WAWASAN ASIS

Portofolio Peserta Didik: Jenis, Rubrik, dan Konferensi

Portofolio peserta didik sebagai asesmen: tiga jenis portofolio, contoh rubrik penilaian, cara menggelar konferensi portofolio, dan kaitannya dengan rapor.

Tim Wawasan ASIS 01 Okt 2026 Kurikulum & Pembelajaran

Portofolio peserta didik adalah kumpulan karya yang dipilih dengan sengaja untuk menunjukkan proses dan perkembangan belajar, bukan tumpukan semua lembar kerja dalam satu map. Kekuatan portofolio terletak pada tiga hal: pilihan karya yang bertujuan, refleksi peserta didik atas karyanya, dan percakapan dengan guru tentang langkah berikutnya. Panduan ini membahas tiga jenis portofolio, contoh rubrik penilaian, cara menggelar konferensi portofolio, serta bagaimana hasilnya dipakai untuk deskripsi rapor.

Artikel lain di blog ini membahas sudut berbeda: "Portofolio Siswa: Contoh Isi dan Format per Jenjang" untuk contoh isi, dan "Portofolio Digital Siswa: Cara Menambah Karya dan Prestasi" untuk langkah teknis digital.

Tiga jenis portofolio dan kapan memakainya

Jenis Tujuan Isi khas Cocok untuk
Portofolio proses (kerja) Menunjukkan perjalanan belajar Draf awal, revisi, catatan umpan balik Menulis, proyek, praktik
Portofolio dokumentasi Bukti ketercapaian tujuan pembelajaran Karya yang dipetakan ke tujuan tertentu Asesmen sumatif, rapor
Portofolio unggulan (showcase) Menampilkan karya terbaik Karya pilihan peserta didik dengan alasan Gelar karya, pertemuan orang tua

Satu kelas tidak harus memakai ketiganya. Untuk asesmen semester, portofolio dokumentasi paling praktis. Untuk mata pelajaran yang menekankan keterampilan, portofolio proses memberi gambaran paling jujur.

Prinsip memilih karya

  1. Bertujuan. Setiap karya dipetakan ke satu atau dua tujuan pembelajaran.
  2. Bervariasi. Campur bentuk karya: tulisan, foto praktik, rekaman presentasi, peta konsep.
  3. Dipilih bersama. Peserta didik ikut memilih dan menuliskan alasannya.
  4. Bertanggal. Tanggal membuat perkembangan terlihat.
  5. Terbatas. Lima sampai delapan karya per semester per mata pelajaran sudah cukup.

Lembar pengantar setiap karya

Setiap karya sebaiknya disertai lembar pengantar singkat yang diisi peserta didik. Contoh isian fiktif dari peserta didik kelas 7:

  • Judul karya: Laporan pengamatan pertumbuhan kecambah
  • Tanggal: 3 September
  • Tujuan yang ditunjukkan: Menyajikan data pengamatan dalam tabel dan grafik
  • Mengapa saya memilih karya ini: Ini pertama kali saya membuat grafik sendiri tanpa contoh.
  • Yang sudah baik: Tabel rapi dan lengkap.
  • Yang ingin saya perbaiki: Skala grafik masih kurang tepat.

Lembar sesederhana ini mengubah karya menjadi bukti belajar, karena peserta didik menunjukkan bahwa ia memahami kualitas karyanya sendiri.

Contoh rubrik penilaian portofolio

Rubrik menilai portofolio secara keseluruhan, bukan menilai ulang tiap karya. Contoh rubrik empat kriteria:

Kriteria Perlu bimbingan Cukup Baik Sangat baik
Kelengkapan dan kesesuaian dengan tujuan Banyak karya tidak terkait tujuan Sebagian karya terkait tujuan Hampir semua karya terkait tujuan Semua karya terpetakan jelas ke tujuan
Bukti perkembangan Tidak terlihat perubahan Perubahan kecil di satu aspek Perkembangan jelas di beberapa aspek Perkembangan konsisten dan dijelaskan
Kualitas refleksi Refleksi kosong atau sangat umum Refleksi menyebut yang disukai Refleksi menyebut kekuatan dan kelemahan Refleksi disertai rencana perbaikan yang spesifik
Penerapan umpan balik Umpan balik tidak ditindaklanjuti Sebagian kecil ditindaklanjuti Sebagian besar ditindaklanjuti Seluruh umpan balik ditindaklanjuti dengan bukti revisi

Sesuaikan kriteria dengan mata pelajaran. Untuk seni, misalnya, tambahkan kriteria eksplorasi teknik.

Konferensi portofolio: percakapan 10 menit

Konferensi portofolio adalah pertemuan singkat antara guru dan satu peserta didik untuk membahas portofolionya. Inilah bagian yang paling sering dilewatkan, padahal paling berdampak.

Persiapan

Jadwalkan 10 menit per peserta didik, tersebar dalam dua sampai tiga pekan menjelang akhir semester. Selama konferensi berlangsung, peserta didik lain mengerjakan tugas mandiri.

