WAWASAN ASIS

Contoh Projek Bhinneka Tunggal Ika untuk Keberagaman

Contoh projek bhinneka tunggal ika untuk SD, SMP, dan SMA sebagai kegiatan kokurikuler: tujuan, alur mingguan, produk murid, rubrik, dan tips pelaksanaan.

Tim Wawasan ASIS 06 Agt 2026 Kurikulum & Pembelajaran

Projek bhinneka tunggal ika adalah kegiatan belajar berbasis proyek yang mengajak murid mengenal, memahami, dan menghargai keberagaman suku, agama, bahasa, dan kebiasaan di sekitarnya. Sejak Permendikdasmen 13/2025, Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila tidak lagi berdiri sebagai P5, tetapi tema keberagaman tetap sangat relevan dan bisa dijalankan sebagai kegiatan kokurikuler, misalnya lewat pembelajaran kolaboratif lintas disiplin. Artikel ini memberi tiga contoh alur siap pakai untuk SD, SMP, dan SMA, lengkap dengan produk, rubrik, dan catatan pelaksanaan.

Posisi tema keberagaman setelah perubahan kurikulum

Permendikdasmen 13/2025 yang berlaku 15 Juli 2025 menggeser P5 menjadi kegiatan kokurikuler. Bentuknya bisa pembelajaran kolaboratif lintas disiplin, Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, atau cara lain yang dipilih sekolah. Profil lulusan kini dirumuskan dalam delapan dimensi.

Artinya, guru tetap bisa memakai nama "projek" di kelas. Yang berubah adalah kerangkanya: kegiatan dirancang sebagai kokurikuler, dikaitkan dengan mata pelajaran, dan diarahkan pada dimensi profil lulusan yang relevan, misalnya kewargaan dan kolaborasi. Bila sekolah masih bingung, baca dulu apakah P5 masih ada.

Prinsip merancang projek keberagaman

Sebelum memilih contoh, pegang empat prinsip ini.

  1. Mulai dari yang dekat. Keberagaman di kelas dan kampung sendiri lebih bermakna daripada daftar 34 provinsi.
  2. Dialog, bukan ceramah. Murid belajar menghargai lewat bertanya dan mendengar langsung.
  3. Aman untuk semua. Tidak ada murid yang dipaksa menceritakan hal yang membuatnya tidak nyaman, termasuk soal keyakinan.
  4. Berujung aksi nyata. Produk akhir sebaiknya berdampak, sekecil apa pun.

Contoh 1: SD kelas 4–6, "Peta Budaya Kelasku"

Durasi: 6 minggu, 2 JP per minggu. Mapel terkait: Pendidikan Pancasila, Bahasa Indonesia, IPAS, Seni Budaya.

Minggu Kegiatan Produk
1 Murid mewawancarai orang tua tentang asal keluarga, bahasa daerah, dan makanan khas Lembar wawancara keluarga
2 Menandai asal keluarga di peta besar Indonesia di kelas Peta budaya kelas
3 Kelompok mempelajari satu budaya teman: salam, permainan, lagu Kartu budaya
4 Mengundang satu orang tua bercerita atau mengajarkan permainan tradisional Catatan kunjungan
5 Menyusun buku kecil "Kelas Kami Beragam" Buku kelas
6 Pameran dan refleksi bersama orang tua Refleksi tertulis

Contoh pertanyaan wawancara: "Bahasa apa yang dipakai kakek dan nenek di rumah?" dan "Makanan apa yang selalu ada saat hari raya keluarga kita?"

Contoh 2: SMP kelas 7–9, "Jelajah Rumah Ibadah dan Tradisi"

Durasi: 8 minggu. Mapel terkait: Pendidikan Pancasila, IPS, Bahasa Indonesia, Informatika.

Alur singkat:

  1. Eksplorasi. Murid memetakan tempat ibadah, sanggar budaya, dan komunitas adat dalam radius 3 km dari sekolah.
  2. Persiapan kunjungan. Kelompok menyusun daftar pertanyaan yang sopan dan meminta izin pengurus melalui surat sekolah.
  3. Kunjungan dan wawancara. Murid belajar tentang tradisi, kegiatan sosial, dan sejarah tempat itu, bukan memperdebatkan ajaran.
  4. Pengolahan. Hasil wawancara diolah menjadi artikel pendek dan infografis.
  5. Aksi. Kelompok merancang kegiatan bersama, misalnya kerja bakti lintas komunitas di lingkungan sekolah.
  6. Publikasi. Artikel dipajang di majalah dinding atau situs sekolah.

Catatan penting: kunjungan ke tempat ibadah harus seizin orang tua. Sediakan tugas alternatif setara, misalnya wawancara tokoh masyarakat, bagi murid yang orang tuanya tidak mengizinkan.

Contoh 3: SMA kelas 10–12, "Ruang Dialog Pelajar"

Durasi: 8–10 minggu. Mapel terkait: Pendidikan Pancasila, Sosiologi, Bahasa Indonesia, Sejarah.

