Pajak Belanja Dana BOS: Cara Menghitung dan Menyetor
Panduan pajak belanja dana BOS untuk Bendahara: kapan memungut PPN, PPh 21, PPh 22, PPh 23, dan PPh 4 ayat 2, contoh hitungan, belanja SIPLah, dan pelaporan.
Enam contoh projek murid berkebutuhan khusus untuk SLB dan sekolah inklusi: tujuan, langkah, adaptasi per hambatan, dan cara menilai sebagai kokurikuler.
Projek murid berkebutuhan khusus adalah kegiatan belajar berbasis karya yang dirancang dengan tujuan, langkah, dan peran yang disesuaikan dengan kemampuan serta hambatan setiap murid. Di SLB maupun sekolah inklusi, projek seperti berkebun, membuat jajanan sederhana, atau pameran karya bisa menjadi bagian kegiatan kokurikuler yang bermakna. Artikel ini memberi enam contoh kegiatan lengkap dengan langkah, adaptasi, dan cara menilainya.
Sejak Permendikdasmen 13/2025 berlaku pada 15 Juli 2025, Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila digantikan oleh kegiatan kokurikuler. Bentuknya bisa berupa pembelajaran kolaboratif lintas disiplin, Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, atau cara lain yang dipilih sekolah. Kegiatan berbasis projek tetap relevan, hanya kerangkanya kini mengacu pada kokurikuler dan delapan dimensi profil lulusan.
Bagi SLB, perubahan ini memberi ruang luas. Projek tidak harus besar, yang penting murid terlibat aktif dan mengalami kemajuan sesuai profilnya.
| Murid (fiktif) | Profil singkat | Peran |
|---|---|---|
| Bima | Hambatan intelektual ringan, suka bercakap | Menyapa dan menawarkan menu |
| Sari | Hambatan pendengaran, teliti | Menghitung uang dengan kalkulator bergambar |
| Dafa | Autisme, menyukai urutan | Menyusun roti isi sesuai kartu langkah |
| Nisa | Hambatan motorik | Menempel label harga dan mencatat penjualan |
Pembagian seperti ini membuat setiap murid merasa penting dalam kelompok.
Gunakan rubrik sederhana yang menggambarkan kemajuan individual:
| Aspek | Perlu bantuan penuh | Perlu bantuan sebagian | Mandiri |
|---|---|---|---|
| Mengikuti langkah kerja | |||
| Berinteraksi dengan teman | |||
| Menyelesaikan bagian tugas | |||
| Menunjukkan sikap peduli |
Lengkapi dengan catatan anekdot, foto proses, dan hasil karya. Bahan ini menjadi dasar deskripsi kegiatan kokurikuler di rapor dan bahan diskusi dengan orang tua.
| Pekan | Kegiatan | Catatan guru |
|---|---|---|
| 1 | Mengenalkan tema dengan benda nyata, memilih peran | Amati minat dan kenyamanan tiap murid |
| 2 | Mengerjakan bagian projek dalam sesi pendek 20–30 menit | Catat kemandirian dan bantuan yang diberikan |
| 3 | Menyelesaikan karya, gladi, pameran untuk orang tua | Foto proses dan hasil, refleksi bersama |
Jadwal ini bisa dipadatkan atau diperpanjang. Untuk murid dengan rentang perhatian sangat pendek, bagi sesi menjadi dua kali 15 menit dengan jeda gerak di antaranya. Kunci keberhasilan projek murid berkebutuhan khusus adalah ritme yang dapat diprediksi, sehingga murid merasa aman mengikuti setiap tahap.
Orang tua murid berkebutuhan khusus sering menjadi pendamping utama di rumah. Undang mereka di awal projek untuk berbagi minat anak, libatkan dalam kegiatan rumah seperti jurnal kebiasaan, dan undang pada hari pameran. Projek murid berkebutuhan khusus yang dilihat langsung orang tua sering menjadi momen membanggakan bagi keluarga.
Sejak berlakunya Permendikdasmen 13/2025, P5 digantikan oleh kegiatan kokurikuler. SLB dapat memilih bentuk kegiatan yang sesuai, termasuk kegiatan berbasis projek.
Sesuaikan dengan rentang perhatian murid. Projek pendek 2–4 pekan dengan sesi singkat sering lebih efektif daripada projek panjang.
Mulai dari peran individual di dekat kelompok, lalu tingkatkan interaksi secara bertahap. Hargai setiap kemajuan kecil.
Gunakan catatan anekdot dan rubrik kemajuan. Tulis apa yang sudah bisa dilakukan murid dan apa yang perlu dikembangkan, dengan bahasa positif.
Bisa, terutama di sekolah inklusi. Pastikan peran murid berkebutuhan khusus bermakna, bukan sekadar pelengkap.
Guru SLB dan guru pendamping khusus biasanya mencatat kemajuan murid di banyak tempat: buku penghubung, lembar observasi, foto di ponsel pribadi, dan catatan rapat dengan orang tua. Saat harus menulis deskripsi rapor atau berganti guru, catatan itu sulit dirangkai.
ASIS menyediakan modul inklusi dan profil murid yang utuh, tempat catatan perkembangan dari berbagai kegiatan, termasuk projek dan layanan pendampingan, tersimpan dalam satu riwayat. Data itu kemudian bisa dipakai untuk e-Rapor Kurikulum Merdeka dan komunikasi dengan orang tua lewat notifikasi aplikasi atau surel. Prinsipnya sederhana: data dicatat sekali, dipakai berkali-kali.
ASIS gratis untuk semua sekolah, termasuk SLB, dan Basmalah gratis untuk pesantren, madrasah diniyah, dan TPQ. Silakan mulai di asis.id.
Panduan pajak belanja dana BOS untuk Bendahara: kapan memungut PPN, PPh 21, PPh 22, PPh 23, dan PPh 4 ayat 2, contoh hitungan, belanja SIPLah, dan pelaporan.
Aplikasi MA gratis bisa aman, bisa juga berisiko. Kenali model gratis yang sehat, tanda aplikasi abal-abal, dan cara mengujinya sebelum dipakai madrasah.
Cara membuat kartu inventaris ruangan KIR sekolah: kolom yang umum dipakai, contoh pengisian, kode kondisi barang, jadwal pemutakhiran, dan kesalahan umum.
Daftarkan sekolah Anda dan rasakan bagaimana satu sumber kebenaran meringankan pekerjaan sehari-hari.