WAWASAN ASIS

Peminjaman Alat Laboratorium: Alur Pinjam dan Kembali

Cara mencatat peminjaman alat laboratorium sekolah dari pengajuan sampai pengembalian: data wajib, pemeriksaan kondisi, contoh format, dan kesalahan umum.

Tim Wawasan ASIS 20 Sep 2026 Panduan

Peminjaman alat laboratorium adalah proses ketika guru, murid, atau unit lain meminjam alat seperti mikroskop, multimeter, neraca, atau alat peraga dari laboratorium, lalu mengembalikannya dalam kondisi yang diperiksa. Tanpa catatan, alat mudah berpindah tangan tanpa jejak: tidak jelas siapa yang terakhir memakai, kapan seharusnya kembali, dan mengapa ada yang rusak. Artikel ini membahas data yang perlu dicatat, alur dari pengajuan hingga pengembalian di ASIS, tips pemeriksaan kondisi, serta cara manual bagi laboratorium yang belum memakai aplikasi.

Masalah nyata di laboratorium sekolah

Laboran atau kepala laboratorium sering mengalami hal ini: menjelang praktikum, satu set mikroskop ternyata kurang dua. Setelah ditelusuri, mikroskop itu dipinjam untuk lomba bulan lalu dan masih tersimpan di ruang guru. Di kesempatan lain, multimeter kembali dengan layar retak, tetapi tidak ada yang tahu kapan retaknya terjadi.

Buku peminjaman tulis tangan memang ada, tetapi sering tidak diisi saat terburu-buru. Kolom pengembalian kosong, tanda tangan tidak lengkap, dan buku itu sendiri kadang hilang.

Mengapa pencatatan peminjaman penting

  • Alat tidak hilang. Setiap alat yang keluar punya nama peminjam dan tenggat kembali.
  • Praktikum tidak terganggu. Laboran tahu alat mana yang tersedia sebelum jadwal praktik.
  • Tanggung jawab jelas. Kerusakan bisa ditelusuri ke peminjaman tertentu, sehingga tindak lanjutnya adil.
  • Data untuk perencanaan. Alat yang paling sering dipinjam menjadi prioritas penambahan.

Data wajib setiap peminjaman

Data Keterangan
Peminjam Nama guru atau murid dan kelas atau unit
Keperluan Praktikum, lomba, kegiatan, penelitian
Alat dan jumlah Sesuai kode inventaris
Kondisi saat keluar Baik, ada catatan tertentu
Tanggal dan jam pinjam Waktu serah terima
Tenggat kembali Tanggal yang disepakati
Tanggal kembali Diisi saat alat dikembalikan
Kondisi saat kembali Baik, rusak, kurang kelengkapan
Petugas Laboran yang menyerahkan dan menerima

Alur peminjaman alat laboratorium di ASIS

Langkah di bawah mengikuti materi resmi Panduan ASIS. Satu hal yang ditekankan: pinjam dan kembali dicatat pada transaksi yang sama, sehingga jejaknya utuh.

Sebelum memulai. Siapkan daftar alat yang tersedia, jadwal praktik, identitas peminjam, tenggat pengembalian, dan aturan keselamatan laboratorium.

  1. Buka Peminjaman Laboratorium dan pilih alat yang tepat, cocokkan dengan kode pada alatnya.
  2. Catat peminjam, waktu, tujuan, dan kondisi alat sebelum diserahkan. Periksa kondisi bersama peminjam.
  3. Saat alat kembali, buka transaksi yang sama, lalu catat waktu kembali dan kondisi alat setelah dipakai.
  4. Tindak lanjuti kerusakan lewat catatan pemeliharaan, jangan hanya mengubah status pinjam menjadi selesai.

Periksa hasilnya. Alat kembali berstatus tersedia pada waktu yang benar, dan setiap perubahan kondisi punya penanggung jawab.

Jika belum sesuai. Bila alat belum bisa dipinjam, cek apakah alat sedang dipakai di sesi praktik lain atau masih ada peminjaman yang belum ditutup. Selesaikan itu dulu sebelum membuat transaksi baru.

Langkah lengkap: Cara Mencatat Peminjaman dan Pengembalian Alat Laboratorium.

Tips pemeriksaan kondisi saat serah terima

Periksa bersama peminjam

Buka kotak alat di depan peminjam, hitung kelengkapan, dan nyalakan bila alat elektronik. Pemeriksaan bersama mencegah perselisihan saat pengembalian.

Gunakan daftar kelengkapan per alat

Satu set alat sering terdiri dari beberapa bagian. Misalnya mikroskop dengan lensa okuler, lensa objektif, dan penutup debu. Tempel daftar kelengkapan di kotaknya.

Foto alat bernilai tinggi

Untuk alat mahal atau rapuh, ambil foto saat keluar dan saat kembali.

Tetapkan aturan tenggat

Misalnya peminjaman untuk praktikum kembali di hari yang sama, untuk lomba maksimal satu minggu. Aturan tertulis memudahkan laboran menagih.

