Pajak Belanja Dana BOS: Cara Menghitung dan Menyetor
Panduan pajak belanja dana BOS untuk Bendahara: kapan memungut PPN, PPh 21, PPh 22, PPh 23, dan PPh 4 ayat 2, contoh hitungan, belanja SIPLah, dan pelaporan.
Alur observasi kelas pengelolaan kinerja guru: pra-observasi, pengamatan, umpan balik, tindak lanjut, contoh catatan, dan tips bagi Kepala Sekolah.
Observasi kelas pengelolaan kinerja guru adalah pengamatan pembelajaran oleh Kepala Sekolah atau pihak yang ditunjuk, dengan tujuan utama memberi umpan balik untuk pengembangan, bukan mencari kesalahan. Alurnya terdiri dari empat tahap: pra-observasi untuk menyepakati fokus, pengamatan di kelas, diskusi pasca-observasi yang reflektif, dan tindak lanjut berupa rencana perbaikan. Observasi kelas pengelolaan kinerja yang berhasil membuat guru merasa didampingi, sehingga praktik mengajar benar-benar membaik dari semester ke semester. Berikut uraian tiap tahap, contoh catatan, dan tips agar observasi tidak berubah menjadi formalitas.
Pengelolaan kinerja guru ASN mengikuti siklus perencanaan, pelaksanaan, pembinaan, penilaian, dan tindak lanjut sebagaimana Peraturan Menteri PANRB Nomor 6 Tahun 2022. Observasi kelas pengelolaan kinerja berada di tahap pelaksanaan dan pembinaan. Hasilnya menjadi salah satu bahan pertimbangan saat Kepala Sekolah menilai perilaku dan hasil kerja guru.
Di lingkungan Kemendikdasmen, pengelolaan kinerja dijalankan lewat platform Ruang GTK. Jadwal, rubrik, dan langkah unggah di platform dapat berubah, jadi rujuk panduan terbaru periode berjalan. Untuk madrasah, ikuti ketentuan Kementerian Agama.
Pertemuan singkat 15–20 menit beberapa hari sebelum observasi. Tujuannya menyepakati apa yang akan diamati.
Guru yang ikut menentukan fokus merasa observasi adalah miliknya. Umpan balik pun lebih mudah diterima karena menjawab pertanyaan yang memang ia ajukan.
Catat fakta yang terlihat dan terdengar, bukan penilaian. Bandingkan dua catatan berikut.
| Catatan menilai | Catatan faktual |
|---|---|
| Guru kurang melibatkan murid | Dalam 20 menit pertama, guru mengajukan 8 pertanyaan; 6 dijawab oleh 3 murid yang sama di barisan depan |
| Kelas ramai | Saat kerja kelompok, 2 dari 6 kelompok membahas tugas, 4 kelompok belum memulai setelah 5 menit |
| Asesmen sudah baik | Guru meminta murid menulis satu hal yang belum dipahami di kertas kecil sebelum pelajaran berakhir |
Catatan faktual membuat diskusi pasca-observasi lebih tenang karena tidak ada yang perlu dibantah.
Lakukan sesegera mungkin, idealnya di hari yang sama atau esok harinya, ketika ingatan masih segar.
| Bagian | Isi |
|---|---|
| Guru | Ibu Sari, IPAS kelas 5B |
| Fokus | Keterlibatan murid saat tanya jawab |
| Temuan utama | Pertanyaan didominasi 3 murid; waktu tunggu setelah pertanyaan rata-rata kurang dari 2 detik |
| Kekuatan | Media gambar siklus air menarik perhatian; instruksi kerja kelompok jelas |
| Rencana dicoba | Memberi waktu tunggu 5 detik; teknik kocok nama untuk memilih penjawab |
| Tindak lanjut | Observasi singkat 15 menit tiga minggu lagi dengan fokus yang sama |
Observasi tanpa tindak lanjut hanya menjadi berkas. Tindak lanjut bisa berupa:
Catat tindak lanjut dalam dokumen kinerja guru agar terlihat sebagai proses pembinaan yang berkesinambungan.
Jadwalkan sejak awal semester. Sebarkan jadwal observasi agar tidak menumpuk di akhir periode penilaian.
Bagi tugas bila guru banyak. Di sekolah besar, Kepala Sekolah dapat melibatkan wakil kepala atau guru senior sesuai ketentuan yang berlaku.
Pisahkan pembinaan dan penilaian dalam bahasa. Tegaskan bahwa tujuan utama observasi adalah perbaikan praktik.
Gunakan instrumen yang sama untuk semua guru. Konsistensi membuat penilaian lebih adil.
