Pajak Belanja Dana BOS: Cara Menghitung dan Menyetor
Panduan pajak belanja dana BOS untuk Bendahara: kapan memungut PPN, PPh 21, PPh 22, PPh 23, dan PPh 4 ayat 2, contoh hitungan, belanja SIPLah, dan pelaporan.
Penanganan anak tidak sekolah: kategori ATS, alur pendataan sampai pendampingan, peran PKBM lewat Paket A, B, C, dan cara mencegah putus lagi.
Penanganan anak tidak sekolah (ATS) adalah rangkaian upaya menemukan anak usia sekolah yang tidak sedang bersekolah, memahami penyebabnya, lalu mengembalikan mereka ke layanan pendidikan yang paling cocok. Jalurnya bisa kembali ke sekolah formal atau melalui pendidikan kesetaraan Paket A, B, dan C di Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM). PKBM berperan penting karena jadwalnya lebih lentur, cocok bagi anak yang sudah bekerja, sudah berkeluarga muda, atau pernah merasa gagal di sekolah formal. Pemerintah juga memperkuat upaya ini lewat peraturan presiden tentang penanganan ATS yang diluncurkan dengan sasaran jutaan anak.
Dalam program penanganan, ATS umumnya dikelompokkan menjadi tiga.
| Kelompok | Ciri | Contoh situasi |
|---|---|---|
| Belum pernah sekolah | Anak usia sekolah yang tidak pernah terdaftar | Anak di daerah terpencil, anak tanpa dokumen kependudukan |
| Putus sekolah | Pernah bersekolah, berhenti sebelum lulus jenjang | Berhenti di kelas 8 karena membantu ekonomi keluarga |
| Lulus tidak melanjutkan | Lulus satu jenjang, tidak masuk jenjang berikutnya | Lulus SMP, tidak mendaftar SMA/SMK karena biaya atau jarak |
Pemberitaan tentang Peraturan Presiden Nomor 3 Tahun 2026 mengenai pencegahan dan penanganan ATS menyebut sekitar 3,78 juta anak usia 6–18 tahun tidak bersekolah berdasarkan data Susenas BPS. Angka di tiap daerah bisa dicek pada data pemerintah daerah atau dinas pendidikan setempat.
Mengenali penyebab menentukan jalur penanganan. Anak yang berhenti karena bekerja mungkin lebih cocok di PKBM, sedangkan anak yang berhenti karena jarak mungkin bisa kembali ke sekolah formal bila ada bantuan transportasi.
Data awal biasanya berasal dari pemerintah desa/kelurahan, kader, sekolah, dan data kependudukan. Satu anak bisa tercatat dobel atau sudah pindah, sehingga perlu verifikasi.
Petugas, guru, atau tutor PKBM mengunjungi keluarga untuk memastikan status anak dan memahami penyebabnya. Kunjungan dilakukan dengan sikap mendengar, bukan menghakimi.
Bersama anak dan keluarga, tentukan jalur yang realistis: kembali ke sekolah formal, mendaftar di PKBM, atau layanan khusus bagi anak dengan disabilitas.
Bantu kelengkapan dokumen. Hubungkan keluarga dengan program bantuan pendidikan yang tersedia sesuai ketentuan, misalnya Program Indonesia Pintar bila memenuhi syarat.
Tahun pertama setelah kembali belajar adalah masa paling rawan. Anak perlu dipantau kehadiran dan semangatnya.
Catat perkembangan dan lapor balik ke pemerintah desa atau dinas agar data ATS terus diperbarui.
