WAWASAN ASIS

Projek Suara Demokrasi: Simulasi Pemilihan Ketua OSIS

Contoh projek suara demokrasi lewat simulasi pemilihan ketua OSIS: tahapan, jadwal 4 minggu, peran murid, lembar kerja, asesmen, dan penyesuaian kokurikuler.

Tim Wawasan ASIS Diperbarui Kurikulum & Pembelajaran

Projek suara demokrasi melalui simulasi pemilihan ketua OSIS adalah salah satu cara paling nyata mengenalkan demokrasi kepada murid. Murid tidak hanya membaca tentang pemilu, tetapi mengalami seluruh prosesnya: membentuk panitia, mendaftarkan kandidat, berkampanye dengan santun, berdebat, memungut dan menghitung suara, hingga menerima hasil dengan lapang dada. Sejak Permendikdasmen Nomor 13 Tahun 2025, kegiatan semacam ini dapat dirancang sebagai kegiatan kokurikuler, misalnya pembelajaran kolaboratif lintas disiplin, yang menguatkan dimensi profil lulusan seperti kewargaan, komunikasi, dan kolaborasi. Berikut contoh rancangan lengkap yang bisa disesuaikan sekolah.

Dari P5 ke kokurikuler

Dulu tema Suara Demokrasi dikenal sebagai salah satu tema Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila. Melalui Permendikdasmen 13/2025, P5 digantikan kegiatan kokurikuler yang bisa berbentuk pembelajaran kolaboratif lintas disiplin, Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, atau cara lain. Artinya, sekolah tetap boleh menjalankan simulasi pemilihan, dengan rancangan yang lebih fleksibel dan terhubung dengan mata pelajaran.

Mata pelajaran yang bisa berkolaborasi:

Mata pelajaran Kontribusi dalam projek
Pendidikan Pancasila Konsep demokrasi, hak dan kewajiban warga, musyawarah
Bahasa Indonesia Menulis visi misi, pidato, debat, teks persuasif
Matematika Menghitung suara, persentase, diagram hasil
Seni Budaya Desain poster kampanye yang santun
Informatika Pengolahan data hasil dan publikasi

Tujuan kegiatan

Setelah mengikuti projek, murid diharapkan dapat:

  1. menjelaskan prinsip pemilu yang langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil,
  2. berpartisipasi dalam proses pemilihan sesuai perannya,
  3. menyampaikan dan menanggapi gagasan dengan santun,
  4. menghargai perbedaan pilihan dan menerima hasil pemilihan,
  5. merefleksikan pentingnya partisipasi warga dalam kehidupan bersama.

Jadwal contoh empat minggu

Minggu Kegiatan utama Hasil
1 Pengenalan demokrasi, pembentukan panitia pemilihan (KPU sekolah), penyusunan tata tertib Tata tertib pemilihan disepakati
2 Pendaftaran dan verifikasi kandidat, penyusunan visi misi, masa kampanye dimulai Daftar kandidat tetap, poster kampanye
3 Debat kandidat, masa tenang, persiapan logistik Rekaman debat, daftar pemilih tetap
4 Pemungutan dan penghitungan suara, pelantikan, refleksi Berita acara hasil, jurnal refleksi

Alokasi waktu bisa diambil dari jam kokurikuler yang dijadwalkan sekolah.

Peran murid

Agar semua murid terlibat, bagi peran secara jelas:

  • Panitia pemilihan: menyusun tata tertib, memverifikasi kandidat, menyiapkan bilik dan surat suara.
  • Pengawas: memastikan kampanye dan pemungutan suara berjalan sesuai aturan.
  • Kandidat dan tim sukses: menyusun visi misi dan berkampanye.
  • Tim media: meliput, membuat buletin, dan mendokumentasikan kegiatan.
  • Saksi: mewakili setiap kandidat saat penghitungan suara.
  • Pemilih: seluruh murid yang berhak memilih.

Rotasikan peran di antara kelas agar pengalaman tersebar.

Rincian kegiatan per tahap

Minggu 1: Memahami

  • Diskusi pemantik: "Mengapa ketua kelas sebaiknya dipilih, bukan ditunjuk?"
  • Menonton atau membaca liputan pemilu, lalu mengidentifikasi tahapannya.
  • Membentuk panitia melalui musyawarah kelas.
  • Menyusun tata tertib: syarat kandidat, aturan kampanye, larangan politik uang seperti membagikan jajan, dan sanksi.

Minggu 2: Kandidat dan kampanye

  • Pendaftaran kandidat dengan syarat yang disepakati, misalnya surat dukungan dari sejumlah murid.
  • Kandidat menulis visi misi yang realistis dan sesuai kewenangan OSIS.
  • Kampanye lewat poster, kunjungan kelas, dan unggahan di mading. Kampanye dilarang menjelekkan kandidat lain.

Minggu 3: Debat dan masa tenang

  • Debat terbuka dipandu moderator murid dengan pertanyaan dari panelis guru dan murid.
  • Pemilih mencatat janji kandidat di lembar pengamatan.
  • Masa tenang satu hari tanpa kampanye.

