Pajak Belanja Dana BOS: Cara Menghitung dan Menyetor
Panduan pajak belanja dana BOS untuk Bendahara: kapan memungut PPN, PPh 21, PPh 22, PPh 23, dan PPh 4 ayat 2, contoh hitungan, belanja SIPLah, dan pelaporan.
Panduan prota dan promes untuk guru: beda keduanya, contoh format terisi, cara menghitung minggu efektif, dan cara menjaga keduanya tetap selaras.
Prota dan promes adalah dua dokumen perencanaan yang saling terkait: prota (program tahunan) memetakan materi atau tujuan pembelajaran selama satu tahun ajaran, sedangkan promes (program semester) merinci peta itu per minggu dalam satu semester. Guru yang menyusun prota dan promes secara berurutan akan punya pegangan yang jelas kapan sebuah materi diajarkan, kapan asesmen dilakukan, dan berapa jam pelajaran yang tersisa. Artikel ini membahas perbedaan keduanya, contoh format yang sudah terisi, cara menghitung minggu efektif, dan kesalahan yang sering membuat keduanya tidak nyambung.
Banyak guru menyusun dua dokumen ini terpisah, lalu bingung ketika angkanya tidak cocok. Padahal promes seharusnya adalah turunan langsung dari prota.
| Aspek | Prota | Promes |
|---|---|---|
| Rentang waktu | Satu tahun ajaran | Satu semester |
| Tingkat rincian | Per bab, unit, atau tujuan pembelajaran | Per minggu dalam bulan |
| Isi utama | Urutan materi dan alokasi JP total | Sebaran JP per minggu, jadwal asesmen |
| Dasar penyusunan | ATP, kalender pendidikan | Prota, kalender pendidikan, jadwal pelajaran |
| Kapan disusun | Sebelum tahun ajaran dimulai | Sebelum tiap semester dimulai |
Istilah "promes" dan "prosem" dipakai bergantian di sekolah. Maksudnya sama: program semester. Pembahasan langkah demi langkah untuk masing-masing dokumen juga tersedia di artikel "Cara Menyusun Prota Kurikulum Merdeka Langkah demi Langkah" dan "Cara Menyusun Prosem dari ATP dan Kalender Pendidikan". Artikel ini fokus pada cara menyusun keduanya sebagai satu alur kerja.
Di Kurikulum Merdeka, dokumen perencanaan inti yang sering disebut adalah ATP dan modul ajar. Prota dan promes tidak selalu disebut dengan nama itu, tetapi fungsinya tetap dibutuhkan: guru harus tahu urutan dan waktu pembelajaran. Banyak sekolah dan madrasah tetap meminta prota dan promes sebagai bagian dari administrasi guru, terutama untuk supervisi dan bukti proses pembelajaran saat akreditasi. Ikuti kebijakan sekolah dan arahan pengawas setempat.
Kumpulkan empat bahan berikut sebelum mulai:
Minggu efektif adalah minggu yang benar-benar dipakai untuk pembelajaran. Caranya: hitung jumlah minggu per bulan, lalu kurangi minggu yang terpakai untuk libur, asesmen sumatif akhir semester, dan kegiatan sekolah yang menghentikan pembelajaran.
Contoh untuk semester ganjil sebuah SMP (angka ilustrasi, sesuaikan dengan kalender daerah Bapak/Ibu):
| Bulan | Jumlah minggu | Tidak efektif | Minggu efektif |
|---|---|---|---|
| Juli | 3 | 1 (MPLS) | 2 |
| Agustus | 5 | 1 (kegiatan 17 Agustus) | 4 |
| September | 4 | 0 | 4 |
| Oktober | 5 | 1 (asesmen tengah semester) | 4 |
| November | 4 | 0 | 4 |
| Desember | 4 | 3 (asesmen akhir, libur) | 1 |
| Jumlah | 25 | 6 | 19 |
Jika mata pelajaran IPA mendapat 4 JP per minggu, tersedia 19 x 4 = 76 JP pembelajaran di semester ganjil.
Bagi tujuan pembelajaran di ATP ke dalam dua semester, lalu beri alokasi JP. Pastikan total alokasi tidak melebihi JP efektif. Sisakan beberapa JP cadangan untuk remedial, pengayaan, atau jam yang hilang karena kegiatan mendadak.
Contoh potongan prota IPA kelas VII:
| Semester | Unit/Tujuan pembelajaran | Alokasi JP |
|---|---|---|
| Ganjil | Hakikat ilmu sains dan metode ilmiah | 12 |
| Ganjil | Zat dan perubahannya | 20 |
| Ganjil | Suhu, kalor, dan pemuaian | 20 |
| Ganjil | Gerak dan gaya | 16 |
| Ganjil | Cadangan dan asesmen | 8 |
| Genap | Klasifikasi makhluk hidup | 20 |
| Genap | Ekologi dan keanekaragaman hayati | 24 |
| Genap | Bumi dan tata surya | 20 |
Total semester ganjil 76 JP, sama dengan JP efektif. Inilah titik kunci agar kedua dokumen selaras.
