WAWASAN ASIS

Rombel dan Jadwal Pelajaran SLB: Contoh Pengaturannya

Contoh pengaturan rombel dan jadwal pelajaran SLB: dasar pengelompokan murid, contoh jadwal mingguan SDLB, program kekhususan, dan pembagian guru.

Tim Wawasan ASIS 16 Okt 2026 Pendidikan Inklusi

Pengaturan rombel dan jadwal pelajaran SLB berbeda cukup jauh dari sekolah reguler. Rombel di sekolah luar biasa umumnya kecil, dikelompokkan berdasarkan jenis hambatan dan jenjang, dan jadwalnya harus memberi ruang bagi program kekhususan seperti orientasi dan mobilitas, bina komunikasi, atau bina diri. Satu SLB bisa melayani beberapa jenis kekhususan dan beberapa jenjang sekaligus, dari SDLB sampai SMALB, dengan jumlah guru yang terbatas. Akibatnya, operator dan wakasek kurikulum perlu menyusun rombel dan jadwal dengan sangat cermat.

Artikel ini memberi contoh dasar pengelompokan rombel, contoh struktur rombel di sebuah SLB, contoh jadwal mingguan untuk satu rombel SDLB, cara mengatur program kekhususan, dan daftar cek sebelum jadwal diberlakukan. Untuk konteks kurikulum, lihat "Kurikulum Merdeka SLB: Fase dan Penyesuaiannya" dan "Program Kekhususan SLB: Bina Diri hingga Komunikasi".

Catatan: jumlah maksimal murid per rombel, alokasi waktu, dan struktur kurikulum SLB diatur dalam ketentuan yang berlaku. Contoh di bawah adalah ilustrasi; sesuaikan dengan aturan terbaru dan kondisi sekolah.

Dasar pengelompokan rombel di SLB

Dasar Penjelasan Contoh
Jenis hambatan Murid dengan hambatan serupa membutuhkan pendekatan serupa Rombel tunarungu terpisah dari rombel tunanetra
Jenjang SDLB, SMPLB, SMALB Kelas 1 SDLB, kelas 7 SMPLB
Usia Murid seusia lebih mudah berinteraksi Tidak menggabungkan anak 7 tahun dengan remaja 15 tahun
Kemampuan fungsional Dalam satu jenis hambatan, kemampuan bisa sangat beragam Murid tunagrahita dengan kebutuhan dukungan berbeda
Ketersediaan guru dan ruang Faktor praktis Dua kelas digabung karena kekurangan guru, dengan pendampingan tambahan

Prinsip utamanya: pengelompokan dibuat untuk kepentingan belajar murid, bukan sekadar mengisi ruang yang tersedia.

Contoh struktur rombel

Ilustrasi sebuah SLB di kabupaten yang melayani tiga jenis kekhususan. Nama rombel dan jumlah murid fiktif.

Rombel Jenjang Kekhususan Jumlah murid Guru kelas
SDLB 1–2 B SD kelas rendah Tunarungu 5 Bu Ratna
SDLB 3–4 B SD kelas tengah Tunarungu 4 Pak Yusuf
SDLB 1 C SD kelas 1 Tunagrahita 5 Bu Lestari
SDLB 2–3 C SD kelas 2–3 Tunagrahita 5 Bu Nining
SDLB 1–3 Q SD kelas rendah Autis 3 Bu Desi
SMPLB 7 B SMP kelas 7 Tunarungu 4 Pak Rahmat
SMPLB 7–8 C SMP kelas 7–8 Tunagrahita 6 Bu Wulan
SMALB 10–12 C SMA Tunagrahita 6 Pak Hendra

Penggabungan tingkat, misalnya kelas 1–2, lazim di SLB dengan jumlah murid sedikit. Konsekuensinya, guru menyusun pembelajaran berdiferensiasi di dalam satu rombel.

Prinsip menyusun jadwal

  1. Blok waktu pendek. Rentang perhatian murid bervariasi; sesi pendek dengan jeda gerak sering lebih efektif.
  2. Rutinitas tetap. Banyak murid, terutama dengan autisme, sangat terbantu oleh jadwal yang sama setiap hari.
  3. Program kekhususan terjadwal, bukan sisa waktu.
  4. Pelajaran yang menuntut konsentrasi di pagi hari.
  5. Keterampilan vokasional di jenjang SMPLB dan SMALB mendapat porsi yang cukup.
  6. Jadwal bergambar dipasang di kelas untuk murid yang belum membaca.

Contoh jadwal mingguan SDLB 1–2 B (tunarungu)

Ilustrasi dengan sesi 30 menit. Sesuaikan dengan struktur kurikulum dan alokasi waktu yang berlaku.

Waktu Senin Selasa Rabu Kamis Jumat
07.30–08.00 Kegiatan pagi Kegiatan pagi Kegiatan pagi Kegiatan pagi Senam
08.00–08.30 Bahasa Indonesia Matematika Bahasa Indonesia Matematika Pendidikan Agama
08.30–09.00 Bahasa Indonesia Matematika Bina komunikasi Bahasa Indonesia Pendidikan Agama
09.00–09.30 Istirahat Istirahat Istirahat Istirahat Istirahat
09.30–10.00 Bina komunikasi Pendidikan Pancasila Seni Bina komunikasi Seni
10.00–10.30 Pendidikan Agama PJOK Seni Pendidikan Pancasila Pulang
10.30–11.00 Pulang PJOK Pulang Pulang

Bina komunikasi bisa dilakukan secara individual atau kelompok kecil. Jika guru bina komunikasi melayani beberapa rombel, jadwalnya harus dikunci lebih dulu sebelum mapel lain diisi.

