WAWASAN ASIS

Rubrik Penilaian Menulis Teks: Contoh Bahasa Indonesia

Contoh rubrik penilaian menulis teks Bahasa Indonesia: rubrik analitik lima kriteria, versi per jenis teks, cara menghitung nilai, dan contoh umpan balik.

Tim Wawasan ASIS 16 Okt 2026 Kurikulum & Pembelajaran

Rubrik penilaian menulis teks adalah panduan penskoran yang menjabarkan kriteria tulisan yang baik beserta deskripsi setiap tingkat capaian. Dengan rubrik, guru Bahasa Indonesia menilai karangan secara konsisten, murid tahu apa yang diharapkan sebelum menulis, dan umpan balik menjadi spesifik, bukan sekadar angka 75 di pojok kertas.

Artikel ini memberi rubrik analitik lima kriteria yang bisa dipakai untuk berbagai jenis teks, penyesuaian untuk teks narasi, eksposisi, prosedur, dan argumentasi, cara menghitung nilai, contoh umpan balik, serta tips agar penilaian tidak menghabiskan akhir pekan guru. Untuk rubrik presentasi, proyek, dan portofolio, lihat "Contoh Rubrik Penilaian Presentasi, Proyek, dan Portofolio".

Rubrik analitik atau holistik?

Jenis Cara kerja Kelebihan Kekurangan
Holistik Satu skor untuk keseluruhan tulisan Cepat Umpan balik kurang rinci
Analitik Skor per kriteria Umpan balik rinci, murid tahu bagian yang perlu diperbaiki Lebih lama

Untuk pembelajaran, rubrik analitik lebih bermanfaat karena murid bisa melihat kekuatan dan kelemahannya per aspek. Rubrik holistik bisa dipakai untuk penilaian cepat, misalnya tulisan harian.

Contoh rubrik analitik lima kriteria

Skala 1–4. Rubrik ini cocok untuk SMP dan bisa disederhanakan untuk SD atau diperketat untuk SMA.

Kriteria 4 (Mahir) 3 (Cakap) 2 (Berkembang) 1 (Mulai berkembang)
Isi dan gagasan Gagasan jelas, relevan, dikembangkan dengan contoh atau data yang tepat Gagasan jelas dan relevan, pengembangan cukup Gagasan ada tetapi kurang berkembang atau sebagian tidak relevan Gagasan tidak jelas atau tidak sesuai tema
Struktur teks Semua bagian sesuai jenis teks lengkap dan runtut Bagian lengkap, sedikit kurang runtut Ada bagian yang hilang atau urutan membingungkan Struktur tidak tampak
Kebahasaan Kalimat efektif, variatif, kosakata tepat sesuai jenis teks Kalimat umumnya efektif, kosakata cukup tepat Banyak kalimat tidak efektif atau kosakata berulang Kalimat sulit dipahami
Ejaan dan tanda baca Hampir tanpa kesalahan sesuai EYD Beberapa kesalahan kecil Kesalahan cukup sering dan mengganggu Kesalahan sangat sering
Kerapian dan penyajian Judul tepat, paragraf jelas, rapi Judul ada, paragraf cukup jelas Paragraf kurang jelas Tidak ada pembagian paragraf

Rujukan ejaan saat ini adalah EYD Edisi V yang diluncurkan Badan Bahasa pada 2022.

Penyesuaian per jenis teks

Kriteria isi dan struktur perlu disesuaikan dengan jenis teks. Contoh deskriptor untuk tingkat 4:

Jenis teks Struktur yang dicari Kebahasaan khas
Narasi Orientasi, komplikasi, resolusi, koda (opsional) Kata kerja tindakan, keterangan waktu, dialog yang hidup
Deskripsi Identifikasi, deskripsi bagian, simpulan Kata sifat dan rincian pancaindra
Prosedur Tujuan, bahan/alat, langkah Kalimat perintah, kata urutan, ukuran yang jelas
Eksposisi Tesis, argumen, penegasan ulang Kata teknis, konjungsi kausal
Argumentasi/persuasi Pernyataan pendapat, argumen dengan bukti, ajakan atau simpulan Kata ajakan, data pendukung
Laporan hasil observasi Pernyataan umum, deskripsi bagian, simpulan Istilah ilmiah, kalimat definisi

Guru cukup mengganti baris struktur dan kebahasaan sesuai jenis teks, sementara kriteria lain tetap.

Cara menghitung nilai

Jika semua kriteria berbobot sama, nilai = (jumlah skor / skor maksimal) x 100.

Contoh: Rina mendapat 4, 3, 3, 2, 3. Jumlah 15 dari 20. Nilai = 15/20 x 100 = 75.

Jika ingin memberi bobot, misalnya isi dan struktur lebih penting:

Kriteria Bobot Skor Rina Skor x bobot
Isi dan gagasan 30% 4 1,2
Struktur 25% 3 0,75
Kebahasaan 20% 3 0,6
Ejaan dan tanda baca 15% 2 0,3
Kerapian 10% 3 0,3
Total 100% 3,15

Nilai = 3,15 / 4 x 100 = 78,75, dibulatkan sesuai kebijakan sekolah.

