Pajak Belanja Dana BOS: Cara Menghitung dan Menyetor
Panduan pajak belanja dana BOS untuk Bendahara: kapan memungut PPN, PPh 21, PPh 22, PPh 23, dan PPh 4 ayat 2, contoh hitungan, belanja SIPLah, dan pelaporan.
Contoh refleksi guru setelah mengajar untuk SD, SMP, dan SMA, lengkap dengan pertanyaan pemandu, format 5 menit, dan cara mengubah refleksi jadi tindakan.
Refleksi guru setelah mengajar adalah kebiasaan meninjau kembali pembelajaran yang baru saja berlangsung: apa yang berhasil, apa yang belum, apa buktinya, dan apa yang akan diubah di pertemuan berikutnya. Refleksi yang baik tidak harus panjang. Lima menit dengan pertanyaan yang tepat sudah cukup, asalkan berakhir dengan satu keputusan konkret. Artikel ini memuat pertanyaan pemandu, contoh refleksi terisi untuk tiga jenjang, dan cara agar catatan refleksi tidak berhenti sebagai formalitas administrasi.
Banyak guru menulis refleksi karena diminta di modul ajar atau saat supervisi. Hasilnya kalimat umum seperti "pembelajaran berjalan lancar, murid antusias". Kalimat itu tidak salah, tetapi tidak membantu guru mengajar lebih baik besok.
Refleksi baru berguna jika memenuhi tiga syarat:
Tidak perlu menjawab semua pertanyaan setiap hari. Pilih dua atau tiga yang paling relevan dengan pelajaran hari itu.
Format ini bisa ditulis di buku catatan, jurnal mengajar, atau aplikasi di ponsel.
| Bagian | Isi singkat |
|---|---|
| Kelas dan topik | Kelas, mata pelajaran, materi |
| Yang berhasil | Satu kegiatan atau momen yang efektif |
| Yang belum | Satu bagian yang tidak berjalan sesuai rencana |
| Bukti | Hasil kerja, skor kuis, jumlah murid, kutipan jawaban |
| Tindak lanjut | Satu perubahan untuk pertemuan berikutnya |
Yang berhasil: Kegiatan melipat kertas menjadi dua dan empat bagian membuat hampir semua murid bisa menunjukkan setengah dan seperempat.
Yang belum: Saat pindah ke gambar lingkaran di papan tulis, sebagian murid bingung karena bagiannya tidak sama besar.
Bukti: Dari 28 murid, 9 murid salah menjawab soal nomor 3 tentang lingkaran yang dibagi tidak sama besar.
Tindak lanjut: Besok saya mulai dengan membandingkan potongan kue yang sama dan tidak sama besar sebelum masuk ke gambar.
Yang berhasil: Model paru-paru dari botol plastik dan balon memicu banyak pertanyaan.
Yang belum: Diskusi kelompok didominasi dua atau tiga murid di tiap kelompok.
Bukti: Saat presentasi, hanya satu orang per kelompok yang bisa menjelaskan cara kerja diafragma.
Tindak lanjut: Pertemuan berikutnya saya bagi peran dalam kelompok (penjelas, pencatat, penanya, pengatur waktu) dan memanggil penjelas secara acak.
Yang berhasil: Contoh teks tentang banjir di daerah sekitar sekolah membuat murid lebih mudah menemukan hubungan sebab-akibat.
Yang belum: Waktu menulis draf habis karena terlalu lama di tahap analisis contoh.
Bukti: Hanya 12 dari 34 murid yang menyelesaikan paragraf pembuka.
Tindak lanjut: Analisis contoh saya batasi 15 menit dengan lembar panduan, dan menulis draf dilanjutkan sebagai tugas di awal pertemuan berikutnya.
Tulis refleksi tepat setelah mengisi jurnal mengajar atau sebelum meninggalkan kelas. Kebiasaan baru lebih mudah bertahan jika menempel pada kebiasaan lama.
