WAWASAN ASIS

Perbedaan Modul Ajar dan RPP: Mana yang Dipakai Guru?

Perbedaan modul ajar dan RPP dari asal kurikulum, komponen, isi, dan fleksibilitas, plus panduan memilih dan mengubah RPP lama menjadi modul ajar.

Tim Wawasan ASIS Diperbarui Wawasan

Perbedaan modul ajar dan RPP terutama ada pada konteks kurikulum dan kelengkapan isinya. RPP (rencana pelaksanaan pembelajaran) dikenal luas pada Kurikulum 2013 dan pernah disederhanakan menjadi satu lembar. Modul ajar adalah perangkat ajar dalam Kurikulum Merdeka yang lebih lengkap: selain rencana kegiatan, biasanya memuat bahan ajar, lembar kerja, instrumen asesmen, dan pilihan diferensiasi. Namun intinya sama: tujuan pembelajaran, langkah kegiatan, dan asesmen. Guru yang menjalankan Kurikulum Merdeka bebas memakai modul ajar atau bentuk perencanaan lain asalkan memuat komponen inti tersebut. Artikel ini merinci perbedaannya, kapan memakai yang mana, dan cara mengubah RPP lama menjadi modul ajar tanpa mengulang dari nol.

Asal-usul singkat

RPP lahir sebagai dokumen perencanaan per pertemuan atau per kompetensi dasar. Dalam praktik Kurikulum 2013, RPP sempat sangat panjang hingga belasan halaman, lalu pemerintah mendorong penyederhanaan agar guru lebih fokus mengajar daripada menulis dokumen.

Modul ajar muncul bersama Kurikulum Merdeka. Ia dirancang sebagai satu paket yang bisa langsung dipakai di kelas, bukan sekadar rencana. Pemerintah menyediakan contoh modul ajar, dan guru boleh memakai, memodifikasi, atau menyusun sendiri.

Dengan penguatan kerangka pembelajaran mendalam sejak 2025, perencanaan pembelajaran juga diarahkan memuat praktik pedagogis, kemitraan pembelajaran, lingkungan pembelajaran, dan pemanfaatan digital. Format modul ajar yang dipakai sekolah banyak yang disesuaikan dengan kerangka ini.

Tabel perbedaan modul ajar dan RPP

Aspek RPP Modul ajar
Kurikulum asal Kurikulum 2013 Kurikulum Merdeka
Acuan isi Kompetensi inti dan kompetensi dasar Capaian pembelajaran, tujuan pembelajaran, dan ATP
Fungsi utama Rencana kegiatan pembelajaran Rencana sekaligus bahan siap pakai
Kelengkapan umum Tujuan, langkah, penilaian Tujuan, langkah, asesmen, bahan ajar, LKPD, rubrik, pengayaan dan remedial
Diferensiasi Jarang tertulis eksplisit Didorong untuk dicantumkan
Asesmen awal Jarang Dianjurkan (asesmen diagnostik)
Panjang dokumen Bervariasi, pernah disederhanakan menjadi satu lembar Bervariasi, bisa ringkas atau lengkap
Satuan rencana Per pertemuan atau per KD Per lingkup materi atau beberapa pertemuan
Keleluasaan format Cenderung seragam Guru bebas memodifikasi

Kesamaan yang sering dilupakan

Di tengah perdebatan istilah, banyak guru lupa bahwa keduanya punya jantung yang sama:

  • Tujuan. Apa yang harus dikuasai murid setelah pembelajaran.
  • Langkah. Bagaimana guru dan murid mencapai tujuan itu.
  • Asesmen. Bagaimana guru tahu tujuan sudah tercapai.

Dokumen yang memuat ketiganya dengan jelas dan benar-benar dipakai di kelas jauh lebih berharga daripada dokumen bernama "modul ajar" yang tebal tetapi hanya disimpan untuk keperluan supervisi.

Mana yang harus dipakai guru?

Bila sekolah sudah menjalankan Kurikulum Merdeka

Gunakan modul ajar atau bentuk perencanaan lain yang setara. Guru tidak wajib menyusun modul super lengkap untuk setiap pertemuan. Modul yang ringkas tetapi memuat tujuan, langkah, dan asesmen sudah sah dipakai, dan guru boleh mengadaptasi contoh dari pemerintah atau komunitas.

Bila guru masih punya banyak RPP lama

RPP lama bukan sampah. Langkah kegiatan, contoh soal, dan ide aktivitas di dalamnya bisa dipindahkan ke modul ajar. Yang perlu diubah adalah acuannya (dari KD ke CP dan TP) dan cara berpikirnya (lebih berpusat pada murid dan asesmen formatif).

Bila diminta pengawas atau supervisi

Tunjukkan perencanaan yang benar-benar dipakai. Supervisi yang baik menilai keselarasan antara tujuan, kegiatan di kelas, dan asesmen, bukan ketebalan dokumen.

Cara mengubah RPP lama menjadi modul ajar

Berikut langkah praktis yang bisa dikerjakan dalam satu sampai dua jam per lingkup materi.

