WAWASAN ASIS

Modul ASIS: 7 Inti, 50 Opsional, dan Cara Memilihnya

ASIS punya 57 modul ASIS: 7 inti dan 50 opsional. Panduan memilih modul yang diaktifkan sesuai jenjang dan kebutuhan, contoh paket awal, dan urutan bertahap.

Tim Wawasan ASIS 01 Sep 2026 Mengenal ASIS

ASIS memiliki 57 modul: 7 modul inti yang menjadi fondasi dan 50 modul opsional yang bisa diaktifkan sesuai kebutuhan sekolah. Dengan cara ini, SD kecil tidak perlu melihat menu asrama atau bengkel SMK, sementara pesantren berasrama atau SMK bisa menyalakan modul yang memang relevan. Panduan ini membantu Kepala Sekolah dan operator memilih modul ASIS yang tepat: memahami pembagian inti dan opsional, contoh paket awal per jenis lembaga, urutan menyalakan bertahap, dan kesalahan yang perlu dihindari.

Mengapa ASIS memakai sistem modul

Bayangkan aplikasi sekolah yang menampilkan semua fitur sekaligus kepada semua orang. Guru SD akan bingung melihat menu PKL, Bendahara melihat menu tahfidz, dan operator tersesat di puluhan menu yang tidak pernah dipakai. Banyak sekolah berhenti memakai aplikasi justru karena terlalu ramai.

Sistem modul menjawab masalah ini:

  • sekolah hanya melihat menu yang dipakai,
  • pelatihan guru lebih fokus,
  • sekolah bisa tumbuh bertahap tanpa pindah aplikasi,
  • data tetap satu sumber, karena semua modul memakai data inti yang sama.

Modul inti dan modul opsional

7 modul inti

Modul inti adalah fondasi yang dipakai bersama oleh modul lain. Karena menjadi fondasi, modul inti selalu ada dan tidak perlu dipilih. Daftar persisnya bisa dilihat di Panduan ASIS. Data yang diimpor dari file ekspor Dapodik atau EMIS masuk ke fondasi ini, lalu dipakai oleh modul lain.

50 modul opsional

Modul opsional adalah fitur yang dinyalakan sesuai kebutuhan. Berikut contoh pengelompokannya:

Kelompok kebutuhan Contoh modul atau fitur opsional
Kesiswaan Presensi QR/pengenalan wajah, BK, prestasi dan kedisiplinan, ekstrakurikuler, organisasi murid
Pembelajaran Jadwal pelajaran, jurnal mengajar, tugas online, perangkat ajar, bank soal, CBT, e-Rapor
Keuangan Tagihan, tabungan, kas, RKAS, SPJ, penggajian, koperasi simpan pinjam
Layanan Perpustakaan, UKS, kantin/koperasi, laundry, sarana prasarana dan peminjaman aset
Administrasi Surat dan SK, buku tamu dan patroli
Penerimaan dan alumni SPMB online, alumni, tracer study, BKK dan lowongan
Jenjang khusus PAUD tumbuh kembang, PKL, bengkel SMK dan K3, laboratorium, asrama, tahfidz
Komunikasi dan situs Pengumuman dan WhatsApp, situs sekolah, layar TV informasi, bel sekolah, jadwal salat
Kepedulian Beasiswa dan KIP, kampanye donasi dengan transparansi dana, layanan qurban, inklusi

Pengelompokan ini adalah gambaran untuk memudahkan pemilihan. Nama dan susunan modul di aplikasi dapat berbeda; rujuk Panduan ASIS untuk daftar terbaru.

Contoh paket awal per jenis lembaga

Lembaga Modul awal yang disarankan Ditambah kemudian
TK/PAUD Presensi, catatan tumbuh kembang, pengumuman Tagihan, situs
SD/MI Presensi, pengumuman, e-Rapor Tagihan, perpustakaan, UKS
SMP/MTs Presensi, jurnal mengajar, BK CBT, e-Rapor, SPMB
SMA/MA Presensi per mapel, CBT, e-Rapor Alumni, tracer study, prestasi
SMK Presensi, PKL, bengkel dan K3 BKK, lowongan, mitra industri
Sekolah berasrama Presensi, asrama, UKS Laundry, kantin, tabungan
Yayasan multi-unit Modul inti di tiap unit, keuangan Ruang Yayasan, penggajian

Untuk pesantren, madrasah diniyah, dan TPQ, ada juga Basmalah, aplikasi gratis dari ekosistem ASIS yang dirancang khusus.

Siapa yang sebaiknya memutuskan

Memilih modul ASIS bukan keputusan teknis semata. Operator tahu cara menyalakan, tetapi pimpinan yang tahu prioritas sekolah. Kami menyarankan keputusan diambil dalam rapat kecil berisi Kepala Sekolah, wakasek terkait, operator, dan calon pengguna utama modul tersebut. Dengan begitu, modul yang menyala sudah punya pemilik dan rencana pemakaian sejak hari pertama.