Alur percakapan

  1. Pembuka (1 menit): "Ceritakan karya yang paling kamu banggakan."
  2. Bukti perkembangan (3 menit): bandingkan karya awal dan akhir. "Apa yang berubah?"
  3. Tantangan (3 menit): "Bagian mana yang masih sulit?"
  4. Rencana (2 menit): sepakati satu target untuk semester berikutnya.
  5. Catatan (1 menit): guru menulis ringkasan dua kalimat.

Contoh catatan konferensi

"Dinda bangga pada esai argumentasinya karena berhasil memakai data. Masih kesulitan menyusun kesimpulan. Target semester depan: menulis kesimpulan yang menjawab pertanyaan pembuka."

Catatan seperti ini langsung bisa diolah menjadi deskripsi rapor.

Dari portofolio ke deskripsi rapor

Rapor Kurikulum Merdeka memuat deskripsi capaian. Portofolio memberi bahan konkret agar deskripsi tidak seragam. Rumus sederhana: kekuatan yang terlihat dari karya + area yang perlu ditingkatkan + bukti singkat.

Contoh: "Menunjukkan kemampuan menyajikan data pengamatan dalam tabel yang lengkap. Perlu meningkatkan ketepatan skala grafik."

Kumpulan portofolio peserta didik juga menjadi bahan berharga saat pertemuan dengan orang tua, karena orang tua melihat karya nyata, bukan hanya angka.

Variasi per jenjang

  • SD kelas rendah: portofolio berisi gambar, tulisan pendek, dan foto hasil karya. Refleksi dilakukan lisan, guru yang menuliskannya, misalnya dengan kalimat pemantik "Aku suka karya ini karena...".
  • SD kelas tinggi dan SMP: peserta didik mulai mengisi lembar pengantar sendiri dan memilih karya dengan alasan tertulis. Konferensi bisa dilakukan berpasangan sebelum dengan guru.
  • SMA dan SMK: portofolio dapat diarahkan ke tujuan lanjutan, seperti persiapan kuliah, PKL, atau dunia kerja. Untuk SMK, foto proses praktik dan lembar kerja bengkel menjadi bukti kompetensi yang kuat.

Kesalahan umum

  • Memasukkan semua lembar kerja sehingga portofolio menjadi arsip, bukan bukti.
  • Guru yang memilih semua karya tanpa melibatkan peserta didik.
  • Refleksi diisi menjelang rapor sekaligus, sehingga isinya seragam.
  • Portofolio tidak pernah dibuka lagi setelah dinilai.

Daftar cek portofolio semester

  • Jenis portofolio ditetapkan di awal semester.
  • Setiap karya punya lembar pengantar dan tanggal.
  • Rubrik dibagikan kepada peserta didik sejak awal.
  • Konferensi dijadwalkan sebelum pengolahan nilai rapor.
  • Catatan konferensi tersimpan dan dipakai untuk deskripsi rapor.

Pertanyaan yang sering diajukan

Berapa banyak karya dalam portofolio peserta didik?

Lima sampai delapan karya per semester per mata pelajaran sudah memadai. Kualitas pilihan lebih penting daripada jumlah.

Apakah portofolio harus dinilai dengan angka?

Tidak wajib. Rubrik bisa menghasilkan predikat dan deskripsi. Bila sekolah memerlukan angka, konversikan dari rubrik secara konsisten.

Bagaimana jika kelas sangat besar untuk konferensi?

Buat konferensi kelompok kecil berisi tiga sampai empat peserta didik, atau jadwalkan sebagian peserta didik per semester secara bergilir.

Apakah portofolio digital lebih baik daripada map fisik?

Keduanya sah. Portofolio digital lebih mudah disimpan dan dibagikan kepada orang tua, terutama untuk karya berupa video atau foto praktik.

Apa bedanya portofolio dan dokumentasi kegiatan?

Dokumentasi mencatat bahwa kegiatan terjadi. Portofolio menunjukkan apa yang dipelajari peserta didik dari kegiatan itu, lengkap dengan refleksinya.

ASIS: Portofolio yang Menempel di Profil Murid

Akar masalah portofolio di sekolah adalah penyimpanan yang tercecer. Map fisik rusak atau hilang, foto karya tersimpan di ponsel guru, dan saat rapor tiba semua harus dicari ulang.

ASIS menyediakan fitur portofolio yang tersambung dengan profil murid yang utuh. Murid bisa menambahkan karya dan prestasi, guru memberi catatan perkembangan, dan wali kelas membaca semuanya di satu tempat saat menyusun deskripsi e-Rapor Kurikulum Merdeka. Orang tua bisa ikut melihat perkembangan anaknya lewat aplikasi.

ASIS gratis untuk semua sekolah, tanpa iklan, dan data tidak dijual. Pesantren, madrasah diniyah, dan TPQ bisa memakai Basmalah, aplikasi gratis dari ekosistem ASIS. Mulai di asis.id.

BACA JUGA

Artikel lain untuk sekolah.

MULAI DARI SATU DATA

Cukup catat sekali, pakai di mana saja.

Daftarkan sekolah Anda dan rasakan bagaimana satu sumber kebenaran meringankan pekerjaan sehari-hari.