Pajak Belanja Dana BOS: Cara Menghitung dan Menyetor
Panduan pajak belanja dana BOS untuk Bendahara: kapan memungut PPN, PPh 21, PPh 22, PPh 23, dan PPh 4 ayat 2, contoh hitungan, belanja SIPLah, dan pelaporan.
Panduan penilaian kinerja guru untuk Kepala Sekolah: siklus perencanaan hingga penilaian, observasi kelas, bukti dukung, contoh format, dan kaitan dengan ASIS.
Penilaian kinerja guru yang baik bukan acara tahunan untuk mengisi formulir, melainkan siklus yang membantu guru tumbuh: menyepakati target di awal tahun, mengamati pembelajaran, mengumpulkan bukti, memberi umpan balik, lalu menilai secara adil. Bagi guru ASN, penilaian kinerja kini dikelola melalui pengelolaan kinerja di platform kementerian (Ruang GTK) sesuai ketentuan yang berlaku. Bagi guru yayasan, sekolah atau yayasan menyusun mekanismenya sendiri. Panduan ini memberi kerangka praktis yang bisa dipakai keduanya, lengkap dengan contoh format.
Sebelum membahas format, sepakati dulu tujuannya. Penilaian kinerja guru sebaiknya:
Bila penilaian hanya dipakai untuk mencari kesalahan, guru akan menyiapkan "panggung" saat observasi dan kembali ke kebiasaan lama setelahnya.
| Tahap | Waktu | Kegiatan utama |
|---|---|---|
| Perencanaan | Awal tahun ajaran | Guru dan Kepala Sekolah menyepakati target kinerja |
| Pelaksanaan | Sepanjang tahun | Guru mengajar, mendokumentasikan, mengikuti pengembangan |
| Observasi | Minimal sekali per semester | Kepala Sekolah atau rekan senior mengamati kelas |
| Umpan balik | Setelah setiap observasi | Diskusi singkat, rencana perbaikan |
| Penilaian | Akhir periode | Menilai capaian berdasarkan bukti |
| Refleksi | Setelah penilaian | Menyusun target periode berikutnya |
Untuk guru ASN, tahapan dan tenggatnya mengikuti jadwal pengelolaan kinerja di Ruang GTK. Pembahasan teknisnya ada di artikel "Ruang GTK Pengelolaan Kinerja: Panduan untuk Guru".
Secara umum, kinerja guru bisa dilihat dari empat area yang sejalan dengan kompetensi guru dalam Undang-Undang Guru dan Dosen: pedagogik, kepribadian, sosial, dan profesional. Dalam praktik sekolah, area ini bisa diterjemahkan menjadi indikator yang teramati:
| Area | Contoh indikator yang teramati |
|---|---|
| Perencanaan pembelajaran | Modul ajar atau rencana pembelajaran tersedia dan sesuai karakteristik murid |
| Pelaksanaan pembelajaran | Murid aktif, ada diferensiasi, waktu dipakai efektif |
| Asesmen | Asesmen formatif rutin, umpan balik ke murid, nilai tercatat tepat waktu |
| Pengelolaan kelas | Kesepakatan kelas berjalan, disiplin positif |
| Profesionalisme | Kehadiran, ketepatan administrasi, partisipasi pengembangan diri |
| Kerja sama | Komunikasi dengan orang tua, kontribusi pada kegiatan sekolah |
Observasi adalah bagian paling menentukan dan paling sering membuat guru cemas. Beberapa prinsip agar observasi berguna:
Instrumen observasi lebih rinci dibahas di artikel "Instrumen Supervisi Akademik".
Untuk sekolah atau yayasan yang menyusun penilaian sendiri, format sederhana berikut bisa menjadi titik awal:
| No | Indikator | Bukti dukung | Skor 1–4 | Catatan |
|---|---|---|---|---|
| 1 | Rencana pembelajaran tersedia untuk semua rombel | Modul ajar di arsip | ||
| 2 | Pembelajaran melibatkan murid secara aktif | Catatan observasi | ||
| 3 | Asesmen formatif dilakukan rutin | Jurnal mengajar, rekap nilai | ||
| 4 | Nilai tercatat tepat waktu | Rekap nilai | ||
| 5 | Kehadiran dan ketepatan waktu | Rekap presensi pegawai | ||
| 6 | Komunikasi dengan orang tua | Catatan pertemuan, pengumuman | ||
| 7 | Pengembangan diri | Sertifikat kursus, keikutsertaan komunitas belajar |
Skor 1 berarti belum terlihat, 2 mulai terlihat, 3 konsisten, 4 menjadi teladan bagi rekan. Hindari skor tanpa bukti.
