WAWASAN ASIS

Program Remedial dan Pengayaan: Format dan Contoh Lengkap

Program remedial dan pengayaan Kurikulum Merdeka: langkah dari analisis hasil asesmen, contoh format terisi, variasi kegiatan, dan cara mencatatnya.

Tim Wawasan ASIS 10 Sep 2026 Kurikulum & Pembelajaran

Program remedial dan pengayaan adalah rencana tindak lanjut setelah asesmen: remedial untuk murid yang belum mencapai tujuan pembelajaran, pengayaan untuk murid yang sudah mencapainya dan siap diperdalam. Program yang baik berangkat dari analisis hasil asesmen per tujuan pembelajaran (TP), bukan sekadar mengulang ujian dengan soal yang sama. Panduan ini menjelaskan langkah menyusunnya, contoh format terisi, variasi kegiatan, kesalahan umum, dan cara mencatatnya agar mudah dipertanggungjawabkan.

Remedial bukan sekadar ujian ulang

Di banyak sekolah, remedial berarti murid mengerjakan soal ulangan lagi, lalu nilainya dibatasi pada KKTP. Cara ini jarang menyelesaikan masalah. Jika murid belum paham konsep pecahan, mengerjakan soal yang sama dua kali tidak membuatnya paham.

Remedial yang sesungguhnya adalah pembelajaran ulang dengan cara berbeda, disusul asesmen ulang. Pengayaan pun bukan "tambahan soal yang lebih banyak", melainkan kesempatan memperdalam atau memperluas pemahaman.

Dalam Kurikulum Merdeka, ketercapaian tujuan pembelajaran diukur dengan kriteria ketercapaian tujuan pembelajaran (KKTP) yang ditetapkan satuan pendidikan. Cara menentukannya dibahas di artikel "Cara Menentukan KKTP: 4 Pendekatan dan Contoh Interval Nilai".

Langkah menyusun program

1. Analisis hasil asesmen per TP

Jangan hanya melihat nilai total. Pecah per TP atau per butir soal untuk melihat bagian mana yang belum dikuasai.

TP Jumlah murid belum tuntas Kesalahan yang sering muncul
TP 1: Membandingkan pecahan 4 dari 28 Membandingkan pembilang saja
TP 2: Menjumlahkan pecahan berpenyebut sama 3 dari 28 Ikut menjumlahkan penyebut
TP 3: Menjumlahkan pecahan berpenyebut beda 11 dari 28 Tidak menyamakan penyebut

Tabel ini langsung menunjukkan bahwa TP 3 perlu perhatian khusus, bahkan mungkin perlu diajarkan ulang ke seluruh kelas.

Langkah analisis yang lebih lengkap ada di artikel "Analisis Hasil Penilaian: Langkah, Format, dan Contoh".

2. Kelompokkan murid

  • Belum tuntas di banyak TP: perlu bimbingan intensif, mungkin perorangan.
  • Belum tuntas di satu atau dua TP: remedial kelompok kecil per TP.
  • Tuntas tetapi belum mantap: latihan penguatan.
  • Tuntas dan mantap: pengayaan.

3. Rancang kegiatan

Pilih kegiatan sesuai penyebab kesalahan, bukan hanya topiknya. Murid yang salah karena konsep membutuhkan benda konkret atau gambar; murid yang salah karena kurang teliti membutuhkan latihan dengan umpan balik.

4. Asesmen ulang dan catat

Asesmen ulang sebaiknya memakai soal atau tugas berbeda yang mengukur TP yang sama. Catat hasil dan tindak lanjut berikutnya bila masih belum tuntas.

Contoh format program remedial dan pengayaan (terisi)

Mata pelajaran: Matematika · Kelas: V-A · Lingkup materi: Pecahan · Semester: Ganjil

Bagian A: Remedial

Nama (fiktif) TP belum tuntas Penyebab Kegiatan Waktu Asesmen ulang Hasil
Dimas TP 3 Belum paham menyamakan penyebut Pita pecahan, kelompok kecil bersama guru Selasa, jam ke-7 5 soal baru Tuntas
Laras TP 1, TP 3 Konsep nilai pecahan Kertas lipat, pendampingan perorangan Rabu dan Jumat, 20 menit Tugas kinerja dengan kertas lipat Tuntas TP 1, TP 3 berlanjut
Yoga TP 3 Kurang teliti menghitung Latihan berpasangan dengan kunci pemeriksaan Kamis 5 soal baru Tuntas

Bagian B: Pengayaan

Nama (fiktif) Kegiatan pengayaan Bentuk hasil
Kirana, Fajar, Melati Merancang resep kue untuk 24 orang dari resep 8 orang Poster resep dan cara menghitung
Rizky, Anisa Membuat soal cerita pecahan untuk adik kelas Kumpulan soal beserta pembahasan

Format ini sengaja ringkas: satu halaman untuk satu lingkup materi, dan kolom hasil membuatnya sekaligus menjadi bukti tindak lanjut.

