Pajak Belanja Dana BOS: Cara Menghitung dan Menyetor
Panduan pajak belanja dana BOS untuk Bendahara: kapan memungut PPN, PPh 21, PPh 22, PPh 23, dan PPh 4 ayat 2, contoh hitungan, belanja SIPLah, dan pelaporan.
Contoh program supervisi akademik tahunan Kepala Sekolah: tujuan, sasaran, jadwal per bulan, instrumen, dan tindak lanjut agar tidak sekadar formalitas.
Supervisi akademik adalah salah satu tugas utama Kepala Sekolah. Tujuannya membantu guru meningkatkan kualitas pembelajaran, bukan mencari-cari kesalahan. Agar supervisi berjalan teratur dan berdampak, Kepala Sekolah perlu menyusun program supervisi akademik tahunan sejak awal tahun ajaran.
Tulisan ini memberikan contoh program supervisi akademik tahunan yang bisa disesuaikan dengan kondisi sekolah, lengkap dengan jadwal, instrumen, dan tindak lanjutnya.
Tanpa program yang jelas, supervisi sering terjadi hanya menjelang akreditasi atau kunjungan pengawas. Akibatnya:
Program tahunan membuat supervisi menjadi proses pembinaan yang berkelanjutan.
Sebuah program supervisi akademik tahunan biasanya memuat bagian berikut.
Jelaskan kondisi pembelajaran di sekolah, misalnya hasil Rapor Pendidikan, hasil supervisi tahun lalu, atau masukan murid dan orang tua. Bagian ini menjawab: mengapa supervisi tahun ini perlu fokus pada hal tertentu?
Contoh rumusan tujuan:
Tentukan guru yang menjadi sasaran. Semua guru sebaiknya disupervisi minimal sekali setahun, dengan prioritas pada:
Supervisi akademik mencakup tiga tahap pembelajaran:
Kepala Sekolah dapat melibatkan wakil kepala sekolah atau guru senior sebagai tim supervisi jika jumlah guru banyak.
| Bulan | Kegiatan | Keterangan |
|---|---|---|
| Juli | Menyusun program, sosialisasi kepada guru | Sepakati fokus dan jadwal bersama |
| Agustus | Supervisi perencanaan pembelajaran | Telaah modul ajar semua guru |
| September–Oktober | Observasi kelas putaran 1 | Prioritas guru baru dan guru sasaran |
| November | Tindak lanjut putaran 1 | Pelatihan singkat, pendampingan sejawat |
| Desember | Refleksi semester ganjil | Rangkum temuan dan kemajuan |
| Januari | Revisi program semester genap | Sesuaikan fokus berdasarkan temuan |
| Februari–Maret | Observasi kelas putaran 2 | Guru yang belum disupervisi |
| April | Supervisi asesmen | Telaah soal, rubrik, dan umpan balik guru |
| Mei | Tindak lanjut putaran 2 | Berbagi praktik baik antarguru |
| Juni | Evaluasi program dan laporan tahunan | Bahan perencanaan tahun berikutnya |
Hindari menjadwalkan observasi kelas pada minggu ujian, pekan pertama tahun ajaran, atau menjelang pembagian rapor.
Bertemu dengan guru beberapa hari sebelumnya. Bicarakan tujuan pembelajaran yang akan diamati, bagian yang ingin guru dapatkan masukan, dan kesepakatan waktu.
Datang tepat waktu, duduk di posisi yang tidak mengganggu, dan catat fakta yang terlihat, bukan penilaian. Misalnya "tujuh murid di barisan belakang tidak menjawab pertanyaan", bukan "kelas kurang aktif".
Lakukan percakapan paling lambat dua hari setelah observasi. Mulailah dengan meminta guru merefleksikan pembelajarannya sendiri, lalu sampaikan temuan dan sepakati satu atau dua hal yang akan diperbaiki.
Siapkan instrumen sederhana yang mudah dipakai:
Instrumen tidak perlu panjang. Lebih baik sedikit butir yang benar-benar diamati daripada puluhan butir yang hanya dicentang.
Supervisi tanpa tindak lanjut hanyalah formalitas. Bentuk tindak lanjut yang bisa dipilih:
Catat setiap tindak lanjut agar perkembangan guru bisa dilihat dari waktu ke waktu.
Idealnya minimal sekali dalam setahun untuk setiap guru, dan lebih sering untuk guru yang membutuhkan pendampingan.
Boleh. Kepala Sekolah dapat membentuk tim yang melibatkan wakil kepala sekolah bidang kurikulum atau guru senior, terutama di sekolah dengan banyak guru. Tanggung jawab tetap pada Kepala Sekolah.
Supervisi akademik berfokus pada pembelajaran di kelas. Supervisi manajerial berfokus pada pengelolaan sekolah, seperti administrasi, keuangan, dan sarana prasarana.
Ajak bicara secara pribadi. Penolakan biasanya muncul karena pengalaman supervisi yang terasa menghakimi. Tekankan bahwa tujuannya pembinaan, dan biarkan guru memilih fokus yang ingin ia kembangkan.
Masalah terbesar supervisi di banyak sekolah bukan kurangnya niat, melainkan catatan yang tercecer. Hasil observasi tersimpan di map, tindak lanjut tidak terlacak, dan setiap tahun Kepala Sekolah mulai lagi dari nol.
ASIS dibangun dengan visi agar sekolah bisa belajar dari datanya sendiri. Di ASIS, Kepala Sekolah dapat menetapkan target sekolah di dashboard goal dan memantau kemajuannya sepanjang tahun. Data guru, jadwal mengajar, presensi, dan nilai murid tersimpan di satu tempat, sehingga temuan supervisi bisa dikaitkan dengan hasil belajar murid. Data dicatat sekali, dipakai berkali-kali.
ASIS gratis untuk semua sekolah. Untuk pesantren, madrasah diniyah, dan TPQ, tersedia Basmalah yang juga gratis. Teknologinya gratis, kemajuannya kita bangun bersama. Daftarkan sekolah Anda di asis.id.
Panduan pajak belanja dana BOS untuk Bendahara: kapan memungut PPN, PPh 21, PPh 22, PPh 23, dan PPh 4 ayat 2, contoh hitungan, belanja SIPLah, dan pelaporan.
Aplikasi MA gratis bisa aman, bisa juga berisiko. Kenali model gratis yang sehat, tanda aplikasi abal-abal, dan cara mengujinya sebelum dipakai madrasah.
Cara membuat kartu inventaris ruangan KIR sekolah: kolom yang umum dipakai, contoh pengisian, kode kondisi barang, jadwal pemutakhiran, dan kesalahan umum.
Daftarkan sekolah Anda dan rasakan bagaimana satu sumber kebenaran meringankan pekerjaan sehari-hari.