WAWASAN ASIS

Portofolio Murid: Cara Menyusun untuk Bahan Asesmen

Cara menyusun portofolio murid sebagai bahan asesmen: jenis portofolio, isi wajib, contoh lembar refleksi, rubrik, dan cara mengolahnya ke rapor.

Tim Wawasan ASIS 25 Jul 2026 Panduan

Portofolio murid adalah kumpulan karya terpilih yang menunjukkan perkembangan kemampuan seorang anak dalam rentang waktu tertentu, disertai catatan guru dan refleksi murid itu sendiri. Agar layak menjadi bahan asesmen, portofolio harus punya tujuan yang jelas, kriteria pemilihan karya, dan rubrik penilaian. Tanpa ketiganya, portofolio hanya menjadi map tebal yang tidak pernah dibaca. Artikel ini menjelaskan cara menyusun portofolio murid dari perencanaan sampai pengolahan nilainya ke rapor.

Portofolio bukan sekadar map karya

Banyak sekolah sudah meminta murid mengumpulkan hasil kerja dalam map. Masalahnya, isinya sering acak: semua lembar kerja masuk, tidak ada tanggal, tidak ada keterangan. Di akhir semester, guru kesulitan menilai karena tidak tahu apa yang sebenarnya ingin dilihat.

Portofolio yang berfungsi sebagai asesmen punya tiga ciri:

  1. Terarah. Setiap karya dipilih karena memperlihatkan capaian tujuan pembelajaran tertentu.
  2. Berurutan waktu. Ada karya awal dan karya akhir sehingga perkembangan terlihat.
  3. Ada suara murid. Murid menjelaskan mengapa memilih karya itu dan apa yang ia pelajari.

Tiga jenis portofolio dan kapan memakainya

Jenis Tujuan Isi khas Cocok untuk
Portofolio proses (perkembangan) Melihat kemajuan dari waktu ke waktu Draf, revisi, karya akhir Menulis, seni, praktik
Portofolio karya terbaik (showcase) Menampilkan capaian puncak Karya pilihan murid Pameran, akhir fase
Portofolio penilaian Bukti capaian terhadap kriteria Karya sesuai tujuan + rubrik Asesmen sumatif, rapor

Dalam praktik, satu map bisa menggabungkan ketiganya. Yang penting, guru menetapkan sejak awal mana yang akan dinilai.

Langkah menyusun portofolio murid

1. Tetapkan tujuan pembelajaran yang akan dibuktikan

Pilih dua sampai empat tujuan pembelajaran dalam satu semester yang paling cocok dibuktikan lewat karya. Misalnya untuk Bahasa Indonesia kelas 5: menulis teks narasi dengan alur yang runtut. Tujuan seperti mengenal huruf atau menghafal definisi lebih tepat dinilai dengan cara lain.

2. Tentukan karya wajib dan karya pilihan

Supaya adil, tetapkan karya wajib yang dikerjakan semua murid. Beri ruang satu atau dua karya pilihan agar murid bisa menunjukkan minatnya.

Contoh untuk satu semester Bahasa Indonesia kelas 5:

Karya Status Waktu
Draf narasi pertama Wajib Minggu 3
Narasi setelah revisi Wajib Minggu 6
Narasi akhir semester Wajib Minggu 15
Satu karya tulis bebas (puisi, komik, surat) Pilihan Kapan saja

3. Siapkan lembar identitas karya

Setiap karya ditempeli lembar kecil berisi: tanggal, tujuan pembelajaran, dan kolom komentar guru. Lembar ini yang membedakan portofolio dari tumpukan kertas biasa.

4. Biasakan refleksi murid

Refleksi tidak perlu panjang. Untuk kelas rendah cukup dua pertanyaan dengan gambar wajah. Untuk kelas atas dan SMP, gunakan tiga sampai empat pertanyaan.

Contoh lembar refleksi:

  • Karya apa yang paling kamu banggakan? Mengapa?
  • Apa yang berubah dari draf pertama ke karya terakhir?
  • Bagian mana yang masih sulit?
  • Apa yang akan kamu coba lain kali?

5. Susun rubrik sejak awal

Rubrik diberikan ke murid sebelum mereka mulai bekerja, bukan setelah selesai. Dengan begitu murid tahu seperti apa karya yang baik. Contoh rubrik lebih rinci bisa dilihat di artikel contoh rubrik penilaian.

Kriteria Mulai berkembang Berkembang Cakap Mahir
Alur cerita Peristiwa acak Ada urutan, belum jelas Runtut awal–tengah–akhir Runtut dengan konflik yang menarik
Pilihan kata Berulang Cukup bervariasi Bervariasi dan tepat Hidup dan sesuai suasana
Ejaan dan tanda baca Banyak kesalahan Beberapa kesalahan Sedikit kesalahan Hampir tanpa kesalahan
Revisi Tidak ada perubahan Perubahan kecil Perbaikan nyata Perbaikan mendalam atas masukan

6. Jadwalkan konferensi singkat

Lima menit per murid, dua kali per semester, cukup untuk membaca portofolio bersama. Guru bertanya, murid menjelaskan. Catat hasilnya di lembar konferensi.

