WAWASAN ASIS

Penilaian Kokurikuler: Menyiapkan dan Menilai Projek

Panduan penilaian kokurikuler: menyiapkan projek, memilih dimensi profil lulusan, membuat rubrik, mengumpulkan bukti, dan menuliskan hasilnya di rapor.

Tim Wawasan ASIS 16 Sep 2026 Panduan

Penilaian kokurikuler sering membuat guru ragu. Setelah Permendikdasmen 13/2025 berlaku sejak 15 Juli 2025, Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila tidak lagi berdiri sebagai P5, melainkan menjadi bagian dari kegiatan kokurikuler. Bentuknya bisa pembelajaran kolaboratif lintas disiplin, Gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, atau cara lain yang dipilih sekolah. Pertanyaannya: bagaimana menyiapkan projek dan menilainya tanpa menambah beban administrasi yang berlebihan? Artikel ini membahas alur menyiapkan dan menilai projek kokurikuler, langkah umumnya di ASIS, kesalahan yang sering terjadi, serta cara manual yang tetap rapi.

Masalah yang sering muncul di sekolah

Di banyak sekolah, kegiatan projek berjalan meriah tetapi penilaiannya tergesa-gesa. Koordinator baru menyusun rubrik setelah gelar karya selesai, guru fasilitator menilai berdasarkan ingatan, dan deskripsi di rapor ditulis seragam untuk satu kelas.

Masalah lain adalah bukti yang tercecer. Foto kegiatan ada di ponsel guru, lembar refleksi murid di map kelas, dan catatan pengamatan di buku pribadi. Saat rapor disusun, semua harus dikumpulkan kembali.

Mengapa penilaian kokurikuler perlu dirancang sejak awal

  • Penilaian mengikuti tujuan. Bila tujuan projek jelas sejak awal, rubrik mudah disusun.
  • Bukti terkumpul selama proses. Bukan dikejar di akhir.
  • Deskripsi rapor lebih bermakna. Orang tua membaca perkembangan anak, bukan kalimat templat.
  • Beban guru lebih ringan. Penilaian dicicil sepanjang projek.

Komponen yang perlu disiapkan

Komponen Isi Contoh
Tema atau topik Masalah nyata yang dekat dengan murid Sampah plastik di kantin
Bentuk kegiatan Lintas disiplin, 7 kebiasaan, atau bentuk lain Kolaborasi IPA, Matematika, Bahasa Indonesia
Dimensi profil lulusan Pilih dua sampai tiga dari 8 dimensi Kolaborasi, kreativitas, kewargaan
Tujuan Perilaku yang ingin dilihat Murid merancang solusi pengurangan sampah
Rubrik Kriteria dan tingkat capaian Mulai berkembang sampai sangat berkembang
Bukti Hasil karya, foto, refleksi, catatan pengamatan Poster, data timbangan sampah

Fokuskan pada sedikit dimensi saja. Menilai delapan dimensi dalam satu projek justru membuat penilaian dangkal.

Langkah umum menyiapkan dan menilai projek kokurikuler di ASIS

Materi Panduan ASIS "Cara Menyiapkan dan Menilai Projek Kokurikuler" berangkat dari satu prinsip: penilaian harus bersumber dari tujuan dan bukti yang diamati. Skor tanpa catatan kegiatan sulit dijelaskan di rapor.

Sebelum memulai

Sepakati bersama tim tema projek, jadwal, guru pendamping, dimensi profil lulusan dan elemen yang dipakai, serta bentuk bukti yang akan dikumpulkan murid.

Langkah di ASIS

  1. Buka pengelolaan projek kokurikuler. Pilih periode yang benar agar projek terhubung ke semester yang tepat.
  2. Tetapkan sasaran, dimensi, elemen, dan peserta. Lakukan sebelum kegiatan dimulai, bukan setelah projek selesai.
  3. Catat pengamatan dan nilai sesuai rubrik. Semua pendamping memakai rubrik yang sama agar hasil antarkelompok sebanding.
  4. Tinjau beberapa murid. Periksa keluaran yang nanti dipakai di rapor, termasuk deskripsinya.

Periksa hasilnya

Hasil projek bisa ditelusuri ke indikator dan bukti kegiatan, bukan hanya angka akhir.

Jika hasil belum sesuai

Bila nilai belum tampil di rapor, periksa periode, daftar peserta, status penilaian, dan keterhubungan projek dengan rapor.

Langkah lengkap: Cara Menyiapkan dan Menilai Projek Kokurikuler

Contoh rubrik sederhana

Kriteria (kolaborasi) Mulai berkembang Berkembang Sangat berkembang
Berbagi tugas Menunggu diberi tugas Mengambil tugas yang ditawarkan Mengusulkan pembagian tugas yang adil
Mendengarkan Sering memotong Mendengarkan bila diingatkan Menanggapi pendapat teman dengan baik
Menyelesaikan bagian Belum selesai Selesai dengan bantuan Selesai dan membantu teman

Tips agar penilaian tidak menumpuk di akhir

  1. Jadwalkan titik pengamatan. Misalnya setiap akhir pekan projek, fasilitator mencatat tiga sampai lima murid.
  2. Libatkan murid menilai diri. Lembar refleksi singkat membantu guru melihat proses dari sisi murid.
  3. Gunakan bahasa deskripsi yang konkret. "Ananda memimpin pengukuran sampah selama lima hari" lebih bermakna daripada "Ananda aktif".
  4. Simpan bukti di satu tempat. Jangan mengandalkan galeri ponsel pribadi.
  5. Samakan pemahaman rubrik. Adakan pertemuan singkat fasilitator sebelum projek dimulai.

