WAWASAN ASIS

Portofolio Siswa: Contoh Isi dan Format per Jenjang

Contoh isi dan format portofolio siswa SD, SMP, SMA, dan SMK: susunan halaman, lembar refleksi, versi cetak dan digital, serta cara guru membimbingnya.

Tim Wawasan ASIS 08 Sep 2026 Panduan

Portofolio siswa adalah kumpulan karya pilihan yang menunjukkan proses dan perkembangan belajar seorang siswa dalam kurun waktu tertentu, lengkap dengan refleksi siswa dan catatan guru. Berbeda dengan map tugas yang berisi semua lembar kerja, portofolio berisi karya yang dipilih dengan alasan: karya terbaik, karya yang menunjukkan kemajuan, atau karya yang paling bermakna bagi siswa. Artikel ini memberi contoh isi dan format portofolio untuk SD, SMP, SMA, dan SMK, susunan halaman yang bisa langsung dipakai, dan cara guru membimbing siswa menyusunnya.

Bila Bapak/Ibu mencari pembahasan portofolio sebagai teknik asesmen beserta rubriknya, silakan baca "Portofolio Murid: Cara Menyusun untuk Bahan Asesmen". Artikel ini lebih fokus pada contoh isi dan formatnya.

Jenis portofolio

Jenis Tujuan Contoh isi
Portofolio proses Menunjukkan perkembangan dari awal hingga akhir Draf pertama, revisi, dan versi akhir karangan
Portofolio karya terbaik Menampilkan pencapaian puncak Karya lomba, proyek unggulan
Portofolio tematik Mendokumentasikan satu proyek atau kegiatan kokurikuler Rencana, foto kegiatan, hasil, refleksi
Portofolio kelulusan atau lanjut studi Bahan memperkenalkan diri ke jenjang atau lembaga berikutnya Karya pilihan, sertifikat, rekomendasi

Susunan umum portofolio

Apa pun jenjangnya, susunan berikut bisa menjadi kerangka:

  1. Sampul: nama siswa, kelas, sekolah, tahun ajaran, dan judul portofolio.
  2. Profil singkat: perkenalan diri, minat, dan tujuan belajar.
  3. Daftar isi.
  4. Karya pilihan: setiap karya diberi lembar keterangan.
  5. Lembar refleksi untuk setiap karya atau di akhir.
  6. Catatan guru dan orang tua.
  7. Lampiran: sertifikat, foto kegiatan, penghargaan.

Contoh lembar keterangan karya

Bagian Contoh isian
Judul karya Poster Hemat Air di Rumahku
Mapel/kegiatan IPAS, kelas V
Tanggal September
Mengapa memilih karya ini Saya pertama kali membuat poster dengan data hasil wawancara keluarga
Yang saya pelajari Cara menghitung pemakaian air dan menyajikannya dalam diagram
Yang ingin saya perbaiki Tulisan di poster terlalu kecil

Contoh portofolio siswa SD

Untuk SD, portofolio sebaiknya sederhana, berwarna, dan banyak gambar. Refleksi bisa berupa pilihan wajah atau kalimat rumpang.

Contoh isi untuk kelas 2 selama satu semester:

  • tulisan nama dan kalimat pertama di awal semester, lalu tulisan di akhir semester (menunjukkan kemajuan menulis),
  • gambar keluargaku,
  • hasil karya kolase dari bahan alam,
  • foto saat menampilkan lagu daerah,
  • lembar "Aku bisa..." berisi hal yang sudah dikuasai.

Contoh lembar refleksi kelas rendah:

  • Karya ini membuatku merasa: senang / biasa / bingung
  • Bagian yang paling aku suka: ....
  • Yang ingin aku coba lagi: ....

Di kelas tinggi, refleksi bisa berupa dua atau tiga kalimat yang ditulis sendiri.

Contoh portofolio siswa SMP

Siswa SMP mulai mampu memilih karya sendiri dan menjelaskan alasannya. Dorong mereka memasukkan karya dari beberapa mapel.

Contoh isi untuk kelas VIII:

  • teks eksposisi dengan draf dan revisi (Bahasa Indonesia),
  • laporan praktikum sederhana (IPA),
  • peta konsep sejarah daerah (IPS),
  • karya seni atau rekaman pertunjukan,
  • dokumentasi kegiatan kokurikuler beserta peran siswa,
  • refleksi akhir semester: kekuatan, tantangan, dan target semester berikutnya.

Contoh portofolio siswa SMA

Di SMA, portofolio bisa diarahkan untuk mendukung pilihan mapel dan rencana studi lanjut.

Contoh isi untuk kelas XI:

  • esai atau artikel ilmiah sederhana di mapel pilihan,
  • proyek penelitian kecil beserta data dan kesimpulannya,
  • karya kreatif seperti desain, video, atau tulisan,
  • catatan kegiatan organisasi dan kepanitiaan,
  • sertifikat lomba atau pelatihan,
  • pernyataan minat studi: bidang yang diminati dan alasannya.

