Pajak Belanja Dana BOS: Cara Menghitung dan Menyetor
Panduan pajak belanja dana BOS untuk Bendahara: kapan memungut PPN, PPh 21, PPh 22, PPh 23, dan PPh 4 ayat 2, contoh hitungan, belanja SIPLah, dan pelaporan.
Profil pelajar kini mengacu pada 8 dimensi profil lulusan. Pahami perubahannya dari Profil Pelajar Pancasila, tabel padanan, dan cara guru mendokumentasikannya.
Profil pelajar adalah gambaran karakter dan kompetensi yang ingin dicapai seorang pelajar melalui pendidikan. Selama beberapa tahun, istilah yang dipakai adalah Profil Pelajar Pancasila dengan enam dimensi. Sejak Permendikdasmen 13/2025 berlaku pada 15 Juli 2025, arah itu diperbarui menjadi 8 dimensi profil lulusan, dan P5 digantikan kegiatan kokurikuler. Artikel ini menjelaskan apa yang berubah, tabel padanan dimensi lama dan baru, contoh penerapan di kelas, serta cara guru mendokumentasikan perkembangan setiap pelajar.
Pembahasan contoh per dimensi tersedia di artikel "8 Dimensi Profil Lulusan dan Contoh Penerapannya di Kelas". Di sini sudutnya adalah transisi: apa yang perlu disesuaikan guru dan sekolah.
Yang berubah adalah kerangka dan istilahnya. Enam dimensi lama dirumuskan ulang menjadi delapan dimensi, dan istilah "projek profil" tidak lagi menjadi wadah utama. Yang tetap adalah semangatnya: pendidikan tidak berhenti pada nilai mata pelajaran, tetapi membentuk pribadi yang beriman, bernalar, bekerja sama, dan sehat.
| Kerangka lama | Kerangka baru |
|---|---|
| Profil Pelajar Pancasila, 6 dimensi | Profil lulusan, 8 dimensi |
| P5 sebagai projek terpisah dengan alokasi waktu khusus | Kegiatan kokurikuler: pembelajaran kolaboratif lintas disiplin, Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, atau cara lain |
| Rapor projek terpisah | Pelaporan mengikuti panduan terbaru |
| Fokus pada projek tematik | Terintegrasi dalam intrakurikuler, kokurikuler, dan budaya sekolah |
Delapan dimensi yang dirumuskan dalam kebijakan terbaru adalah:
Rujuk dokumen resmi terbaru untuk rumusan lengkap dan subelemennya, karena penjabarannya bisa diperbarui.
Tabel ini membantu guru memetakan dokumen lama ke kerangka baru. Padanannya bersifat pendekatan praktis, bukan pemetaan resmi satu banding satu.
| Dimensi Profil Pelajar Pancasila | Padanan terdekat di 8 dimensi |
|---|---|
| Beriman, bertakwa kepada Tuhan YME, dan berakhlak mulia | Keimanan dan ketakwaan |
| Berkebinekaan global | Kewargaan |
| Bergotong royong | Kolaborasi |
| Mandiri | Kemandirian |
| Bernalar kritis | Penalaran kritis |
| Kreatif | Kreativitas |
| (belum berdiri sendiri) | Kesehatan |
| (belum berdiri sendiri) | Komunikasi |
Dua dimensi yang paling terasa baru adalah kesehatan dan komunikasi. Sekolah yang selama ini memiliki program UKS, olahraga pagi, atau lomba pidato sebenarnya sudah punya modal untuk dua dimensi ini.
Setiap pagi, pelajar mengisi kartu "Sarapanku Hari Ini" dengan gambar sederhana. Seminggu sekali, wali kelas mengajak diskusi tentang makanan sehat. Pelajar juga bergiliran menjadi petugas cuci tangan sebelum makan bekal.
Dalam pelajaran Bahasa Indonesia, kelompok pelajar mewawancarai pedagang di sekitar sekolah, lalu mempresentasikan hasilnya di depan kelas. Guru IPS menilai isi wawancara dari sisi kegiatan ekonomi.
Pelajar menganalisis dua berita berbeda tentang isu lingkungan di daerahnya, membandingkan sumber, lalu menulis surat pendapat kepada pemerintah desa.
Semua contoh bersifat ilustrasi. Sesuaikan dengan CP resmi terbaru dan konteks sekolah.
