Pajak Belanja Dana BOS: Cara Menghitung dan Menyetor
Panduan pajak belanja dana BOS untuk Bendahara: kapan memungut PPN, PPh 21, PPh 22, PPh 23, dan PPh 4 ayat 2, contoh hitungan, belanja SIPLah, dan pelaporan.
Langkah membantu murid kelas atas belum lancar membaca: asesmen awal, latihan 15 menit harian, peran wali murid, dan cara memantau kemajuannya.
Menemukan murid kelas atas belum lancar membaca, misalnya di kelas 4, 5, atau 6, sering membuat guru bingung harus mulai dari mana. Materi kelas sudah menuntut membaca teks panjang, sementara murid itu masih mengeja kata per kata. Kabar baiknya, kemampuan membaca tetap bisa dikejar di usia ini, asalkan penyebabnya dipetakan dengan tepat dan latihannya dilakukan rutin, singkat, dan bertahap.
Panduan ini membahas cara mengenali tingkat kemampuan murid, menyusun latihan harian 15 menit, menjaga rasa percaya diri murid, melibatkan wali murid, dan memantau kemajuan.
Di kelas atas, hampir semua mata pelajaran bergantung pada membaca. Murid yang belum lancar tidak hanya tertinggal di Bahasa Indonesia, tetapi juga di IPAS, Matematika soal cerita, dan mata pelajaran lain. Lebih berat lagi, mereka sering merasa malu, lalu menghindar dengan diam, bercanda, atau tidak mau maju ke depan.
Semakin lama dibiarkan, jaraknya semakin lebar. Karena itu, membantu murid kelas atas belum lancar membaca sedini mungkin sangat menentukan keberhasilannya di jenjang berikutnya.
Jangan langsung memberi latihan yang sama untuk semua murid. Lakukan asesmen singkat empat tahap secara individu, sekitar 5–10 menit per murid:
| Tahap | Yang diminta | Tanda belum menguasai |
|---|---|---|
| Huruf | Menyebut bunyi huruf acak | Banyak huruf tertukar, misalnya b dan d |
| Suku kata | Membaca suku kata terbuka dan tertutup | Tersendat pada suku kata seperti "-ng", "-ny", atau "-kan" |
| Kata | Membaca daftar 10–20 kata | Mengeja setiap kata, menebak dari huruf awal |
| Kalimat dan teks | Membaca teks pendek, lalu menjawab 2–3 pertanyaan | Bisa membaca tetapi tidak paham, atau sangat lambat |
Hasilnya menunjukkan titik awal setiap murid. Murid yang tersendat di suku kata membutuhkan latihan yang berbeda dari murid yang sudah bisa membaca kata tetapi belum memahami teks.
Ada murid yang kesulitan membaca karena masalah penglihatan, pendengaran, kehadiran yang rendah, bahasa ibu yang berbeda, atau kesulitan belajar spesifik. Jika latihan rutin selama beberapa minggu tidak menunjukkan kemajuan, koordinasikan dengan guru BK, guru pendamping inklusi, atau rujuk ke tenaga profesional.
Latihan pendek setiap hari jauh lebih efektif daripada satu sesi panjang seminggu sekali. Contoh struktur sesi untuk murid yang masih di tahap suku kata:
| Menit | Kegiatan | Contoh |
|---|---|---|
| 1–3 | Ulang bunyi atau suku kata yang sudah dipelajari | ba-bi-bu-be-bo, kartu suku kata |
| 4–7 | Suku kata baru dan menggabungkannya | "ka" + "ki" = "kaki" |
| 8–11 | Membaca kata dan kalimat pendek | "Kaki Doni sakit." |
| 12–14 | Membaca teks pendek bersama | Cerita 3–4 kalimat |
| 15 | Catat kemajuan, beri pujian spesifik | "Hari ini kamu bisa membaca 8 kata baru." |
Untuk murid yang sudah bisa membaca kata tetapi lambat, fokuskan pada membaca berulang: teks pendek yang sama dibaca dua sampai tiga kali sampai lancar, lalu didiskusikan isinya.
Masalah yang sering muncul, murid kelas 5 diberi buku untuk kelas 1. Isinya terasa kekanak-kanakan sehingga murid malu. Pilih bacaan yang:
Guru juga bisa menulis teks pendek sendiri tentang kejadian di sekolah, bahkan memakai nama murid itu sebagai tokoh agar lebih menarik.
