Pajak Belanja Dana BOS: Cara Menghitung dan Menyetor
Panduan pajak belanja dana BOS untuk Bendahara: kapan memungut PPN, PPh 21, PPh 22, PPh 23, dan PPh 4 ayat 2, contoh hitungan, belanja SIPLah, dan pelaporan.
Contoh pengaturan rombel dan jadwal pelajaran SLB: dasar pengelompokan murid, contoh jadwal mingguan SDLB, program kekhususan, dan pembagian guru.
Pengaturan rombel dan jadwal pelajaran SLB berbeda cukup jauh dari sekolah reguler. Rombel di sekolah luar biasa umumnya kecil, dikelompokkan berdasarkan jenis hambatan dan jenjang, dan jadwalnya harus memberi ruang bagi program kekhususan seperti orientasi dan mobilitas, bina komunikasi, atau bina diri. Satu SLB bisa melayani beberapa jenis kekhususan dan beberapa jenjang sekaligus, dari SDLB sampai SMALB, dengan jumlah guru yang terbatas. Akibatnya, operator dan wakasek kurikulum perlu menyusun rombel dan jadwal dengan sangat cermat.
Artikel ini memberi contoh dasar pengelompokan rombel, contoh struktur rombel di sebuah SLB, contoh jadwal mingguan untuk satu rombel SDLB, cara mengatur program kekhususan, dan daftar cek sebelum jadwal diberlakukan. Untuk konteks kurikulum, lihat "Kurikulum Merdeka SLB: Fase dan Penyesuaiannya" dan "Program Kekhususan SLB: Bina Diri hingga Komunikasi".
Catatan: jumlah maksimal murid per rombel, alokasi waktu, dan struktur kurikulum SLB diatur dalam ketentuan yang berlaku. Contoh di bawah adalah ilustrasi; sesuaikan dengan aturan terbaru dan kondisi sekolah.
| Dasar | Penjelasan | Contoh |
|---|---|---|
| Jenis hambatan | Murid dengan hambatan serupa membutuhkan pendekatan serupa | Rombel tunarungu terpisah dari rombel tunanetra |
| Jenjang | SDLB, SMPLB, SMALB | Kelas 1 SDLB, kelas 7 SMPLB |
| Usia | Murid seusia lebih mudah berinteraksi | Tidak menggabungkan anak 7 tahun dengan remaja 15 tahun |
| Kemampuan fungsional | Dalam satu jenis hambatan, kemampuan bisa sangat beragam | Murid tunagrahita dengan kebutuhan dukungan berbeda |
| Ketersediaan guru dan ruang | Faktor praktis | Dua kelas digabung karena kekurangan guru, dengan pendampingan tambahan |
Prinsip utamanya: pengelompokan dibuat untuk kepentingan belajar murid, bukan sekadar mengisi ruang yang tersedia.
Ilustrasi sebuah SLB di kabupaten yang melayani tiga jenis kekhususan. Nama rombel dan jumlah murid fiktif.
| Rombel | Jenjang | Kekhususan | Jumlah murid | Guru kelas |
|---|---|---|---|---|
| SDLB 1–2 B | SD kelas rendah | Tunarungu | 5 | Bu Ratna |
| SDLB 3–4 B | SD kelas tengah | Tunarungu | 4 | Pak Yusuf |
| SDLB 1 C | SD kelas 1 | Tunagrahita | 5 | Bu Lestari |
| SDLB 2–3 C | SD kelas 2–3 | Tunagrahita | 5 | Bu Nining |
| SDLB 1–3 Q | SD kelas rendah | Autis | 3 | Bu Desi |
| SMPLB 7 B | SMP kelas 7 | Tunarungu | 4 | Pak Rahmat |
| SMPLB 7–8 C | SMP kelas 7–8 | Tunagrahita | 6 | Bu Wulan |
| SMALB 10–12 C | SMA | Tunagrahita | 6 | Pak Hendra |
Penggabungan tingkat, misalnya kelas 1–2, lazim di SLB dengan jumlah murid sedikit. Konsekuensinya, guru menyusun pembelajaran berdiferensiasi di dalam satu rombel.
