WAWASAN ASIS

Mengajar Murid Tuli di Kelas Reguler: Panduan Guru

Panduan praktis mengajar murid Tuli di kelas reguler: posisi duduk, cara memberi instruksi, media visual, penilaian, dan kerja sama dengan orang tua.

Tim Wawasan ASIS 30 Jun 2026 Wawasan

Semakin banyak murid Tuli belajar di sekolah inklusif. Data Kemendikdasmen menyebutkan sekitar 217 ribu dari 381 ribu peserta didik berkebutuhan khusus kini belajar di sekolah inklusif. Bagi guru kelas reguler, mengajar murid Tuli bisa terasa menantang, terutama jika belum pernah mendapat pelatihan.

Kabar baiknya, banyak penyesuaian sederhana yang langsung bisa dilakukan. Panduan ini merangkum langkah praktis mengajar murid Tuli di kelas reguler.

1. Kenali murid lebih dulu

Setiap murid Tuli berbeda. Sebelum menyusun strategi, cari tahu:

  • Bahasa apa yang ia pakai sehari-hari: BISINDO, bahasa lisan, atau keduanya.
  • Apakah ia memakai alat bantu dengar atau implan koklea.
  • Seberapa lancar ia membaca dan menulis.
  • Cara komunikasi apa yang paling nyaman baginya.

Tanyakan langsung kepada murid dan orang tuanya. Mereka paling tahu apa yang membantu.

2. Atur posisi duduk dan cahaya

  • Tempatkan murid di posisi yang bisa melihat wajah guru, papan tulis, dan teman-temannya.
  • Hindari berdiri membelakangi jendela. Cahaya dari belakang membuat wajah guru sulit dilihat.
  • Jika ada juru bahasa isyarat, pastikan murid bisa melihat guru dan juru bahasa sekaligus.

3. Bicara dengan cara yang mudah diikuti

  • Hadapkan wajah ke murid saat berbicara. Jangan menjelaskan sambil menulis di papan.
  • Bicara dengan kecepatan wajar dan bibir terlihat jelas. Tidak perlu berteriak atau melebih-lebihkan gerak bibir.
  • Ulangi pertanyaan atau jawaban teman sekelas, karena murid Tuli mungkin tidak menangkapnya.

4. Tuliskan instruksi penting

Instruksi lisan mudah terlewat. Biasakan menuliskan tujuan pelajaran, langkah tugas, tenggat pengumpulan, dan kosakata baru. Kebiasaan ini membantu semua murid, bukan hanya murid Tuli.

5. Perbanyak media visual

  • Gambar, diagram, dan peta konsep.
  • Video dengan takarir (subtitle).
  • Peragaan langsung dan benda nyata.
  • Simulasi atau lab interaktif yang bisa dicoba sendiri.

6. Belajar kosakata BISINDO dasar

Guru tidak harus fasih BISINDO untuk mulai. Menguasai beberapa isyarat dasar seperti salam, terima kasih, dan "paham?" sudah membuat murid merasa diterima. Libatkan juga teman sekelas agar mereka bisa berkomunikasi dengannya.

7. Sesuaikan cara menilai

  • Berikan soal tertulis yang jelas dan tidak bertele-tele.
  • Untuk tugas lisan, sediakan alternatif seperti presentasi tertulis, poster, atau penjelasan dalam BISINDO.
  • Nilailah pemahaman konsep, bukan kemampuan berbicara.

8. Bangun kerja sama dengan orang tua

Orang tua adalah mitra utama. Sampaikan perkembangan murid secara rutin, termasuk hal kecil seperti keberanian bertanya di kelas atau kemajuan menulis. Catatan seperti ini sering lebih bermakna daripada angka.

9. Minta dukungan sekolah

Guru tidak harus berjalan sendiri. Ajukan kepada Kepala Sekolah pelatihan BISINDO untuk guru, guru pendamping khusus, dan kerja sama dengan SLB terdekat atau komunitas Tuli.

ASIS membantu guru fokus pada murid

Mengajar murid Tuli membutuhkan waktu dan perhatian lebih. Masalahnya, waktu guru sering habis untuk administrasi yang berulang. ASIS hadir dengan visi agar guru kembali menjadi pendidik, bukan operator.

Di ASIS, data murid cukup dicatat sekali lalu dipakai untuk presensi, nilai, dan rapor. Guru dapat menulis catatan perkembangan khusus untuk murid Tuli, dan orang tua bisa membacanya lewat ASIS Mobile. Untuk media visual, guru bisa memakai lab interaktif di Studio dan buku pelajaran di Pustaka, semuanya dengan akun yang sama.

ASIS gratis untuk semua sekolah, termasuk sekolah inklusif dan SLB. Untuk pesantren, madrasah diniyah, dan TPQ, tersedia Basmalah yang juga gratis. Daftarkan sekolah Anda di asis.id.

Sumber data: RRI – Kemendikdasmen Perkuat Pendidikan Bilingual Murid Tuli.

BACA JUGA

Artikel lain untuk sekolah.

MULAI DARI SATU DATA

Cukup catat sekali, pakai di mana saja.

Daftarkan sekolah Anda dan rasakan bagaimana satu sumber kebenaran meringankan pekerjaan sehari-hari.