Pajak Belanja Dana BOS: Cara Menghitung dan Menyetor
Panduan pajak belanja dana BOS untuk Bendahara: kapan memungut PPN, PPh 21, PPh 22, PPh 23, dan PPh 4 ayat 2, contoh hitungan, belanja SIPLah, dan pelaporan.
Mengenal platform Rumah Pendidikan: ruang-ruang layanannya, siapa memakai apa, cara sekolah memanfaatkannya, dan posisinya di samping aplikasi sekolah.
Platform Rumah Pendidikan adalah pintu masuk tunggal layanan digital pendidikan dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. Alih-alih mengingat banyak alamat situs dan banyak akun, guru, kepala sekolah, murid, orang tua, dan pemerintah daerah diarahkan ke satu laman yang membagi layanan ke dalam beberapa "ruang". Bagi Kepala Sekolah, yang paling penting bukan menghafal semua menu, melainkan tahu ruang mana yang dipakai siapa, data apa yang perlu dicek berkala, dan pekerjaan apa yang tetap dikelola sekolah sendiri.
Artikel ini memetakan platform Rumah Pendidikan dari sudut pandang pimpinan sekolah: susunan ruangnya, pembagian tugas di sekolah, rutinitas pemantauan, dan kesalahan yang sering terjadi saat masa transisi.
Catatan: nama ruang, menu, dan layanan di dalamnya bisa berubah sewaktu-waktu. Gambaran di bawah disusun berdasarkan tampilan umum saat artikel ditulis. Selalu cocokkan dengan laman resmi di rumah.pendidikan.go.id.
Selama bertahun-tahun, sekolah berurusan dengan banyak aplikasi pemerintah yang terpisah: satu untuk pengembangan guru, satu untuk data rapor pendidikan, satu untuk bahan ajar, dan seterusnya. Akibatnya, operator dan guru kerap bingung harus masuk ke mana, akun mana yang dipakai, dan apakah data di satu tempat sama dengan tempat lain.
Rumah Pendidikan merapikan pintu masuknya. Layanan dikelompokkan menurut siapa penggunanya, sehingga guru cukup membuka ruang untuk guru, sekolah membuka ruang untuk satuan pendidikan, dan orang tua membuka ruang untuk orang tua.
Secara umum, layanan dikelompokkan ke dalam ruang berikut. Tabel ini membantu Kepala Sekolah membagi tanggung jawab.
| Ruang | Pengguna utama | Contoh layanan yang umumnya tersedia | Penanggung jawab di sekolah |
|---|---|---|---|
| Ruang GTK | Guru dan tenaga kependidikan | Pelatihan mandiri, pengelolaan kinerja, komunitas belajar | Setiap guru, dipantau wakasek kurikulum |
| Ruang Murid | Murid | Sumber belajar dan layanan untuk murid | Wali kelas mengenalkan |
| Ruang Sekolah | Satuan pendidikan | Data dan layanan administrasi sekolah, rapor pendidikan | Kepala Sekolah dan operator |
| Ruang Bahasa | Masyarakat dan sekolah | Layanan kebahasaan | Guru Bahasa Indonesia |
| Ruang Pemerintah | Dinas dan pemda | Layanan untuk pemerintah daerah | Dinas pendidikan |
| Ruang Mitra | Mitra pendidikan | Kolaborasi dengan pihak luar | Humas sekolah |
| Ruang Publik | Masyarakat umum | Informasi dan layanan publik | Humas sekolah |
| Ruang Orang Tua | Orang tua dan wali | Informasi dan panduan pendampingan anak | Wali kelas dan komite |
Jangan anggap kolom "contoh layanan" sebagai daftar lengkap. Pemerintah terus menambah dan memindahkan layanan, jadi biasakan membuka laman resmi sebelum memberi arahan ke guru.
Kendala paling sering di lapangan bukan soal fitur, melainkan akun. Guru baru belum punya akun, guru yang pindah masih tercatat di sekolah lama, atau surel yang dipakai sudah tidak aktif. Minta operator membuat daftar sederhana: nama guru, status akun, dan kendala. Daftar ini cukup dalam satu lembar.