Promes menyebarkan alokasi JP prota ke minggu-minggu efektif. Formatnya biasanya tabel dengan kolom bulan yang dipecah menjadi minggu ke-1 sampai ke-5.
Contoh potongan promes (angka di sel = JP pada minggu itu):
| Unit | JP | Jul M3 | Jul M4 | Agu M1 | Agu M2 | Agu M3 | Agu M4 |
|---|---|---|---|---|---|---|---|
| Hakikat ilmu sains | 12 | 4 | 4 | 4 | |||
| Zat dan perubahannya | 20 | 4 | 4 | 4 |
Tandai minggu tidak efektif dengan arsiran atau keterangan "libur", "MPLS", atau "asesmen" agar pembaca langsung paham mengapa kolom itu kosong.
Setelah jadwal pelajaran final, cek apakah hari mengajar Bapak/Ibu banyak bertabrakan dengan tanggal merah. Guru yang mengajar di hari Senin, misalnya, sering kehilangan lebih banyak pertemuan. Sesuaikan promes bila perlu.
Menyalin prota tahun lalu tanpa cek kalender baru. Tanggal libur dan pekan asesmen berubah setiap tahun, sehingga jumlah minggu efektif ikut berubah.
Total JP promes tidak sama dengan prota. Ini tanda promes disusun terpisah. Selalu jumlahkan kembali.
Tidak ada JP cadangan. Tanpa cadangan, satu kegiatan mendadak membuat jadwal materi bergeser hingga akhir semester.
Dokumen hanya untuk supervisi. Prota dan promes yang baik dipakai setiap minggu sebagai pengingat posisi materi, lalu dicocokkan dengan jurnal mengajar.
Prota lebih dulu. Promes adalah rincian prota per semester, sehingga alokasi JP-nya harus mengikuti prota.
Boleh memakai acuan MGMP, tetapi minggu efektif dan jadwal pelajaran tiap sekolah berbeda. Sesuaikan dengan kondisi sekolah sendiri.
Catat penyebabnya di jurnal mengajar, lalu pakai JP cadangan atau gabungkan aktivitas yang tujuannya berdekatan. Perbarui promes agar tetap realistis.
Sebaiknya ya. Mencantumkan rencana asesmen sumatif membantu guru dan murid bersiap, dan memudahkan Wakasek Kurikulum menyusun jadwal ujian.
Tidak ada angka baku. Banyak guru menyisakan satu sampai dua minggu pertemuan per semester, disesuaikan dengan padatnya kalender kegiatan sekolah.
Masalah utama dokumen perencanaan bukan pada cara membuatnya, tetapi pada dokumen yang berhenti di map. Jadwal berubah, kegiatan mendadak muncul, dan guru tidak lagi tahu posisi materinya dibanding rencana awal.
ASIS membantu guru menjaga rencana tetap hidup. Perangkat ajar Kurikulum Merdeka di ASIS menyimpan rencana pembelajaran di satu tempat, generator jadwal pelajaran menyusun jadwal tanpa bentrok sehingga perhitungan pertemuan lebih akurat, dan jurnal mengajar guru mencatat apa yang benar-benar diajarkan setiap pertemuan. Dengan prinsip "Data dicatat sekali, dipakai berkali-kali", catatan itu bisa dipakai Wakasek Kurikulum dan Kepala Sekolah untuk supervisi tanpa meminta berkas ulang.
ASIS gratis untuk semua sekolah, dan Basmalah dari ekosistem ASIS gratis untuk pesantren, madrasah diniyah, dan TPQ. Silakan mulai di asis.id.
Panduan pajak belanja dana BOS untuk Bendahara: kapan memungut PPN, PPh 21, PPh 22, PPh 23, dan PPh 4 ayat 2, contoh hitungan, belanja SIPLah, dan pelaporan.
Aplikasi MA gratis bisa aman, bisa juga berisiko. Kenali model gratis yang sehat, tanda aplikasi abal-abal, dan cara mengujinya sebelum dipakai madrasah.
Cara membuat kartu inventaris ruangan KIR sekolah: kolom yang umum dipakai, contoh pengisian, kode kondisi barang, jadwal pemutakhiran, dan kesalahan umum.
Daftarkan sekolah Anda dan rasakan bagaimana satu sumber kebenaran meringankan pekerjaan sehari-hari.