Pajak Belanja Dana BOS: Cara Menghitung dan Menyetor
Panduan pajak belanja dana BOS untuk Bendahara: kapan memungut PPN, PPh 21, PPh 22, PPh 23, dan PPh 4 ayat 2, contoh hitungan, belanja SIPLah, dan pelaporan.
Perbedaan modul ajar dan RPP dari asal kurikulum, komponen, isi, dan fleksibilitas, plus panduan memilih dan mengubah RPP lama menjadi modul ajar.
Perbedaan modul ajar dan RPP terutama ada pada konteks kurikulum dan kelengkapan isinya. RPP (rencana pelaksanaan pembelajaran) dikenal luas pada Kurikulum 2013 dan pernah disederhanakan menjadi satu lembar. Modul ajar adalah perangkat ajar dalam Kurikulum Merdeka yang lebih lengkap: selain rencana kegiatan, biasanya memuat bahan ajar, lembar kerja, instrumen asesmen, dan pilihan diferensiasi. Namun intinya sama: tujuan pembelajaran, langkah kegiatan, dan asesmen. Guru yang menjalankan Kurikulum Merdeka bebas memakai modul ajar atau bentuk perencanaan lain asalkan memuat komponen inti tersebut. Artikel ini merinci perbedaannya, kapan memakai yang mana, dan cara mengubah RPP lama menjadi modul ajar tanpa mengulang dari nol.
RPP lahir sebagai dokumen perencanaan per pertemuan atau per kompetensi dasar. Dalam praktik Kurikulum 2013, RPP sempat sangat panjang hingga belasan halaman, lalu pemerintah mendorong penyederhanaan agar guru lebih fokus mengajar daripada menulis dokumen.
Modul ajar muncul bersama Kurikulum Merdeka. Ia dirancang sebagai satu paket yang bisa langsung dipakai di kelas, bukan sekadar rencana. Pemerintah menyediakan contoh modul ajar, dan guru boleh memakai, memodifikasi, atau menyusun sendiri.
Dengan penguatan kerangka pembelajaran mendalam sejak 2025, perencanaan pembelajaran juga diarahkan memuat praktik pedagogis, kemitraan pembelajaran, lingkungan pembelajaran, dan pemanfaatan digital. Format modul ajar yang dipakai sekolah banyak yang disesuaikan dengan kerangka ini.
| Aspek | RPP | Modul ajar |
|---|---|---|
| Kurikulum asal | Kurikulum 2013 | Kurikulum Merdeka |
| Acuan isi | Kompetensi inti dan kompetensi dasar | Capaian pembelajaran, tujuan pembelajaran, dan ATP |
| Fungsi utama | Rencana kegiatan pembelajaran | Rencana sekaligus bahan siap pakai |
| Kelengkapan umum | Tujuan, langkah, penilaian | Tujuan, langkah, asesmen, bahan ajar, LKPD, rubrik, pengayaan dan remedial |
| Diferensiasi | Jarang tertulis eksplisit | Didorong untuk dicantumkan |
| Asesmen awal | Jarang | Dianjurkan (asesmen diagnostik) |
| Panjang dokumen | Bervariasi, pernah disederhanakan menjadi satu lembar | Bervariasi, bisa ringkas atau lengkap |
| Satuan rencana | Per pertemuan atau per KD | Per lingkup materi atau beberapa pertemuan |
| Keleluasaan format | Cenderung seragam | Guru bebas memodifikasi |
Di tengah perdebatan istilah, banyak guru lupa bahwa keduanya punya jantung yang sama:
Dokumen yang memuat ketiganya dengan jelas dan benar-benar dipakai di kelas jauh lebih berharga daripada dokumen bernama "modul ajar" yang tebal tetapi hanya disimpan untuk keperluan supervisi.
Gunakan modul ajar atau bentuk perencanaan lain yang setara. Guru tidak wajib menyusun modul super lengkap untuk setiap pertemuan. Modul yang ringkas tetapi memuat tujuan, langkah, dan asesmen sudah sah dipakai, dan guru boleh mengadaptasi contoh dari pemerintah atau komunitas.
RPP lama bukan sampah. Langkah kegiatan, contoh soal, dan ide aktivitas di dalamnya bisa dipindahkan ke modul ajar. Yang perlu diubah adalah acuannya (dari KD ke CP dan TP) dan cara berpikirnya (lebih berpusat pada murid dan asesmen formatif).
Tunjukkan perencanaan yang benar-benar dipakai. Supervisi yang baik menilai keselarasan antara tujuan, kegiatan di kelas, dan asesmen, bukan ketebalan dokumen.
Berikut langkah praktis yang bisa dikerjakan dalam satu sampai dua jam per lingkup materi.
