Pajak Belanja Dana BOS: Cara Menghitung dan Menyetor
Panduan pajak belanja dana BOS untuk Bendahara: kapan memungut PPN, PPh 21, PPh 22, PPh 23, dan PPh 4 ayat 2, contoh hitungan, belanja SIPLah, dan pelaporan.
Cara memanfaatkan papan interaktif digital kelas: pengaturan awal, 10 pola kegiatan per jenjang, perawatan, dan kesalahan yang membuat alat mubazir.
Papan interaktif digital kelas paling bermanfaat bila dipakai sebagai ruang kerja bersama, bukan sekadar layar besar pengganti proyektor. Kuncinya ada tiga: murid ikut menyentuh dan menulis di papan, hasil kerja kelas disimpan untuk dipakai lagi, dan guru menyiapkan beberapa pola kegiatan sederhana yang bisa diulang di banyak mata pelajaran. Tanpa itu, alat yang mahal sering hanya dipakai menayangkan video.
Pemerintah menargetkan penyebaran interactive flat panel (IFP) ke lebih dari 288 ribu satuan pendidikan melalui program digitalisasi pembelajaran. Artinya, banyak guru kini memegang alat ini untuk pertama kalinya. Panduan ini membantu Bapak/Ibu memulai dengan langkah praktis.
Proyektor dan televisi hanya menampilkan. Papan interaktif menerima sentuhan, sehingga guru dan murid bisa menulis, menggeser, memperbesar, dan menandai langsung di layar. Sebagian besar perangkat juga punya sistem operasi sendiri, peramban, dan aplikasi papan tulis.
| Aspek | Proyektor | Papan interaktif |
|---|---|---|
| Arah interaksi | Satu arah | Dua arah |
| Menulis di atas materi | Tidak bisa | Bisa |
| Menyimpan coretan | Tidak | Bisa disimpan atau diekspor |
| Ketergantungan laptop | Tinggi | Bisa berdiri sendiri |
| Kecerahan di kelas terang | Sering kurang | Umumnya baik |
Sebelum dipakai mengajar, luangkan satu sesi bersama operator atau guru yang paling paham teknologi.
Pola berikut tidak membutuhkan aplikasi khusus, cukup fitur papan tulis bawaan dan bahan ajar yang sudah ada.
Di awal pelajaran, tampilkan pertanyaan. Lima murid maju bergantian menulis satu kata jawaban. Kelas lalu mengelompokkan jawaban yang mirip. Cocok untuk mengaktifkan pengetahuan awal.
Tampilkan satu paragraf bacaan. Murid menandai ide pokok dengan warna berbeda. Sangat efektif untuk Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris.
Siapkan kartu kata atau gambar yang bisa digeser. Murid mengelompokkannya, misalnya hewan herbivora dan karnivora, atau bilangan prima dan bukan prima.
Guru menulis langkah pertama penyelesaian soal, murid melanjutkan langkah berikutnya secara bergantian. Kesalahan langsung terlihat dan dibahas.
Bangun peta pikiran bersama di akhir bab. Simpan hasilnya, lalu buka lagi sebelum asesmen sebagai bahan ulang.
Perbesar peta, diagram tubuh, atau foto sejarah. Murid menandai bagian yang ditanyakan guru.
Jalankan simulasi IPA atau matematika, lalu minta murid mengubah variabel dan memprediksi hasil sebelum menekan tombol.
Foto hasil kerja kelompok di kertas, tampilkan di papan, lalu kelompok lain memberi komentar dengan menulis langsung di sebelahnya.
Tampilkan soal satu per satu dengan pengatur waktu. Murid menjawab di kertas kecil atau papan tulis mini, lalu guru membuka jawaban.
Di akhir pelajaran, murid menulis satu hal yang dipelajari dan satu pertanyaan yang masih tersisa. Guru menyimpannya sebagai bahan perencanaan pertemuan berikutnya.
PAUD dan SD kelas rendah. Pakai untuk mengenal huruf, angka, warna, dan bentuk dengan menyentuh dan menggeser. Batasi durasi layar dan selingi dengan kegiatan fisik.
SD kelas tinggi. Anotasi bacaan, peta, dan kegiatan seret dan kelompokkan sangat membantu. Bergiliranlah agar semua murid pernah maju.
SMP. Simulasi IPA dan langkah matematika menjadi kekuatan utama. Murid juga bisa mempresentasikan hasil proyek.
SMA dan SMK. Pakai untuk membedah kasus, membaca grafik data, dan demonstrasi perangkat lunak di jurusan tertentu. Di SMK, papan interaktif berguna untuk menampilkan gambar teknik yang perlu diperbesar.
