WAWASAN ASIS

Rapor Projek Kokurikuler: Cara Mengisi dan Contoh Deskripsi

Cara mengisi rapor projek kokurikuler: dari catatan pengamatan ke deskripsi per dimensi profil lulusan, contoh kalimat per jenjang, dan kesalahan umum.

Tim Wawasan ASIS 14 Okt 2026 Kurikulum & Pembelajaran

Rapor projek kokurikuler adalah bagian rapor yang menggambarkan perkembangan murid selama kegiatan kokurikuler, dituliskan dalam bentuk deskripsi kualitatif yang mengacu pada dimensi profil lulusan. Sejak Permendikdasmen 13/2025, projek penguatan profil pelajar Pancasila (P5) tidak lagi berdiri sendiri, melainkan menjadi bagian kegiatan kokurikuler, misalnya pembelajaran kolaboratif lintas disiplin atau Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat. Cara pelaporannya pun mengikuti semangat itu: menceritakan apa yang tampak dari murid, bukan sekadar memberi angka.

Artikel ini fokus pada satu pekerjaan yang paling sering membuat guru kehabisan waktu: mengubah catatan pengamatan menjadi kalimat rapor yang jelas, adil, dan bermanfaat bagi orang tua. Untuk perencanaan dan penilaian kegiatannya, lihat "Penilaian Kokurikuler: Menyiapkan dan Menilai Projek" dan "Rubrik Penilaian Projek Profil untuk 8 Dimensi".

Catatan: format rapor dapat berbeda antarsekolah dan bisa diperbarui pemerintah. Ikuti panduan resmi terbaru dan kesepakatan satuan pendidikan.

Dari mana bahan rapor projek kokurikuler berasal

Deskripsi yang baik tidak ditulis dari ingatan di akhir semester. Bahannya dikumpulkan sepanjang kegiatan:

  • Catatan pengamatan guru: perilaku yang terlihat saat diskusi, kerja kelompok, dan presentasi.
  • Hasil karya: poster, laporan, produk, atau dokumentasi kegiatan.
  • Refleksi murid: apa yang ia rasakan sulit dan apa yang ia banggakan.
  • Penilaian teman (opsional): bagaimana ia berkontribusi dalam kelompok.
  • Rubrik: tingkat capaian per dimensi yang dipilih.

Satu kegiatan kokurikuler biasanya hanya menyasar dua sampai tiga dimensi. Jangan memaksakan delapan dimensi sekaligus.

Delapan dimensi profil lulusan

Dimensi yang dijadikan acuan adalah keimanan dan ketakwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa, kewargaan, penalaran kritis, kreativitas, kolaborasi, kemandirian, kesehatan, dan komunikasi. Dalam deskripsi, pilih dimensi yang benar-benar diamati selama kegiatan.

Rumus empat bagian untuk menulis deskripsi

Gunakan pola sederhana ini agar setiap deskripsi konsisten:

  1. Konteks kegiatan: dalam kegiatan apa perilaku itu muncul.
  2. Perilaku yang terlihat: tindakan nyata, bukan kata sifat.
  3. Kekuatan: dimensi yang sudah berkembang baik.
  4. Langkah berikutnya: satu hal yang bisa dikembangkan, ditulis positif.

Contoh penerapan rumus

Catatan pengamatan guru: "Rani mengusulkan ide kompos dari sisa kantin, membagi tugas di kelompok, tapi saat presentasi suaranya pelan dan membaca teks."

Deskripsi rapor: "Dalam kegiatan pengelolaan sampah kantin, Ananda Rani mengusulkan ide pembuatan kompos dan membagi tugas kelompok dengan adil, menunjukkan kreativitas dan kolaborasi yang berkembang baik. Ananda dapat terus berlatih menyampaikan gagasan di depan kelas dengan suara lebih lantang dan tanpa membaca teks."

Contoh deskripsi per jenjang

Jenjang Kegiatan Dimensi Contoh deskripsi
SD kelas 2 Gerakan bangun pagi dan sarapan sehat Kesehatan, kemandirian Ananda rutin mencatat jam bangun dan menu sarapan di kartu kebiasaan selama tiga minggu tanpa diingatkan. Ananda dapat mulai mencoba menu sayur yang belum pernah dicoba.
SD kelas 5 Kebun sekolah lintas IPAS dan Matematika Penalaran kritis, kolaborasi Ananda mengukur pertumbuhan tanaman setiap minggu dan membandingkan hasil dengan kelompok lain secara teliti. Ananda dapat berlatih menarik kesimpulan dari data yang dikumpulkan.
SMP kelas 8 Kampanye hemat air di sekolah Komunikasi, kewargaan Ananda menyusun pesan kampanye yang singkat dan menarik serta menyampaikannya di kelas lain dengan percaya diri. Ananda dapat mengembangkan kemampuan menjawab pertanyaan audiens dengan data.
SMA kelas 11 Riset kecil kebiasaan membaca warga sekitar Penalaran kritis, komunikasi Ananda merancang pertanyaan survei yang jelas dan mengolah hasilnya menjadi grafik sederhana. Ananda dapat memperdalam analisis dengan membandingkan sumber bacaan lain.
SMK kelas 10 Produk olahan pangan lokal Kreativitas, kemandirian Ananda memodifikasi resep dengan bahan lokal dan menghitung biaya produksi sendiri. Ananda dapat meningkatkan kerapian kemasan agar lebih layak jual.

