Pajak Belanja Dana BOS: Cara Menghitung dan Menyetor
Panduan pajak belanja dana BOS untuk Bendahara: kapan memungut PPN, PPh 21, PPh 22, PPh 23, dan PPh 4 ayat 2, contoh hitungan, belanja SIPLah, dan pelaporan.
Panduan penilaian kinerja tenaga kependidikan: TU, operator, Bendahara, pustakawan, laboran, satpam. Indikator per jabatan, contoh format, dan bukti dukung.
Penilaian kinerja tenaga kependidikan sering terlupakan karena perhatian sekolah tercurah pada guru. Padahal sekolah tidak akan berjalan tanpa TU, operator, Bendahara, pustakawan, laboran, satpam, dan petugas kebersihan. Penilaian kinerja tenaga kependidikan yang adil membantu mereka mengetahui apa yang diharapkan, memberi pengakuan atas kerja yang baik, dan menjadi dasar keputusan kepegawaian. Panduan ini memberi kerangka praktis: indikator per jabatan, contoh format, sumber bukti, dan cara memberi umpan balik.
Tenaga kependidikan (tendik) sering dinilai dengan formulir yang sama untuk semua, berisi poin umum seperti "disiplin" dan "loyalitas". Akibatnya, operator yang bekerja hingga larut menjelang cut off Dapodik mendapat nilai yang sama dengan rekan yang sering tidak hadir.
Masalah lain:
Untuk tendik ASN, penilaian mengikuti sistem kinerja ASN sesuai ketentuan yang berlaku. Untuk tendik yayasan atau honorer, sekolah dan yayasan menyusun penilaian internal. Kerangka di bawah dapat dipakai sebagai acuan keduanya.
Penilaian yang adil dimulai dari uraian tugas. Setiap tendik sebaiknya memiliki uraian singkat berisi tugas utama, tugas tambahan, dan hasil yang diharapkan. Contoh untuk operator:
| Tugas utama | Hasil yang diharapkan |
|---|---|
| Memutakhirkan data murid dan PTK di Dapodik | Data valid sebelum batas waktu |
| Mengelola data di aplikasi sekolah | Data murid, rombel, dan pengguna sesuai kenyataan |
| Membantu pelaporan | Laporan selesai sesuai tenggat |
| Mendampingi guru memakai aplikasi | Keluhan teknis tertangani |
Uraian tugas dibagikan di awal tahun dan ditandatangani bersama Kepala Sekolah.
| Jabatan | Contoh indikator | Sumber bukti |
|---|---|---|
| Kepala TU / staf TU | Surat diproses tepat waktu, arsip tertata, layanan ramah | Agenda surat, arsip, umpan balik guru dan orang tua |
| Operator | Data valid, pelaporan tepat waktu, dukungan teknis | Status validasi, catatan pelaporan |
| Bendahara | Pencatatan tertib, SPJ tepat waktu, rekonsiliasi rutin | Buku kas, SPJ, catatan rekonsiliasi |
| Pustakawan | Layanan buka sesuai jadwal, sirkulasi tercatat, program literasi | Catatan sirkulasi, laporan bulanan |
| Laboran | Alat siap pakai, keselamatan kerja, inventaris lab | Jadwal pemakaian, kartu inventaris |
| Petugas UKS | Layanan tercatat, stok obat terjaga, rujukan tepat | Buku kunjungan UKS |
| Satpam | Patroli sesuai jadwal, buku tamu terisi, kejadian dilaporkan | Catatan patroli, buku tamu |
| Petugas kebersihan | Area bersih sesuai jadwal, toilet terawat | Lembar kontrol kebersihan |
Indikator umum seperti kehadiran dan ketepatan waktu tetap dipakai untuk semua jabatan.
Format satu halaman yang mudah dipakai:
Identitas: nama, jabatan, periode penilaian, penilai.
Bagian A. Tugas utama (bobot 60%) Tiga sampai lima indikator dari uraian tugas, masing-masing diberi skor 1–4 dengan bukti.
Bagian B. Kedisiplinan dan sikap kerja (bobot 25%)
| Indikator | Bukti | Skor 1–4 |
|---|---|---|
| Kehadiran | Rekap presensi pegawai | |
| Ketepatan waktu | Rekap presensi pegawai | |
| Kerja sama dan layanan | Catatan penilai, masukan rekan |
Bagian C. Pengembangan diri (bobot 15%) Pelatihan yang diikuti, keterampilan baru, inisiatif perbaikan.