Tiket keluar (exit ticket) satu pertanyaan, foto hasil kerja, atau catatan cepat tentang murid tertentu membuat refleksi berbasis bukti, bukan perasaan.
Baca ulang refleksi lima hari terakhir. Cari pola, misalnya instruksi yang selalu perlu diulang atau kelas tertentu yang selalu kehabisan waktu. Pola inilah bahan berharga untuk diskusi di komunitas belajar.
Refleksi yang konsisten adalah bukti nyata praktik pembelajaran yang terus diperbaiki. Saat observasi kelas atau diskusi dengan Kepala Sekolah, guru bisa menunjukkan perubahan yang sudah dicoba dan hasilnya.
Refleksi guru akan lebih tajam jika ditambah suara murid. Di akhir pelajaran, ajukan dua pertanyaan singkat: "Bagian mana yang paling membantu kamu hari ini?" dan "Bagian mana yang masih membingungkan?" Murid SD bisa menjawab dengan menempel stiker hijau atau merah di papan, murid SMP dan SMA menulis satu kalimat di kertas kecil.
Jawaban murid sering mengejutkan. Kegiatan yang menurut guru paling menarik ternyata dianggap membingungkan, sementara penjelasan singkat di akhir justru paling diingat. Data kecil ini membuat refleksi tidak hanya berdasar sudut pandang guru.
Cukup 5–10 menit per kelas atau per hari. Yang penting rutin dan berakhir dengan satu tindakan, bukan panjang tulisannya.
Banyak format modul ajar memuat bagian refleksi guru dan murid. Ketentuan administrasi bisa berbeda antarsekolah, jadi ikuti kesepakatan sekolah. Yang terpenting refleksi benar-benar dipakai untuk memperbaiki pembelajaran.
Jurnal mengajar mencatat apa yang terjadi: materi, kehadiran, kejadian penting. Refleksi menilai mengapa itu terjadi dan apa yang akan diubah. Keduanya saling melengkapi.
Justru itu bahan refleksi terbaik. Tulis apa yang terjadi tanpa menyalahkan diri, cari satu penyebab yang paling mungkin, lalu coba satu perubahan.
Sangat baik, terutama di komunitas belajar. Rekan sejawat sering melihat solusi yang tidak terpikir oleh guru sendiri.
Refleksi guru setelah mengajar sering hilang karena tercecer di buku tulis, lembar lepas, dan catatan ponsel. Saat ingin melihat pola sepanjang semester atau menyiapkan bukti untuk supervisi, catatan itu sulit dikumpulkan.
ASIS membantu guru menyimpan perangkat ajar Kurikulum Merdeka, presensi, nilai, dan catatan perkembangan murid dalam satu akun. Bukti dari kelas, seperti skor kuis dari bank soal atau hasil aktivitas interaktif di Studio, tercatat sekali dan bisa dipakai lagi untuk refleksi, rapor, dan diskusi dengan Kepala Sekolah. Guru juga bisa belajar strategi baru lewat kursus daring di Akademi ASIS.
ASIS gratis untuk semua sekolah, dan Basmalah gratis untuk pesantren, madrasah diniyah, dan TPQ. Silakan mulai di asis.id.
Panduan pajak belanja dana BOS untuk Bendahara: kapan memungut PPN, PPh 21, PPh 22, PPh 23, dan PPh 4 ayat 2, contoh hitungan, belanja SIPLah, dan pelaporan.
Aplikasi MA gratis bisa aman, bisa juga berisiko. Kenali model gratis yang sehat, tanda aplikasi abal-abal, dan cara mengujinya sebelum dipakai madrasah.
Cara membuat kartu inventaris ruangan KIR sekolah: kolom yang umum dipakai, contoh pengisian, kode kondisi barang, jadwal pemutakhiran, dan kesalahan umum.
Daftarkan sekolah Anda dan rasakan bagaimana satu sumber kebenaran meringankan pekerjaan sehari-hari.