Pajak Belanja Dana BOS: Cara Menghitung dan Menyetor
Panduan pajak belanja dana BOS untuk Bendahara: kapan memungut PPN, PPh 21, PPh 22, PPh 23, dan PPh 4 ayat 2, contoh hitungan, belanja SIPLah, dan pelaporan.
ASIS punya 57 modul ASIS: 7 inti dan 50 opsional. Panduan memilih modul yang diaktifkan sesuai jenjang dan kebutuhan, contoh paket awal, dan urutan bertahap.
ASIS memiliki 57 modul: 7 modul inti yang menjadi fondasi dan 50 modul opsional yang bisa diaktifkan sesuai kebutuhan sekolah. Dengan cara ini, SD kecil tidak perlu melihat menu asrama atau bengkel SMK, sementara pesantren berasrama atau SMK bisa menyalakan modul yang memang relevan. Panduan ini membantu Kepala Sekolah dan operator memilih modul ASIS yang tepat: memahami pembagian inti dan opsional, contoh paket awal per jenis lembaga, urutan menyalakan bertahap, dan kesalahan yang perlu dihindari.
Bayangkan aplikasi sekolah yang menampilkan semua fitur sekaligus kepada semua orang. Guru SD akan bingung melihat menu PKL, Bendahara melihat menu tahfidz, dan operator tersesat di puluhan menu yang tidak pernah dipakai. Banyak sekolah berhenti memakai aplikasi justru karena terlalu ramai.
Sistem modul menjawab masalah ini:
Modul inti adalah fondasi yang dipakai bersama oleh modul lain. Karena menjadi fondasi, modul inti selalu ada dan tidak perlu dipilih. Daftar persisnya bisa dilihat di Panduan ASIS. Data yang diimpor dari file ekspor Dapodik atau EMIS masuk ke fondasi ini, lalu dipakai oleh modul lain.
Modul opsional adalah fitur yang dinyalakan sesuai kebutuhan. Berikut contoh pengelompokannya:
| Kelompok kebutuhan | Contoh modul atau fitur opsional |
|---|---|
| Kesiswaan | Presensi QR/pengenalan wajah, BK, prestasi dan kedisiplinan, ekstrakurikuler, organisasi murid |
| Pembelajaran | Jadwal pelajaran, jurnal mengajar, tugas online, perangkat ajar, bank soal, CBT, e-Rapor |
| Keuangan | Tagihan, tabungan, kas, RKAS, SPJ, penggajian, koperasi simpan pinjam |
| Layanan | Perpustakaan, UKS, kantin/koperasi, laundry, sarana prasarana dan peminjaman aset |
| Administrasi | Surat dan SK, buku tamu dan patroli |
| Penerimaan dan alumni | SPMB online, alumni, tracer study, BKK dan lowongan |
| Jenjang khusus | PAUD tumbuh kembang, PKL, bengkel SMK dan K3, laboratorium, asrama, tahfidz |
| Komunikasi dan situs | Pengumuman dan WhatsApp, situs sekolah, layar TV informasi, bel sekolah, jadwal salat |
| Kepedulian | Beasiswa dan KIP, kampanye donasi dengan transparansi dana, layanan qurban, inklusi |
Pengelompokan ini adalah gambaran untuk memudahkan pemilihan. Nama dan susunan modul di aplikasi dapat berbeda; rujuk Panduan ASIS untuk daftar terbaru.
| Lembaga | Modul awal yang disarankan | Ditambah kemudian |
|---|---|---|
| TK/PAUD | Presensi, catatan tumbuh kembang, pengumuman | Tagihan, situs |
| SD/MI | Presensi, pengumuman, e-Rapor | Tagihan, perpustakaan, UKS |
| SMP/MTs | Presensi, jurnal mengajar, BK | CBT, e-Rapor, SPMB |
| SMA/MA | Presensi per mapel, CBT, e-Rapor | Alumni, tracer study, prestasi |
| SMK | Presensi, PKL, bengkel dan K3 | BKK, lowongan, mitra industri |
| Sekolah berasrama | Presensi, asrama, UKS | Laundry, kantin, tabungan |
| Yayasan multi-unit | Modul inti di tiap unit, keuangan | Ruang Yayasan, penggajian |
Untuk pesantren, madrasah diniyah, dan TPQ, ada juga Basmalah, aplikasi gratis dari ekosistem ASIS yang dirancang khusus.
