WAWASAN ASIS

Contoh Pertanyaan Refleksi Murid di Akhir Pembelajaran

60 contoh pertanyaan refleksi murid di akhir pembelajaran per tujuan dan jenjang, plus format tiket keluar dan cara menindaklanjutinya.

Tim Wawasan ASIS 21 Agt 2026 Kurikulum & Pembelajaran

Pertanyaan refleksi murid di akhir pembelajaran membantu murid menyadari apa yang sudah dipahami, bagaimana cara mereka belajar, dan apa yang masih membingungkan. Bagi guru, jawabannya menjadi data cepat untuk merencanakan pertemuan berikutnya. Refleksi tidak perlu lama: tiga sampai lima menit dengan satu sampai tiga pertanyaan sudah cukup bila dilakukan rutin. Di bawah ini ada 60 contoh pertanyaan yang dikelompokkan menurut tujuan, variasi untuk tiap jenjang, format tiket keluar, dan cara menindaklanjutinya.

Mengapa pertanyaan refleksi murid di akhir pelajaran penting

Dalam kerangka pembelajaran mendalam, refleksi adalah bagian dari pengalaman belajar: murid memahami, mengaplikasi, lalu merefleksi. Tanpa refleksi, murid sering pulang dengan perasaan "tadi belajar sesuatu" tanpa tahu persis apa. Penjelasan tentang siklus ini ada di artikel memahami, mengaplikasi, merefleksi.

Refleksi yang rutin juga melatih kemandirian belajar. Murid yang terbiasa bertanya "apa yang belum kupahami?" lebih mudah mencari bantuan dan memperbaiki diri.

Pertanyaan refleksi murid tentang pemahaman materi

  1. Apa satu hal penting yang kamu pelajari hari ini?
  2. Jelaskan materi hari ini dengan bahasamu sendiri dalam satu kalimat.
  3. Apa bagian yang paling mudah dipahami?
  4. Apa bagian yang masih membingungkan?
  5. Contoh apa dari kehidupan sehari-hari yang berhubungan dengan materi ini?
  6. Jika kamu harus mengajarkan materi ini kepada adikmu, apa yang akan kamu katakan pertama?
  7. Apa hubungan materi hari ini dengan materi minggu lalu?
  8. Kata atau istilah baru apa yang kamu pelajari?
  9. Pertanyaan apa yang masih ingin kamu ajukan?
  10. Seberapa yakin kamu bisa mengerjakan soal tentang materi ini? Beri angka 1–5.

Pertanyaan tentang proses belajar

  1. Cara belajar apa yang paling membantumu hari ini?
  2. Kapan kamu merasa paling fokus selama pelajaran?
  3. Apa yang membuatmu sulit berkonsentrasi?
  4. Strategi apa yang kamu gunakan saat menemui soal sulit?
  5. Apa yang akan kamu lakukan berbeda jika mengulang kegiatan ini?
  6. Sumber apa yang paling membantumu: penjelasan guru, teman, buku, atau video?
  7. Apakah kamu bertanya saat tidak paham? Mengapa?
  8. Kesalahan apa yang kamu buat hari ini dan apa yang kamu pelajari darinya?
  9. Bagian mana yang membutuhkan waktu paling lama?
  10. Apa satu kebiasaan belajar yang ingin kamu perbaiki?

Pertanyaan tentang kerja sama

  1. Apa kontribusimu dalam kelompok hari ini?
  2. Apa yang dilakukan temanmu yang membantu kelompok?
  3. Apakah semua anggota kelompok mendapat kesempatan berbicara?
  4. Bagaimana kelompokmu menyelesaikan perbedaan pendapat?
  5. Apa yang bisa membuat kerja kelompok lebih baik lain kali?
  6. Siapa yang paling banyak membantumu hari ini, dan bagaimana caranya?
  7. Peran apa yang paling nyaman bagimu dalam kelompok?
  8. Apa yang kamu pelajari dari cara berpikir temanmu?

Pertanyaan tentang perasaan dan sikap

  1. Bagaimana perasaanmu selama pelajaran hari ini?
  2. Apa yang membuatmu bangga hari ini?
  3. Kapan kamu merasa ragu atau cemas?
  4. Apa yang membuatmu penasaran?
  5. Dalam satu kata, bagaimana pelajaran hari ini?
  6. Apa yang kamu syukuri dari pembelajaran hari ini?
  7. Apakah kamu merasa dihargai saat menyampaikan pendapat?
  8. Apa yang bisa guru lakukan agar kamu lebih nyaman belajar?

Pertanyaan perasaan sejalan dengan pembelajaran sosial emosional. Hindari memaksa murid membagikan jawabannya di depan kelas.

Pertanyaan tentang penerapan dan tindak lanjut

  1. Di mana kamu bisa menggunakan pengetahuan ini di luar sekolah?
  2. Apa satu hal yang akan kamu coba di rumah?
  3. Masalah apa di sekitarmu yang bisa dibantu dengan materi ini?
  4. Apa yang ingin kamu pelajari lebih lanjut tentang topik ini?
  5. Jika diberi waktu tambahan, apa yang ingin kamu dalami?
  6. Bagaimana materi ini berguna untuk cita-citamu?
  7. Apa satu target belajarmu untuk pertemuan berikutnya?
  8. Bantuan apa yang kamu butuhkan dari guru?

