Pajak Belanja Dana BOS: Cara Menghitung dan Menyetor
Panduan pajak belanja dana BOS untuk Bendahara: kapan memungut PPN, PPh 21, PPh 22, PPh 23, dan PPh 4 ayat 2, contoh hitungan, belanja SIPLah, dan pelaporan.
Contoh projek suara demokrasi lewat simulasi pemilihan ketua OSIS: tahapan, jadwal 4 minggu, peran murid, lembar kerja, asesmen, dan penyesuaian kokurikuler.
Projek suara demokrasi melalui simulasi pemilihan ketua OSIS adalah salah satu cara paling nyata mengenalkan demokrasi kepada murid. Murid tidak hanya membaca tentang pemilu, tetapi mengalami seluruh prosesnya: membentuk panitia, mendaftarkan kandidat, berkampanye dengan santun, berdebat, memungut dan menghitung suara, hingga menerima hasil dengan lapang dada. Sejak Permendikdasmen Nomor 13 Tahun 2025, kegiatan semacam ini dapat dirancang sebagai kegiatan kokurikuler, misalnya pembelajaran kolaboratif lintas disiplin, yang menguatkan dimensi profil lulusan seperti kewargaan, komunikasi, dan kolaborasi. Berikut contoh rancangan lengkap yang bisa disesuaikan sekolah.
Dulu tema Suara Demokrasi dikenal sebagai salah satu tema Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila. Melalui Permendikdasmen 13/2025, P5 digantikan kegiatan kokurikuler yang bisa berbentuk pembelajaran kolaboratif lintas disiplin, Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, atau cara lain. Artinya, sekolah tetap boleh menjalankan simulasi pemilihan, dengan rancangan yang lebih fleksibel dan terhubung dengan mata pelajaran.
Mata pelajaran yang bisa berkolaborasi:
| Mata pelajaran | Kontribusi dalam projek |
|---|---|
| Pendidikan Pancasila | Konsep demokrasi, hak dan kewajiban warga, musyawarah |
| Bahasa Indonesia | Menulis visi misi, pidato, debat, teks persuasif |
| Matematika | Menghitung suara, persentase, diagram hasil |
| Seni Budaya | Desain poster kampanye yang santun |
| Informatika | Pengolahan data hasil dan publikasi |
Setelah mengikuti projek, murid diharapkan dapat:
| Minggu | Kegiatan utama | Hasil |
|---|---|---|
| 1 | Pengenalan demokrasi, pembentukan panitia pemilihan (KPU sekolah), penyusunan tata tertib | Tata tertib pemilihan disepakati |
| 2 | Pendaftaran dan verifikasi kandidat, penyusunan visi misi, masa kampanye dimulai | Daftar kandidat tetap, poster kampanye |
| 3 | Debat kandidat, masa tenang, persiapan logistik | Rekaman debat, daftar pemilih tetap |
| 4 | Pemungutan dan penghitungan suara, pelantikan, refleksi | Berita acara hasil, jurnal refleksi |
Alokasi waktu bisa diambil dari jam kokurikuler yang dijadwalkan sekolah.
Agar semua murid terlibat, bagi peran secara jelas:
Rotasikan peran di antara kelas agar pengalaman tersebar.
| Aspek | Bentuk penilaian | Penilai |
|---|---|---|
| Pemahaman konsep | Kuis singkat dan diskusi | Guru Pendidikan Pancasila |
| Kemampuan berkomunikasi | Rubrik pidato atau debat | Guru Bahasa Indonesia |
| Kolaborasi | Observasi kerja panitia dan tim | Guru pendamping |
| Pengolahan data | Diagram hasil dan persentase | Guru Matematika |
| Refleksi | Jurnal refleksi | Wali kelas |
Rubrik dibuat sederhana dengan tiga atau empat level, dan dibagikan kepada murid sejak awal.
Kampanye menjadi ajang saling ejek. Tegaskan aturan sejak awal dan libatkan pengawas murid.
Murid tidak serius memilih. Ingatkan bahwa hasilnya nyata: ketua OSIS terpilih benar-benar menjalankan program.
Kandidat yang kalah kecewa. Siapkan sesi pendampingan dan beri peran lain, misalnya di kepengurusan.
Waktu terbatas. Gabungkan dengan jadwal pemilihan OSIS yang memang rutin diadakan sekolah.
Gunakan pertanyaan berikut untuk jurnal refleksi di minggu keempat:
Jawaban murid dapat dibahas dalam lingkaran diskusi kelas sehingga refleksi tidak berhenti di kertas.
Masih. Kegiatan simulasi pemilihan dapat dirancang sebagai kokurikuler lintas disiplin yang menguatkan dimensi profil lulusan.
Sekitar tiga sampai empat minggu, disesuaikan dengan kalender sekolah dan alokasi jam kokurikuler.
Tidak. Setiap murid mendapat peran berbeda, tetapi semuanya berhak memilih dan merefleksikan pengalamannya.
Cantumkan larangan dalam tata tertib, jelaskan alasannya, dan beri sanksi yang disepakati bersama.
Bisa, dalam bentuk sederhana seperti pemilihan ketua kelas dengan tahapan yang disederhanakan.
Kegiatan seperti simulasi pemilihan melibatkan banyak guru dan banyak lembar penilaian. Tanpa sistem, catatan observasi tercecer di beberapa guru, dan wali kelas kesulitan merangkum perkembangan murid saat mengisi rapor.
ASIS membantu sekolah mencatat kegiatan dan perkembangan murid di profil murid yang utuh, sesuai prinsip "Data dicatat sekali, dipakai berkali-kali." Guru dapat menyusun perangkat ajar Kurikulum Merdeka, mengumumkan jadwal kegiatan lewat notifikasi aplikasi yang gratis tanpa batas, dan menampilkan hasil pemilihan di layar TV informasi sekolah. Berita kegiatan juga bisa dipublikasikan di situs sekolah dengan subdomain gratis.
ASIS gratis untuk semua sekolah, dan Basmalah gratis untuk pesantren, madrasah diniyah, dan TPQ. Mulai di asis.id.
Panduan pajak belanja dana BOS untuk Bendahara: kapan memungut PPN, PPh 21, PPh 22, PPh 23, dan PPh 4 ayat 2, contoh hitungan, belanja SIPLah, dan pelaporan.
Aplikasi MA gratis bisa aman, bisa juga berisiko. Kenali model gratis yang sehat, tanda aplikasi abal-abal, dan cara mengujinya sebelum dipakai madrasah.
Cara membuat kartu inventaris ruangan KIR sekolah: kolom yang umum dipakai, contoh pengisian, kode kondisi barang, jadwal pemutakhiran, dan kesalahan umum.
Daftarkan sekolah Anda dan rasakan bagaimana satu sumber kebenaran meringankan pekerjaan sehari-hari.