Memilih modul ASIS bukan keputusan teknis semata. Operator tahu cara menyalakan, tetapi pimpinan yang tahu prioritas sekolah. Kami menyarankan keputusan diambil dalam rapat kecil berisi Kepala Sekolah, wakasek terkait, operator, dan calon pengguna utama modul tersebut. Dengan begitu, modul yang menyala sudah punya pemilik dan rencana pemakaian sejak hari pertama.
Kami menyarankan empat gelombang. Setiap gelombang dijalankan setelah gelombang sebelumnya stabil.
Urutan ini bisa disesuaikan. Sekolah yang paling terdesak urusan iuran, misalnya, bisa memajukan modul tagihan.
SMK fiktif dengan jurusan Teknik Kendaraan Ringan dan Akuntansi memulai dengan presensi dan PKL karena dua hal itu paling sering dikeluhkan. Semester berikutnya, sekolah menyalakan CBT untuk ujian dan bengkel SMK beserta K3 untuk mencatat pemakaian alat. Tahun kedua, sekolah menambah alumni, tracer study, dan BKK agar data lulusan tidak hilang setelah wisuda.
Selama proses itu, data murid tidak pernah diketik ulang. Murid yang tercatat di modul inti otomatis muncul di PKL, CBT, hingga alumni.
Ajukan empat pertanyaan:
Bila keempatnya "ya", silakan nyalakan.
Menyalakan semua modul karena gratis. Semua modul memang tersedia di paket Rp0, tetapi menyalakan semuanya sekaligus membuat guru kewalahan.
Modul menyala tanpa pemilik. Modul perpustakaan tanpa pustakawan yang mencatat akan kosong.
Mematikan modul tanpa koordinasi. Bila modul dimatikan di tengah semester, guru kehilangan menu yang sedang dipakai. Umumkan dulu.
Tidak mengevaluasi. Tinjau modul yang aktif setiap semester: mana yang dipakai, mana yang perlu didorong, mana yang sebaiknya ditunda.
Ada 57 modul: 7 inti dan 50 opsional.
Tidak. Modul pengelolaan sekolah tersedia di paket ASIS Rp0. Paket berbayar menambahkan layanan seperti domain, desain, atau dukungan prioritas.
Admin atau operator sekolah yang diberi kewenangan, sebaiknya atas persetujuan Kepala Sekolah.
Sebelum mematikan modul yang sudah berisi data, baca Panduan ASIS atau hubungi tim agar sekolah memahami dampaknya.
Modul menentukan fitur apa yang tersedia di sekolah, sedangkan peran menentukan siapa melihat fitur tersebut. Keduanya bekerja bersama.
Sekolah sering terjebak di dua pilihan yang sama-sama buruk: aplikasi sederhana yang cepat kekurangan fitur, atau aplikasi besar yang membingungkan sejak hari pertama. Akibatnya, sekolah berpindah-pindah aplikasi dan data tercecer di setiap perpindahan.
ASIS memakai 57 modul, terdiri dari 7 inti dan 50 opsional, sehingga sekolah bisa mulai kecil dan tumbuh tanpa berganti sistem. Semua modul berbagi fondasi data yang sama, sesuai prinsip "Data dicatat sekali, dipakai berkali-kali," dan 45 peran memastikan setiap orang hanya melihat menu yang ia perlukan.
ASIS gratis untuk semua sekolah, dan Basmalah gratis untuk pesantren, madrasah diniyah, dan TPQ. Pilih modul pertama Bapak/Ibu di asis.id.
Panduan pajak belanja dana BOS untuk Bendahara: kapan memungut PPN, PPh 21, PPh 22, PPh 23, dan PPh 4 ayat 2, contoh hitungan, belanja SIPLah, dan pelaporan.
Aplikasi MA gratis bisa aman, bisa juga berisiko. Kenali model gratis yang sehat, tanda aplikasi abal-abal, dan cara mengujinya sebelum dipakai madrasah.
Cara membuat kartu inventaris ruangan KIR sekolah: kolom yang umum dipakai, contoh pengisian, kode kondisi barang, jadwal pemutakhiran, dan kesalahan umum.
Daftarkan sekolah Anda dan rasakan bagaimana satu sumber kebenaran meringankan pekerjaan sehari-hari.