Di kelas atas, rasa malu adalah hambatan terbesar. Beberapa cara menjaganya:
Latihan di rumah memperkuat latihan di sekolah. Beri wali murid panduan sederhana:
Wali murid yang tidak lancar membaca pun tetap bisa membantu dengan mendengarkan dan memberi semangat.
Ulangi asesmen singkat setiap dua minggu. Catat hasilnya dalam tabel sederhana:
| Tanggal | Tahap | Kata dibaca benar per menit | Catatan |
|---|---|---|---|
| 1 Agustus | Suku kata | 12 | Masih tertukar b dan d |
| 15 Agustus | Suku kata | 18 | b dan d mulai tepat |
| 29 Agustus | Kata | 25 | Mulai membaca kalimat pendek |
Angka di atas adalah contoh. Fokuskan pada kemajuan murid itu sendiri.
Guru kelas sering bertanya kapan waktunya. Beberapa pilihan yang bisa dicoba:
Jika di satu kelas ada beberapa murid dengan tahap yang sama, kelompokkan dua sampai empat murid dalam satu sesi. Kelompok kecil seperti ini juga membuat murid merasa tidak sendirian.
Menganggap murid malas. Kebanyakan murid kelas atas belum lancar membaca sebenarnya ingin bisa, tetapi takut gagal.
Langsung memberi teks panjang. Murid perlu menguasai tahap sebelumnya terlebih dahulu.
Latihan tidak rutin. Satu sesi panjang seminggu sekali kurang efektif dibanding sesi pendek setiap hari.
Tidak mencatat kemajuan. Tanpa catatan, guru dan murid sulit melihat bahwa usaha mereka berhasil.
Bisa. Dengan asesmen yang tepat, latihan rutin, dan pendampingan yang menjaga rasa percaya diri, banyak murid menunjukkan kemajuan dalam beberapa bulan.
Berbeda-beda, tergantung titik awal dan konsistensi latihan. Pantau kemajuan setiap dua minggu untuk melihat arah perkembangannya.
Tidak ada satu metode tunggal. Yang penting latihan bertahap dari bunyi, suku kata, kata, kalimat, hingga teks, sesuai titik awal murid.
Jika setelah beberapa minggu latihan rutin tidak ada kemajuan, atau ada tanda gangguan penglihatan, pendengaran, atau kesulitan belajar spesifik.
Minta mereka cukup mendengarkan anak membaca dan memberi semangat. Dukungan emosional sudah sangat berarti.
Akar masalah pendampingan membaca adalah catatan kemajuan yang tidak tersimpan. Guru tahu muridnya membaik, tetapi tidak punya catatan rapi untuk ditunjukkan kepada murid, wali murid, atau guru kelas berikutnya. Akibatnya, setiap tahun pendampingan dimulai lagi dari awal.
ASIS menyediakan profil murid yang utuh untuk mencatat perkembangan dari waktu ke waktu, serta layanan inklusi dan BK untuk murid yang membutuhkan dukungan lebih. Bacaan dari buku pelajaran pemerintah bisa dibuka di Pustaka, dan modul perpustakaan membantu mengelola sudut baca serta peminjaman buku. Wali murid bisa menerima kabar lewat notifikasi aplikasi tanpa batas.
ASIS gratis untuk semua sekolah, dan Basmalah gratis untuk pesantren, madrasah diniyah, dan TPQ. Silakan mulai di asis.id.
Panduan pajak belanja dana BOS untuk Bendahara: kapan memungut PPN, PPh 21, PPh 22, PPh 23, dan PPh 4 ayat 2, contoh hitungan, belanja SIPLah, dan pelaporan.
Aplikasi MA gratis bisa aman, bisa juga berisiko. Kenali model gratis yang sehat, tanda aplikasi abal-abal, dan cara mengujinya sebelum dipakai madrasah.
Cara membuat kartu inventaris ruangan KIR sekolah: kolom yang umum dipakai, contoh pengisian, kode kondisi barang, jadwal pemutakhiran, dan kesalahan umum.
Daftarkan sekolah Anda dan rasakan bagaimana satu sumber kebenaran meringankan pekerjaan sehari-hari.