  1. Cocokkan KD dengan CP. Cari elemen dan capaian pembelajaran yang paling dekat dengan KD di RPP lama.
  2. Tulis ulang tujuan. Ubah indikator menjadi tujuan pembelajaran yang sesuai ATP sekolah.
  3. Tambahkan asesmen awal. Satu atau dua pertanyaan pemantik untuk mengetahui kesiapan murid.
  4. Pertahankan langkah kegiatan yang berhasil. Lalu beri ruang bagi murid untuk bertanya, berdiskusi, dan merefleksikan.
  5. Tambahkan diferensiasi sederhana. Misalnya tugas dasar dan tugas tantangan, atau pilihan bentuk produk.
  6. Lampirkan bahan. LKPD, teks bacaan, atau tautan sumber yang dipakai.
  7. Siapkan rubrik. Kriteria yang jelas untuk menilai produk atau unjuk kerja.
  8. Catat refleksi setelah mengajar. Apa yang berhasil dan apa yang perlu diubah.

Contoh konversi singkat

Misalnya RPP IPA kelas 7 tentang pengukuran.

Komponen RPP lama Modul ajar hasil konversi
Acuan KD tentang pengukuran besaran CP Fase D elemen pemahaman IPA
Tujuan Murid dapat menyebutkan alat ukur panjang Murid dapat memilih alat ukur yang tepat dan mengukur panjang benda dengan teliti
Pembuka Apersepsi tanya jawab Pertanyaan pemantik: "Mengapa ukuran meja di kelas kita berbeda-beda saat diukur dengan jengkal?"
Kegiatan Ceramah lalu latihan soal Praktik mengukur berkelompok, membandingkan hasil, membahas penyebab perbedaan
Diferensiasi Tidak ada Kelompok tantangan menghitung rata-rata dan selisih hasil
Asesmen Tes tertulis Lembar pengamatan praktik dan tiga soal refleksi

Untuk melihat contoh modul utuh dengan kerangka terbaru, baca artikel kami tentang modul ajar pembelajaran mendalam. Cara menyusun urutan tujuannya ada di artikel ATP alur tujuan pembelajaran.

Kesalahan umum

Mengganti judul dokumen saja. RPP lama diberi judul "Modul Ajar" tanpa mengubah acuan dan cara berpikirnya.

Menyalin modul orang lain mentah-mentah. Contoh modul sangat membantu, tetapi kondisi murid di setiap sekolah berbeda. Sesuaikan konteks, waktu, dan sarana.

Membuat modul terlalu panjang. Modul 30 halaman yang tidak pernah dibuka di kelas tidak membantu siapa pun.

Tidak ada asesmen yang selaras. Tujuan tentang keterampilan praktik dinilai dengan soal hafalan.

Diferensiasi hanya di atas kertas. Bila ditulis, harus benar-benar dilakukan.

Pertanyaan yang sering diajukan

Apa perbedaan modul ajar dan RPP yang paling mendasar?

RPP berakar pada Kurikulum 2013 dan berfokus pada rencana kegiatan, sedangkan modul ajar adalah perangkat Kurikulum Merdeka yang biasanya juga memuat bahan, LKPD, dan instrumen asesmen. Intinya sama: tujuan, langkah, dan asesmen.

Apakah guru Kurikulum Merdeka masih boleh memakai RPP?

Guru boleh memakai bentuk perencanaan lain selama memuat komponen inti dan selaras dengan capaian pembelajaran. Yang penting isinya, bukan namanya. Rujuk kebijakan sekolah dan panduan terbaru.

Apakah modul ajar harus disusun sendiri?

Tidak. Guru boleh memakai contoh modul ajar dari pemerintah atau komunitas, lalu menyesuaikannya dengan kondisi kelas.

Berapa halaman modul ajar yang ideal?

Tidak ada ketentuan baku. Yang ideal adalah cukup jelas untuk dipakai di kelas dan memuat tujuan, langkah, serta asesmen.

Apakah modul ajar harus dibuat per pertemuan?

Tidak harus. Modul ajar umumnya disusun per lingkup materi atau beberapa pertemuan, sesuai ATP.

ASIS: Perangkat Ajar Tersimpan Rapi dan Bisa Dipakai Ulang

Perdebatan soal perbedaan modul ajar dan RPP sering menutupi masalah yang lebih nyata: perangkat ajar guru tersebar di laptop pribadi, flashdisk, dan grup obrolan. Setiap tahun guru mencari ulang berkas lama, dan saat pindah tugas, semua bahan ikut hilang dari sekolah.

ASIS memegang prinsip "Data dicatat sekali, dipakai berkali-kali." Di ASIS, guru menyusun dan menyimpan perangkat ajar Kurikulum Merdeka di akun sekolah, memakai bank soal dengan bantuan AI yang wajib ditinjau guru, dan mencetak lembar jawaban ber-QR untuk asesmen. Bahan bacaan bisa diambil dari Pustaka yang berisi buku pelajaran pemerintah, sedangkan aktivitas interaktif tersedia di Studio. Nilai dari asesmen bisa masuk ke e-Rapor tanpa diketik ulang.

ASIS gratis untuk semua sekolah, dan Basmalah gratis untuk pesantren, madrasah diniyah, dan TPQ. Silakan mulai di asis.id.

BACA JUGA

Artikel lain untuk sekolah.

MULAI DARI SATU DATA

Cukup catat sekali, pakai di mana saja.

Daftarkan sekolah Anda dan rasakan bagaimana satu sumber kebenaran meringankan pekerjaan sehari-hari.