PKBM menyelenggarakan pendidikan kesetaraan: Paket A setara SD, Paket B setara SMP, dan Paket C setara SMA. Lulusan memperoleh ijazah yang dapat dipakai untuk melanjutkan pendidikan atau melamar kerja sesuai ketentuan.
| Tantangan | Strategi yang bisa dicoba |
|---|---|
| Warga belajar sering absen karena bekerja | Jadwal fleksibel, tugas mandiri terstruktur, kelompok belajar kecil |
| Motivasi menurun setelah beberapa bulan | Target jangka pendek, apresiasi kemajuan, kunjungan rumah |
| Administrasi banyak dengan tenaga terbatas | Pembagian tugas jelas, pencatatan digital yang sederhana |
| Data warga belajar tersebar | Satu basis data untuk presensi, nilai, dan kontak keluarga |
Dimas, 16 tahun, berhenti sekolah di kelas 8 karena membantu ayahnya berjualan di pasar. Kader desa mencatat namanya saat pendataan. Tutor PKBM mengunjungi rumahnya dan menawarkan kelas Paket B dua sore dalam seminggu, yang tidak bentrok dengan jam pasar. Tiga bulan pertama, Dimas sering absen. Tutor menghubungi orang tuanya, menyesuaikan tugas mandiri, dan mengajak Dimas menjadi pencatat keuangan di kegiatan kewirausahaan PKBM. Dua tahun kemudian Dimas lulus Paket B dan mendaftar Paket C.
Kisah seperti ini menunjukkan bahwa penanganan anak tidak sekolah bukan kegiatan sekali datang, melainkan pendampingan yang sabar.
Memastikan setiap anak usia sekolah kembali mendapatkan layanan pendidikan yang sesuai, baik di sekolah formal maupun pendidikan kesetaraan.
Ijazah Paket C memiliki hak eligibilitas yang setara dengan SMA untuk melanjutkan pendidikan, sesuai ketentuan perundang-undangan. Beberapa instansi bisa memiliki syarat tambahan.
Bervariasi menurut program dan ketentuan juknis yang berlaku. Tanyakan langsung ke PKBM atau dinas pendidikan setempat.
Bisa, bila usianya masih sesuai dan ada sekolah yang menerima. Koordinasikan dengan dinas pendidikan untuk penempatan.
Dengan jadwal fleksibel, pemantauan kehadiran yang rutin, komunikasi dengan keluarga, dan pembelajaran yang relevan dengan kehidupan warga belajar.
Penanganan anak tidak sekolah sering tersendat di urusan data. Daftar anak hasil pendataan ada di satu lembar, presensi warga belajar di buku tutor, nilai di berkas lain, dan kontak keluarga di ponsel pribadi. Ketika warga belajar mulai jarang hadir, tidak ada yang menyadarinya tepat waktu.
ASIS dibangun dengan prinsip "Data dicatat sekali, dipakai berkali-kali." PKBM dapat mencatat presensi lewat pindai QR, menyimpan catatan perkembangan di profil murid yang utuh, mengelola nilai dan rapor, serta mengirim kabar ke keluarga lewat notifikasi aplikasi dan surel tanpa batas. Data awal bisa diimpor dari file ekspor Dapodik yang sudah dimiliki lembaga. Bahan belajar warga belajar tersedia di Pustaka ASIS yang berisi buku pelajaran pemerintah.
ASIS gratis untuk semua sekolah dan lembaga pendidikan, dan Basmalah gratis untuk pesantren, madrasah diniyah, dan TPQ. Mulai rapikan pendampingan warga belajar di asis.id.
Sumber: RRI, Perpres ATS Diluncurkan, 3,78 Juta Anak Jadi Fokus; Antara, Kemendikdasmen Hadirkan Beragam Layanan Pendidikan Dukung Perpres ATS
Panduan pajak belanja dana BOS untuk Bendahara: kapan memungut PPN, PPh 21, PPh 22, PPh 23, dan PPh 4 ayat 2, contoh hitungan, belanja SIPLah, dan pelaporan.
Aplikasi MA gratis bisa aman, bisa juga berisiko. Kenali model gratis yang sehat, tanda aplikasi abal-abal, dan cara mengujinya sebelum dipakai madrasah.
Cara membuat kartu inventaris ruangan KIR sekolah: kolom yang umum dipakai, contoh pengisian, kode kondisi barang, jadwal pemutakhiran, dan kesalahan umum.
Daftarkan sekolah Anda dan rasakan bagaimana satu sumber kebenaran meringankan pekerjaan sehari-hari.