Pajak Belanja Dana BOS: Cara Menghitung dan Menyetor
Panduan pajak belanja dana BOS untuk Bendahara: kapan memungut PPN, PPh 21, PPh 22, PPh 23, dan PPh 4 ayat 2, contoh hitungan, belanja SIPLah, dan pelaporan.
Contoh modul ajar sejarah SMA tentang pergerakan nasional: tujuan, pertanyaan pemantik, kegiatan tiga pertemuan, asesmen, dan rubrik siap pakai.
Modul ajar sejarah SMA tentang pergerakan nasional sebaiknya tidak berhenti pada hafalan tahun berdirinya organisasi. Murid perlu memahami mengapa kesadaran kebangsaan muncul di awal abad ke-20, bagaimana tiap organisasi memilih strategi yang berbeda, dan apa artinya bagi persatuan hari ini. Contoh modul di bawah dirancang untuk tiga pertemuan dengan pendekatan analisis sumber, diskusi, dan refleksi. Bapak/Ibu bisa menyesuaikan alokasi waktu dan capaian dengan CP yang berlaku di sekolah.
| Komponen | Isi |
|---|---|
| Mata pelajaran | Sejarah |
| Jenjang | SMA, umumnya Fase F (sesuaikan dengan CP terbaru) |
| Topik | Pergerakan nasional Indonesia awal abad ke-20 |
| Alokasi waktu | 3 pertemuan × 2 JP |
| Model | Pembelajaran berbasis inkuiri dan analisis sumber |
| Sarana | Buku teks, kutipan sumber primer dan sekunder, kertas plano, proyektor bila ada |
| Moda | Tatap muka |
Setelah mengikuti rangkaian pembelajaran, murid mampu:
Pemahaman bermakna: persatuan Indonesia bukan hadiah, melainkan hasil kesadaran, perdebatan, dan pilihan strategi orang-orang muda yang berbeda latar belakang.
Pertanyaan pemantik:
Beberapa tonggak yang umum dibahas, dengan rujukan buku teks yang dipakai sekolah:
| Tahun | Peristiwa | Catatan untuk diskusi |
|---|---|---|
| 1908 | Berdirinya Budi Utomo (20 Mei) | Sering dijadikan penanda kebangkitan nasional; fokus awal pada pendidikan dan kebudayaan |
| 1911–1912 | Sarekat Dagang Islam berkembang menjadi Sarekat Islam | Basis massa luas, berangkat dari persoalan ekonomi |
| 1912 | Indische Partij | Terang-terangan menuntut kemerdekaan, dipelopori Tiga Serangkai |
| 1912 | Muhammadiyah | Gerakan sosial-keagamaan dan pendidikan |
| 1920-an | Perhimpunan Indonesia di Belanda | Mahasiswa memakai nama "Indonesia" secara politis |
| 1927 | Partai Nasional Indonesia | Strategi nonkooperatif |
| 1928 | Kongres Pemuda II dan Sumpah Pemuda (28 Oktober) | Satu tanah air, satu bangsa, menjunjung bahasa persatuan |
Pastikan tanggal dan detail dicocokkan dengan buku teks yang dipakai, karena beberapa angka tahun, misalnya awal Sarekat Dagang Islam, masih diperdebatkan sejarawan.
Pendahuluan (15 menit)
Inti (60 menit)
Penutup (15 menit)
Pendahuluan (10 menit)
Inti (70 menit)
Penutup (10 menit)
Pendahuluan (10 menit)
Inti (65 menit)
Penutup (15 menit)
| Jenis | Bentuk | Waktu |
|---|---|---|
| Diagnostik | Pertanyaan dugaan awal | Awal pertemuan 1 |
| Formatif | Analisis kartu sumber, tiket keluar, observasi debat | Pertemuan 1–3 |
| Sumatif | Esai pendek dengan rubrik | Akhir pertemuan 3 |
| Kriteria | 4 | 3 | 2 | 1 |
|---|---|---|---|---|
| Ketepatan fakta | Akurat dan relevan | Sebagian besar akurat | Ada beberapa kekeliruan | Banyak kekeliruan |
| Argumen | Jelas, didukung bukti sejarah | Jelas, bukti terbatas | Kurang jelas | Tidak ada argumen |
| Hubungan masa kini | Kontekstual dan orisinal | Kontekstual | Umum | Tidak ada |
| Bahasa | Runtut dan baku | Runtut | Kurang runtut | Sulit dipahami |
Materi berupa daftar tahun. Murid menghafal angka tetapi tidak memahami sebab-akibat. Gunakan pertanyaan "mengapa" dan "bagaimana" di setiap pertemuan.
Sumber hanya dari satu sudut pandang. Sejarah pergerakan melibatkan banyak golongan: kaum terpelajar, pedagang, ulama, perempuan, dan pemuda daerah. Hadirkan suara yang beragam.
Asesmen hanya pilihan ganda. Untuk topik yang kaya interpretasi, esai dan analisis sumber lebih tepat menilai cara berpikir sejarah.
Modul ajar sejarah SMA yang baik membuat murid berlatih seperti sejarawan kecil: membaca sumber, membandingkan, dan menarik kesimpulan yang berdasar.
Bisa, bila CP yang berlaku di sekolah menempatkan topik ini di kelas X. Sesuaikan tujuan pembelajaran dan kedalaman analisisnya.
Buku teks pemerintah, arsip surat kabar lama yang dipublikasikan lembaga resmi, dan koleksi museum daring. Pilih kutipan pendek agar mudah dianalisis.
Gabungkan pertemuan 2 dan 3: profil organisasi dikerjakan sebagai tugas rumah, debat diganti diskusi kelompok singkat.
Tetapkan aturan debat sejak awal, beri peran moderator kepada murid, dan tekankan bahwa yang dinilai adalah argumen, bukan pribadi.
Ya. Sertakan kartu sumber, lembar kerja, glosarium, dan rubrik agar guru lain bisa memakai modul dengan mudah.
Menyusun modul sejarah yang kaya sumber memakan waktu. Guru mencari bacaan di banyak tempat, menyimpan modul di berkas terpisah, lalu memindahkan nilai esai ke rapor secara manual. Ketika modul ingin dipakai ulang tahun depan, berkasnya sering sudah tercecer.
ASIS menyediakan perangkat ajar Kurikulum Merdeka sehingga modul tersimpan rapi dan bisa dipakai lagi. Buku sejarah terbitan pemerintah dapat dibuka murid di Pustaka, latihan interaktif bisa disiapkan di Studio, dan nilai yang dicatat sekali langsung dipakai di e-Rapor Kurikulum Merdeka. Bank soal dengan bantuan AI juga tersedia, dengan catatan setiap soal wajib ditinjau guru.
ASIS gratis untuk semua sekolah, dan Basmalah gratis untuk pesantren, madrasah diniyah, dan TPQ. Silakan mulai di asis.id.
Panduan pajak belanja dana BOS untuk Bendahara: kapan memungut PPN, PPh 21, PPh 22, PPh 23, dan PPh 4 ayat 2, contoh hitungan, belanja SIPLah, dan pelaporan.
Aplikasi MA gratis bisa aman, bisa juga berisiko. Kenali model gratis yang sehat, tanda aplikasi abal-abal, dan cara mengujinya sebelum dipakai madrasah.
Cara membuat kartu inventaris ruangan KIR sekolah: kolom yang umum dipakai, contoh pengisian, kode kondisi barang, jadwal pemutakhiran, dan kesalahan umum.
Daftarkan sekolah Anda dan rasakan bagaimana satu sumber kebenaran meringankan pekerjaan sehari-hari.