusan SLB yang mandiri dan bekerja. SLB adalah pilihan layanan, bukan label kemampuan.
"Murid reguler dirugikan oleh adanya murid berkebutuhan khusus." Dengan pengelolaan kelas yang baik, semua murid justru belajar keterampilan sosial yang berharga.
"Sekolah boleh menolak karena tidak punya guru khusus." Prinsip akomodasi yang layak mendorong sekolah untuk berupaya menyediakan penyesuaian. Bila sekolah benar-benar belum mampu, sebaiknya berkoordinasi dengan dinas pendidikan untuk mencari solusi.
Sekolah inklusi adalah sekolah reguler yang menerima murid berkebutuhan khusus untuk belajar bersama teman sebaya dengan penyesuaian. SLB adalah sekolah khusus yang seluruh muridnya berkebutuhan khusus, dengan guru dan sarana khusus.
Keduanya satuan pendidikan resmi. Ketentuan ijazah dan kelulusan mengikuti aturan yang berlaku untuk masing-masing jenis satuan pendidikan dan program yang diikuti murid.
Boleh, bila kebutuhan dan perkembangan anak memungkinkan dan sekolah tujuan siap. Diskusikan dengan guru SLB, sekolah tujuan, dan tenaga ahli yang mendampingi anak.
Program Pembelajaran Individual adalah rencana belajar yang disusun khusus untuk satu murid berdasarkan asesmen, berisi tujuan, layanan, dan cara penilaian yang disesuaikan.
Idealnya ada. Bila belum tersedia, sekolah dapat berkoordinasi dengan dinas pendidikan dan mitra lain untuk memenuhi kebutuhan pendampingan.
Baik di sekolah inklusi dan SLB, tantangan terbesarnya sama: memahami setiap anak secara utuh. Hasil asesmen, PPI, catatan guru pendamping, dan komunikasi dengan orang tua sering tersebar di map dan buku yang berbeda, sehingga sulit melihat kemajuan dari waktu ke waktu.
ASIS menyediakan modul inklusi dan profil murid yang utuh, tempat catatan perkembangan, layanan, dan hasil belajar tersimpan bersama dengan akses sesuai peran. Guru kelas, guru pendamping, dan guru BK melihat informasi yang mereka butuhkan, dan orang tua menerima kabar lewat notifikasi aplikasi. SLB juga dapat memakai seluruh aplikasi ASIS, sebagaimana dibahas di artikel aplikasi SLB.
ASIS gratis untuk semua sekolah, termasuk sekolah inklusi dan SLB, dan Basmalah gratis untuk pesantren, madrasah diniyah, dan TPQ. Silakan mulai di asis.id.
Sumber: Permendikbudristek Nomor 48 Tahun 2023 di JDIH BPK; Komunitas Belajar
Panduan pajak belanja dana BOS untuk Bendahara: kapan memungut PPN, PPh 21, PPh 22, PPh 23, dan PPh 4 ayat 2, contoh hitungan, belanja SIPLah, dan pelaporan.
Aplikasi MA gratis bisa aman, bisa juga berisiko. Kenali model gratis yang sehat, tanda aplikasi abal-abal, dan cara mengujinya sebelum dipakai madrasah.
Cara membuat kartu inventaris ruangan KIR sekolah: kolom yang umum dipakai, contoh pengisian, kode kondisi barang, jadwal pemutakhiran, dan kesalahan umum.
Daftarkan sekolah Anda dan rasakan bagaimana satu sumber kebenaran meringankan pekerjaan sehari-hari.