Minggu 4: Pemungutan suara dan refleksi

  • Pemilih menunjukkan kartu pemilih, mencoblos di bilik, lalu mencelupkan jari ke tinta.
  • Penghitungan suara terbuka disaksikan saksi dan pengawas.
  • Hasil diumumkan, kandidat yang kalah menyampaikan ucapan selamat.
  • Seluruh murid menulis refleksi.

Lembar kerja yang bisa disiapkan

  1. Lembar analisis visi misi: kolom janji, apakah realistis, dan alasan.
  2. Lembar pengamatan debat: kandidat, gagasan utama, cara menyampaikan, tanggapan.
  3. Formulir berita acara penghitungan suara: jumlah pemilih, suara sah, suara tidak sah, perolehan per kandidat, tanda tangan saksi.
  4. Jurnal refleksi: perasaan saat memilih, apa yang dipelajari, bagaimana menerapkannya di masyarakat.

Asesmen

Aspek Bentuk penilaian Penilai
Pemahaman konsep Kuis singkat dan diskusi Guru Pendidikan Pancasila
Kemampuan berkomunikasi Rubrik pidato atau debat Guru Bahasa Indonesia
Kolaborasi Observasi kerja panitia dan tim Guru pendamping
Pengolahan data Diagram hasil dan persentase Guru Matematika
Refleksi Jurnal refleksi Wali kelas

Rubrik dibuat sederhana dengan tiga atau empat level, dan dibagikan kepada murid sejak awal.

Penyesuaian per jenjang

  • SD kelas 4–6: sederhanakan menjadi pemilihan ketua kelas; fokus pada kejujuran dan menghargai pilihan teman.
  • SMP: jalankan simulasi OSIS lengkap dengan debat sederhana.
  • SMA/SMK: tambahkan analisis isu, survei kecil sebelum pemilihan, dan diskusi tentang hoaks politik.

Tantangan dan cara mengatasinya

Kampanye menjadi ajang saling ejek. Tegaskan aturan sejak awal dan libatkan pengawas murid.

Murid tidak serius memilih. Ingatkan bahwa hasilnya nyata: ketua OSIS terpilih benar-benar menjalankan program.

Kandidat yang kalah kecewa. Siapkan sesi pendampingan dan beri peran lain, misalnya di kepengurusan.

Waktu terbatas. Gabungkan dengan jadwal pemilihan OSIS yang memang rutin diadakan sekolah.

Contoh pertanyaan refleksi akhir

Gunakan pertanyaan berikut untuk jurnal refleksi di minggu keempat:

  1. Bagaimana perasaanmu saat pertama kali memberikan suara secara rahasia?
  2. Apa yang membuatmu memilih kandidat tertentu: visi misi, cara berbicara, atau pertemanan?
  3. Apa yang akan terjadi jika banyak murid tidak mau memilih?
  4. Bagaimana sikapmu jika kandidat pilihanmu kalah?
  5. Apa satu hal dari projek ini yang bisa kamu terapkan di lingkungan rumah atau masyarakat?

Jawaban murid dapat dibahas dalam lingkaran diskusi kelas sehingga refleksi tidak berhenti di kertas.

Pertanyaan yang sering diajukan

Apakah projek suara demokrasi masih relevan setelah P5 diganti kokurikuler?

Masih. Kegiatan simulasi pemilihan dapat dirancang sebagai kokurikuler lintas disiplin yang menguatkan dimensi profil lulusan.

Berapa lama waktu ideal untuk projek ini?

Sekitar tiga sampai empat minggu, disesuaikan dengan kalender sekolah dan alokasi jam kokurikuler.

Apakah semua murid harus menjadi kandidat?

Tidak. Setiap murid mendapat peran berbeda, tetapi semuanya berhak memilih dan merefleksikan pengalamannya.

Bagaimana mencegah politik uang dalam simulasi?

Cantumkan larangan dalam tata tertib, jelaskan alasannya, dan beri sanksi yang disepakati bersama.

Bisakah projek suara demokrasi dilakukan di SD?

Bisa, dalam bentuk sederhana seperti pemilihan ketua kelas dengan tahapan yang disederhanakan.

ASIS: Kegiatan Kokurikuler Terencana dan Terdokumentasi

Kegiatan seperti simulasi pemilihan melibatkan banyak guru dan banyak lembar penilaian. Tanpa sistem, catatan observasi tercecer di beberapa guru, dan wali kelas kesulitan merangkum perkembangan murid saat mengisi rapor.

ASIS membantu sekolah mencatat kegiatan dan perkembangan murid di profil murid yang utuh, sesuai prinsip "Data dicatat sekali, dipakai berkali-kali." Guru dapat menyusun perangkat ajar Kurikulum Merdeka, mengumumkan jadwal kegiatan lewat notifikasi aplikasi yang gratis tanpa batas, dan menampilkan hasil pemilihan di layar TV informasi sekolah. Berita kegiatan juga bisa dipublikasikan di situs sekolah dengan subdomain gratis.

ASIS gratis untuk semua sekolah, dan Basmalah gratis untuk pesantren, madrasah diniyah, dan TPQ. Mulai di asis.id.

BACA JUGA

Artikel lain untuk sekolah.

MULAI DARI SATU DATA

Cukup catat sekali, pakai di mana saja.

Daftarkan sekolah Anda dan rasakan bagaimana satu sumber kebenaran meringankan pekerjaan sehari-hari.