Ilustrasi dengan sesi 30 menit. Sesuaikan dengan struktur kurikulum dan alokasi waktu yang berlaku.
| Waktu | Senin | Selasa | Rabu | Kamis | Jumat |
|---|---|---|---|---|---|
| 07.30–08.00 | Kegiatan pagi | Kegiatan pagi | Kegiatan pagi | Kegiatan pagi | Senam |
| 08.00–08.30 | Bahasa Indonesia | Matematika | Bahasa Indonesia | Matematika | Pendidikan Agama |
| 08.30–09.00 | Bahasa Indonesia | Matematika | Bina komunikasi | Bahasa Indonesia | Pendidikan Agama |
| 09.00–09.30 | Istirahat | Istirahat | Istirahat | Istirahat | Istirahat |
| 09.30–10.00 | Bina komunikasi | Pendidikan Pancasila | Seni | Bina komunikasi | Seni |
| 10.00–10.30 | Pendidikan Agama | PJOK | Seni | Pendidikan Pancasila | Pulang |
| 10.30–11.00 | Pulang | PJOK | Pulang | Pulang |
Bina komunikasi bisa dilakukan secara individual atau kelompok kecil. Jika guru bina komunikasi melayani beberapa rombel, jadwalnya harus dikunci lebih dulu sebelum mapel lain diisi.
Program kekhususan sering dilayani guru yang sama untuk banyak rombel. Urutan penyusunan yang disarankan:
| Program | Kekhususan | Pola layanan |
|---|---|---|
| Orientasi dan mobilitas | Tunanetra | Individual atau kelompok kecil, sebagian di luar kelas |
| Bina komunikasi, persepsi bunyi dan irama | Tunarungu | Individual dan kelompok |
| Bina diri | Tunagrahita | Terintegrasi dalam rutinitas harian dan sesi khusus |
| Bina gerak | Tunadaksa | Individual, sering dengan mitra terapis |
| Bina pribadi dan sosial | Tunalaras | Kelompok kecil |
| Bina interaksi dan komunikasi | Autis | Individual dengan jadwal sangat terstruktur |
Rombel SLB umumnya kecil. Jumlah maksimal mengikuti ketentuan yang berlaku dan jenis hambatan murid; rujuk aturan terbaru dan arahan dinas.
Boleh dan lazim di SLB dengan jumlah murid sedikit, asalkan guru menyiapkan pembelajaran berdiferensiasi sesuai kebutuhan tiap murid.
Biasanya wakasek kurikulum bersama operator, dengan masukan guru kelas dan guru program kekhususan, lalu disahkan Kepala Sekolah.
Tidak. Alokasi waktu dan struktur kurikulum SLB mengikuti ketentuan pendidikan khusus yang berlaku.
Kunci jadwalnya lebih dulu dan pertimbangkan layanan kelompok kecil. Catat kebutuhan guru tambahan sebagai bahan usulan ke yayasan atau dinas.
Menyusun rombel dan jadwal pelajaran SLB secara manual sangat melelahkan: banyak rombel kecil, guru yang mengajar lintas rombel, ruang terapi yang dipakai bersama, dan jam pulang yang berbeda. Satu perubahan kecil bisa memicu bentrok di tempat lain.
ASIS menyediakan pengaturan rombel, jurusan, dan mata pelajaran, penugasan mengajar, ketersediaan guru, serta generator jadwal pelajaran yang memeriksa bentrok guru dan ruang. Untuk layanan pendidikan khusus, modul inklusi dan PPI membantu mencatat asesmen kebutuhan, target belajar, akomodasi, dan perkembangan setiap murid. Jadwal yang sudah jadi bisa dilihat guru dan orang tua di aplikasi, dan perubahan dikabarkan lewat notifikasi.
ASIS gratis untuk semua sekolah, termasuk SLB, tanpa iklan, dan data tidak dijual. Pesantren, madrasah diniyah, dan TPQ bisa memakai Basmalah, aplikasi gratis dari ekosistem ASIS. Mulai di asis.id.
Panduan pajak belanja dana BOS untuk Bendahara: kapan memungut PPN, PPh 21, PPh 22, PPh 23, dan PPh 4 ayat 2, contoh hitungan, belanja SIPLah, dan pelaporan.
Aplikasi MA gratis bisa aman, bisa juga berisiko. Kenali model gratis yang sehat, tanda aplikasi abal-abal, dan cara mengujinya sebelum dipakai madrasah.
Cara membuat kartu inventaris ruangan KIR sekolah: kolom yang umum dipakai, contoh pengisian, kode kondisi barang, jadwal pemutakhiran, dan kesalahan umum.
Daftarkan sekolah Anda dan rasakan bagaimana satu sumber kebenaran meringankan pekerjaan sehari-hari.