Murid meneliti satu isu keberagaman yang nyata di sekitar mereka, misalnya perundungan karena logat daerah, prasangka terhadap pendatang, atau minimnya fasilitas bagi teman dengan disabilitas. Langkahnya:

  • menyusun angket sederhana untuk teman satu sekolah,
  • mengolah data dan menyajikannya dalam grafik,
  • menggelar forum dialog dengan narasumber dari komunitas,
  • merumuskan rekomendasi untuk OSIS dan sekolah,
  • menyampaikan rekomendasi secara resmi kepada Kepala Sekolah.

Produk akhir: laporan singkat, presentasi forum, dan satu usulan kebijakan kelas atau sekolah.

Peran guru dan sekolah selama projek

Projek keberagaman berjalan baik bila pembagian peran jelas sejak awal.

  • Koordinator kokurikuler menyusun jadwal, menyiapkan surat izin, dan memastikan jam pelajaran yang terpakai disepakati semua guru terkait.
  • Guru mapel mengaitkan kegiatan dengan materi, misalnya teks wawancara di Bahasa Indonesia atau keragaman sosial budaya di IPS.
  • Wali kelas memantau dinamika kelompok dan menjaga suasana aman bagi semua murid.
  • Kepala Sekolah membuka jejaring dengan tokoh masyarakat dan pengurus komunitas.

Rubrik sederhana untuk projek bhinneka tunggal ika

Aspek Mulai berkembang Berkembang Cakap Sangat cakap
Mengenal keberagaman Menyebut perbedaan secara umum Menjelaskan beberapa perbedaan dengan contoh Menjelaskan perbedaan dan latar belakangnya Mengaitkan perbedaan dengan sejarah dan konteks sosial
Sikap menghargai Perlu diingatkan saat berinteraksi Menghargai dalam situasi terstruktur Menghargai secara konsisten Mengajak teman menghargai perbedaan
Kolaborasi Bergantung pada teman Mengerjakan bagian sendiri Aktif membantu kelompok Menggerakkan kelompok
Komunikasi Menyampaikan dengan bantuan Menyampaikan cukup jelas Menyampaikan jelas dan sopan Menyampaikan meyakinkan dan menanggapi pertanyaan

Gunakan rubrik ini untuk asesmen formatif sepanjang proses, bukan hanya di akhir. Catatan singkat guru setiap pekan jauh lebih berguna daripada satu nilai di akhir projek.

Kesalahan yang sering terjadi

Hanya lomba pakaian adat. Kegiatan seremonial boleh, tetapi tanpa dialog dan refleksi murid tidak belajar menghargai.

Menjadikan murid minoritas sebagai "contoh". Jangan meminta satu murid mewakili seluruh kelompoknya di depan kelas.

Membandingkan ajaran agama. Fokus pada tradisi sosial, nilai bersama, dan cara hidup berdampingan.

Lupa dokumentasi. Simpan foto, lembar kerja, dan refleksi murid sebagai bukti proses. Panduan lengkapnya ada di dokumentasi projek murid.

Pertanyaan yang sering diajukan

Apakah projek bhinneka tunggal ika masih boleh dilaksanakan setelah P5 dihapus?

Boleh. Tema keberagaman dapat dijalankan sebagai kegiatan kokurikuler sesuai Permendikdasmen 13/2025, misalnya melalui pembelajaran kolaboratif lintas disiplin.

Berapa lama durasi yang ideal?

Enam sampai sepuluh minggu cukup untuk satu siklus mengenal, berdialog, beraksi, dan refleksi. Sesuaikan dengan kalender dan beban mapel sekolah.

Bagaimana jika sekolah hampir seragam latar belakangnya?

Keberagaman tetap ada: bahasa daerah, pekerjaan orang tua, kemampuan, dan kebiasaan keluarga. Sekolah juga bisa bermitra dengan sekolah lain untuk pertukaran surat atau kunjungan.

Siapa yang menilai hasil projek?

Guru mapel yang terlibat menilai sesuai aspek yang relevan, dibantu penilaian diri dan antarteman. Hasilnya dicatat sebagai bagian dari laporan kokurikuler.

Bagaimana melibatkan orang tua?

Libatkan sebagai narasumber, pendamping wawancara, atau tamu pameran. Pastikan izin tertulis untuk kegiatan di luar sekolah.

ASIS: Catatan Proses Projek Tidak Tercecer di Galeri Ponsel Guru

Projek keberagaman menghasilkan banyak bukti: lembar wawancara, foto kunjungan, catatan refleksi, dan rubrik. Masalahnya, bukti itu sering tercecer di galeri ponsel guru dan map plastik, lalu sulit dirangkum saat mengisi rapor.

ASIS menyediakan profil murid yang utuh untuk mencatat perkembangan setiap anak, perangkat ajar Kurikulum Merdeka untuk merancang kegiatan, dan e-Rapor Kurikulum Merdeka sehingga catatan sepanjang semester langsung terpakai. Sekolah juga bisa memamerkan hasil projek di situs sekolah dengan subdomain gratis, dan guru dapat mengajak murid memakai aktivitas interaktif di Studio.

ASIS gratis untuk semua sekolah, dan Basmalah gratis untuk pesantren, madrasah diniyah, dan TPQ. Silakan mulai di asis.id.

BACA JUGA

Artikel lain untuk sekolah.

MULAI DARI SATU DATA

Cukup catat sekali, pakai di mana saja.

Daftarkan sekolah Anda dan rasakan bagaimana satu sumber kebenaran meringankan pekerjaan sehari-hari.