Pajak Belanja Dana BOS: Cara Menghitung dan Menyetor
Panduan pajak belanja dana BOS untuk Bendahara: kapan memungut PPN, PPh 21, PPh 22, PPh 23, dan PPh 4 ayat 2, contoh hitungan, belanja SIPLah, dan pelaporan.
Panduan guru mengenali murid disleksia: tanda per jenjang, bedanya dengan malas belajar, strategi multisensori, dan akomodasi asesmen di kelas.
Murid disleksia adalah murid yang mengalami kesulitan belajar spesifik dalam membaca, mengeja, dan mengenali kata, padahal kecerdasannya umumnya rata-rata atau di atas rata-rata dan ia sudah mendapat kesempatan belajar yang memadai. Disleksia bukan tanda malas atau bodoh. Guru dapat membantunya dengan mengenali tanda sejak dini, mengajar dengan pendekatan multisensori, memberi akomodasi saat asesmen, dan bekerja sama dengan orang tua serta tenaga profesional. Panduan ini merangkum langkah-langkah praktis yang bisa dilakukan di kelas reguler.
Banyak murid disleksia dicap malas, ceroboh, atau kurang berusaha karena nilai membacanya rendah, padahal ia bisa menjawab pertanyaan lisan dengan baik. Perbedaannya bisa dilihat dari pola berikut:
| Disleksia | Kurang motivasi |
|---|---|
| Kesulitan konsisten pada membaca dan mengeja meski sudah berusaha keras | Kesulitan muncul di banyak hal, terkait minat |
| Pemahaman lisan baik, bahkan menonjol | Pemahaman lisan dan tulis sama-sama rendah |
| Sering tertukar huruf mirip seperti b dan d | Jarang ada pola kesalahan khusus |
| Cepat lelah saat membaca | Menghindari semua tugas, tidak hanya membaca |
| Sering ada riwayat keluarga dengan kesulitan serupa | Tidak ada pola khusus |
Diagnosis disleksia hanya dapat ditegakkan oleh tenaga profesional, seperti psikolog. Peran guru adalah mengamati, mencatat, dan merujuk.
Murid disleksia belajar lebih baik bila melibatkan beberapa indera sekaligus: melihat, mendengar, meraba, dan bergerak.
| Penyesuaian | Contoh |
|---|---|
| Teks lebih sederhana | Kalimat pendek, paragraf pendek |
| Tampilan ramah baca | Huruf tanpa kait, ukuran lebih besar, spasi longgar |
| Bantuan visual | Gambar, diagram, peta pikiran |
| Audio | Membacakan teks atau memakai rekaman |
| Penanda | Penggaris atau kertas pembatas untuk mengikuti baris |
Akomodasi tidak menurunkan standar. Akomodasi memberi kesempatan yang adil bagi murid untuk menunjukkan apa yang ia pahami.
Catat akomodasi yang diberikan agar konsisten antarguru dan antarsemester.
Raka, kelas III, pandai bercerita tentang dinosaurus dan cepat menjawab pertanyaan lisan IPAS. Namun, ia membaca sangat lambat, sering tertukar b dan d, dan menangis setiap diminta membaca nyaring. Wali kelasnya mencatat pola ini selama satu bulan, lalu berdiskusi dengan orang tua. Sambil menunggu pemeriksaan, guru memberi kartu huruf bertekstur, membacakan soal IPAS, dan mengganti membaca nyaring dengan membaca berpasangan. Dalam beberapa bulan, Raka lebih percaya diri dan mulai mau membaca kalimat pendek di depan kelompok kecil.
Nama dan kasus di atas fiktif, hanya untuk ilustrasi.
Dampak disleksia yang paling berat sering bukan pada nilai, tetapi pada harga diri. Murid yang bertahun-tahun merasa tertinggal bisa menyimpulkan dirinya bodoh. Guru dapat mencegahnya dengan memberi ruang bagi kekuatan murid, misalnya menjadi penyaji lisan dalam kelompok, menggambar peta konsep, atau memimpin percobaan. Hindari membandingkan hasil bacanya dengan teman di depan kelas, dan rayakan kemajuan kecil secara pribadi.
Dengan pendekatan yang tepat, murid disleksia bisa berkembang dan menunjukkan kemampuan terbaiknya.
Disleksia adalah kondisi yang menetap, tetapi dengan intervensi yang tepat kemampuan membaca dapat meningkat dan murid bisa belajar dengan baik.
Tenaga profesional seperti psikolog. Guru berperan mengamati, mencatat, dan merujuk.
Umumnya tidak. Murid disleksia dapat belajar di sekolah reguler atau sekolah inklusi dengan penyesuaian pembelajaran dan asesmen.
Pada murid yang baru belajar, kesulitan berkurang dengan latihan. Pada disleksia, kesulitan menetap dan tidak sebanding dengan usaha serta kemampuan lisannya.
Tidak. Akomodasi membantu murid menunjukkan pemahamannya tanpa terhalang kesulitan membaca, bukan memberi keuntungan.
Murid dengan kesulitan belajar sering harus "dimulai dari nol" setiap tahun karena catatan pengamatan guru sebelumnya tidak sampai ke guru baru. Akomodasi yang sudah terbukti membantu pun hilang begitu murid naik kelas.
ASIS menyediakan modul inklusi dan profil murid yang utuh, sehingga catatan perkembangan, strategi yang berhasil, dan akomodasi yang diberikan tersimpan dan bisa dilihat guru berikutnya sesuai peran. Guru BK dapat mencatat layanan pendampingan, dan komunikasi dengan orang tua berjalan lewat notifikasi aplikasi atau surel. Bahan bacaan pendukung juga tersedia di Pustaka, sementara aktivitas interaktif di Studio bisa menjadi variasi belajar multisensori.
ASIS gratis untuk semua sekolah, dan Basmalah gratis untuk pesantren, madrasah diniyah, dan TPQ. Silakan mulai di asis.id.
Panduan pajak belanja dana BOS untuk Bendahara: kapan memungut PPN, PPh 21, PPh 22, PPh 23, dan PPh 4 ayat 2, contoh hitungan, belanja SIPLah, dan pelaporan.
Aplikasi MA gratis bisa aman, bisa juga berisiko. Kenali model gratis yang sehat, tanda aplikasi abal-abal, dan cara mengujinya sebelum dipakai madrasah.
Cara membuat kartu inventaris ruangan KIR sekolah: kolom yang umum dipakai, contoh pengisian, kode kondisi barang, jadwal pemutakhiran, dan kesalahan umum.
Daftarkan sekolah Anda dan rasakan bagaimana satu sumber kebenaran meringankan pekerjaan sehari-hari.