Bukti dukung yang baik adalah dokumen yang memang dihasilkan dalam pekerjaan sehari-hari, bukan yang dibuat khusus menjelang penilaian. Contohnya:
Contoh bukti dukung yang biasanya diterima dibahas di artikel "Contoh Bukti Dukung Kinerja Guru yang Diterima".
Penilaian hanya berdasarkan kesan. Guru yang dekat dengan pimpinan mendapat nilai tinggi. Gunakan bukti.
Observasi sekali setahun tanpa umpan balik. Guru tidak tahu apa yang perlu diperbaiki.
Semua guru mendapat nilai sama. Penilaian kehilangan makna dan guru berprestasi tidak terdorong.
Bukti dibuat mendadak. Guru sibuk menyusun berkas di minggu terakhir, bukan memperbaiki pembelajaran.
Penilaian kinerja guru baru bermanfaat bila hasilnya ditindaklanjuti. Setelah penilaian, susun rencana pengembangan sederhana untuk setiap guru:
| Hasil penilaian | Contoh tindak lanjut |
|---|---|
| Asesmen formatif belum rutin | Ikut komunitas belajar tentang asesmen, observasi kelas rekan yang sudah mahir |
| Pengelolaan kelas lemah | Pendampingan oleh guru senior selama satu bulan |
| Administrasi sering terlambat | Kesepakatan tenggat dan pengingat rutin |
| Sudah sangat baik | Diberi peran berbagi praktik baik di rapat guru |
Dengan cara ini, penilaian tidak berhenti di angka. Guru melihat jalur yang jelas untuk berkembang, dan Kepala Sekolah punya dasar untuk merencanakan program pengembangan dalam RKAS.
Penilaian kinerja guru ASN dikelola melalui pengelolaan kinerja di platform kementerian sesuai ketentuan yang berlaku. Rujuk juknis terbaru dari Kemendikdasmen dan BKN.
Guru non-ASN di sekolah swasta umumnya dinilai dengan mekanisme yayasan. Format pemerintah boleh dijadikan rujukan agar selaras.
Minimal sekali per semester untuk setiap guru, ditambah observasi rekan sejawat bila memungkinkan.
Kepala Sekolah, atau guru senior yang ditunjuk. Pada sekolah besar, wakil kepala sekolah bisa membantu.
Sediakan ruang diskusi berbasis bukti. Bila bukti mendukung guru, nilai bisa ditinjau ulang.
Akar masalah penilaian kinerja guru adalah bukti yang tidak tersedia saat dibutuhkan. Jurnal ada di buku, presensi di mesin terpisah, nilai di laptop pribadi, sehingga guru dan Kepala Sekolah sama-sama sibuk menyusun berkas menjelang penilaian.
ASIS tidak menggantikan pengelolaan kinerja resmi di platform pemerintah, tetapi membantu bukti terkumpul dengan sendirinya. Jurnal mengajar guru, presensi pegawai lewat pindai QR atau pengenalan wajah, rekap nilai, dan perangkat ajar Kurikulum Merdeka tersimpan di satu tempat. Kepala Sekolah bisa menetapkan target per peran melalui Dashboard Goal, dan guru bisa mengikuti kursus daring di Akademi ASIS sebagai bagian dari pengembangan diri.
ASIS gratis untuk semua sekolah, dan Basmalah gratis untuk pesantren, madrasah diniyah, dan TPQ. Silakan mulai di asis.id.
Panduan pajak belanja dana BOS untuk Bendahara: kapan memungut PPN, PPh 21, PPh 22, PPh 23, dan PPh 4 ayat 2, contoh hitungan, belanja SIPLah, dan pelaporan.
Aplikasi MA gratis bisa aman, bisa juga berisiko. Kenali model gratis yang sehat, tanda aplikasi abal-abal, dan cara mengujinya sebelum dipakai madrasah.
Cara membuat kartu inventaris ruangan KIR sekolah: kolom yang umum dipakai, contoh pengisian, kode kondisi barang, jadwal pemutakhiran, dan kesalahan umum.
Daftarkan sekolah Anda dan rasakan bagaimana satu sumber kebenaran meringankan pekerjaan sehari-hari.