Kata yang sebaiknya dipakai dan dihindari

Hindari Ganti dengan
Malas, pasif Masih perlu dorongan untuk memulai tugas
Kurang pintar Masih berkembang dalam ...
Sangat baik sekali Sebutkan perilaku nyata yang menunjukkan kebaikan itu
Sudah cukup baik (tanpa penjelasan) Sudah mampu ... secara konsisten
Harus lebih rajin Dapat mencoba membuat jadwal kerja kelompok

Langkah kerja yang hemat waktu

  1. Siapkan lembar pengamatan per kelompok sejak minggu pertama, dengan kolom nama murid dan dua sampai tiga dimensi sasaran.
  2. Catat singkat setiap pertemuan, cukup satu baris per murid yang menonjol hari itu.
  3. Kelompokkan murid berdasarkan capaian di akhir kegiatan, lalu buat kerangka kalimat per kelompok.
  4. Personalisasi bagian konteks dan langkah berikutnya agar deskripsi tidak seragam.
  5. Baca ulang dengan sudut pandang orang tua: apakah orang tua paham apa yang anaknya lakukan dan apa yang bisa dibantu di rumah?

Daftar cek sebelum dikirim ke wali kelas

  • Setiap deskripsi menyebut kegiatan yang diikuti.
  • Perilaku ditulis sebagai tindakan nyata.
  • Dimensi yang disebut sesuai dengan dimensi sasaran kegiatan.
  • Ada satu langkah pengembangan yang ditulis positif.
  • Tidak ada kalimat yang identik untuk semua murid.
  • Bahasa santun dan mudah dipahami orang tua.

Kesalahan yang sering terjadi

  1. Deskripsi disalin untuk semua murid. Orang tua yang membandingkan rapor anak-anak akan langsung tahu.
  2. Hanya memuji. Orang tua kehilangan informasi tentang apa yang perlu dibantu.
  3. Menilai kepribadian, bukan perilaku. "Anaknya pemalu" berbeda dengan "masih ragu berbicara di depan kelompok besar".
  4. Ditulis dari ingatan. Tanpa catatan pengamatan, deskripsi cenderung umum.

Pertanyaan yang sering diajukan

Apakah rapor projek kokurikuler masih memakai istilah P5?

Sejak Permendikdasmen 13/2025, P5 menjadi bagian kegiatan kokurikuler. Sebagian sekolah masih memakai istilah lama dalam masa transisi, tetapi acuannya kini delapan dimensi profil lulusan.

Apakah harus ada nilai angka?

Deskripsi kualitatif lebih umum dipakai untuk kokurikuler. Ikuti format rapor yang ditetapkan sekolah.

Berapa panjang deskripsi yang ideal?

Dua sampai tiga kalimat per kegiatan sudah cukup bila memuat konteks, perilaku, kekuatan, dan langkah berikutnya.

Siapa yang menulis deskripsi?

Biasanya guru fasilitator kegiatan, lalu diperiksa wali kelas sebelum rapor diterbitkan.

Bagaimana jika murid jarang hadir selama kegiatan?

Tulis secara jujur berdasarkan bagian yang diikuti, dan sebutkan bahwa keikutsertaan perlu ditingkatkan.

ASIS: Catatan Pengamatan yang Langsung Menjadi Bahan Rapor

Kesulitan menulis deskripsi kokurikuler berakar pada catatan yang tercecer: pengamatan di buku guru, foto karya di ponsel, dan refleksi murid di kertas yang hilang sebelum akhir semester.

ASIS membantu menyimpan semuanya di satu tempat. Sekolah bisa menyiapkan dan menilai projek kokurikuler sesuai struktur nilai yang ditetapkan, guru mencatat perkembangan di profil murid yang utuh, dan portofolio menyimpan hasil karya. Saat rapor disusun di e-Rapor Kurikulum Merdeka, wali kelas memeriksa kesiapan rapor rombel dari data yang sama, tanpa mengetik ulang.

ASIS gratis untuk semua sekolah, tanpa iklan, dan data tidak dijual. Pesantren, madrasah diniyah, dan TPQ bisa memakai Basmalah, aplikasi gratis dari ekosistem ASIS. Mulai di asis.id.

BACA JUGA

Artikel lain untuk sekolah.

MULAI DARI SATU DATA

Cukup catat sekali, pakai di mana saja.

Daftarkan sekolah Anda dan rasakan bagaimana satu sumber kebenaran meringankan pekerjaan sehari-hari.