Variasi kegiatan remedial

Penyebab Contoh kegiatan
Belum paham konsep Benda konkret, gambar, video pendek, demonstrasi
Kurang latihan Latihan bertahap dengan umpan balik segera
Kurang teliti Daftar periksa langkah, latihan berpasangan
Kesulitan membaca soal Membaca soal bersama, menggarisbawahi kata kunci
Sering tidak hadir Ringkasan materi dan pendampingan singkat

Variasi kegiatan pengayaan

  • Pendalaman: soal penalaran yang lebih menantang pada TP yang sama.
  • Perluasan: mengaitkan materi dengan kehidupan sehari-hari, misalnya proyek kecil.
  • Peran tutor sebaya: membantu teman di kelompok remedial, dengan bimbingan guru.
  • Karya: membuat media, soal, atau penjelasan untuk orang lain.

Pengayaan tidak boleh terasa sebagai hukuman karena cepat selesai. Pilih kegiatan yang menarik dan memberi ruang kreativitas.

Kapan dilaksanakan

  • Segera setelah asesmen formatif, di pertemuan berikutnya, agar kesalahan tidak menumpuk.
  • Setelah sumatif lingkup materi, dengan jadwal yang diumumkan.
  • Bersamaan dalam satu pertemuan, dengan kelompok remedial didampingi guru dan kelompok pengayaan bekerja mandiri.

Mengomunikasikan kepada murid dan orang tua

Cara menyampaikan menentukan sikap murid. Hindari menyebut "kelompok bodoh" atau mengumumkan nama murid remedial di depan kelas. Sampaikan bahwa setiap murid sedang berada di tahap belajar yang berbeda, dan semua kelompok punya tugas yang bermakna.

Untuk orang tua, kabarkan secara singkat TP yang sedang diperkuat dan apa yang bisa dibantu di rumah, misalnya berlatih membagi kue atau pizza saat makan bersama untuk memahami pecahan. Program remedial dan pengayaan yang dikomunikasikan dengan baik membuat orang tua menjadi mitra, bukan penonton.

Kesalahan yang sering terjadi

  • Remedial hanya berupa ujian ulang dengan soal yang sama.
  • Program dibuat setelah semester berakhir, sekadar untuk melengkapi berkas.
  • Murid yang tuntas dibiarkan menunggu tanpa kegiatan.
  • Hasil remedial tidak dicatat, sehingga tidak jelas apakah murid sudah tuntas.
  • Semua murid belum tuntas diperlakukan sama, padahal penyebabnya berbeda.

Pertanyaan yang sering diajukan

Apakah nilai remedial harus dibatasi pada KKTP?

Ketentuan pengolahan nilai remedial mengikuti kebijakan satuan pendidikan. Yang terpenting, rapor mencerminkan ketercapaian tujuan pembelajaran setelah tindak lanjut.

Berapa kali remedial boleh dilakukan?

Tidak ada batas baku. Remedial dilakukan sampai murid mencapai tujuan atau hingga batas waktu yang ditetapkan sekolah, dengan pendekatan yang terus disesuaikan.

Apakah program remedial dan pengayaan wajib tertulis?

Sebaiknya tertulis sebagai bukti tindak lanjut asesmen, dan biasanya diperiksa saat supervisi. Format satu halaman seperti contoh di atas sudah cukup.

Bagaimana jika sebagian besar kelas belum tuntas?

Itu tanda TP perlu diajarkan ulang ke seluruh kelas dengan strategi berbeda, bukan remedial perorangan.

Siapa yang menyusun program ini?

Guru mata pelajaran atau guru kelas, dengan koordinasi wali kelas bila menyangkut murid yang tertinggal di banyak mapel.

ASIS: Remedial yang Berangkat dari Data Nilai yang Rapi

Akar masalah remedial yang tidak efektif adalah data nilai yang tidak dipecah per TP dan catatan tindak lanjut yang tercecer. Guru sulit melihat siapa yang belum tuntas di bagian mana, dan hasil remedial tidak terlacak.

ASIS memegang prinsip "Data dicatat sekali, dipakai berkali-kali." Guru mengisi nilai formatif, sumatif, dan remedial di tempat yang sama, menyusun soal asesmen ulang dari bank soal dengan bantuan AI yang tetap ditinjau guru, lalu menyiapkan pengayaan dengan aktivitas dan lab interaktif di Studio. Hasil akhirnya mengalir ke e-Rapor Kurikulum Merdeka.

ASIS gratis untuk semua sekolah, dan Basmalah gratis untuk pesantren, madrasah diniyah, dan TPQ. Silakan mulai di asis.id dan jelajahi studio.asis.id.

BACA JUGA

Artikel lain untuk sekolah.

MULAI DARI SATU DATA

Cukup catat sekali, pakai di mana saja.

Daftarkan sekolah Anda dan rasakan bagaimana satu sumber kebenaran meringankan pekerjaan sehari-hari.