Salah satu bentuk kokurikuler yang disebut dalam kebijakan terbaru adalah Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat: bangun pagi, beribadah, berolahraga, makan sehat dan bergizi, gemar belajar, bermasyarakat, dan tidur cepat. Kebiasaan ini sangat dekat dengan dimensi kesehatan, kemandirian, keimanan, dan kewargaan.
Cara sederhana menerapkannya adalah jurnal kebiasaan mingguan. Pelajar mencentang kebiasaan yang dilakukan, orang tua memberi paraf, dan wali kelas meninjau setiap Senin. Yang dinilai bukan banyaknya centang, melainkan kejujuran dan perkembangan dari minggu ke minggu. Pelajar yang jarang berolahraga, misalnya, diajak menetapkan target kecil seperti jalan kaki ke sekolah dua kali seminggu.
Beberapa dokumen yang perlu ditinjau ulang:
Tidak perlu membuang dokumen lama. Banyak kegiatan P5 sebelumnya bisa dipertahankan dengan penyesuaian tujuan dan istilah.
Selain kerangka kurikulum, istilah profil pelajar juga sering dipakai untuk catatan individual: data diri, minat, kekuatan, tantangan, dan perkembangan karakter seorang pelajar. Keduanya saling terkait. Catatan individual adalah bukti bahwa dimensi profil lulusan benar-benar tumbuh.
Format sederhana per semester:
| Dimensi | Pengamatan (contoh fiktif: Laras, kelas VIII) | Tindak lanjut |
|---|---|---|
| Kolaborasi | Aktif membagi tugas dalam kelompok wawancara | Beri peran ketua kelompok berikutnya |
| Komunikasi | Masih gugup saat presentasi | Latihan presentasi di kelompok kecil |
| Kesehatan | Sering tidak sarapan menurut kartu harian | Bicarakan dengan orang tua |
| Kemandirian | Selalu mengumpulkan tugas tepat waktu | Pertahankan, beri apresiasi |
Tulis pengamatan sebagai perilaku yang terlihat, bukan label. "Masih gugup saat presentasi" lebih membantu daripada "kurang percaya diri".
Kerangkanya diperbarui menjadi 8 dimensi profil lulusan melalui Permendikdasmen 13/2025. Nilai-nilai yang dikandungnya tetap hidup dalam dimensi baru.
Boleh, sebagai salah satu bentuk kegiatan kokurikuler, misalnya pembelajaran kolaboratif lintas disiplin, dengan tujuan yang diarahkan ke dimensi profil lulusan.
Umumnya wali kelas, dengan masukan dari guru mapel, guru BK, dan pembina ekstrakurikuler.
Umumnya dilaporkan secara deskriptif sesuai panduan terbaru, bukan angka seperti nilai mata pelajaran.
Sampaikan dalam pertemuan wali murid: tujuannya tetap membentuk karakter anak, hanya kerangka dan istilahnya yang diperbarui.
Akar masalah dokumentasi profil adalah catatan yang tersebar. Pengamatan wali kelas ada di buku pribadi, catatan BK di map tertutup, data kesehatan di UKS, dan prestasi di bagian kesiswaan. Gambaran utuh seorang anak sulit dilihat dalam satu waktu.
ASIS menyediakan profil murid yang utuh dengan catatan perkembangan, prestasi dan kedisiplinan, layanan BK, data kesehatan UKS, serta portofolio. Guru juga terbantu dengan perangkat ajar Kurikulum Merdeka dan panduan menyiapkan serta menilai projek kokurikuler. Data dicatat sekali, dipakai berkali-kali.
ASIS gratis untuk semua sekolah, tanpa iklan, dan data sekolah tidak dijual. Basmalah, aplikasi gratis dari ekosistem ASIS, tersedia untuk pesantren, madrasah diniyah, dan TPQ. Mulai di asis.id.
Panduan pajak belanja dana BOS untuk Bendahara: kapan memungut PPN, PPh 21, PPh 22, PPh 23, dan PPh 4 ayat 2, contoh hitungan, belanja SIPLah, dan pelaporan.
Aplikasi MA gratis bisa aman, bisa juga berisiko. Kenali model gratis yang sehat, tanda aplikasi abal-abal, dan cara mengujinya sebelum dipakai madrasah.
Cara membuat kartu inventaris ruangan KIR sekolah: kolom yang umum dipakai, contoh pengisian, kode kondisi barang, jadwal pemutakhiran, dan kesalahan umum.
Daftarkan sekolah Anda dan rasakan bagaimana satu sumber kebenaran meringankan pekerjaan sehari-hari.