Contoh portofolio siswa SMK

Portofolio SMK paling dekat dengan dunia kerja. Isinya menunjukkan kompetensi keahlian.

Contoh isi untuk siswa jurusan teknik otomotif:

  • dokumentasi langkah servis berkala dengan foto sebelum dan sesudah,
  • lembar kerja bengkel yang sudah dinilai,
  • laporan PKL beserta penilaian dari pembimbing industri,
  • sertifikat kompetensi bila ada,
  • refleksi: pekerjaan yang paling dikuasai dan yang masih perlu dilatih.

Untuk jurusan lain, ganti dengan karya yang relevan, misalnya desain grafis, aplikasi sederhana, atau hasil produk tata boga.

Cetak atau digital?

Aspek Portofolio cetak Portofolio digital
Kelebihan Mudah diperlihatkan saat pertemuan, terasa personal Bisa memuat video dan audio, tidak rusak, mudah dibagikan
Kekurangan Butuh tempat, bisa rusak atau hilang Perlu perangkat dan penyimpanan yang aman
Cocok untuk SD kelas rendah, pameran karya SMP ke atas, SMK, portofolio lanjut studi

Banyak sekolah memadukan keduanya: karya fisik tetap disimpan, lalu difoto dan diunggah ke portofolio digital. Tips mendokumentasikan proyek dengan baik ada di "Dokumentasi Projek Murid untuk Portofolio dan Media Sosial".

Peran guru dalam membimbing

  1. Jelaskan tujuan portofolio di awal semester.
  2. Sediakan waktu khusus, misalnya satu jam pelajaran setiap bulan untuk memilih dan merefleksikan karya.
  3. Beri contoh refleksi yang baik.
  4. Berikan umpan balik tertulis pada karya pilihan.
  5. Libatkan orang tua, misalnya dengan pameran portofolio atau catatan orang tua di halaman akhir.

Kesalahan yang sering terjadi

  • Semua tugas dimasukkan. Portofolio menjadi tebal tanpa cerita.
  • Tidak ada refleksi. Karya hanya dipajang tanpa makna.
  • Hanya karya terbaik. Perkembangan tidak terlihat.
  • Disusun di akhir tahun. Banyak karya sudah hilang.
  • Foto siswa disebarkan tanpa izin. Jaga privasi siswa saat membagikan portofolio digital.

Pertanyaan yang sering diajukan

Apa isi wajib portofolio siswa?

Tidak ada format tunggal, tetapi umumnya memuat profil, karya pilihan, lembar keterangan karya, refleksi siswa, dan catatan guru.

Berapa banyak karya dalam satu portofolio?

Untuk satu semester, lima sampai sepuluh karya pilihan sudah cukup, asalkan masing-masing disertai keterangan dan refleksi.

Siapa yang memilih karya?

Idealnya siswa memilih dengan bimbingan guru. Di kelas rendah, guru dan siswa memilih bersama.

Apakah portofolio siswa bisa dibuat digital?

Bisa. Portofolio digital bahkan memungkinkan siswa menyertakan video presentasi atau rekaman praktik.

Apakah portofolio dinilai?

Portofolio bisa menjadi bahan asesmen dengan rubrik yang jelas, tetapi nilai bukan tujuan utamanya. Tujuan utamanya adalah memperlihatkan perkembangan dan membangun kebiasaan refleksi.

ASIS: Portofolio Siswa yang Tidak Hilang di Akhir Tahun

Portofolio sering gagal bukan karena konsepnya, tetapi karena karyanya tercecer: kertas hilang, foto tersimpan di ponsel guru, dan sertifikat terselip di rumah. Di akhir tahun, siswa kesulitan menyusun ceritanya.

ASIS menyediakan fitur portofolio yang menyatu dengan profil siswa, berdampingan dengan prestasi, catatan perkembangan, dan nilai di e-Rapor. Karya bisa dikumpulkan sepanjang tahun, tugas online memudahkan siswa mengunggah hasil kerja, dan Studio di studio.asis.id menyediakan aktivitas interaktif serta lab yang memperkaya pengalaman belajar siswa. Untuk siswa SMK, catatan PKL juga tersimpan di sistem yang sama.

ASIS gratis untuk semua sekolah, dan Basmalah gratis untuk pesantren, madrasah diniyah, dan TPQ. Silakan mulai di asis.id.

BACA JUGA

Artikel lain untuk sekolah.

MULAI DARI SATU DATA

Cukup catat sekali, pakai di mana saja.

Daftarkan sekolah Anda dan rasakan bagaimana satu sumber kebenaran meringankan pekerjaan sehari-hari.