WAWASAN ASIS

Contoh Rapor Madrasah Diniyah Pesantren dan Format Nilainya

Contoh rapor madrasah diniyah pesantren tingkat Ula: identitas, nilai kitab, predikat, hafalan nadzam, akhlak, kehadiran, catatan, dan keputusan kenaikan.

Tim Wawasan ASIS 17 Okt 2026 Pesantren

Rapor madrasah diniyah pesantren berbeda dari rapor sekolah formal. Isinya bukan hanya nilai, tetapi juga kitab yang sudah dikaji, hafalan nadzam, akhlak, dan kehadiran, karena itulah yang dinilai di madrasah diniyah (madin). Format yang baik cukup satu sampai dua halaman: identitas santri, tabel nilai per pelajaran beserta kitabnya, predikat, hafalan, penilaian akhlak, kehadiran, catatan wali kelas atau ustaz, dan keputusan kenaikan tingkat. Di bawah ini ada contoh lengkap untuk tingkat Ula, panduan predikat, dan tips agar rapor mudah dibaca wali santri.

Untuk sisi aplikasinya, blog ini sudah membahas "Aplikasi Rapor Pesantren: Nilai, Hafalan, dan Akhlak" dan "Aplikasi Madrasah Diniyah: Administrasi Madin Rapi". Artikel ini fokus pada format dokumen rapornya.

Komponen rapor madin

Komponen Isi Catatan
Identitas Nama santri, nomor induk, tingkat dan kelas, semester, tahun ajaran Tahun hijriah dan masehi bila tradisi pesantren memakainya
Nilai pelajaran Nama pelajaran, kitab yang dikaji, nilai angka, predikat Kitab disebut agar wali santri tahu yang dipelajari
Hafalan Nama nadzam atau surat, batas hafalan, status Misalnya bait yang sudah disetorkan
Akhlak dan kepribadian Adab, kerajinan, kerapian, kedisiplinan Predikat atau deskripsi singkat
Kehadiran Sakit, izin, tanpa keterangan Dari presensi harian madin
Catatan Pesan wali kelas atau ustaz Satu sampai tiga kalimat yang spesifik
Keputusan Naik tingkat, tinggal, atau lulus Untuk semester akhir tahun
Pengesahan Tanda tangan kepala madin, wali kelas, wali santri Tempat dan tanggal

Contoh rapor madrasah diniyah pesantren tingkat Ula

Identitas

  • Nama santri: Muhammad Fajar (fiktif)
  • Nomor induk: 0241
  • Tingkat/kelas: Ula, kelas 2
  • Semester: Ganjil, tahun ajaran 2026/2027

Nilai pelajaran

No Pelajaran Kitab Nilai Predikat
1 Al-Qur'an dan Tajwid Tuhfatul Athfal 86 Jayyid jiddan
2 Tauhid Aqidatul Awam 90 Mumtaz
3 Fikih Safinatun Naja 82 Jayyid jiddan
4 Akhlak Akhlaqul Banin 88 Jayyid jiddan
5 Nahwu Al-Jurumiyah 74 Jayyid
6 Sharaf Amtsilah Tashrifiyah 70 Jayyid
7 Hadis Arba'in Nawawi 84 Jayyid jiddan
8 Tarikh Khulashah Nurul Yaqin 80 Jayyid jiddan
9 Imla dan Khat Praktik 78 Jayyid
Jumlah 732
Rata-rata 81,3 Jayyid jiddan

Hafalan

Hafalan Target semester Capaian Status
Aqidatul Awam 57 bait 57 bait Tuntas
Al-Jurumiyah (nadzam pendukung) Bab kalam sampai i'rab Bab kalam Belum tuntas
Surat pendek juz 30 An-Naba sampai An-Nazi'at Tuntas Tuntas

Akhlak dan kepribadian

Aspek Predikat
Adab kepada guru Baik sekali
Kerajinan Baik
Kerapian Baik
Kedisiplinan Baik

Kehadiran: sakit 2 hari, izin 1 hari, tanpa keterangan 0 hari.

Catatan wali kelas: "Fajar tekun dalam pelajaran tauhid dan hafalannya lancar. Semester depan perlu memperbanyak latihan i'rab dan tashrif bersama musyrif setelah jam madin."

Keputusan: diisi pada semester genap, misalnya "Naik ke kelas 3 Ula".

Nama kitab di contoh ini lazim dipakai di banyak pesantren, tetapi setiap pesantren punya kurikulum sendiri. Sesuaikan dengan kitab yang benar-benar dikaji.

Panduan predikat

Banyak madin memakai predikat berbahasa Arab. Contoh rentang berikut ilustrasi; tetapkan sendiri dalam rapat dewan asatidz dan tulis di pedoman penilaian.

