WAWASAN ASIS

Pendidikan Bilingual Tuli: Mengapa BISINDO Penting

Pendidikan bilingual tuli memadukan BISINDO dan bahasa Indonesia tulis. Mengapa diajar lisan saja membuat murid Tuli tertinggal, dan apa peran sekolah.

Tim Wawasan ASIS 30 Jun 2026 Wawasan

Pada akhir Juni 2026, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah bersama Pijar Foundation meluncurkan Program Pendidikan Bilingual untuk murid Tuli. Pendidikan bilingual tuli ini memadukan Bahasa Isyarat Indonesia (BISINDO) dengan bahasa Indonesia tulis dan lisan.

Langkah ini penting karena selama bertahun-tahun banyak murid Tuli diajar dengan pendekatan lisan saja, dan hasilnya sering tidak sesuai harapan. Tulisan ini menjelaskan apa itu pendidikan bilingual tuli, mengapa pendekatan lisan saja membuat murid tertinggal, dan apa yang bisa dilakukan sekolah.

Apa itu pendidikan bilingual tuli?

Pendidikan bilingual tuli memakai dua bahasa secara sengaja:

  • BISINDO sebagai bahasa pertama, yaitu bahasa yang paling mudah diakses murid Tuli karena sepenuhnya visual.
  • Bahasa Indonesia tulis (dan lisan, sesuai kemampuan murid) sebagai bahasa kedua untuk membaca, menulis, dan berkomunikasi dengan masyarakat luas.

Prinsipnya sederhana: murid memahami konsep lebih dulu lewat bahasa yang ia kuasai, lalu memakai pemahaman itu untuk belajar membaca dan menulis.

Mengapa pendekatan lisan saja membuat murid tertinggal

Konsep datang terlambat

Murid dengar menyerap ribuan kata sebelum masuk sekolah. Murid Tuli yang hanya diajar lisan harus lebih dulu belajar membaca gerak bibir dan berbicara sebelum bisa memahami isi pelajaran. Waktu belajar habis untuk mengakses bahasa, bukan untuk memahami materi.

Membaca gerak bibir tidak cukup

Banyak bunyi dalam bahasa Indonesia terlihat mirip di bibir. Murid harus menebak sebagian besar kata. Di kelas yang ramai, dengan guru yang sering menghadap papan tulis, tebakan itu makin sulit.

Kemampuan membaca ikut tertahan

Membaca membutuhkan fondasi bahasa. Tanpa bahasa pertama yang kuat, murid kesulitan memahami teks, meskipun ia bisa melafalkan kata-katanya.

Rasa percaya diri menurun

Murid yang terus tertinggal karena hambatan bahasa sering dianggap kurang mampu. Padahal masalahnya ada pada akses, bukan pada kecerdasan.

Skala tantangannya

Menurut data Kemendikdasmen yang disampaikan saat peluncuran program, terdapat sekitar 381 ribu peserta didik berkebutuhan khusus, dan sekitar 217 ribu di antaranya sudah belajar di sekolah inklusif. Artinya, banyak murid berkebutuhan khusus, termasuk murid Tuli, kini duduk di kelas reguler. Kesiapan guru di sekolah reguler menjadi kunci.

Apa artinya bagi sekolah?

Untuk SLB

  • Jadikan BISINDO bagian resmi dari pembelajaran, bukan hanya alat bantu.
  • Libatkan guru atau asisten Tuli yang fasih BISINDO.
  • Rencanakan pembelajaran membaca dan menulis yang berangkat dari pemahaman konsep dalam BISINDO.

Untuk sekolah inklusif

  • Dudukkan murid Tuli di posisi yang bisa melihat wajah guru dan papan tulis dengan jelas.
  • Tuliskan instruksi penting, jangan hanya diucapkan.
  • Pakai media visual: gambar, video bertakarir, dan peragaan.
  • Ajak warga sekolah belajar kosakata BISINDO dasar.

Untuk orang tua

  • Kenalkan bahasa isyarat sejak dini. Bahasa isyarat tidak menghambat kemampuan berbicara, justru memberi anak fondasi bahasa.
  • Cari komunitas Tuli di sekitar Anda. Anak membutuhkan teladan yang memakai bahasa yang sama dengannya.

ASIS: setiap anak perlu dikenali, bukan hanya dinilai

Masalah murid Tuli yang tertinggal menunjukkan satu hal yang lebih luas: sekolah sering hanya melihat angka, sementara hambatan yang sebenarnya tidak tercatat. ASIS dibangun dengan visi agar setiap anak dikenali utuh, termasuk cara ia berkomunikasi dan belajar.

Di ASIS, guru dapat menulis catatan perkembangan setiap murid, sehingga kemajuan kecil seperti bertambahnya kosakata atau keberanian bertanya tidak hilang. Orang tua bisa membaca catatan itu lewat ASIS Mobile dan ikut mendampingi di rumah. Data murid cukup dicatat sekali, lalu dipakai untuk presensi, nilai, dan rapor, sehingga guru punya lebih banyak waktu untuk menyiapkan pembelajaran yang ramah bagi murid Tuli.

ASIS gratis untuk semua sekolah, termasuk SLB dan sekolah inklusif. Untuk pesantren, madrasah diniyah, dan TPQ, tersedia Basmalah yang juga gratis di Google Play. Teknologinya gratis, kemajuannya kita bangun bersama. Daftarkan sekolah Anda di asis.id.

Sumber: RRI – Kemendikdasmen Perkuat Pendidikan Bilingual Murid Tuli; Kompas – Kolaborasi Pendidikan Bilingual untuk Tuli.

BACA JUGA

Artikel lain untuk sekolah.

MULAI DARI SATU DATA

Cukup catat sekali, pakai di mana saja.

Daftarkan sekolah Anda dan rasakan bagaimana satu sumber kebenaran meringankan pekerjaan sehari-hari.