Urutan menyalakan bertahap

Kami menyarankan empat gelombang. Setiap gelombang dijalankan setelah gelombang sebelumnya stabil.

  1. Gelombang 1: fondasi dan presensi. Data rapi, presensi berjalan, orang tua menerima kabar.
  2. Gelombang 2: pembelajaran. Jadwal, jurnal mengajar, tugas online.
  3. Gelombang 3: nilai dan keuangan. e-Rapor, CBT, tagihan dengan unggah bukti bayar.
  4. Gelombang 4: layanan dan pengembangan. Perpustakaan, UKS, SPMB, alumni, dan lain-lain sesuai kebutuhan.

Urutan ini bisa disesuaikan. Sekolah yang paling terdesak urusan iuran, misalnya, bisa memajukan modul tagihan.

Contoh: SMK swasta di Purwakarta

SMK fiktif dengan jurusan Teknik Kendaraan Ringan dan Akuntansi memulai dengan presensi dan PKL karena dua hal itu paling sering dikeluhkan. Semester berikutnya, sekolah menyalakan CBT untuk ujian dan bengkel SMK beserta K3 untuk mencatat pemakaian alat. Tahun kedua, sekolah menambah alumni, tracer study, dan BKK agar data lulusan tidak hilang setelah wisuda.

Selama proses itu, data murid tidak pernah diketik ulang. Murid yang tercatat di modul inti otomatis muncul di PKL, CBT, hingga alumni.

Cara memutuskan sebuah modul ASIS perlu dinyalakan

Ajukan empat pertanyaan:

  • Apakah ada pekerjaan nyata yang sekarang dikerjakan manual dan akan terbantu?
  • Apakah ada orang yang siap bertanggung jawab memakai modul itu?
  • Apakah pengguna terkait sudah dilatih atau siap belajar di Akademi ASIS?
  • Apakah modul sebelumnya sudah berjalan stabil?

Bila keempatnya "ya", silakan nyalakan.

Kesalahan yang sering terjadi

Menyalakan semua modul karena gratis. Semua modul memang tersedia di paket Rp0, tetapi menyalakan semuanya sekaligus membuat guru kewalahan.

Modul menyala tanpa pemilik. Modul perpustakaan tanpa pustakawan yang mencatat akan kosong.

Mematikan modul tanpa koordinasi. Bila modul dimatikan di tengah semester, guru kehilangan menu yang sedang dipakai. Umumkan dulu.

Tidak mengevaluasi. Tinjau modul yang aktif setiap semester: mana yang dipakai, mana yang perlu didorong, mana yang sebaiknya ditunda.

Pertanyaan yang sering diajukan

Berapa jumlah modul ASIS?

Ada 57 modul: 7 inti dan 50 opsional.

Apakah modul opsional berbayar?

Tidak. Modul pengelolaan sekolah tersedia di paket ASIS Rp0. Paket berbayar menambahkan layanan seperti domain, desain, atau dukungan prioritas.

Siapa yang bisa menyalakan modul?

Admin atau operator sekolah yang diberi kewenangan, sebaiknya atas persetujuan Kepala Sekolah.

Apakah data hilang bila modul dimatikan?

Sebelum mematikan modul yang sudah berisi data, baca Panduan ASIS atau hubungi tim agar sekolah memahami dampaknya.

Bagaimana modul berhubungan dengan peran?

Modul menentukan fitur apa yang tersedia di sekolah, sedangkan peran menentukan siapa melihat fitur tersebut. Keduanya bekerja bersama.

ASIS: Tumbuh Bertahap Tanpa Pindah Aplikasi

Sekolah sering terjebak di dua pilihan yang sama-sama buruk: aplikasi sederhana yang cepat kekurangan fitur, atau aplikasi besar yang membingungkan sejak hari pertama. Akibatnya, sekolah berpindah-pindah aplikasi dan data tercecer di setiap perpindahan.

ASIS memakai 57 modul, terdiri dari 7 inti dan 50 opsional, sehingga sekolah bisa mulai kecil dan tumbuh tanpa berganti sistem. Semua modul berbagi fondasi data yang sama, sesuai prinsip "Data dicatat sekali, dipakai berkali-kali," dan 45 peran memastikan setiap orang hanya melihat menu yang ia perlukan.

ASIS gratis untuk semua sekolah, dan Basmalah gratis untuk pesantren, madrasah diniyah, dan TPQ. Pilih modul pertama Bapak/Ibu di asis.id.

BACA JUGA

Artikel lain untuk sekolah.

MULAI DARI SATU DATA

Cukup catat sekali, pakai di mana saja.

Daftarkan sekolah Anda dan rasakan bagaimana satu sumber kebenaran meringankan pekerjaan sehari-hari.