Variasi untuk tiap jenjang

SD kelas rendah

Gunakan pertanyaan lisan dan pilihan bergambar.

  1. Tunjuk wajah yang menggambarkan perasaanmu: senang, biasa, atau bingung.
  2. Apa yang paling kamu sukai hari ini?
  3. Gambar satu hal yang kamu pelajari hari ini.
  4. Apa yang mau kamu ceritakan kepada ayah atau ibu tentang pelajaran hari ini?

SD kelas tinggi

  1. Tulis tiga hal yang kamu pelajari, dua hal yang menarik, dan satu pertanyaan.
  2. Lengkapi kalimat: "Hari ini aku bisa ..."
  3. Lengkapi kalimat: "Aku masih bingung tentang ..."
  4. Warnai lampu lalu lintas: hijau jika paham, kuning jika agak paham, merah jika belum paham.

SMP

  1. Apa ide utama hari ini dan bukti apa yang mendukungnya?
  2. Bagian mana yang ingin kamu ulang dan mengapa?
  3. Bagaimana pendapatmu berubah setelah diskusi hari ini?
  4. Apa kaitan materi ini dengan berita atau peristiwa yang kamu ketahui?

SMA dan SMK

  1. Asumsi apa yang kamu miliki sebelum pelajaran dan apakah berubah?
  2. Bagaimana materi ini terhubung dengan bidang keahlian atau rencana studimu?
  3. Apa argumen terkuat dan terlemah yang kamu dengar hari ini?
  4. Jika kamu menjadi guru, bagaimana kamu akan mengajarkan materi ini dengan cara berbeda?

Format tiket keluar

Tiket keluar adalah kertas kecil yang diisi murid sebelum meninggalkan kelas. Contoh format:

Bagian Isi murid
Nama dan tanggal
Satu hal yang kupelajari
Satu hal yang masih membingungkan
Satu pertanyaan untuk guru
Seberapa yakin aku (1–5)

Selain kertas, refleksi bisa dilakukan dengan menempelkan catatan di papan, mengacungkan jari 1–5, atau kuis singkat. Ide kuis ada di artikel kuis interaktif untuk asesmen formatif.

Cara menindaklanjuti jawaban refleksi

Refleksi kehilangan makna bila jawabannya tidak dibaca. Lakukan langkah sederhana ini:

  1. Pilah jawaban menjadi tiga tumpukan: paham, agak paham, belum paham.
  2. Cari pola. Bila banyak murid bingung pada bagian yang sama, ulas di awal pertemuan berikutnya.
  3. Jawab pertanyaan murid di awal pertemuan berikutnya, sebutkan bahwa pertanyaan itu berasal dari tiket keluar.
  4. Tindak lanjuti individu. Murid yang konsisten menjawab "belum paham" perlu pendampingan khusus.
  5. Catat sebagai bagian dari asesmen formatif dan umpan balik.

Penjelasan tentang umpan balik yang efektif ada di artikel umpan balik asesmen.

Pertanyaan yang sering diajukan

Berapa banyak pertanyaan refleksi murid yang ideal per pertemuan?

Satu sampai tiga pertanyaan sudah cukup. Lebih penting dilakukan rutin dan ditindaklanjuti daripada banyak pertanyaan sekaligus.

Apakah refleksi harus tertulis?

Tidak harus. Untuk kelas rendah, refleksi lisan atau bergambar lebih cocok. Kelas atas bisa memakai tulisan atau formulir singkat.

Apakah jawaban refleksi perlu dinilai?

Sebaiknya tidak diberi nilai angka agar murid jujur. Jawaban dipakai sebagai data asesmen formatif untuk memperbaiki pembelajaran.

Bagaimana jika murid hanya menjawab "sudah paham semua"?

Gunakan pertanyaan yang lebih spesifik, misalnya "Jelaskan dengan bahasamu sendiri" atau "Beri satu contoh", sehingga murid perlu menunjukkan pemahamannya.

Kapan waktu terbaik untuk refleksi?

Lima menit terakhir pelajaran. Sisihkan waktunya sejak merancang modul ajar agar tidak terpotong bel.

ASIS: Jejak Refleksi yang Menjadi Bahan Perbaikan

Banyak guru sudah rutin meminta refleksi, tetapi tiket keluar menumpuk di laci dan jarang dibaca ulang. Catatan tentang murid yang terus kesulitan pun tidak sampai ke wali kelas atau guru BK.

ASIS membantu guru menyimpan catatan perkembangan dalam profil murid yang utuh, sehingga pola kesulitan murid terlihat dari waktu ke waktu dan bisa dibaca pihak yang berwenang sesuai perannya. Perangkat ajar Kurikulum Merdeka membantu menyusun modul dengan bagian refleksi, dan Studio menyediakan aktivitas interaktif yang bisa dipakai untuk refleksi singkat di akhir pelajaran.

ASIS gratis untuk semua sekolah, dan Basmalah gratis untuk pesantren, madrasah diniyah, dan TPQ. Silakan mulai di asis.id.

BACA JUGA

Artikel lain untuk sekolah.

MULAI DARI SATU DATA

Cukup catat sekali, pakai di mana saja.

Daftarkan sekolah Anda dan rasakan bagaimana satu sumber kebenaran meringankan pekerjaan sehari-hari.