Catatan penilai: dua kekuatan utama, satu hal untuk dikembangkan, rencana tindak lanjut.
Skor 1 berarti belum sesuai harapan, 2 sebagian sesuai, 3 sesuai, 4 melampaui dan bisa menjadi contoh.
| Waktu | Kegiatan |
|---|---|
| Awal tahun ajaran | Uraian tugas dan indikator disepakati |
| Tengah tahun | Percakapan singkat: kemajuan dan kendala |
| Akhir tahun | Penilaian dengan bukti, umpan balik, rencana pengembangan |
Percakapan tengah tahun sering diabaikan, padahal di sinilah masalah kecil bisa diperbaiki sebelum menjadi nilai buruk.
Pak Joko, operator sebuah SMK swasta di Karanganyar, juga diminta membantu Bendahara dan mengurus situs sekolah. Pada penilaian tahun lalu, ia mendapat nilai "cukup" karena beberapa laporan keuangan terlambat.
Tahun ini Kepala Sekolah menyusun uraian tugas tertulis. Tugas Bendahara dipindahkan ke staf TU lain, dan pengelolaan situs ditetapkan sebagai tugas tambahan dengan indikator sendiri. Dengan beban yang jelas, Pak Joko menyelesaikan pemutakhiran Dapodik tepat waktu dan mendapat penilaian yang mencerminkan kerjanya.
Pelajarannya: banyak masalah kinerja tendik sebenarnya masalah pembagian tugas.
Formulir seragam untuk semua jabatan. Satpam dan Bendahara tidak bisa dinilai dengan indikator yang sama.
Penilaian tanpa bukti. Gunakan data presensi, catatan kerja, dan masukan pengguna layanan.
Hanya dinilai saat ada masalah. Kerja yang baik juga perlu dicatat dan diakui.
Tugas rangkap tidak diperhitungkan. Bila tendik merangkap, nilai setiap tugas secara terpisah.
Umumnya Kepala Sekolah, dibantu Kepala TU untuk staf administrasi. Di sekolah swasta, yayasan dapat menetapkan penilai sesuai struktur.
Bergantung kebijakan yayasan, tetapi sangat disarankan sebagai dasar kontrak, kenaikan gaji, dan pengembangan.
Rekap presensi pegawai, catatan pekerjaan yang terdokumentasi (agenda surat, buku kas, catatan sirkulasi), dan masukan dari guru atau orang tua yang dilayani.
Buat indikator untuk setiap tugas dan beri bobot sesuai porsi waktunya.
Minimal setahun sekali, dengan percakapan kemajuan di tengah tahun.
Akar masalah penilaian tendik adalah pekerjaan yang tidak terlihat. Surat yang diproses, data yang divalidasi, dan patroli malam jarang tercatat, sehingga penilaian bergantung pada kesan.
ASIS membuat kerja tendik tercatat dari aktivitas sehari-hari. Presensi pegawai lewat pindai QR atau pengenalan wajah menjadi dasar kehadiran dan penggajian, surat dan SK diproses di satu tempat, keuangan tercatat dari tagihan hingga SPJ, perpustakaan dan UKS mencatat layanannya, serta buku tamu dan patroli satpam terdokumentasi. Kepala Sekolah bisa menetapkan target per peran melalui Dashboard Goal, dan tendik dapat belajar mandiri di Akademi ASIS.
ASIS gratis untuk semua sekolah, dan Basmalah gratis untuk pesantren, madrasah diniyah, dan TPQ. Silakan mulai di asis.id.
Panduan pajak belanja dana BOS untuk Bendahara: kapan memungut PPN, PPh 21, PPh 22, PPh 23, dan PPh 4 ayat 2, contoh hitungan, belanja SIPLah, dan pelaporan.
Aplikasi MA gratis bisa aman, bisa juga berisiko. Kenali model gratis yang sehat, tanda aplikasi abal-abal, dan cara mengujinya sebelum dipakai madrasah.
Cara membuat kartu inventaris ruangan KIR sekolah: kolom yang umum dipakai, contoh pengisian, kode kondisi barang, jadwal pemutakhiran, dan kesalahan umum.
Daftarkan sekolah Anda dan rasakan bagaimana satu sumber kebenaran meringankan pekerjaan sehari-hari.