Mengatur program kekhususan

Program kekhususan sering dilayani guru yang sama untuk banyak rombel. Urutan penyusunan yang disarankan:

  1. Kunci jadwal guru program kekhususan lebih dulu, karena merekalah yang paling sulit digeser.
  2. Isi jadwal guru mapel bersama, misalnya PJOK atau Pendidikan Agama yang mengajar lintas rombel.
  3. Isi jadwal guru kelas untuk mapel lainnya.
  4. Periksa bentrok, terutama guru dan ruang terapi yang dipakai bersama.
Program Kekhususan Pola layanan
Orientasi dan mobilitas Tunanetra Individual atau kelompok kecil, sebagian di luar kelas
Bina komunikasi, persepsi bunyi dan irama Tunarungu Individual dan kelompok
Bina diri Tunagrahita Terintegrasi dalam rutinitas harian dan sesi khusus
Bina gerak Tunadaksa Individual, sering dengan mitra terapis
Bina pribadi dan sosial Tunalaras Kelompok kecil
Bina interaksi dan komunikasi Autis Individual dengan jadwal sangat terstruktur

Daftar cek sebelum jadwal diberlakukan

  • Setiap murid sudah tercatat di rombel yang sesuai.
  • Jumlah murid per rombel sesuai ketentuan yang berlaku.
  • Program kekhususan terjadwal untuk setiap rombel yang membutuhkan.
  • Tidak ada guru yang terjadwal di dua tempat pada jam yang sama.
  • Ruang terapi dan ruang keterampilan tidak bentrok.
  • Jadwal bergambar sudah disiapkan untuk rombel yang memerlukan.
  • Orang tua sudah menerima jadwal, termasuk jam pulang yang berbeda per hari.

Kesalahan yang sering terjadi

  1. Menggabungkan murid berbeda jenis hambatan hanya karena kekurangan ruang, tanpa pendampingan tambahan.
  2. Program kekhususan diisi di sisa waktu, sering terlewat saat ada kegiatan sekolah.
  3. Jadwal sering berubah tanpa pemberitahuan, mengganggu murid yang bergantung pada rutinitas.
  4. Jam pulang tidak dikomunikasikan, orang tua menunggu terlalu lama atau terlambat menjemput.
  5. Jadwal disusun manual setiap semester dari awal.

Pertanyaan yang sering diajukan

Berapa jumlah murid ideal dalam satu rombel SLB?

Rombel SLB umumnya kecil. Jumlah maksimal mengikuti ketentuan yang berlaku dan jenis hambatan murid; rujuk aturan terbaru dan arahan dinas.

Bolehkah satu rombel berisi murid beberapa tingkat kelas?

Boleh dan lazim di SLB dengan jumlah murid sedikit, asalkan guru menyiapkan pembelajaran berdiferensiasi sesuai kebutuhan tiap murid.

Siapa yang menyusun rombel dan jadwal pelajaran SLB?

Biasanya wakasek kurikulum bersama operator, dengan masukan guru kelas dan guru program kekhususan, lalu disahkan Kepala Sekolah.

Apakah jadwal SLB harus sama dengan sekolah reguler?

Tidak. Alokasi waktu dan struktur kurikulum SLB mengikuti ketentuan pendidikan khusus yang berlaku.

Bagaimana jika guru program kekhususan hanya satu?

Kunci jadwalnya lebih dulu dan pertimbangkan layanan kelompok kecil. Catat kebutuhan guru tambahan sebagai bahan usulan ke yayasan atau dinas.

ASIS: Rombel dan Jadwal SLB yang Tersusun tanpa Bentrok

Menyusun rombel dan jadwal pelajaran SLB secara manual sangat melelahkan: banyak rombel kecil, guru yang mengajar lintas rombel, ruang terapi yang dipakai bersama, dan jam pulang yang berbeda. Satu perubahan kecil bisa memicu bentrok di tempat lain.

ASIS menyediakan pengaturan rombel, jurusan, dan mata pelajaran, penugasan mengajar, ketersediaan guru, serta generator jadwal pelajaran yang memeriksa bentrok guru dan ruang. Untuk layanan pendidikan khusus, modul inklusi dan PPI membantu mencatat asesmen kebutuhan, target belajar, akomodasi, dan perkembangan setiap murid. Jadwal yang sudah jadi bisa dilihat guru dan orang tua di aplikasi, dan perubahan dikabarkan lewat notifikasi.

ASIS gratis untuk semua sekolah, termasuk SLB, tanpa iklan, dan data tidak dijual. Pesantren, madrasah diniyah, dan TPQ bisa memakai Basmalah, aplikasi gratis dari ekosistem ASIS. Mulai di asis.id.

BACA JUGA

Artikel lain untuk sekolah.

MULAI DARI SATU DATA

Cukup catat sekali, pakai di mana saja.

Daftarkan sekolah Anda dan rasakan bagaimana satu sumber kebenaran meringankan pekerjaan sehari-hari.