Contoh deskripsi rapor yang bermakna

Bandingkan dua deskripsi berikut untuk murid fiktif bernama Nadia:

  • Kurang bermakna: "Ananda sudah baik dalam bekerja sama dan perlu ditingkatkan."
  • Lebih bermakna: "Ananda mengusulkan pembagian tugas penimbangan sampah di kelompoknya dan mencatat data selama lima hari. Ananda dapat terus berlatih menyampaikan pendapat saat diskusi besar."

Deskripsi kedua menyebut perilaku yang teramati, bukti singkat, dan satu arah pengembangan. Orang tua pun bisa memahami apa yang sebenarnya dilakukan anaknya selama projek, dan murid tahu apa yang perlu dilatih berikutnya. Deskripsi semacam ini hanya mungkin ditulis bila catatan pengamatan dikumpulkan selama projek, bukan di hari terakhir.

Kesalahan umum

  • Menyusun rubrik setelah projek selesai.
  • Menilai terlalu banyak dimensi sekaligus.
  • Menyalin deskripsi yang sama untuk semua murid.
  • Menilai hasil akhir saja dan mengabaikan proses.
  • Menganggap kokurikuler harus selalu berbentuk projek besar dengan biaya tinggi.

Satu hal lagi: kegiatan kokurikuler tidak harus mahal. Projek mengamati kebiasaan sarapan murid, merawat taman kelas, atau mewawancarai pedagang di sekitar sekolah bisa sama bermaknanya dengan gelar karya besar, asalkan tujuannya jelas dan prosesnya diamati.

Cara manual bagi sekolah tanpa aplikasi

  1. Buat satu dokumen rencana projek berisi tema, dimensi, tujuan, jadwal, dan rubrik.
  2. Siapkan lembar pengamatan per kelompok dengan kolom nama murid, tanggal, catatan, dan tingkat capaian sementara.
  3. Kumpulkan bukti dalam folder bersama yang dinamai per rombel.
  4. Di akhir projek, isi rekap capaian per murid dalam lembar kerja.
  5. Tulis deskripsi rapor berdasarkan rekap dan catatan, bukan dari ingatan.

Daftar cek penilaian kokurikuler

  • Dimensi fokus sudah dipilih, maksimal tiga.
  • Rubrik sudah disepakati semua fasilitator.
  • Jadwal pengamatan sudah ditetapkan.
  • Bukti tersimpan di satu tempat.
  • Deskripsi rapor sudah ditinjau per murid.

Pertanyaan yang sering diajukan

Apakah P5 masih ada?

Sejak Permendikdasmen 13/2025, P5 tidak lagi berdiri sendiri dan digantikan kegiatan kokurikuler. Penguatan profil lulusan tetap dilakukan, kini dengan 8 dimensi profil lulusan.

Apakah penilaian kokurikuler memakai angka?

Umumnya berupa tingkat capaian dan deskripsi, bukan angka. Ikuti ketentuan dan panduan penilaian terbaru dari kementerian serta kebijakan sekolah.

Berapa dimensi yang sebaiknya dinilai dalam satu projek?

Dua sampai tiga dimensi sudah cukup agar pengamatan mendalam dan deskripsi bermakna.

Siapa yang menilai, wali kelas atau guru fasilitator?

Guru fasilitator yang mendampingi kelompok biasanya paling tepat menilai, dengan koordinator memastikan rubrik dipakai secara konsisten.

Bagaimana menulis deskripsi kokurikuler di rapor?

Tulis capaian yang menonjol dan bukti singkatnya, lalu satu hal yang masih bisa dikembangkan. Hindari kalimat yang sama untuk semua murid.

ASIS: Projek Kokurikuler dengan Bukti yang Tidak Tercecer

Akar masalah penilaian kokurikuler adalah bukti dan catatan yang tersebar di ponsel, map, dan ingatan guru, sehingga deskripsi rapor ditulis tergesa-gesa dan seragam.

ASIS membantu sekolah menyiapkan projek, menetapkan fasilitator, menyusun rubrik, mencatat bukti selama proses, dan menyusun deskripsi untuk e-Rapor Kurikulum Merdeka. Catatan yang sama ikut memperkaya profil murid dan catatan perkembangannya, sesuai prinsip "Data dicatat sekali, dipakai berkali-kali."

ASIS gratis untuk semua sekolah. Basmalah gratis untuk pesantren, madrasah diniyah, dan TPQ. Mulai di asis.id.

BACA JUGA

Artikel lain untuk sekolah.

MULAI DARI SATU DATA

Cukup catat sekali, pakai di mana saja.

Daftarkan sekolah Anda dan rasakan bagaimana satu sumber kebenaran meringankan pekerjaan sehari-hari.