Misalnya RPP IPA kelas 7 tentang pengukuran.
| Komponen | RPP lama | Modul ajar hasil konversi |
|---|---|---|
| Acuan | KD tentang pengukuran besaran | CP Fase D elemen pemahaman IPA |
| Tujuan | Murid dapat menyebutkan alat ukur panjang | Murid dapat memilih alat ukur yang tepat dan mengukur panjang benda dengan teliti |
| Pembuka | Apersepsi tanya jawab | Pertanyaan pemantik: "Mengapa ukuran meja di kelas kita berbeda-beda saat diukur dengan jengkal?" |
| Kegiatan | Ceramah lalu latihan soal | Praktik mengukur berkelompok, membandingkan hasil, membahas penyebab perbedaan |
| Diferensiasi | Tidak ada | Kelompok tantangan menghitung rata-rata dan selisih hasil |
| Asesmen | Tes tertulis | Lembar pengamatan praktik dan tiga soal refleksi |
Untuk melihat contoh modul utuh dengan kerangka terbaru, baca artikel kami tentang modul ajar pembelajaran mendalam. Cara menyusun urutan tujuannya ada di artikel ATP alur tujuan pembelajaran.
Mengganti judul dokumen saja. RPP lama diberi judul "Modul Ajar" tanpa mengubah acuan dan cara berpikirnya.
Menyalin modul orang lain mentah-mentah. Contoh modul sangat membantu, tetapi kondisi murid di setiap sekolah berbeda. Sesuaikan konteks, waktu, dan sarana.
Membuat modul terlalu panjang. Modul 30 halaman yang tidak pernah dibuka di kelas tidak membantu siapa pun.
Tidak ada asesmen yang selaras. Tujuan tentang keterampilan praktik dinilai dengan soal hafalan.
Diferensiasi hanya di atas kertas. Bila ditulis, harus benar-benar dilakukan.
RPP berakar pada Kurikulum 2013 dan berfokus pada rencana kegiatan, sedangkan modul ajar adalah perangkat Kurikulum Merdeka yang biasanya juga memuat bahan, LKPD, dan instrumen asesmen. Intinya sama: tujuan, langkah, dan asesmen.
Guru boleh memakai bentuk perencanaan lain selama memuat komponen inti dan selaras dengan capaian pembelajaran. Yang penting isinya, bukan namanya. Rujuk kebijakan sekolah dan panduan terbaru.
Tidak. Guru boleh memakai contoh modul ajar dari pemerintah atau komunitas, lalu menyesuaikannya dengan kondisi kelas.
Tidak ada ketentuan baku. Yang ideal adalah cukup jelas untuk dipakai di kelas dan memuat tujuan, langkah, serta asesmen.
Tidak harus. Modul ajar umumnya disusun per lingkup materi atau beberapa pertemuan, sesuai ATP.
Perdebatan soal perbedaan modul ajar dan RPP sering menutupi masalah yang lebih nyata: perangkat ajar guru tersebar di laptop pribadi, flashdisk, dan grup obrolan. Setiap tahun guru mencari ulang berkas lama, dan saat pindah tugas, semua bahan ikut hilang dari sekolah.
ASIS memegang prinsip "Data dicatat sekali, dipakai berkali-kali." Di ASIS, guru menyusun dan menyimpan perangkat ajar Kurikulum Merdeka di akun sekolah, memakai bank soal dengan bantuan AI yang wajib ditinjau guru, dan mencetak lembar jawaban ber-QR untuk asesmen. Bahan bacaan bisa diambil dari Pustaka yang berisi buku pelajaran pemerintah, sedangkan aktivitas interaktif tersedia di Studio. Nilai dari asesmen bisa masuk ke e-Rapor tanpa diketik ulang.
ASIS gratis untuk semua sekolah, dan Basmalah gratis untuk pesantren, madrasah diniyah, dan TPQ. Silakan mulai di asis.id.
Panduan pajak belanja dana BOS untuk Bendahara: kapan memungut PPN, PPh 21, PPh 22, PPh 23, dan PPh 4 ayat 2, contoh hitungan, belanja SIPLah, dan pelaporan.
Aplikasi MA gratis bisa aman, bisa juga berisiko. Kenali model gratis yang sehat, tanda aplikasi abal-abal, dan cara mengujinya sebelum dipakai madrasah.
Cara membuat kartu inventaris ruangan KIR sekolah: kolom yang umum dipakai, contoh pengisian, kode kondisi barang, jadwal pemutakhiran, dan kesalahan umum.
Daftarkan sekolah Anda dan rasakan bagaimana satu sumber kebenaran meringankan pekerjaan sehari-hari.