SLB. Layar sentuh besar bisa membantu murid dengan hambatan motorik halus. Sesuaikan ukuran huruf dan kontras.
Papan interaktif digital kelas bukan alasan untuk menatap layar sepanjang jam pelajaran. Prinsip sederhana: layar dipakai saat ia memberi nilai tambah, misalnya memperbesar, menyimpan, atau menyimulasikan. Saat diskusi, praktik, atau membaca mandiri, matikan atau kecilkan kecerahan layar agar perhatian kembali ke teman dan guru.
Agar papan interaktif digital kelas masuk ke rutinitas, coba rencanakan pemakaian per minggu, bukan per hari. Contoh untuk kelas IV:
| Hari | Mata pelajaran | Pola kegiatan | Durasi layar |
|---|---|---|---|
| Senin | Bahasa Indonesia | Anotasi teks bersama | 15 menit |
| Selasa | Matematika | Langkah demi langkah | 20 menit |
| Rabu | IPAS | Simulasi dan lab virtual | 20 menit |
| Kamis | Pendidikan Pancasila | Galeri hasil kerja | 15 menit |
| Jumat | Semua | Peta pikiran kelas dan refleksi | 15 menit |
Durasi di atas sengaja dibuat singkat. Sisa jam pelajaran tetap dipakai untuk diskusi, menulis di buku, dan praktik langsung.
Hanya guru yang menyentuh. Nilai utama papan interaktif hilang bila murid tidak pernah maju.
Menayangkan slide padat teks. Layar besar tidak membuat teks panjang lebih mudah dibaca.
Tidak ada cadangan tanpa internet. Saat jaringan lambat, pelajaran macet.
Dipasang tanpa pelatihan. Satu sesi berbagi praktik antarguru jauh lebih bermanfaat daripada membiarkan setiap guru mencoba sendiri.
Tidak tercatat sebagai aset. Tanpa pencatatan, kerusakan dan jadwal perawatan sulit dilacak.
Tidak. Banyak fitur seperti papan tulis, anotasi, dan berkas yang sudah diunduh bisa dipakai tanpa internet. Siapkan bahan luring sebagai cadangan.
Aplikasi papan tulis bawaan perangkat sudah cukup untuk sebagian besar pola kegiatan. Tambahkan aplikasi lain secara bertahap sesuai kebutuhan.
Pasang di ruang yang bisa dipakai bergiliran, lalu buat jadwal pemakaian per kelas agar adil dan terpantau.
Batasi pemasangan aplikasi, kunci pengaturan, dan pastikan guru selalu mendampingi saat murid memakai peramban.
Biasanya guru pengguna merawat harian, operator mengurus pembaruan sistem, dan bagian sarana prasarana mencatat kondisi serta perbaikan.
Papan interaktif sering menganggur karena dua hal: guru kesulitan mencari bahan yang cocok untuk ditampilkan, dan sekolah tidak punya catatan rapi tentang kondisi, peminjaman, dan perbaikan alat. Akibatnya, investasi besar tidak terasa manfaatnya di kelas.
ASIS hadir dengan visi agar teknologi benar-benar menopang pembelajaran. Guru dapat membuka Studio di peramban papan interaktif untuk memakai 9 jenis aktivitas dan 57 lab interaktif bersama murid, serta Pustaka untuk menampilkan buku pelajaran pemerintah. Di sisi pengelolaan, modul sarana prasarana dan peminjaman aset ASIS membantu sekolah mencatat setiap papan interaktif, kondisinya, siapa yang memakai, dan riwayat perbaikannya.
ASIS gratis untuk semua sekolah, dan Basmalah gratis untuk pesantren, madrasah diniyah, dan TPQ. Silakan mulai di asis.id.
Panduan pajak belanja dana BOS untuk Bendahara: kapan memungut PPN, PPh 21, PPh 22, PPh 23, dan PPh 4 ayat 2, contoh hitungan, belanja SIPLah, dan pelaporan.
Aplikasi MA gratis bisa aman, bisa juga berisiko. Kenali model gratis yang sehat, tanda aplikasi abal-abal, dan cara mengujinya sebelum dipakai madrasah.
Cara membuat kartu inventaris ruangan KIR sekolah: kolom yang umum dipakai, contoh pengisian, kode kondisi barang, jadwal pemutakhiran, dan kesalahan umum.
Daftarkan sekolah Anda dan rasakan bagaimana satu sumber kebenaran meringankan pekerjaan sehari-hari.