Aturan laboratorium yang perlu ditulis

Checklist aturan peminjaman yang sebaiknya disepakati dan ditempel di laboratorium:

  • Siapa yang boleh meminjam (guru, murid dengan izin guru, unit lain)
  • Alat yang tidak boleh dibawa keluar laboratorium
  • Batas waktu peminjaman per jenis keperluan
  • Prosedur bila alat rusak atau hilang
  • Jam layanan peminjaman
  • Kewajiban membersihkan alat sebelum dikembalikan

Untuk alat dan bahan berbahaya seperti bahan kimia tertentu, ikuti aturan keselamatan laboratorium. Artikel "Keselamatan Kerja Laboratorium IPA dan Tata Tertibnya" membahasnya lebih rinci.

Contoh: peminjaman untuk lomba sains

Seorang guru IPA di SMP Negeri 5 Sukabumi akan membawa tim lomba sains ke tingkat kabupaten. Ia membutuhkan dua mikroskop, satu neraca digital, dan satu set alat peraga optik selama tiga hari. Dua minggu sebelumnya, guru mengajukan peminjaman ke laboran dengan keperluan dan tenggat yang jelas.

Laboran memeriksa jadwal sesi praktik dan menemukan kelas 8 juga memakai mikroskop di hari kedua. Solusinya, jadwal praktik kelas 8 digeser ke pekan berikutnya, dan peminjaman dicatat. Saat serah terima, laboran dan guru membuka kotak bersama, mencocokkan daftar kelengkapan, dan memotret lensa mikroskop.

Ketika alat kembali, satu lensa objektif ternyata tergores. Karena kondisi awal terdokumentasi, kerusakan dicatat sebagai laporan kerusakan tanpa perdebatan, dan sekolah memutuskan mengganti lensa dari anggaran pemeliharaan. Peminjaman alat laboratorium yang tercatat rapi membuat semua pihak tenang.

Kesalahan umum

  1. Tidak mencatat kondisi saat keluar, sehingga kerusakan tidak bisa ditelusuri.
  2. Peminjaman lisan antar-guru tanpa sepengetahuan laboran.
  3. Tidak ada tenggat kembali. Alat "dipinjam sebentar" lalu menetap berbulan-bulan.
  4. Mencatat jumlah tanpa kode alat. Saat satu unit rusak, tidak jelas unit mana.
  5. Buku peminjaman disimpan di tempat yang tidak diketahui petugas pengganti.

Cara manual bagi sekolah tanpa ASIS

  1. Siapkan buku atau lembar kerja peminjaman alat laboratorium dengan kolom sesuai tabel data wajib.
  2. Beri nomor urut setiap transaksi peminjaman.
  3. Gunakan formulir daring sederhana bila guru ingin mengajukan dari jauh, lalu laboran memindahkan ke rekap.
  4. Tandai baris yang melewati tenggat dengan warna mencolok.
  5. Rekap per semester: alat paling sering dipinjam, kerusakan, dan kehilangan.

Kelemahan cara manual adalah data peminjaman terpisah dari data inventaris, sehingga kondisi alat harus diperbarui dua kali.

Pertanyaan yang sering diajukan

Apakah murid boleh meminjam alat laboratorium?

Umumnya boleh dengan izin dan pendampingan guru, terutama untuk proyek atau lomba. Aturannya sebaiknya tertulis di tata tertib laboratorium.

Bagaimana jika alat rusak saat dipinjam?

Catat kerusakan pada saat pengembalian, lalu tindak lanjuti sesuai aturan laboratorium. Banyak sekolah membedakan kerusakan karena pemakaian wajar dan karena kelalaian.

Berapa lama batas peminjaman yang wajar?

Tergantung keperluan. Untuk praktikum biasanya kembali di hari yang sama; untuk lomba atau proyek, sesuai kesepakatan dengan tenggat tertulis.

Perlukah mencatat peminjaman alat laboratorium oleh guru sendiri?

Perlu. Guru pun meminjam aset sekolah. Pencatatan justru melindungi guru bila terjadi selisih atau kerusakan.

Apa bedanya dengan peminjaman aset sekolah umum?

Prinsipnya sama, tetapi alat laboratorium sering berupa set dengan banyak komponen dan sebagian berisiko, sehingga pemeriksaan kelengkapan dan keselamatannya lebih ketat.

ASIS: alat laboratorium selalu jelas keberadaannya

Alat laboratorium hilang atau rusak tanpa jejak karena peminjaman dicatat di buku terpisah, kadang tidak dicatat sama sekali. Laboran baru tahu ada kekurangan saat praktikum sudah di depan mata.

ASIS menyatukan inventaris laboratorium, jadwal sesi praktik, dan peminjaman alat dalam modul sarana prasarana dan laboratorium. Kondisi alat saat keluar dan kembali tercatat pada data inventaris yang sama, sehingga laporan kerusakan dan stok opname tidak perlu disusun ulang dari nol.

ASIS gratis untuk semua sekolah, dan Basmalah dari ekosistem ASIS gratis untuk pesantren, madrasah diniyah, dan TPQ. Mulai di asis.id.

BACA JUGA

Artikel lain untuk sekolah.

MULAI DARI SATU DATA

Cukup catat sekali, pakai di mana saja.

Daftarkan sekolah Anda dan rasakan bagaimana satu sumber kebenaran meringankan pekerjaan sehari-hari.