Rentang nilai Predikat Arti
90–100 Mumtaz Istimewa
80–89 Jayyid jiddan Baik sekali
70–79 Jayyid Baik
60–69 Maqbul Cukup
Di bawah 60 Rasib Belum memenuhi

Cantumkan tabel ini di halaman belakang rapor madrasah diniyah pesantren agar wali santri memahami arti predikat.

Variasi untuk tingkat Wustha dan Ulya

  • Wustha: kitab meningkat, misalnya Fathul Qarib untuk fikih dan Imrithi untuk nahwu. Hafalan nadzam biasanya lebih panjang, sehingga tabel hafalan perlu kolom jumlah bait.
  • Ulya: tambahkan kolom kemampuan membaca kitab (qira'atul kutub) dan praktik menjelaskan (muhadharah atau bahtsul masail) bila diajarkan.
  • Madin non-pesantren (madin sore): akhlak bisa dinilai bersama orang tua karena santri tidak tinggal di asrama.

Tips agar rapor mudah dipahami wali santri

  1. Sebut kitabnya. Wali santri senang tahu anaknya sudah mengaji kitab apa.
  2. Catatan yang spesifik. "Perlu latihan i'rab" lebih berguna daripada "tingkatkan belajar".
  3. Pisahkan hafalan dan nilai. Hafalan punya ukuran sendiri, yaitu capaian bait atau ayat.
  4. Pakai satu format untuk semua kelas. Memudahkan rekap dan perbandingan antarsemester.
  5. Sediakan versi yang bisa dibaca dari jauh. Wali santri yang tinggal di luar kota tidak selalu bisa datang saat pembagian.

Kesalahan yang sering terjadi

  • Nilai akhlak diisi sama untuk semua santri tanpa pengamatan.
  • Kehadiran madin tidak dipisahkan dari kehadiran sekolah formal, sehingga datanya bercampur.
  • Predikat dipakai tanpa pedoman tertulis.
  • Rapor ditulis tangan berulang setiap semester, rawan salah salin.

Daftar cek sebelum rapor dibagikan

  • Identitas dan tahun ajaran benar.
  • Nilai setiap pelajaran lengkap, kitab sesuai kurikulum pesantren.
  • Rata-rata dan predikat dihitung ulang.
  • Hafalan diperbarui dari catatan setoran terakhir.
  • Akhlak dinilai dari pengamatan wali kelas dan musyrif.
  • Kehadiran madin direkap dari presensi.
  • Catatan wali kelas spesifik untuk setiap santri.
  • Ditandatangani kepala madin.

Pertanyaan yang sering diajukan

Apakah ada format resmi rapor madrasah diniyah pesantren?

Madin di pesantren umumnya menyusun format sendiri sesuai kurikulumnya. Jika madin terdaftar dan mengikuti ketentuan Kementerian Agama setempat, sesuaikan dengan arahan yang berlaku.

Perlukah nilai akhlak dalam bentuk angka?

Tidak harus. Predikat atau deskripsi singkat sering lebih bermakna untuk aspek akhlak dan kepribadian.

Bagaimana jika santri belum tuntas hafalan?

Tulis capaian yang sebenarnya dan targetnya. Kebijakan kenaikan tingkat untuk santri yang belum tuntas hafalan sebaiknya diatur dalam pedoman penilaian.

Bolehkah rapor madin digabung dengan rapor sekolah formal?

Sebaiknya terpisah karena kurikulum, penilai, dan kriterianya berbeda. Wali santri tetap bisa menerima keduanya sekaligus.

Apakah rapor bisa dikirim digital kepada wali santri?

Bisa, asalkan aksesnya hanya untuk wali santri yang bersangkutan dan pesantren tetap menyimpan arsip resminya.

ASIS: Nilai, Hafalan, dan Akhlak Santri dalam Genggaman Wali

Rapor madin sering disusun dari catatan yang tercecer: nilai di buku ustaz, hafalan di kartu setoran, presensi di lembar terpisah. Menjelang akhir semester, semuanya disalin ulang dengan tangan.

Basmalah, aplikasi gratis untuk pesantren, madrasah diniyah, dan TPQ dari ekosistem ASIS, menyatukan presensi belajar dan pengajian, hafalan, progres kitab, serta nilai dan rapor. Wali santri tinggal memindai QR dari pesantren dan masuk dengan nomor HP atau email yang didaftarkan, lalu bisa melihat perkembangan anak, termasuk kesehatan, izin dan kepulangan, tabungan, dan pengumuman. Untuk pesantren yang juga mengelola sekolah formal, ASIS menyediakan e-Rapor, tahfidz, dan asrama dalam satu akun.

ASIS gratis untuk semua sekolah, dan Basmalah gratis untuk pesantren, madrasah diniyah, dan TPQ. Mulai di asis.id.

BACA JUGA

Artikel lain untuk sekolah.

MULAI DARI SATU DATA

Cukup catat sekali, pakai di mana saja.

Daftarkan sekolah Anda dan rasakan bagaimana satu sumber kebenaran meringankan pekerjaan sehari-hari.