Hormati privasi. Catatan observasi adalah dokumen kepegawaian. Simpan di tempat yang hanya bisa diakses pihak berwenang.
Untuk sekolah dengan 18 guru, Kepala Sekolah dan dua wakil kepala bisa membagi jadwal seperti contoh berikut agar beban merata.
| Bulan | Kegiatan | Pelaksana |
|---|---|---|
| Juli | Sosialisasi fokus observasi dan rubrik kepada semua guru | Kepala Sekolah |
| Agustus | Pra-observasi dan observasi kelompok guru pertama (6 guru) | Kepala Sekolah |
| September | Observasi kelompok kedua (6 guru) | Wakasek kurikulum |
| Oktober | Observasi kelompok ketiga (6 guru) | Kepala Sekolah dan wakasek |
| November | Observasi ulang singkat untuk tindak lanjut | Guru senior sesuai mapel |
| Desember | Rangkuman temuan untuk rencana pelatihan semester berikutnya | Kepala Sekolah |
Rangkuman di akhir semester penting. Bila banyak guru mengalami kendala yang sama, misalnya asesmen formatif, itu sinyal untuk program pengembangan bersama, bukan sekadar catatan individu.
Observasi mendadak tanpa pra-observasi. Guru merasa diinspeksi, bukan didampingi.
Umpan balik terlalu banyak. Daftar sepuluh kekurangan membuat guru kewalahan dan tidak tahu harus mulai dari mana.
Tidak memberi contoh. Saran "tingkatkan diferensiasi" tanpa contoh konkret sulit dijalankan.
Hanya mengandalkan satu kali observasi. Satu pertemuan tidak mewakili praktik guru selama satu semester.
Ikuti ketentuan dalam panduan pengelolaan kinerja periode berjalan. Di luar kewajiban itu, observasi singkat tambahan untuk pembinaan sangat dianjurkan.
Observasi adalah bagian dari pengelolaan kinerja guru ASN. Bila guru keberatan dengan waktu tertentu, jadwalkan ulang bersama, bukan dibatalkan.
Bisa sebagai bagian pembinaan, misalnya dalam komunitas belajar. Untuk penilaian formal, ikuti siapa pengamat yang ditetapkan aturan.
Fokuslah pada aspek pedagogi umum seperti keterlibatan murid, pengelolaan kelas, dan asesmen formatif. Untuk aspek konten, libatkan guru senior mapel yang sama.
Tidak wajib. Video bisa membantu refleksi bila guru setuju, tetapi pastikan wajah murid tidak disebarkan dan izin orang tua diperhatikan.
Akar masalah observasi yang tidak berdampak biasanya sederhana: catatan tersimpan di map atau berkas terpisah, tidak terhubung dengan data kelas, lalu terlupakan sampai periode penilaian berikutnya. Kepala Sekolah kesulitan melihat apakah rencana perbaikan benar-benar dijalankan.
ASIS memegang prinsip "Data dicatat sekali, dipakai berkali-kali." Dengan 45 peran pengguna, Kepala Sekolah, wakil kepala, dan guru masing-masing hanya melihat menu dan data yang ia perlukan. Dashboard Goal membantu menetapkan dan memantau target sekolah per peran, sementara data presensi murid, nilai di e-Rapor Kurikulum Merdeka, dan perangkat ajar Kurikulum Merdeka sudah tersedia sebagai konteks diskusi pasca-observasi. Guru juga dapat belajar mandiri lewat Akademi ASIS.
ASIS gratis untuk semua sekolah, dan Basmalah gratis untuk pesantren, madrasah diniyah, dan TPQ. Mulai bangun budaya pembinaan yang berkelanjutan di asis.id.
Sumber: Permen PANRB Nomor 6 Tahun 2022 tentang Pengelolaan Kinerja Pegawai ASN; Pengelolaan kinerja di Ruang GTK
Panduan pajak belanja dana BOS untuk Bendahara: kapan memungut PPN, PPh 21, PPh 22, PPh 23, dan PPh 4 ayat 2, contoh hitungan, belanja SIPLah, dan pelaporan.
Aplikasi MA gratis bisa aman, bisa juga berisiko. Kenali model gratis yang sehat, tanda aplikasi abal-abal, dan cara mengujinya sebelum dipakai madrasah.
Cara membuat kartu inventaris ruangan KIR sekolah: kolom yang umum dipakai, contoh pengisian, kode kondisi barang, jadwal pemutakhiran, dan kesalahan umum.
Daftarkan sekolah Anda dan rasakan bagaimana satu sumber kebenaran meringankan pekerjaan sehari-hari.