Pajak Belanja Dana BOS: Cara Menghitung dan Menyetor
Panduan pajak belanja dana BOS untuk Bendahara: kapan memungut PPN, PPh 21, PPh 22, PPh 23, dan PPh 4 ayat 2, contoh hitungan, belanja SIPLah, dan pelaporan.
Strategi pembelajaran mendalam kelas besar untuk guru dengan 36 murid atau lebih: kelompok bergilir, pertanyaan pemantik, asesmen cepat, dan contoh sesi.
Pembelajaran mendalam kelas besar tetap mungkin dilakukan, asalkan guru mengandalkan rutinitas yang jelas, kerja berpasangan dan kelompok dengan peran tetap, pertanyaan pemantik yang menantang, serta asesmen cepat yang tidak menuntut guru memeriksa semua pekerjaan satu per satu. Banyak guru di SMP dan SMA negeri mengajar rombel berisi 36 murid atau lebih, sementara kerangka pembelajaran mendalam menuntut murid berpikir, berdiskusi, dan merefleksikan pengalaman belajar. Panduan ini memberi strategi praktis dan contoh satu sesi.
Kerangka pembelajaran mendalam dalam kebijakan terbaru menekankan pengalaman belajar yang berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan. Permendikdasmen 13/2025 menyebut empat unsur kerangka pembelajaran: praktik pedagogis, kemitraan pembelajaran, lingkungan pembelajaran, dan pemanfaatan digital.
Di kelas besar, keempat unsur itu tetap relevan:
| Tantangan | Dampak | Strategi ringkas |
|---|---|---|
| Waktu bicara murid sedikit | Hanya murid tertentu yang aktif | Diskusi berpasangan sebelum diskusi kelas |
| Guru sulit memantau semua | Murid yang tertinggal tidak terdeteksi | Asesmen cepat dan tiket keluar |
| Suara bising saat kelompok | Diskusi tidak fokus | Sinyal tenang dan batas waktu jelas |
| Ruang sempit | Sulit memindah meja | Kelompok dengan memutar kursi saja |
| Memeriksa tugas lama | Umpan balik terlambat | Umpan balik bergilir per kelompok |
Rutinitas menghemat waktu dan mengurangi kebisingan. Latih beberapa rutinitas sampai otomatis:
Rutinitas yang jelas membuat kelas besar terasa lebih kecil.
Teknik ini paling murah dan paling efektif untuk kelas besar. Guru memberi pertanyaan, murid berpikir sendiri satu menit, berdiskusi dengan teman sebangku dua menit, lalu beberapa pasangan berbagi ke kelas. Dalam tiga menit, semua murid sudah berpikir dan berbicara, bukan hanya dua atau tiga murid.
Bentuk kelompok berisi empat murid dengan peran yang bergilir tiap pekan:
Dengan sembilan kelompok di kelas berisi 36 murid, guru cukup berinteraksi dengan sembilan pemandu untuk mengetahui kemajuan kelas.
Pembelajaran mendalam berangkat dari pertanyaan yang membuat murid penasaran dan berpikir tingkat tinggi. Bandingkan:
Pertanyaan kedua mendorong murid menghubungkan konsep rantai makanan dengan kehidupan nyata.
Guru tidak perlu memeriksa 36 buku untuk tahu siapa yang paham. Gunakan:
Tumpukan "belum paham" menjadi dasar pengelompokan pada pertemuan berikutnya.
Tetapkan tiga kelompok yang mendapat umpan balik tertulis rinci setiap pertemuan. Dalam tiga pertemuan, semua kelompok sudah mendapat umpan balik mendalam. Kelompok lain tetap mendapat umpan balik lisan singkat saat guru berkeliling.
| Waktu | Kegiatan | Strategi |
|---|---|---|
| 0–10 menit | Pertanyaan pemantik tentang ular dan panen padi | Pikir, berpasangan, berbagi |
| 10–25 menit | Membaca teks rantai makanan sawah | Membaca berpasangan |
| 25–55 menit | Kelompok menyusun jaring makanan dari kartu organisme | Kelompok dengan peran |
| 55–70 menit | Galeri: tiap kelompok berkeliling melihat hasil kelompok lain | Umpan balik antarteman |
| 70–80 menit | Tiket keluar: "Apa akibat jika satu organisme hilang?" | Asesmen cepat |
Sesi ini menunjukkan pembelajaran mendalam kelas besar tidak membutuhkan alat mahal, melainkan desain kegiatan yang membuat semua murid bekerja.
Strategi di atas perlu disesuaikan dengan usia murid:
Apa pun jenjangnya, mulailah dari satu strategi saja selama dua pekan sampai murid terbiasa, baru tambahkan strategi berikutnya. Mengubah semuanya sekaligus justru membuat pembelajaran mendalam kelas besar terasa kacau bagi murid dan guru.
Realistis, dengan rutinitas yang kuat, kelompok berperan, dan asesmen cepat. Kuncinya bukan jumlah murid, tetapi desain kegiatan yang melibatkan semua murid.
Sekitar empat murid. Kelompok kecil memberi setiap murid peran dan kesempatan berbicara.
Latih sinyal tenang, beri batas waktu yang jelas, dan minta pemandu kelompok menjaga volume suara.
Gunakan umpan balik bergilir per kelompok, umpan balik antarteman dengan panduan, dan asesmen cepat seperti tiket keluar.
Tidak harus. Pemanfaatan digital adalah salah satu unsur, tetapi dipakai bila benar-benar membantu. Kartu kertas dan diskusi berpasangan tetap efektif.
Guru yang mengajar rombel besar sering kehabisan waktu untuk menyiapkan bahan dan mengolah hasil asesmen. Kartu kegiatan dibuat ulang setiap tahun, hasil tiket keluar menumpuk tanpa sempat direkap, dan nilai baru disusun menjelang rapor.
ASIS menyediakan perangkat ajar Kurikulum Merdeka, bank soal dengan bantuan AI yang wajib ditinjau guru, serta cetak lembar jawaban ber-QR untuk membantu mengolah asesmen kelas besar. Aktivitas interaktif di Studio dan buku pelajaran di Pustaka bisa menjadi bahan diskusi kelompok, sementara nilai yang terkumpul mengalir ke e-Rapor Kurikulum Merdeka tanpa diketik ulang.
ASIS gratis untuk semua sekolah, dan Basmalah gratis untuk pesantren, madrasah diniyah, dan TPQ. Silakan mulai di asis.id.
Panduan pajak belanja dana BOS untuk Bendahara: kapan memungut PPN, PPh 21, PPh 22, PPh 23, dan PPh 4 ayat 2, contoh hitungan, belanja SIPLah, dan pelaporan.
Aplikasi MA gratis bisa aman, bisa juga berisiko. Kenali model gratis yang sehat, tanda aplikasi abal-abal, dan cara mengujinya sebelum dipakai madrasah.
Cara membuat kartu inventaris ruangan KIR sekolah: kolom yang umum dipakai, contoh pengisian, kode kondisi barang, jadwal pemutakhiran, dan kesalahan umum.
Daftarkan sekolah Anda dan rasakan bagaimana satu sumber kebenaran meringankan pekerjaan sehari-hari.