Di SD Negeri dengan 12 guru, misalnya, Kepala Sekolah bisa menugaskan operator untuk urusan akun dan data sekolah, wakasek atau guru senior untuk memantau pelatihan guru, dan setiap wali kelas untuk mengenalkan ruang orang tua saat pertemuan awal tahun. Di SMA dengan 50 guru, pembagian per bidang lebih masuk akal: kurikulum, kesiswaan, dan humas.
Tetapkan kapan data dicek. Contohnya, rapor pendidikan dibaca bersama saat rapat kerja awal tahun, sedangkan status pelatihan dan kinerja guru dilihat setiap akhir semester. Tanpa jadwal, pengecekan biasanya baru dilakukan saat ada tenggat.
Banyak guru senior cukup butuh satu hal: tahu ruang mana yang harus dibuka untuk tugasnya. Buat lembar ringkas satu halaman berisi alamat laman, ruang yang relevan, dan kontak operator bila ada kendala.
Platform pemerintah melayani kebutuhan nasional: pelatihan, pelaporan, data pokok, dan sumber belajar. Namun ada banyak pekerjaan harian yang tetap menjadi urusan internal sekolah, misalnya:
Di sinilah sekolah biasanya memakai aplikasi manajemen sendiri. Kuncinya, jangan sampai data yang sama diketik dua kali tanpa aturan. Tetapkan sumber data utama, misalnya data pokok dari Dapodik, lalu aplikasi internal mengambil dari file ekspor yang sudah dimiliki sekolah.
Tidak. Dapodik tetap menjadi sistem pendataan pokok. Rumah Pendidikan adalah pintu masuk layanan; beberapa layanan di dalamnya memakai data yang bersumber dari pendataan resmi.
Tergantung layanan. Sebagian informasi untuk orang tua bisa dibaca tanpa masuk, sebagian lain mungkin memerlukan akun. Cek ketentuan terbaru di laman resmi.
Mulai dari operator sekolah, lalu kanal bantuan resmi yang tersedia di laman. Catat kendala dengan jelas, termasuk tangkapan layar pesan kesalahan.
Ya. Layanan pemerintah ditujukan untuk satuan pendidikan negeri maupun swasta yang terdaftar.
Untuk pekerjaan harian seperti presensi, tagihan, jadwal, dan komunikasi dengan wali murid, umumnya ya. Platform pemerintah tidak dirancang untuk mengelola operasional internal setiap sekolah.
Platform Rumah Pendidikan merapikan pintu masuk layanan nasional. Namun masalah sehari-hari di sekolah tetap ada: data murid diketik ulang di beberapa tempat, presensi masih di buku, tagihan dicatat di lembar terpisah, dan kabar penting terlambat sampai ke orang tua.
ASIS hadir untuk sisi operasional itu dengan prinsip "data dicatat sekali, dipakai berkali-kali". Sekolah cukup mengimpor file ekspor Dapodik yang sudah dimiliki, lalu data yang sama dipakai untuk presensi lewat pindai QR atau pengenalan wajah, jadwal pelajaran tanpa bentrok, e-Rapor, tagihan, hingga notifikasi aplikasi ke wali murid. ASIS tidak terhubung langsung ke sistem pemerintah dan tidak mengirim data balik, sehingga alur pelaporan resmi tetap di kanal pemerintah. Dashboard Goal membantu Kepala Sekolah memantau target sekolah per peran.
ASIS gratis untuk semua sekolah, tanpa iklan, dan data tidak dijual. Pesantren, madrasah diniyah, dan TPQ juga bisa memakai Basmalah, aplikasi gratis dari ekosistem ASIS. Mulai di asis.id.
Sumber: Rumah Pendidikan
Panduan pajak belanja dana BOS untuk Bendahara: kapan memungut PPN, PPh 21, PPh 22, PPh 23, dan PPh 4 ayat 2, contoh hitungan, belanja SIPLah, dan pelaporan.
Aplikasi MA gratis bisa aman, bisa juga berisiko. Kenali model gratis yang sehat, tanda aplikasi abal-abal, dan cara mengujinya sebelum dipakai madrasah.
Cara membuat kartu inventaris ruangan KIR sekolah: kolom yang umum dipakai, contoh pengisian, kode kondisi barang, jadwal pemutakhiran, dan kesalahan umum.
Daftarkan sekolah Anda dan rasakan bagaimana satu sumber kebenaran meringankan pekerjaan sehari-hari.