Pajak Belanja Dana BOS: Cara Menghitung dan Menyetor
Panduan pajak belanja dana BOS untuk Bendahara: kapan memungut PPN, PPh 21, PPh 22, PPh 23, dan PPh 4 ayat 2, contoh hitungan, belanja SIPLah, dan pelaporan.
Mengenal 45 peran pengguna ASIS: prinsip siapa melihat apa, contoh pemetaan di sekolah, satu orang banyak peran, dan cara menjaga data sensitif.
Peran pengguna ASIS menentukan menu dan data apa yang terlihat oleh setiap orang di sekolah. ASIS memiliki 45 peran, dan tiap peran hanya melihat menu dan data yang ia perlukan. Satu orang bisa memegang beberapa peran dalam satu akun. Prinsip ini menjaga dua hal sekaligus: pekerjaan tiap orang lebih fokus, dan data sensitif seperti catatan BK, gaji, atau keuangan tidak terbuka untuk semua. Artikel ini menjelaskan prinsip di balik peran, contoh peran yang umum, cara memetakan peran di sekolah, dan kebiasaan menjaga akses tetap rapi.
Di banyak sekolah, data disimpan di berkas bersama yang bisa dibuka siapa saja yang punya tautan. Akibatnya:
Pembagian peran menyelesaikan masalah ini dengan prinsip sederhana: lihat yang perlu saja, ubah yang menjadi tanggung jawabnya saja.
Berikut gambaran peran yang lazim di sekolah. Daftar lengkap 45 peran dan rincian aksesnya dapat dilihat di Panduan ASIS.
| Peran | Umumnya melihat | Umumnya tidak melihat |
|---|---|---|
| Kepala Sekolah | Ringkasan sekolah, Dashboard Goal, rekap | Isi rinci konseling (sesuai kebijakan) |
| Operator | Data sekolah, pengguna, modul | Isi konseling |
| Wakasek Kurikulum | Jadwal, jurnal, perangkat ajar, nilai | Data gaji |
| Wali kelas | Murid di rombelnya, presensi, catatan perkembangan | Rombel lain secara rinci |
| Guru mapel | Kelas yang diajar, jurnal, tugas, nilai | Keuangan, catatan BK |
| Guru BK | Layanan BK, kedisiplinan | Data gaji |
| Bendahara | Tagihan, bukti bayar, kas, RKAS, SPJ | Isi konseling |
| Petugas UKS | Kunjungan dan catatan kesehatan | Keuangan |
| Pustakawan | Perpustakaan | Nilai, keuangan |
| Orang tua | Data anaknya sendiri | Data murid lain |
| Murid | Jadwal, tugas, pengumuman miliknya | Data murid lain |
| Yayasan | Ringkasan unit lewat Ruang Yayasan | Rincian yang tidak diperlukan |
| Pengawas | Ringkasan sekolah binaan lewat Ruang Pengawas | Data pribadi yang tidak diperlukan |
Tabel ini menggambarkan prinsip, bukan aturan baku. Sekolah tetap bisa menyesuaikan pengaturan sesuai kebijakannya.
Di sekolah, hampir tidak ada orang yang hanya memegang satu tugas. Guru sering merangkap wali kelas, pembina ekstrakurikuler, atau Bendahara. Di ASIS, satu akun dapat memegang beberapa peran, sehingga tidak perlu membuat akun kedua.
Contoh di MTs fiktif di Pasuruan:
| Nama (fiktif) | Peran yang dipegang |
|---|---|
| Bapak Ilham | Guru Fikih, wali kelas VIII-B, orang tua murid kelas VII |
| Ibu Rina | Guru IPA, Wakasek Kurikulum |
| Ibu Maya | Staf TU, Bendahara |
| Bapak Rudi | Guru PJOK, pembina pramuka, petugas UKS |
Menu yang tampil adalah gabungan dari semua peran yang dimiliki. Pembahasan khusus guru rangkap tugas ada di "Aplikasi Sekolah Multi Peran: Satu Akun untuk Guru Rangkap".
Sebelum operator membuat akun, lakukan pemetaan peran bersama pimpinan. Langkahnya:
Dokumen SK pembagian tugas mengajar biasanya sudah memuat sebagian besar informasi ini, sehingga pemetaan bisa dimulai dari sana.
ASIS tidak menjual data sekolah dan tanpa iklan. Pembagian peran adalah lapisan perlindungan tambahan yang dikendalikan sekolah sendiri.
Sekolah selalu berubah: guru mutasi, Bendahara berganti, guru honorer baru masuk, atau wali kelas ditukar karena cuti melahirkan. Setiap perubahan ini perlu diikuti penyesuaian peran pengguna ASIS pada hari yang sama. Contohnya, saat Ibu Maya cuti dan tugas Bendahara sementara dipegang Ibu Rina, operator menambahkan peran Bendahara pada akun Ibu Rina, lalu mencabutnya kembali ketika Ibu Maya kembali bertugas. Catat setiap perubahan di dokumen pembagian peran agar jejaknya jelas.
Memberi semua orang peran admin agar praktis. Ini menghapus seluruh manfaat pembagian peran.
Lupa mencabut akses Bendahara lama. Data keuangan tetap terbuka bagi orang yang sudah tidak bertugas.
Membuat akun kedua untuk peran tambahan. Data jadi terpecah dan membingungkan. Cukup tambahkan peran pada akun yang sama.
Tidak mendokumentasikan pembagian peran. Saat operator berganti, penggantinya tidak tahu dasar pengaturan sebelumnya.
ASIS memiliki 45 peran pengguna. Tiap peran hanya melihat menu dan data yang ia perlukan.
Bisa. Satu akun dapat memegang beberapa peran, dan menu yang tampil adalah gabungannya.
Operator atau admin sekolah yang diberi kewenangan, sebaiknya berdasarkan dokumen pembagian tugas yang disetujui Kepala Sekolah.
Tidak. Orang tua hanya melihat data anaknya sendiri.
Modul menentukan fitur yang tersedia di sekolah; peran menentukan siapa yang melihat dan memakai fitur tersebut.
Kebocoran data di sekolah jarang terjadi karena niat jahat. Lebih sering karena semua orang memakai berkas yang sama, akun dipinjamkan, atau akses lama tidak pernah dicabut. Di sisi lain, guru juga kewalahan bila harus melihat menu yang tidak relevan dengan tugasnya.
ASIS menjawabnya dengan 45 peran pengguna: tiap peran hanya melihat menu dan data yang ia perlukan, dan satu orang bisa memegang beberapa peran dalam satu akun. Ditopang prinsip "Data dicatat sekali, dipakai berkali-kali," data tetap satu sumber, tetapi pintunya diatur sesuai tanggung jawab.
ASIS gratis untuk semua sekolah, dan Basmalah gratis untuk pesantren, madrasah diniyah, dan TPQ. Atur peran sekolah Bapak/Ibu di asis.id.
Panduan pajak belanja dana BOS untuk Bendahara: kapan memungut PPN, PPh 21, PPh 22, PPh 23, dan PPh 4 ayat 2, contoh hitungan, belanja SIPLah, dan pelaporan.
Aplikasi MA gratis bisa aman, bisa juga berisiko. Kenali model gratis yang sehat, tanda aplikasi abal-abal, dan cara mengujinya sebelum dipakai madrasah.
Cara membuat kartu inventaris ruangan KIR sekolah: kolom yang umum dipakai, contoh pengisian, kode kondisi barang, jadwal pemutakhiran, dan kesalahan umum.
Daftarkan sekolah Anda dan rasakan bagaimana satu sumber kebenaran meringankan pekerjaan sehari-hari.