Mengolah portofolio menjadi nilai rapor

Portofolio bisa menjadi bagian asesmen formatif sekaligus sumatif. Karya draf dan revisi memberi umpan balik (formatif), sedangkan karya akhir yang dinilai dengan rubrik bisa menjadi salah satu komponen sumatif. Penjelasan perbedaan keduanya ada di artikel asesmen formatif dan sumatif.

Cara mengolah yang praktis:

  1. Nilai karya akhir dengan rubrik, ubah ke skor sesuai kesepakatan sekolah.
  2. Gunakan skor itu sebagai salah satu nilai sumatif lingkup materi.
  3. Tulis deskripsi rapor dari catatan portofolio, misalnya: "Ananda menunjukkan kemajuan dalam menyusun alur cerita yang runtut; perlu berlatih variasi pilihan kata."

Deskripsi yang berasal dari portofolio biasanya jauh lebih bermakna bagi orang tua daripada kalimat generik.

Variasi per jenjang

PAUD dan TK. Portofolio berisi hasil karya, foto kegiatan, dan catatan anekdot guru. Anak belum menulis refleksi, tetapi guru bisa mencatat ucapan anak tentang karyanya.

SD kelas rendah. Fokus pada sedikit karya dengan perbedaan yang jelas, misalnya gambar dan tulisan awal semester dibandingkan akhir semester.

SD kelas atas dan SMP. Murid mulai memilih sendiri karya terbaiknya dan menulis refleksi singkat.

SMA dan SMK. Portofolio bisa berbentuk proyek, laporan praktik, atau rekaman presentasi. Untuk SMK, portofolio praktik juga berguna saat mencari tempat PKL.

Portofolio fisik atau digital?

Portofolio fisik mudah dibuat dan bisa dipamerkan saat pertemuan orang tua. Kekurangannya, mudah rusak dan memakan tempat. Portofolio digital berupa foto karya, rekaman, atau dokumen yang tersimpan rapi per murid, lebih mudah dicari dan dibagikan ke orang tua.

Pilihan paling realistis untuk banyak sekolah adalah campuran: karya tetap dibuat di kertas, lalu difoto dan disimpan per murid bersama catatan guru.

Kesalahan umum saat menyusun portofolio murid

Memasukkan semua lembar kerja. Portofolio jadi tebal tanpa makna. Pilih karya yang mewakili tujuan pembelajaran.

Tanpa tanggal. Perkembangan tidak bisa dilihat bila urutan waktu tidak jelas.

Rubrik diberikan di akhir. Murid menebak-nebak kriteria dan tidak bisa memperbaiki diri.

Hanya guru yang menilai. Refleksi murid dan penilaian diri justru inti portofolio.

Portofolio tidak pernah sampai ke orang tua. Bagikan setidaknya ringkasannya saat pembagian rapor.

Pertanyaan yang sering diajukan

Berapa banyak karya dalam portofolio murid per semester?

Tidak ada angka baku. Tiga sampai enam karya per mata pelajaran yang dinilai lewat portofolio biasanya cukup untuk memperlihatkan perkembangan tanpa membebani guru.

Apakah portofolio boleh menggantikan ulangan?

Portofolio bisa menjadi salah satu bentuk asesmen sumatif, tetapi sebaiknya dipadukan dengan teknik lain sesuai karakter tujuan pembelajaran.

Bagaimana menilai portofolio secara adil?

Gunakan rubrik yang sama untuk semua murid, berikan rubrik di awal, dan bila memungkinkan minta guru lain menilai beberapa sampel untuk mengecek konsistensi.

Apakah murid PAUD perlu portofolio?

Perlu, dalam bentuk kumpulan karya, foto kegiatan, dan catatan guru. Portofolio PAUD membantu orang tua melihat tumbuh kembang anak secara konkret.

Siapa yang menyimpan portofolio di akhir tahun?

Karya fisik biasanya dikembalikan ke murid. Catatan guru, rubrik, dan foto karya sebaiknya disimpan sekolah sebagai bukti asesmen.

ASIS: Portofolio yang Menyatu dengan Profil Murid

Portofolio sering gagal karena tercecer: karya di map, foto di ponsel guru, catatan di buku, nilai di lembar kerja komputer. Saat menulis rapor, guru harus menyatukan semuanya dari awal.

ASIS memegang prinsip "Data dicatat sekali, dipakai berkali-kali." Catatan perkembangan guru tersimpan di profil murid yang utuh, sehingga bisa dibaca kembali oleh wali kelas dan guru berikutnya. Nilai dan deskripsi diolah di e-Rapor Kurikulum Merdeka tanpa mengetik ulang, dan orang tua menerima kabar lewat notifikasi aplikasi. Untuk memperkaya karya murid, guru bisa memakai aktivitas dan lab interaktif di Studio.

ASIS gratis untuk semua sekolah, dan Basmalah gratis untuk pesantren, madrasah diniyah, dan TPQ. Silakan mulai di asis.id.

BACA JUGA

Artikel lain untuk sekolah.

MULAI DARI SATU DATA

Cukup catat sekali, pakai di mana saja.

Daftarkan sekolah Anda dan rasakan bagaimana satu sumber kebenaran meringankan pekerjaan sehari-hari.