Contoh umpan balik dari rubrik

Untuk tulisan eksposisi Rina tentang sampah plastik di sungai:

"Gagasanmu kuat, terutama data tentang sungai di dekat sekolah. Strukturnya sudah lengkap, tetapi argumen kedua dan ketiga bisa ditukar agar lebih runtut. Perhatikan penulisan kata depan 'di' yang dipisah, misalnya 'di sungai', bukan 'disungai'. Coba perbaiki paragraf ketiga lalu kumpulkan lagi minggu depan."

Pola yang efektif: satu kekuatan, satu atau dua hal yang perlu diperbaiki, dan satu langkah konkret.

Tips agar penilaian tidak menumpuk

  1. Bagikan rubrik sebelum menulis. Murid menulis lebih terarah, dan revisi berkurang.
  2. Pakai rubrik untuk penilaian diri dan teman. Murid menilai draf temannya dengan rubrik yang sama sebelum dikumpulkan.
  3. Fokus satu kriteria untuk tulisan latihan. Misalnya, minggu ini hanya menilai struktur.
  4. Siapkan bank kalimat umpan balik per kriteria dan tingkat, lalu sesuaikan sedikit untuk setiap murid.
  5. Nilai per kriteria untuk seluruh kelas, bukan per murid untuk semua kriteria. Cara ini membuat penilaian lebih konsisten.

Daftar cek rubrik penilaian menulis teks yang baik

  • Kriteria sesuai tujuan pembelajaran dan jenis teks.
  • Deskriptor tiap tingkat bisa dibedakan dengan jelas.
  • Bahasa rubrik dipahami murid.
  • Skala tidak terlalu banyak; 4 tingkat biasanya cukup.
  • Sudah diujicobakan pada beberapa tulisan sebelum dipakai untuk semua.

Kesalahan yang sering terjadi

  1. Deskriptor kabur, misalnya "baik", "cukup", "kurang" tanpa penjelasan.
  2. Ejaan terlalu dominan, tulisan dengan gagasan bagus mendapat nilai rendah karena salah ketik.
  3. Rubrik baru diperlihatkan setelah nilai keluar.
  4. Satu rubrik untuk semua jenis teks tanpa menyesuaikan struktur.
  5. Nilai tanpa umpan balik, murid tidak tahu cara memperbaiki.

Pertanyaan yang sering diajukan

Berapa kriteria ideal dalam rubrik penilaian menulis teks?

Empat sampai enam kriteria. Lebih dari itu membuat penilaian lambat dan murid sulit fokus.

Apakah rubrik ini bisa dipakai untuk SD?

Bisa dengan penyederhanaan: kurangi menjadi tiga kriteria (isi, susunan, ejaan) dan gunakan bahasa deskriptor yang lebih sederhana atau simbol.

Bagaimana menilai tulisan tangan yang sulit dibaca?

Kerapian bisa menjadi satu kriteria tersendiri, tetapi jangan biarkan tulisan tangan memengaruhi skor isi. Minta murid membacakan bagian yang tidak terbaca.

Apakah rubrik perlu dibuat sendiri?

Boleh mengadaptasi contoh yang ada, lalu menyesuaikan dengan tujuan pembelajaran dan kemampuan murid di kelas.

Bagaimana jika dua guru memberi skor berbeda?

Lakukan kalibrasi: dua guru menilai beberapa tulisan yang sama, membandingkan skor, lalu menyepakati penafsiran deskriptor.

ASIS: Rubrik, Tugas, dan Umpan Balik dalam Satu Tempat

Menilai tulisan murid memakan waktu, dan sering hasilnya hanya berupa angka di daftar nilai. Rubrik tersimpan di laptop guru, umpan balik ditulis di kertas yang hilang, dan perkembangan menulis murid dari semester ke semester sulit dilihat.

ASIS membantu guru memberi tugas online, menyimpan hasil karya di portofolio murid, dan mencatat nilai di e-Rapor Kurikulum Merdeka tanpa menyalin ulang. Perangkat ajar Kurikulum Merdeka menyimpan modul dan lampiran rubrik yang bisa disalin setiap tahun, dan bank soal komunitas memungkinkan guru berbagi butir antarguru. Pustaka menyediakan buku Bahasa Indonesia pemerintah sebagai contoh bacaan berbagai jenis teks.

ASIS gratis untuk semua sekolah, tanpa iklan, dan data tidak dijual. Pesantren, madrasah diniyah, dan TPQ bisa memakai Basmalah, aplikasi gratis dari ekosistem ASIS. Mulai di asis.id dan buka pustaka.asis.id.

BACA JUGA

Artikel lain untuk sekolah.

MULAI DARI SATU DATA

Cukup catat sekali, pakai di mana saja.

Daftarkan sekolah Anda dan rasakan bagaimana satu sumber kebenaran meringankan pekerjaan sehari-hari.